Sistem Impossible

Sistem Impossible
Bab 6


__ADS_3

Kembali ke Sabda mikail, sekarang yang sedang berhadapan dengan binatang buas untuk yang pertama kali nya. Binatang tersebut tampak kokoh dengan dua tanduk di kepala nya.


Menurut perkiraan Sabda mikail itu pasti banteng, kerena mirip dengan banteng yang ada di bumi. Perbedaan ya nya hanyalah ukurannya yang dua kali lipat lebih besar.


Sabda mikail mengambil sebuah pedang dari inventory nya lalu memulai pemanasan dengan mengayun ayunkan pedang ke kanan, ke kiri , ke atas, kebawah, samping kanan, samping kiri. Untuk merenggangkan otot otot nya dan membiasakan diri dengan gaya cara menggunakan pedang.


Banteng yang merasa tidak di perhatikan menjadi marah. Dengan mengendus endus kan hidungnya yang mengeluarkan asap dengan wajah merah padam karena marah. Kemudian mulai menggaruk garukan kakinya ketanah, kaki kanannya mulai ancang ancang tanda akan menyerang.


Sabda mikail yang merasa banteng akan menyerang, mempersiapkan diri dengan mencondongkan badan ke depan. Kaki kiri maju ke depan, tangan kanan memegang erat pedang.


Wooossss


Seketika banteng tersebut menerjang Sabda mikail. Namun saat jarak mendekati satu meter, Sabda mikail menggeser tubuhnya kesamping. Saat kepala banteng melewati tubuh Sabda mikail, sabda mikail mulai mengayunkan pedangnya dari atas, menebaskan pedangnya, hingga tubuh banteng tersebut terbelah menjadi dua.


Sang banteng tergeletak ketanah mati seketika.


Ding!


(Berhasil membunuh banteng rawa, selamat tuan naik level dan mendapatkan 10.000 Poin Tukar)


Ding!


(Selamat, tuan mendapatkan kotak perunggu hadiah pertama kali membunuh, kotak di simpan di inventory)

__ADS_1


Mendengar notifikasi dari Yuna, Sabda mikail tersenyum, karena di depannya masih banyak banteng yang sama. Sabda mikail tidak ingin mengendurkan kewaspadaannya.


Teriak banteng menggema karena melihat temanya telah mati. Kemudian semua banteng mulai berlari menyerang Sabda mikail. Rata rata tingkatan banteng kelahiran tahap 4 sampai kelahiran tahap 9.


Tingkatan kultivasi Sabda mikail yang sekarang ini berada di kelahiran tahap 9, yang kekuatan ya sama dengan mortal, karena mempunyai tubuh dewa naga, tidak takut sama sekali ketika menghadapi binatang buas banteng tingkat kelahiran tahap 9.


Dengan kecepatan dan kemampuan analisa, Sabda mikail mampu menghindari dan menyerang banteng pedang miliknya ditangan kanan.


Semata pedang biasa milik Sabda mikail mulai terlihat retakan, tiap tebasan membuat retakan semakin meluas. Suara erangan kesakitan binatang buas banteng rawa, bergema didalam hutan.


biat...


guarrr


..


gubrak...


busss...


tang...


Setelah membelah banteng terakhir. Akhirnya pedang itupun hancur yang tak tahan dengan kekuatan Sabda mikail. Terlihat pecahan pedang berserakan dimana mana.

__ADS_1


Brukkk!


Ha ha ha...


Sabda mikail langsung ambruk, kelelahan jatuh ketanah dengan nafas yang ter engah engah.


Keringat membasahi tubuhnya, pakaian compang camping dan wajah penuh darah dan debu.


Ding!


(Berhasil membunuh 78 ekor binatang buas banteng. Memperoleh 234.000 poin Exp. 23.400 Poin tukar. 2.340 Poin pengalaman. 2.340 Emas)


(Selamat tuan telah menerobos ketingkat transformasi Qi tahan 2. Mendapat 1 kotak perunggu dan 30.000 Poin pengalaman)


Mendengar semua informasi dari Yuna membuat Sabda mikail tersenyum dan menghilangkan rasa lelahnya. Ini adalah pertempuran yang menarik bagi Sabda mikail.


Terima kasih Yuna, sebentar lagi saya akan naik level, kekayaan juga bertambah, ha ha ha. Senangnya hatiku.


Dengan tertawa keras Sabda mikail berdiri dan menepuk nepukkan pakaiannya yang kotor.


Bersambung....


.

__ADS_1


__ADS_2