Shin Yu

Shin Yu
Markas Utama Organisasi Darah Kuno II


__ADS_3

"Wah, tak kusangka semua petinggi akan hadir. Mengejutkan sekali..." Fang Lin membuka kupluk mantelnya dan memperlihatkan senyum tipisnya.


"Seharusnya kau memberi hormat setelah datang kemari, dasar tidak sopan." seorang perempuan cantik yang berusia 30-an berkata dengan nada kesal.


"Ah, sayangnya aku terlalu lelah untuk melakukannya..." ucap Fang Lin dengan wajah malas, namun kemudian ia memperlebar senyumannya dan memegang kepala Shin Yu, "Daripada itu, lebih baik kalian memberikan hadiah kepadaku karena berhasil merekrut anak ini."


"Menurut laporan, dia seharusnya masih berada di tingkat Forging Qi awal, apa dia melakukan kultivasi selama perjalanan kemari?" tanya seorang pemuda berambut panjang dengan kacamata kotak dan mata sipit.


"Ya, aku sengaja membiarkannya berkultivasi karena tidak mau menyia-nyiakan waktu berharganya." Fang Lin segera memberikan alasannya.


"Yah, itu benar. Tapi tanpa Manual Kultivasi yang tepat, waktunya tidak dapat digunakan secara efesien."


"Jangan membicarakan hal yang tidak penting, berikan kertas kontraknya padaku." ucap seorang pria paruh baya berbadan kekar yang kedua lengannya dipenuhi dengan bekas luka sayatan.


"Dengan senang hati, Ketua." Fang Lin langsung menyerahkan kertas kontrak tersebut usai berkata demikian.


Pria paruh baya yang dipanggil dengan sebutan 'Ketua' menerima kertas kontrak yang diberikan oleh Fang Lin, ia sejenak terdiam sebelum tatapannya yang tajam serta kuat mengarah pada Shin Yu, "Kertas kontrak itu terikat dengan hukum organisasi Darah Kuno, kau sudah mengetahuinya, bukan?"


"Ya." Shin Yu menjawab dengan singkat.


"Bagus, selama kau tidak melanggar peraturan yang ada maka kehidupanmu di organisasi ini akan sangat terjamin." ucap pria paruh baya itu dengan tenang, "Namaku adalah Fang Qin, aku adalah Ketua dari organisasi Darah Kuno. Sementara para orang tua di sekitarku ini adalah Petinggi organisasi yang sering disebut 'The Eight Deaths', kau nantinya bisa memanggil mereka dengan julukan masing-masing."


"Selain itu, mereka akan menjadi guru pribadimu, bahkan aku sendiri menjadi salah satunya." Fang Qin menghentikan perkataan lalu bangkit berdiri, ia kemudian melompat ke depan dan berhenti tepat di depan Shin Yu, "Namun sebelum itu, aku ingin menanyakan sesuatu. Apa kau berada di sini karena takut pada kematian?"

__ADS_1


"Tidak juga, saya hanya berpikir sesuai dengan logika saja." Shin Yu langsung menjawab dan matanya tanpa takut menatap Fang Qin.


"Sepertinya benar..." Fang Qin sedikit terkejut karena Shin Yu tidak merasa terancam oleh kehadirannya, "Matamu terlihat kosong seolah kau tidak peduli dengan Dunia, kupikir kau mengalami trauma karena terlahir dari orang tua yang sampah, tetapi sepertinya perkiraanku salah. Hatimu mati, kau tidak peduli dengan apa pun dan hanya bertindak sesuai logikamu."


"Yah, anda hampir benar."


"Hampir benar, ya? Jadi, kau masih mempunyai perasaan?"


"Ya, saya mempunyai perasaan ingin tau."


"Haus akan pengetahuan, huh? Itu menarik..." Fang Qin menyeringai, lalu menyentuh pundak Shin Yu, "Baiklah, seminggu lagi kau akan mendapatkan pelatihan khusus dari The Eight Deaths. Manfaatkan waktu luangmu sebaik mungkin karena nantinya tidak akan ada banyak hari libur untukmu."


"Saya mengerti." Shin Yu menjawab dengan patuh.


"Aku mengerti." Fang Lin mengangguk kecil, lalu meraih pundak Shin Yu dan membawanya pergi ke luar ruangan.


