
⭐KERENA AUTHOR ADALAH PENULIS NOVEL BARU MAKA DARI ITU AUTHOR INGIN MINTA MAAF APA BILA ADA SALAH KATA ATAU KALIMAT DALAM PENULISAN YANG AUTHOR TULIS⭐
#SEKIAN TERIMA KASIH DAN SILAHKAN PARA READER MEMBACA NOVEL SAYA YANG MASIH BARU INI DARI PENULIS NYA YANG JUGA BARU MENULIS SEBUAH NOVEL#🙏
#SEMOGA MENYUKAI NOVEL NYA#
__________________________________________________
keesokan harinya
setelah dokter dan suster memeriksa dan juga memberikan kabar bahwa Alfaro sudah baik baik saja dan sudah bisa pulang, ia pun meminta dokter Arham selaku dokter yang merawat alfaro untuk mengurus kepulangan nya dan juga ia bertanya apakah betul bahwa seluruh biaya perawatan nya sudah di bayar atau belum, dan dokter arham mengatakan dan membenarkan nya.
dan dokter Arham juga memberikan pernyataan bahwa dokter Arham akan mengurus nya apabila memang Alfaro menginginkan pulang, tapi sebelum itu Alfaro harus menunggu untuk beberapa saat kaar pengurusan surat kepulangannya akan memakan waktu dan mungkin siang ini baru lah surat kepulangan Alfaro akan keluar
dan saat ini saat dimana akhirnya Alfaro telah bersiap siap untuk pulang sambil menunggu dokter Arham yang akan menyerahkan surat kepulangan nya, alfaro sedikit menyempatkan diri untuk menanyakan ke sistem tentang apartemen nya, dan bertanya ke sistem tentang keadaan apartemen apakah sudah bisa di tempati atau tidak.
karena malam tadi alfaro sempat menanyakan hal tersebut dan sistem menjawab bahwa karena apartemen yang akan alfaro tempati adalah apartemen yang belum sama sekali ada yang menempati nya maka dari itu keadaan apartemen tersebut dalam keadaan berdebu karena tidak ada yang merawatnya, yang akhirnya Alfaro meminta sistem untuk memberikan nya karena ia ingin menempati apartemen tersebut saat ia keluar dari rumah sakit ini.
[ SEMUANYA TELAH SIAP TUA, APARTEMEN CAHAYA BINTANG ANDA TELAH DI BERSIHKAN DAN SUDAH SIAP UNTUK DI TINGGALI.]
" ah baik lah kalau begitu... sebelum ke sana aku mungkin akan pergi kerumah ku terlebih dahulu untuk mengambil pakaian dan barang² yang masih berguna untuk kupakai disana nantinya."
ucap alfaro.
lalu setelahnya saat dia pun keluar dari ruangan tersebut dan berjalan menuju lift untuk turun ke lobby rumah sakit, saat alfaro berjalan keluar dari ruangan yang ia tempati, di saat itu pula alfaro menjadi pusat perhatian bagi banyak orang yang berada di lanta 7 rumah sakit itu, dan juga ia menjadi perhatian orang orang yang berada disitu karena ia keluar dari ruangan VIP suite room yang hanya di tempati oleh orang orang kaya di kota ini, tapi walaupun begitu Alfaro tidak mempedulikan nya dan tetap terus berjalan dengan santai seperti tidak ada apa yang terjadi di sekitar nya, hingga akhirnya ia telah sampai di depan pinta masuk lift dan akhirnya ia menekan tombol yang bertanda turun dan setelahnya ia pun menunggu lift itu naik
5 menit menunggu di depan pintu lift akhirnya pintu lift tersebut terbuka dan menampilkan lift yang kosong yang akhirnya Alfaro masuk kedalam sana lalu di melihat kedepan apakah ada yang ingin ikut bersamanya masuk ke dalam lift atau tidak, tapi setelah menunggu beberapa saat akhirnya tidak ada yang masuk dan akhirnya Alfaro pun memencet angka 1 pada tombol lif yang berada di dalam dan akhirnya pintu lift pun tertutup dan bergerak turun ke bawah.
