
Kamar Rara ....
Rara terbangun, ia mendengar suara yang mengusik tidurnya, ia tau suara itu berasal dari keluarga nya yang lagi mempersiap kan makan malam mengingat ini sudah jam 19.30, rara sedang mengumpulkan nyawa dan kesadaran nya sedikit demi sedikit. Rara ingat bahwa dia harus mewakilin teman" nya untuk menghadiri party Raja.
Dengan langkah Malasnya. Ia menuju kamar mandi mengingat bahwa partynya raja di mulai jam 20.00. Tapi rara malah memperlama gerakannya agar dia telat dan tak usah berlama lama di party Raja
Skip....
Dimeja Makan
Rara sedang menurunin satu persatu anak tangga menuju meja makan. Disana seluruh keluarga tercinta Rara sudah berkumpul untuk menikmatin dinner familly π Baknya keluarga yang Harmonis bukan?π
Mata rara tak sengaja menangkap maniak lain. 'Itu kan' katanya membatin, rara tau ada orang asing yang juga berkumpul untuk menikmatin makan malam keluarganya, yah rara melihat Jay yang sedang duduk manis tanpa dosa di bangku meja makan
"Lah lu kenapa masih disini!!? Betah amat sih !! Mau numpang makanan gratis yah!!" Ucap Rara sewot
"Rara tidak baik tau, ngomong seperti itu pada tamu kita" ucap halus nyonya suagunawan alias mama nya rara
"Hehe gak apa-apa tante. Mungkin Rara blom terbisa akan kehadiran saya" Jay bersikap sopan
(Elah abang jajay baku amat sih :v)
'Dasar penjilat bermuka sepuluh, raja narsis, sok ganteng walaupun emng ganteng sih' iner Rara
Sebenarnya Jay sudah sangat dekat dengan keluarga suagunawan soal nya Jay sahabat terdekat anak bungsu mereka. Hanya saja Rara tidak tau itu
"Tamu apaan ma"sambil menatap mamanya dan beralih menatap Jay tak suka "dan lu gak usah cari muka deh" yang ditatap pun hanya senyum dan berkata..
"Lu kan calon pacar gua. Otomatis tante calon Ibu gua juga donk" jay emng gak malu yahπ dia tau klk dia tuh tipe rara, tapi rara gak ada tuh bilang kalk dia suka sma Jay. Ini cman pendapat sepihak jay aja :v dia pikir rara jatuh hati pada nya padahal .. (masih rahasia yahβΊ)
Hukkkkk hukkkkk
"Apa luΒ bilang??! Calon pacar ?!!! Lagi mimpi yah lu??!!" Tanya rara shock berat. Rara menatap Jay seakan akan ingin membunuh pria yang ada dihadapannya saat ini juga. Yang di tatap hanya tersenyum π (astaga astaga babang jajay kok gak punya malu sih π¨author kan jadi malu calon suami gak punya malu gituππ) Abaykan authornya
"Sudah lah Ra kok jadi berdebat sih, Jay kan hanya bercanda Ra" itu Rendy, (kalem amat abg gua:v) abaykan lagi!!
"Beneran pun gak apa-apa.. gua 100% dukung kok Ra" lanjut Roval
"Yahh" bentak rara
"Sudah!! Mau sampai kapan kalian ribut!! Kita mulai makan malam nya" itu kepala keluarga suagunawan alias ayah nya rara (uhhh dingin nya π± sampai naik bulu hidung author π)
__ADS_1
Sumpah thor klk lu ngomong sekali lagi gua gantung lu-rara
Pissβ clam down baby π-author
Jika kepala keluarga sudah bicara datar tanpa expresi bearti ia sedang marah.
"Baik" ucap Rendy Rara Roval Rijay serentak
Skip...
20.30 malam
"Ma rara pergi kepesta teman rara yah?! Cuman sebentar kok ma! Gak lama-lama kok!" Ucap rara sambil menghampiri mama yang sedang duduk di ruang tamu sendirian . Ayah nya telah masuk kekamar. Roval dan Jay tadi langsung main PS di kamar Roval . Klk Rendy di dapur entah sedang apa di dapur
"Ini sudah malam sayang! Mama takut kamu kenapa" dijalan, mama suruh abag kamu aja yah ngantar kamu sambil nungguin kamu sampai pu.."
"TIDAK . Rendy ngantuk mau tidur"
Belum sempat sang mama menyelesaikan perkataan nya tapi sang anak sulung telah memotong perkataan sang ibu
Rara POV
Hiii punya abg kok gak punya sopan satun apa . Mama belom selesai bicara juga malah di potong" aja emng ucapan mama semangka apa pakek di potong" segala.
Gua lihat mama masih mode berpikir, tak lama gua dengar ada suara dari belakang gua, pas gua berbalik ternyata itu Roval & Jay yang baru turun dari kamar nya Roval
"Ma Jay mau pulang" kata roval
"Sudah malam! Apa gak sebaiknya nak Jay menginap saja?"
"Tidak usah tante, lagian bsok sekolah jadi lebih baik Jay pulang"
"Bagus deh lu pulang!! Semoga gak pernah kesini lagi, gua muak lihat wajah lu" klk gua lihat muka jay bawaan nya tuh pengen marah" aja
"Oh iya, nak Jay bisa antarkan rara gak?"
"Ma rara bisa sendiri kok"
"Bisa kok tante"
Gua langsung menatap Jay dengan tatapan mematikan, gua gak mau berduaan dimobil sma dia
__ADS_1
"Yah sudah sana kamu sama nak Jay"
Sebenarnya gua pengen protes tapi mengingat ini sudah malam takut nya gua makin lama lagi di party gak jelas itu, jadi mau gak mau yah gua pasrah aja
"Baiklah mama rara yang cantik" gua cium pipi mama lalu berjalan keluar dan diikutin Jay dari belakang
Rijay POV
Skip .. Di mobil ...
Suasana hening ... bahkan sangat sangat hening
Sebenarnya gua ingin bicara sama Gadis manis yang sedang duduk di sebelah gua, tapi kayak nya moodnya sedang sangat hancur soal nya seharian gua gak ada lihat senyum manis dari sang gadis.
Dan menurut gua moodnya hancur itu gegara gua
Rijay POV end
Ditempat tujuan ...
"Lu gak mau gua tungguin aja sampai pulang?" Ucap jay khawatir
"Gak. Lu balik aja gih sana" rara keluar dari mobil Jay tanpa mengucapkan terima kasih
'Gua khawatir banget .. gimna nih gu tungguin aja atau gak yah?' - Jay
ππππ
ππππ
ππππ
ππππ
TBC
Haduhh maaf yah cerita setiap bagian nya slalu gantung π saol nya lelah banget ngetik nyaπ author juga manusia ... π
Jadi mohon bersabar yah para manusia ganteng nan cantik ππ
Klk suka FF nya vote yah π klk ff nya bagus aku merasa bahagia π apalagi klk banyak yang suka π
Yah sudah sampai jumpa di lain waktu π
Salam terkasih dari author cantik nan manis π
__ADS_1