Sisi Lain Diriku(BL)

Sisi Lain Diriku(BL)
Moss 2


__ADS_3

Sepulang dari sekolah adrian,aren dan carlos pergi ke caffe teman mereka yang bernama mocca untuk nongkrong di caffenya,mocca juga berteman dekat dengan aren dkk sejak kecil tapi saat ingin masuk SMA mocca memilih sekolah yang berbeda dengan mereka bertiga."AREN",teriak mocca senang karena bertemu aren,"apa sayang,kangen?haha"sahut aren bercanda lalu memeluk mocca.


Mocca memang terkenal manja ketika sudah berhadapan dengan aren."iih lu mah nackal,kuy lah duduk"sahut mocca.mereka berempat berjalan beriringan dengan mocca yang melingkarkan tangannya di tanggan aren,Adrian dan carlos sudah terbiasa dengan sifat manja mocca itu.jika ditanya aren risih atau tidak?jawabannya tidak karena aren sudah terbiasa dengan sifat mocca dan aren juga sudah mengganggap mocca seperti saudaranya sendiri.


Merekapun duduk di ruangan VIP yang lumayan tertutup.ren?gue denger anak buah lu kemarin tawuran sama anak SMA?tanya mocca."iya"ucap aren singkat,


"terus lu turun tangan?"


"gak,yang turun buat nonjok si Carlos"

__ADS_1


"ohh gitu"ucap mocca


POV Aren


Nama gue Allen Adelio Rahman,panggil aja gue aren.


AREN POV END


Karena merasa sudah mulai sore aren dkk kembali ke rumah masing2.aren sampai di pekarangan rumah yang luas dengan taman di samping air mancur,"tinn"suara bel motor aren dan tak lala kemudian seorang pria paruh baya membukakan pintu gerbang agar aren bisa masuk."baru pulang den?"tanya pria paruh baya itu"iya pak Bandi,tadi nongkrong dulu di caffe temen makanya baru pulang,masuk dulu pak"sahut aren.

__ADS_1


"iya den"


Selamat sore papi,daddy sapa aren lalu menyalim tangan keduanya lalu beranjak ke sofa.sore sayang,gimana moss nya?lancar?tannya sang papi.lancar pi,ya lumayan asik sih pi kakelnya banyak yang ramah juga.ya udah bagus kalo gitu,ganti baju sana gihh trus kita makan bareng.ucap sang Daddy dan langsung di lakukan oleh aren.


"Tunggu"cerca daddynya dingin dengan mata mulai menajam,aren yang mendengar suara daddynya pun langsung berbalik karna dia tau apa yang daddynya inginkan.


"Cup"sebuah ciuman mendarat di pipi sang daddy yang bernama Glen."udah,aren naik dulu dad,pi.papi aren yang bernama Evan pun hanya bisa menggeleng-gelengkankan kepala melihat tingkah suaminya itu sedangakan Glen malah terkekeh.


jangan lupa like and vote๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰

__ADS_1


__ADS_2