5 menit kemudian di bawah di lantai 1 atau tepat nya lobby rumah sakit terlihat bahwa ada yang menggunakan lift untuk turun dan Terlihat pula pintu lift tersebut terbuka dan menampilkan seorang pemuda berusia 22 tahun yang tak lain adalah Alfaro.
setelah pintu lift terbuka dan menampilkan Alfaro di dalamnya, alfaro pun keluar dari lift tersebut dan berjalan menuju pintu keluar lobby rumah sakit dan akhirnya setelah beberapa saat akhirnya ia berada di depan pintu lobi rumah sakit.
saat ia berada diluar ada satu sekuriti penjaga pintu lobi mendekati Alfaro dan bertanya kepada Alfaro.
" maaf mengganggu tuan... apakah tuan sedang menunggu kendaraan pribadi anda untuk menjemput anda atau anda sedang membutuhkan taksi untuk mengantarkan anda pulang..." ucap sekuriti tersebu
" ahh.. aku sedang menunggu taksi paman... apakah ada taksi yang masuk ke dalam RS ini paman... " ucap alfaro
" kalau untuk hal tersebut tidak ada tuan... tapi kalau tuan menginginkan nya maka saya akan menghubungi teman saya yang ada di depan untuk memberhentikan nya untuk anda... bagaimana mana tuan apakah anda menginginkan nya..." ucap sang sekuriti tersebut
" ah baik lah paman aku menerima penawaran mu... lagi pula aku baru saja sembuh dan keluar dari rumah sakit ini setelah di rawat 1 Minggu lebih... dan mungkin saja aku tak bisa terlalu lama di luar di bawah terik matahari sambil menunggu taksi untuk berhenti..." ucap alfaro
" ohh kalau begitu biar saya Carikan taksinya tuan... dan untuk sementara silahkan tuan duduk di dalam saja terlebih dahulu sebelum saya mencari kan anda taksi..."ucap sekuriti
" baik paman..."
akhirnya Alfaro kembali masuk kedalam dan menunggu di lobby rumah sakit.
tapi saat alfaro baru 10 menit disana, entah kebetulan atau tidak alfaro melihat elena dan dean lareons, tuan muda dari perusahaan lareons, atau lebih tepatnya tunangan elena.
tapi untung nya hanya Alfaro saja yang melihat mereka berdua dan untuk Meraka entah menyadari atau tidak yang jelasnya Meraka seperti tak melihat Alfaro dan hanya mengurus urusan mereka saja Tanpa melihat sekitar.
sementara disisi Alfaro yang melihat Meraka juga tidak memperdulikan nya dan hanya fokus untuk menunggu taksi yang ia pesan ke sekuriti RS MEGAFARMA ini, walaupun begitu sebenarnya Alfaro ingin mencari tahu mengapa elena dan tunangannya datang ke RS ini karena tidak biasanya elena datang ke RS. alfaro sangat mengetahui fobia yang di miliki elena yaitu fobia terhadap rumah sakit entah MENGAPA tapi itu lah fobia yang di punya oleh elena Marsela, mantan pacarnya.
" huh bodo amat lah... bukan urusan ku."
saat selesai mengucapkan nya sekuriti yang tadi menawarkan nya untuk di panggil kan taksi pun datang dan berkata.
" tuan... taksinya sudah siap... dan sudah ada di depan."
sambil menunjuk ke arah luar lobi rumah sakit yang hanya Mardinding kaca tebal anti peluru dan tumbuh pandang yang bisa melihat ke adaan diluar
saat mendengar kan hal tersebut dia pun langsung berdiri dan berkata
" terimakasih atas bantuannya paman..." sambil sedikit membujuk lalu tegap dan bergegas pergi dari sana tanpa menunggu jawaban dari sekuriti itu.
sementara setalah berada di dekat taksi tersebut dia pun langsung membuka pintu dan berkata.
