
Yan Shen masuk kedalam kamarnya, ia dengan cepat memposisikan dirinya dalam posisi kultivasi dan melahap satu persatu buah kultivasi besar.
Bomm..
Bommm...
Bommm..
Ranah milik Yan shen melonjak dengan sangat cepat hingga saint puncak.
Yan shen merasakan esensi kekuatanya yang meningkat dengan pesat, Dantian miliknya yang tadinya hanya sebesar danau menjadi sebesar lautan, indera spiritualnya juga meningkat dengan pesat dan menjadi lebih tajam, kulitnya yang putih menjadi seputih giok yang bahkan akan membuat wanitapun akan iri.
Setelah terobosan selesai tiba tiba saja langit mendung, angin bertiup kencang dan swasana menjadi lebih gelap.
Ding!!
[Terdeteksi Host akan menerima serangan petir merah dewa kuno, Host mendapatkan misi sampingan untuk menyerap elemen petir merah dewa kuno Hadiah armor naga berlian peringkat Dewa awal.]
Suara gemuruh petir terdengar saling bersahut sahutan satu sama lain, memancarkan kekuatan yang besar, Yam Shen tahu hal ini disebabkan oleh dirinya, karena ini adalah kesengsaraan petir untuk seorang yang telah menembus ranah suci.
Tapi petir kali ini terlihat berbeda, Yan Shen dapat merasakan kekuatan yang menindas dari petir yang masih bersembunyi dibalik awan.
"Sepertinya surga benar benar iri padaku." Gumam Yan Shen sembari menatap atap kamar restoranya.
Setelah itu Yan Shen menghilang dan berdiri tegak di langit. Matanya mengarah ke langit dengan tanpa ekspresi, seakan menantang langit.
Ketika petir petir sedang bersiap siap hendak menyambar Yan Shen, sebuah Tangan sebesar gunung muncul dari atas langit.
Yan Shen melihat ini menggertakan giginya" Sialan apa itu?"
Selama hidupnya Yan Shen belum pernah melihat kesengsaraan petir seperti ini, bahkan walaupun ia pernah mendengar petir merah dewa kuno tapi ia tidak pernah mendengar tangan sebesar gunung.
"Surga memang benar benar marah denganku." Gumam Yan Shen melihat tangan sebesar gunung yang jatuh menuju restoranya.
Orang orang di alam Fana melihat ini menjadi ketakutan, mereka berpikir dewa marah dengan mereka.
"****... Tangan siapa itu." Seorang npc ketika melihat langit yang mendung.
"Ugk... apakah aku akan mati disini, Ibu, ayah maafkan aku telah mencuri sendal kalian untuk dijual." Kata warga lain merasa sedih.
"Aku belum menikah, bagaimana ini?? Kenapa dewa cepat sekali ingin mencabut nyawa kecilku." Seorang pemuda terlihat khawatir, dia belum menikah dan belum pernah merasakan hubungan suami istri, ini benar benar cobaan yang berat untuknya.
Tapi Takdir berkata lain, Yan Shen yang berada di atas atap restoran miliknya, ia mengepalkan tinjunya lalu menginjak udara dan melesat dengan kecepatan yang hampir sama dengan kecepatan cahaya.
"Tinju Surgawi, Satu pukulan menjadi abu."
Bang...
Tinju Yan Shen bertabrakan oleh tangan sebesar gunung itu, dan seketika tangan itu runtuh.
Kejadian ini hanya terjadi sepersekian detik, sehingga sulit untuk menyadarinya bagaimana tangan itu hancur, dimata makhluk fana hanya terlihat sekelebat cahaya putih yang menembus tangan raksasa besar.
__ADS_1
"Astaga..! Apa itu?." Seorang warga bertanya tanya.
"Hahaha... Dewa sangat murah hati, Dewa masih memberiku kesempatan hidup, Terima kasih dewa dengan begini saya masih bisa mencari istri." Seorang pemuda melakukan sujud syukur.
"Cih... Memangnya ada yang mau denganmu..?" Seorang pria lain menatap pria yang bersujud dengan wajah mengejek.
Tapi tak selang beberapa lama, baut petir dengan warna yang berbeda berkumpul dilangit.
Pemuda yang tadinya bersujud syukur kembali bersedih, dia merasa dewa sedang mengerjainya, setelah selamat dari satu bahaya ada bahaya lain yang lebih menakutkan dan itu membuatnya pasrah.
