Si Gadis Cantik

Si Gadis Cantik
Episode 48


__ADS_3



Tanpa basa basi, Yu Ao Tian langsung menaikkan baju Yao Yao. Kulit putih sekaligus kepuasan Yu Ao Tian terpancar seketika. Membuat wajah Yao Yao memerah: "Ini, ini di jalan."



"Begini, bukankah lebih terasa?" Yu Ao Tian menahan tangannya yang memberontak, menurunkan kepalanya dan mulutnya terbuka...



"ugh" bibir pink sensitif Yao Yao dirayu oleh lidah sang lelaki, membuatnya kebas. Yao Yao merasa malu dan takut melihat keluar jendela: "Ja..Jangan...emmm... ada... ada orang datang." Meski kaca mobil sudah gelap, namun jika ada orang mendekat, pasti terlihat orang yang di dalam mobil sedang berbuat apa.



"Ssst, semakin kamu berisik maka akan semakin menarik perhatian. Jika nanti mereka tidak bisa menahan, maka akan ikutan memainkanmu, aku tidak bisa menahan mereka loh."



"Minggir! Beraninya kamu berbicara seperti itu... emm, uh... kemarilah!" Badannya gemetar.



Tangan dan mulut sang lelaki tidak berhenti, bagaimana tubuh sensitifnya bisa menahan?



"Sayang, mulutmu terus memakiku, tapi tubuhmu berkata lain, ya kan? lihat... dibagian ini kamu terus goyang... goyang, sudah sangat menginginkannya ya?" Yu Ao Tian dengan tawa nakalnya menunjuk pinggul Yao Yao yang bergoyang.



Yao Yao saat ini sedang melawan, sama sekali bukan ingin melakukan ahl itu.



Namun Yao Yao tidak tahu, karena ia terus bergerak malah meningkatkan nafsu sang lelaki.



"Ayo, perlihatkan padaku seberapa kau menginginkanku?" Kemudian tangan Yu Ao Tian menuruni tulang ekornya.



Pupil nya membesar dan tubuhnya gemetar hebat: "tidak, jangan!" Disudut mata ia melihat ada sebuah pengendara sepeda datang ke arahnya, dengan segera ia menelan seluruh kata-kata, hatinya sudah bergejolak dan siap teriak.



Melihat itu, Yu Ao Tian segera menurunkan baju Yao Yao.



Apa maksudnya?



Yao Yao masih belum sempat bereaksi, ia menurunkan kaca mobil, membuat orang di sekitar mampu melihat ke dalam mobil lebih jelas lagi.

__ADS_1



"Kau, keluarkan tangan 1 lagi!"



"heh? bukankah kau harus bermain? Kemudian tangan di dalam celana mengelilingi paha dan langsung menuju daerah sensitifnya.



Yao Yao terlihat bereaksi terhadap keinginan sang pria. Dia menyandarkan kepalanya di bahu sang pria dan memohon, "Jangan lakukan itu."



Pria mana yang akan peduli permohonannya? Jari tangannya terus mengitari daerah itu.



"Ugh, ugh..." banyak orang yang menengok ke arah mereka, dan tangan kecilnya hanya bisa mencengkram bahu sang pria. Ia memandang para pejalan kaki. Bagaimana ini? Pesepeda itu akan segera sampai.



"Sayang, kau sungguh basah."



"Jangan, Jangan katakan lagi. Kumohon keluarkan tanganmu." Tidak tahu apakah kelewat grogi, atau ia memang belum pernah mengalami ini sebelumnya, dibawah tekanan besar, tubuhnya terasa semakin panas dan panas.



"Sungguh ini dikeluarkan? Tapi, 'itu' terus memberi signal untuk aku segera memasukinya." Setelah candaannya selesai, jari-jarinya terus memutar dan memasukinya...




"Sayang, bahkan jariku saja kau jepit begitu keras. Lihat betapa cabulnya dirimu, aku sungguh ingin segera mencobanya." Disaat yang sama, mata Yu Ao Tian telah dipenuhi rangsangan dan gairah, dan jari tangannya perlahan memutar melebar.