" jalan pak."
"eh dek... taksi saya sudah ada yang pesan... tolong keluar dek nanti yang pesan marah lagi..."
" saya yang pesan pak... bapak yang di berhentikan di depan sama sekuriti kan... itu saya yang suruh pak... jadi bapak bisa jalan sekarang..." ucap alfaro
" ah baik dek... tujuan kemana dek."
" perumahan sari." alfaro
" oohh baik." ucap supir taksi
__ADS_1
akhirnya taksi yang di naiki alfaro pun jalan menuju ke rumah Alfaro saat dijalan Alfaro sempat menanyakan bisa kah taksi tersebut menunggu nya karena dia hanya ingin mengambil pakaian nya dan sedikit barangnya untuk pinda, dan untungnya sang supir mau tapi ia mengatakan bahwa Ongko nya juga bertambah
dan akhirnya tak lama kemudian Alfaro sampai dan ia langsung masuk untuk mengambil keperluan nya untuk pindah ke apartemen, sementara sang supir taksi menunggu di depan rumah Alfaro.
Tak berselang lama Alfaro keluar dari rumahnya dengan membawa 2 koper besar dan 1 tas ransel yang ada di punggung nya, sang supir taksi yang melihatnya segera keluar dan membantu alfaro untuk menaikkan nya ke bagasi mobil (note, disini mobilnya Avanza oke jadi muat untuk barang² alfaro.)
skip apartemen cahaya bintang.
setalah 20 menit perjalanan dari rumah Alfaro ke apartemen cahaya bintang, akhirnya Alfaro sampai dan saat ini Alfaro sedang berada di lobi masuk ke apartemen yang akan ia tinggali.
dan akhirnya Alfaro pun masuk ke dalam lobi yang langsung di sambut oleh resepsionis dengan ramah.
" selamat datang tuan di gedung apartemen cahaya bintang... apa ada yang bisa saya bantu tuan.." ucap sang resepsionis kepada ALFARO.
" saya disini ingin menempati apartemen yang telah saya beli beberapa hari yang lalu." ucap alfaro sedikit berbohong tentang pembelian
" kalau begitu bolehkah saya mengetahui nama anda tuan dan juga bolehkah Saya melihat kartu identitas anda agar saya mencocokkan nya dengan daftar pembelian apartemen yang anda maksud."
" nama saya Alfaro DIODRA ARNADES... dan ini kartu identitas saya..." ucap alfaro sambil memberikan kartu identitas yang dia miliki.
" baik tuan, mohon maaf apabila ini sedikit lama, jadi silahkan anda menunggu di sana tuan..." ucap resepsionis yang melayani Alfaro sambil menunjuk tempat untuk tamu menunggu.
" baik... semoga proses nya cepat.. karena saya ingin cepat cepat beristirahat..." ucap alfaro sambil menuju ke tempat yang ditunjukkan untuk menunggu sambil membawa kedua koper dan tas ransel di punggung nya.
sementara sang resepsionis pun memeriksa tentang apakah Alfaro memang salah satu pemilik apartemen disini atau bukan.
16 menit berlalu akhirnya setelah resepsionis itu memeriksa nya memang benar bahwa Alfaro adalah salah satu pemilik apartemen di sini dan lagi apartemen yang alfaro miliki adalah apartemen paling mewah dan paling mahal yang ada di gedung apartemen cahaya bintang cabang 4 di kota ini.
yang akhirnya resepsionis pun langsung memperbaiki sikapnya dan langsung mendatangi Alfaro bersama 2 petugas yang akan membawa barang Alfaro untuk naik ke lantai 27, tempat apartemen Alfaro berada.
akhirnya setelah mendekati Alfaro resepsionis itu minta maaf atas perbuatannya yang membuat alfaro menuggu yang akhirnya dia mengusulkan atas minta maafnya ia dengan 2 porter yang akan membawa kopernya ke apartemen yang alfaro tempati.
sementara Alfaro pun tanpa basa basi lagi menyuruh mereka mengantarkan nya dan juga meminta kembali kartu identitas yang di pinta resepsionis tadi.
skip
5 menit kemudian akhirnya Alfaro telah sampai di depan pintu apartemen yang akan ia tempati, awalnya resepsionis ingin mengantar kan sampai dalam barang bawaan Alfaro tapi Alfaro menolaknya dan ia mengatakan.
