
Claire dan Loreen menyapa semua orang, Clinton menggertakkan giginya saat dia melihat Claire yang bertambah cantik.
Ketika mereka masih kuliah. Dia sangat ingin mendapatkan hatinya, tapi Claire mengacuhkannya.
Claire justru memilih menikah dengan seorang pecundang yang dia hina.
Kenapa?
Tuhan pasti buta!
Clinton menyipitkan mata dengan gelisah dan mencibir. “Hei Charlie, sepertinya hidupmu cukup baik setelah menikah dengan Claire! Kamu bahkan mengendarai sebuah mobil BMW sekarang! Claire yang membelikannya untukmu? Kamu benar -benar sosok panutan untuk pria yang mencintai wanita yang lebih tua!”
Claire terganggu dengan julukan itu sedangkan Loreen dengan cepat berkata, “Clinton, kamu salah. Bukan Clinton menganggap diamnya Charlie sebagai rasa tidak senang. Clinton langsung mencibir. “Hei Charlie, kenapa kamu masih saja menjadi pengecut seperti saat kuliah dulu? Balapan ini tidak akan menghabiskan bensinmu! Aku akan membayar bensinmu hingga penuh nanti.”
Loreen merasa jengkel, “Hei Clinton, hentikan tingkahmu! Mobilmu model 540 dan mobil Charlie model 520, aku tahu dari segi mesin ada perbedaan yang besar dari keduanya! Kamu kira ini akan menjadi balapan yang adil?”
__ADS_1
Clinton mengangkat bahunya dan berkata, “Tergantung dari kemampuan pengendaranya! Mobil yang bagus tidak harus cepat, tergantung dari keberanian dan kemampuan pengendaranya. Aku penasaran, apakah Charlie mau mengambil tantangan ini? Aku bisa mengerti, jika dia tidak mau mengambilnya. Dia akan menjadi pecundang yang tidak bisa melakukan apa pun. Semua orang tahu itu."
Orang-orang yang berdiri di sekelilingnya langsung menyela, “Iya, Clinton benar! Bilang saja kamu takut, tidak usah malu.”
Charlie tidak terpancing, bahkan ia tersenyum dan berkata. “Aku tidak keberatan dengan balapan, tapi tidak seru jika tidak ada taruhannya, iya kan? Ayo, untuk membuat balapan ini menjadi menarik tentukan hukumannya.”
“Baiklah!” Clinton tadi sempat khawatir Charlie tidak akan masuk ke dalam perangkapnya, maka saat Charlie menyarankan taruhan, ia sangat senang sekali. Berpikir bahwa Charlie baru saja menggali kuburannya sendiri. “Ayo buat taruhan, yang kalah balapan harus berlutut dan meminta maaf kepada yang menang. Bagaimana menurutmu?”
Charlie menggelengkan kepalanya, “Itu sih kekanak kanakan, kita sudah dewasa, carilah sesuatu yang lebih dari itu.”
Charlie mengangguk dan menjawab dengan tersenyum. “Douglas, selamat untuk pembukaan restoran barumu!”
“Terimakasih, teman!”
Clinton memulai lagi, “Charlie jangan mengganti topik pembicaraan. Beritahu aku, apa yang ada di pikiranmu?”
__ADS_1
Douglas bertanya dengan rasa ingin tahu. “Ada apa? Kalian sedang apa?”
Charlie melihat ke arah kembang api di tangan Douglas dan bertanya. “Doug, berapa panjang kembang api itu?”
"Tiga meter!” Douglas tertawa. "Mahal ini, aku menghabiskan enam ratus dolar untuk membelinya!”
Charlie mengangguk dan dia berbalik
kearah Clinton. “Aku punya ide, mari balapan dan siapa yang kalah, kita akan memasukkan kembang api ke dalam mobilnya dan menyalakannya. Bagaimana menurutmu?”
***************
"jangan lupa untuk mendukung author ya dengan memberikan like koment vote dan hadihnya agar semangat terus dalam karya ini'
"Mohon maaf ya jika uploadnya lama. Dikarenakan saya ada kendala selama hari ini dan belum bisa upload setiap harinya, Alhamdulillah hari ini udah bisa,saya akan memberikan crazy up sebagai gantinya"
__ADS_1