***


Markas utama organisasi Darah Kuno memiliki tempat yang bercabang, dan akan sulit bagi orang baru untuk mengingat jalan yang ada. Namun, Shin Yu tidak membutuhkan waktu lama untuk mengingat jalan dari ruangan sebelumnya ke tempat tinggal barunya.


Meskipun cukup jauh karena harus melewati empat aula besar lainnya, tapi bagi Shin Yu jalannya terasa cukup simpel. Ia hanya perlu memperhatikan hal-hal kecil di sepanjang jalannya dan itu adalah perkara yang mudah baginya.


Akhirnya, Shin Yu sampai di sebuah ruangan yang sangat luas, kira-kira dua kali lipat lebih besar dari pada kamar asramanya di Akademi Militer.

__ADS_1


"Mulai sekarang kau akan tinggal di sini seorang diri, bagaimana?" Fang Lin bertanya sambil tersenyum dengan kedua tangan di pinggang.


"Bukankah ini terlalu luas untuk diriku seorang? Apakah kalian ingin memanjakanku agar mengurangi kemungkinan diriku berkhianat?" Shin Yu bertanya.


Fang Lin sedikit mengangkat alisnya sebelum tertawa kecil, "Hahaha... Jangan terlalu percaya diri, bocah. Para pembunuh yang berbakat memiliki kamar persis seperti ini, bahkan ada yang lebih besar lagi. Mereka menempati tempat yang sesuai dengan bakat mereka. Mudahnya, semakin berbakat seseorang, semakin banyak fasilitas yang bisa mereka dapatkan."


Shin Yu terdiam sejenak lalu menganggukkan kepalanya paham, sepertinya ia terlalu mengambil kesimpulan dengan cepat.


"Sudahlah, Mun Yong akan menuntunmu ke perpustakaan. Aku ingin kembali, sudah lama aku tidak merasakan kasur yang empuk." Fang Lin berbalik dan berjalan keluar dari sana dengan santai.


Shin Yu menatap Fang Lin sampai keberadaannya sudah tidak terlihat lagi, ia kemudian mengedarkan pandangannya sejenak lalu menatap ke arah Mun Yong yang berdiam diri di tempatnya, "Senior, aku ingin pergi ke perpustakaan sekarang."


"Sudah mau pergi? Kau tidak sabaran rupanya..." Mun Yong menggeleng kecil, lalu mengeluarkan sebuah plat perak dari balik mantel hitamnya, "Bawa ini setiap kali kau ingin pergi ke perpustakaan. Dengan menunjukkannya pada penjaga yang menjaga perpustakaan, kau akan diberikan akses masuk dan keluar tanpa batas."


Mun Yong memberikan plat perak tersebut usai berkata demikian, sementara Shin Yu menerimanya dan membaca tulisan yang terukir di plat perak itu, "DK 02...?"


"Maksud dari DK adalah Darah Kuno, dan angka 02 menunjukkan peringkatnya." ucap Mun Yong, kemudian memberikan penjelasan lebih rinci, "Untuk mengakses perpustakaan, ada dua jenis plat yang dapat digunakan, yaitu plat perak dan plat hitam. Setiap plat memiliki tiga peringkat yang dimulai dari angka terendah. Plat dengan peringkat satu hanya dapat mengakses buku-buku di lantai pertama saja, plat peringkat dua dapat mengakses lantai pertama dan kedua, sementara plat peringkat tiga dapat mengakses semua buka ketiga lantai sekaligus."


Shin Yu terdiam sejenak sebelum mengangguk paham, "Lalu, bagaimana dengan plat hitam?"


"Plat hitam adalah akses masuk menuju perpustakaan rahasia, untuk yang ini aku belum bisa menjelaskannya secara detail tetapi hanya orang-orang tertentu saja yang bisa masuk ke dalam sana." jawab Mun Yong dengan tenang.


Shin Yu merasa sedikit penasaran dengan isi dari perpustakaan rahasia, tetapi saat ini ia memilih untuk tidak terlalu memikirkannya dan memusatkan perhatiannya pada tujuannya saat ini.

__ADS_1


Selama satu minggu ke depan, Shin Yu berencana memanfaatkan setiap waktu luangnya untuk menyerap sebanyak mungkin pengetahuan yang ada di perpustakaan. Ia tidak ingin menyia-nyiakan waktunya karena yakin bahwa semua pengetahuan yang ia peroleh akan menjadi sebuah investasi menguntungkan untuknya di masa depan nanti.


__ADS_2