" cukup sampai disini saja biar aku saja yang membawanya..." alfaro.
" tapi tuan..."
setelah itu tanpa menunggu jawaban dari ke 3 nya Alfaro membuka pintu apartemen nya dan membawa masuk barang nya, setelah itu ia pun menutup kembali pintu apartemen yang ia tempati.
sementara sang resepsionis dan 2 Porter akhirnya mereka juga kembali ke perkejaan Meraka setelah Alfaro memberikan Meraka tip sebesar 200 Rp per orang.
sementara di sisi Alfaro ia yang masuk kedalam apartemen nya ia di buat kagum dengan keindahan apartemen tersebut sampai ia lupa bahwa ia sedari tadi ingin istirahat karena kelelahan.
skip 1 jam kemudian Alfaro telah berkeliling melihat-lihat isi apartemen nya dan Alfaro dapat menyimpul bahwa ada 5 kamar tidur, 2 untuk tamu 2 untuk keluarga dan 1 kamar utama, lalu ada juga 7 kamar mandi yang berada di 5 kamar dan 2 di luar kamar, ada juga 2 dapur 1 dapur bersih dan 1 dapur kotor, lalu ada ruang makan, 1 ruang tamu 1 ruang keluarga, 1 ruang kerja, 1 ruang perpustakaan kecil, 1 sauna, dan 1 balkon yang sedikit luas bisa untuk melihat ke indahan kota dari apartemen tersebut.( khayalan author ,😌😌 )
setelah itu akhirnya Alfaro pun pergi ke kamar utama yang akan menjadi kamar tidurnya, setelah Alfaro sudah berada di dalam kamar nya ia tanpa Merapikan pakaian dan barang ia bawa ia langsung naik ke atas tempat tidurnya dan menikmati kasur yang luas dan nyaman tersebut.
yang akhirnya tanpa sadar alfaro tertidur dengan sangat nyenyak sampai ia tak sadar tertidur hingga larut malam, tepatnya jam 9 malam baru ia bangun. yang akhirnya membuat Alfaro lapar karena tidur dari Sore hingga malam.
jam 9 malam di kamar apartemen Alfaro.
" ungkkhh... sialan aku kebablasan Ampe malam tidur... huh gara gara kasur empuk ini aku Ampe malam tidur tapi tak apa lah lagian juga ini kali pertamanya aku merasakan tidur yang sangat nyenyak hingga tak merasakan malam telah tiba."
" udahlah... lebih baik aku keluar dan cari makan sebelum aku benar benar kelaparan karena kesalahan ku sendiri." ucap alfaro final, yang akhirnya ia keluar dari kamar utama dan menuju ke luar apartemen nya untuk menuju ke bawah mencari makan untuk mengisi perutnya.
skip, di lobi gedung apartemen.
" selamat malam tuan Alfaro... ada yang bisa kami bantu." sapa resepsionis yang sore tadi melayani nya mengurus pengecekan apartemen.
" ahh.. iya mbak... kalau restoran yang dekat sini yang masih buka di mana ya... soal nya saya lapar belum makan dari sore tadi hehehe..." ucap alfaro yang di akhir kekehan nya.
" ah... apakah tuan Alfaro tadi ketiduran sampai lupa jam makan malam ..." ucap sang resepsionis sambil melihat alfaro.
" iya mbak... saya tadi ketiduran setelah sampai di kamar... ya paham lah ya mbak orang lagi capek jadi ya ketiduran deh hehehe...." ucap alfaro.