.......
Yan Shen saat ini berada di hutan, matanya yang berwarna biru dan emas menatap langit dengan tajam.
"Kemari kalian." Teriaknya dengan nada menantang.
Mendengar tangtangan Fang Bai seolah olah langit tahu bahwa pria itu sedang meremehkan mereka.
Baut petir yang berkumpul menjadi berwarna merah darah, Baut petir itu mempunyai wujud menyerupai tombak yang sangat besar.
Fang Bai masih bertahan dengan sikapnya tanpa ada rasa gentar sedikitpun.
Dengan kecepatan tinggi petir merah dewa kuno menuju kearah Yan Shen.
Yan Shen dengan sigap segera melindungi tubuhnya dengan energi Qi.
Slashh..
Duar...
"Sialan, aku hampir mati!!." Yan Shen mengusap darah yang berada di hidung dan mulutnya.
Baut petir merah dewa kuno masih terlihat ditubuh Yan Shen, membuatnya seperti dewa petir yang hebat.
Itu merupakan petir merah dewa kuno yang Yan Shen serap, walaupun ia hanya menyerap sedikit tapi daya hancurnya sangat besar, jika ia bertarung dengan ranah yang setara denganya ia dapat membunuhnya hanya dengan jari.
"Ding!!
[Selamat host menyelesaikan misi sampingan menyerap petir merah dewa kuno. Hadiah Armor dewa awal, apakah Host ingin memakainya.]
"Pakai." Ujar Yan Shen.
Sebuah baju dengan tekstur yang sangat tipis muncul di tangan Yan Shen.
"Armor yang setipis sayap jangkrik, dengan tingkat dewa awal dan dapat menyesuaikan dengan baju yang dipakai oleh pemakai, Menarik." Gumam Yan Shen, lalu memakai armor itu.
Ketika armor itu di pakai, itu menghilang dan terlihat sama dengan baju yang Yan Shen pakai.
Yan Shen kemudian melihat sekelilingnya, melihat hutan yang sangat besar hancur karena ulahnya ia merasa bersalah.
Tapi kemudian ia teringat dengan toko dari sistem surgawi.
__ADS_1
Status
Dingg!!
(Nama : Yan Shen)
(Gelar : Tidak ada)
(Umur : 20 tahun)
(Versi Sistem : 01)
(Kultivasi : Saint Puncak)
(Poin Sistem : 1005000 Ps)
(Job : pemilik Restoran)
(Penyimpanan : pedang kutukan dewa, 2 kotak misteri).
(Toko : Senjata tingkat Fana,Pill tingkat Fana dsb)
(Bawahan : Bai Qing dan Bing Xuan)
(Misi :Dapatkan 5 pelanggan , Hadiah 2 kotak misteri)
"Sistem buka Toko"
"Ding!!
[Fitur toko di buka]
Ketika fitur toko terbuka Yan Shen dapat melihat berbagai benda fana dengan tingkat awal hingga saint puncak.
"Beli 5 pupuk penumbuh tanaman."
Ding!!
[ 2 Pupuk penumbuh tanaman tingkat saint puncak telah terbeli, 500 poin sistem telah dikurangi ]
Yan Shen mengangguk, lalu ia menaburkan pupuk itu kesegala arah hutan yang telah terkena petir merah dewa kuno.
"Dengan begini hutan ini akan segera kembali seperti semula."
Benar saja hanya sekitar 5 menitan pohon pohon yang hilang mulai tumbuh kembali dan setelah 30 menit tanah yang kosong kembali seperti semula.
Para kultivator yang melihat kejadian itu mulai berdatangan, dan ketika mereka melihat hutan itu tidak mengalami hal yang mereka pikirkan mereka menjadi bingung.
Yan Shen sudah kembali keretoranya.
Dapat dilihat restoran itu masih sepi, bahkan orang lewat saja enggan untuk masuk, walaupun restoran ini kelihatan mencolok tapi orang orang disini baru melihatnya dan belum mengenalnya jadi mereka masih pikir pikir untuk masuk, apalagi restoran itu terlihat mewah, bagi rakyat biasa yang biasanya lalu lalang tentu enggan membuang uang hanya demi makanan yang mahal.
__ADS_1
..........
BERSAMBUNGG...