"Ja..jangan gerak lagi. Hentikan, jarimu, jangan gerak lagi." Napas berat, mata buram, Yao Yao sudah hampir mendekati puncaknya, namun ia terus berkata pada dirinya, hal ini tidak boleh terjadi! "Yu Ao Tian! Cukup! Kamu begini sungguh keterlaluan!" Sambil menggigit bibir bawahnya, ia mendekati telinga Yu Ao Tian, namun matanya pusing melihat para pejalan kaki yang lalu lalang.



Disaat bersamaan, Yu Ao tian menutup jendela mobil dan mengeluarkan jari tangannya.



Dengan segera, Yao Yao membalikkan badan dan melompat ke kursi samping pengemudi, bernafas terengah-engah.



"Sayangku, sangat nikmat bukan? Apakah dengan kondisi ini sudah timbul perasaan itu?"



"Kau, kau sungguh gila!!"

__ADS_1



"Oh? Jika aku ini gila, maka bagian bawahmu yang basah bukankah gila juga?" Kemudian Yu Ao Tian mengayunkan jari tengahnya.



Air mata mengalir dari mata Yao Yao menuruni pipinya...



Apakah aku gila? Jelas-jelas hatiku tidak menginginkannya, tapi kenapa badanku seperti terus menerimanya. Apa yang sebenarnya terjadi?



Yu Ao Tian pura-pura tidak melihat ia menangis, dari pakaiannya mengeluarkan sapu tangan kotor: "hei, Jahitan ini sangat bagus, ibumu sungguh lihai."



Tangisan nya semakin kencang, dia menatap tajam Yu Ao Tian dan merebut kembali kain itu: "Kembalikan!" Melihat kain yang kotor, hatinya kembali terluka dan tangisannya pun berlanjut.



"Kenapa menangis lagi?" tanya Yu Ao Tian dengan nada tidak sabar dan mengernyitkan alis. Kukira jika melihat benda ini akan menghentikan tangisannya, tapi malah menjadi makin keras.



"Kamu tidak akan mengerti!" Sambil melipat kain itu, ia memandang Yu Ao Tian dengan marah berkata: "Ibuku menghabiskan banyak waktu untuk membuat ini, tapi Xia Ru menganggapnya sampah, tapi saat kamu mengatakan OK, mereka semua terdiam. AKu tidak mengerti orang seperti apa mereka."



"Feng Chen Yi, mereka bilang kamu sangat kaya, apakah itu benar?"



"Menurutmu apakah aku terlihat kaya? Mereka hanya bergurau."



Aku masih ingat, beberapa tahun lalu saat pertama kali bertemu Feng Chen Yi, ia juga berpura-pura menjadi anak miskin untuk mendekatiku. Dan saat kebohongannya terbongkar, aku bertanya "Mengapa kau membohongiku?" dan dia menjawab "Aku hanya ingin lebih dekat denganmu."



Sebenarnya Yao Yao tidak pernah merasa ada jarak antara kaya dan miskin, namun kemudian ia menyadari perbedaan cara pikir mengenai uang, nilai hidup dan dunia ini dengan Feng Chen Yi. Yao Yao masih merasa bahwa itu semua tidak akan mempengaruhi hubungan mereka, sampai akhirnya mereka putus. Semua orang mencibir dan mengolok Yao Yao. Dan Yao Yao mulai mengerti pentingnya uang dan status. Tapi...



Tidak sejelas itu hingga detik ini!



Hanya dengan sebuah kalimat dari Yu Ao Tian, semua orang memiliki banyak muka, bahkan sebuah lap meja tak berharga, bisa menjadi harta berharga. Sungguh memuakkan!



"Ah, tapi kenyataannya, ini masuk akal 'kan? Jika tidak, kenapa kamu berkata pada mereka bahwa kamu adalah pacar Presiden Grup Berson?"


__ADS_1



__ADS_2