" baik lah ... kalau tuan ingin makan maka saya akan antarkan ke resto yang tersedia di lantai 2 tuan... mumpung resto yang ada di gedung apartemen ini belum tutup." ucap resepsionis itu memberi tahukan soal resto yang ada di gedung itu
" baiklah... tolong tunjukkan jalannya...dan maaf apabila membuat mbak repot..." alfaro
" tidak apa apa tuan itu sudah kewajiban saya sebagai staf di gedung apartemen ini..." ucap resepsionis itu, setelah nya Alfaro pun di antarkan ke resto yang ada di gedung tersebut untuk makan malam.
beberapa saat kemudian akhirnya Alfaro pun sampai di resto tersebut dan resepsionis itu mengantarkan alfaro menuju ruangan VVIP untuk Alfaro melakukan makan malam, setelah Alfaro diantar ke ruang tersebut Sang resepsionis ijin undur diri untuk memberikan tahukan kepada koki agar memasakkan Alfaro makan malam.
( skip aja ya... di scene ini gak terlalu penting.)
__ADS_1
akhirnya Alfaro telah selesai makan malam dan dia pun langsung balik ke apartemen miliknya untuk membereskan pakaian dan barang barang yang ia bawa untuk di letakkan ke lemari.( Ohya.. untuk barang barang yang alfaro bawa hanya ada pakaian, laptop, foto nya dan kedua orang tua Alfaro, surat kelulusan S2 sarjana ekonomi dan bisnis dan surat-surat penting lainnya, ada juga seperti sedikit barang peninggalan kedua orang tuanya seperti perhiasan dan juga sebuah kotak yang entah isinya apa, dan sampai sekarang Alfaro belum membukanya karena menurutnya hanya barang tidak berguna tapi walaupun begitu ia tetap mengambilnya karena ia berfikir itu adalah peninggalan orang tuanya yang haru ia jaga walaupun tak berguna bagi nya.
1 jam berlalu dan akhirnya Alfaro telah menyelesaikan menyimpan barang barang dan pakainya ke lemari.
dan entah mengapa karena membereskan barang bawaan nya Alfaro kembali merasakan kecapean dan ngantuk yang tidak bisa ia tahan lagi yang akhirnya membuat nya menuju ke kasurnya dan akhirnya tidur hingga pagi menjelang.
...TAMAT...
#SEKIAN TERIMAKASIH BANYAK#
SEMOGA PARA PEMBACA BISA MENYUKAI NOVEL AUTHOR YANG BARU MEMBUAT NOVEL INI.
APABILA ADA SALAH KATA ATAU
KALIMAT DALAM PENULISAN YANG SAYA
TULIS MAKA SILAHKAN MENGKRITIK DAN MEMBERIKAN SARAN KEPADA SAYA YANG
MASIH BARU INI MELALUI KOMENTAR.
KARENA DENGAN MELALUI KOMENTAR
KALIAN SEMUA SAYA AKAN MENGETAHUI
KESALAHAN SAYA DALAM MENULISKAN
SUATU KALIMAT ATAU PUN SEBUAH KATA KATA
DALAM PENULISAN NOVEL INI.
DAN ADA SEDIKIT PEMBERITAHUAN BAHWA NOVEL INI AKAN UPDATE SETIAP HARI SENIN, SELASA, JUM-AT, SABTU, MINGGU PUKUL 2 SORE.
DAN MUNGKIN JUGA AKAN TIDAK TEPAT PADA JADWAL NYA KARENA KE SI BUKAN AUTHOR
{~STATISTIK NOVEL~}
[~DALAM PEMBUATAN~]
[~DALAM BAB INI AKAN TERDAPAT 2000 KATA LEBIH DAN MULAI DARI BAB 4 SAMPAI BAB BAB YANG AKAN UPDATE SELANJUTNYA~]
.
.
.
.
.
#SALAM PEMULA#
.
.
.
.
.
.
.
#ARESTA.ARSTA#
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG