Sistem Keputusasaan

Sistem Keputusasaan
Bab 6


__ADS_3

Tapi baru ditengah perjalanan, Bryan merasa bahwa ada panggilan masuk. Bryan langsung menepikan motornya, dan kemudian langsung melihat siapa yang menelponnya. Dan di panggilan tersebut ada nama ' Bibi ' dengan kata lain, Bryan ditelpon oleh bibinya. Bryan yang mendapatkan telepon tersebut langsung mengangkatnya dan kemudian dapat terdengar seorang wanita paruh baya yang berkata.....


" Halo Bryannn "


" Apa kabar? luna sehat? "


.


" Halo biii "


" Kami sehat buu "


" Kalau bibi gimana? "


.


" Kami sehat semua "


.


" Oh jadi ada apa bi? "


.


" Bibi mau minta tolong sama Bryan boleh? "


.


" Hahahahahaha "


" Tentu saja boleh bibi "


.


" Jadi gini, Rosa dapat beasiswa masuk perkuliahan di Jakarta "


.


" Wahhh, hebat banget Rosa dapat beasiswa "


" Jadi Bibi mau minta tolong apa? "


.


" Bibi mau Rosa tinggalnya di rumah Bryan "


" Tenang aja Bryan, bibi akan kirim keperluan Rosa kok. Jadi Bryan gak usah bayar keperluan kuliah sama makan Rosa "


" Rosa juga bisa kerja bersih-bersih di rumah Bryan "


" Rosa juga bisa jaga Luna kalau Grace lagi ada keperluan "


.


Orang tua Bryan telah meninggal sejak Bryan berumur 10 tahun, dan bibi Bryan lah yang merawat Bryan hingga tamat SMA. Waktu di SMA barulah Bryan pindah ke Jakarta karena dia mendapatkan beasiswa.Tapi naas, nasib Bryan yang tidak dapat melanjutkan kuliahnya karena masalah ekonomi Dan juga karena dia sudah dibutakan oleh Cinta. Oleh sebab itulah, Bryan sudah menganggap bibinya tersebut seperti orang tuanya tersebut. Dan ketika mendengar bibinya meminta tolong padanya, Bryan sontak langsung menjawab.....


" Bi tenang aja, Rosa bisa tinggal di rumah Bryan kok "


" Dan untuk keperluannya juga, Bryan aja yang biayai "


.


" Gak perlu Bryan,........ " Ucap bibi Bryan yang ingin menolak, tapi langsung terpotong oleh omongan Bryan


.


" Gak papa Bi, lagipula Bryan udah dapat kerjaan baru yang gajinya lebih tinggi dari kerjaan Bryan sebelumnya "


" Jadi bibi tenang aja "


" Jadi sekarang Rosa nya dimana? "


.


" Rosa udah di bandara "


" Mungkin 30 menit lagi udah nyampe "


.


" Ouhhhh "


" Kalau gitu Bryan langsung pergi ke bandara sekarang. Agar nanti bisa langsung ketemu sama Rosa "


.


" Iya Bryan "


" Makasih banyak ya Bryan, bibi jadi repotin Bryan "


.


" Santai aja Bi "


" Kalau gitu Bryan berangkat sekarang ya Bi "


.


" Iya "


" Hati-hati ya "


" Terima kasih banyak ya Bryan "


.


" Sama-sama Bi " Ucap Bryan yang kemudian mematikan teleponnya tersebut dan kemudian langsung menghubungi salah satu kepala pelayan yang bertugas sebagai penjaga. Dan tanpa menunggu lama, telepon Bryan langsung diangkat, dan kemudian terdengar suara......


" Selamat Siang Tuan "


" Apa Tuan membutuhkan sesuatu ? "


.


" Bawa 1 mobil dan pergi ke bandara secepatnya "


.


" Baik Tuan "


.


" Ok " Ucap Bryan yang langsung mematikan teleponnya dan kemudian langsung melajukan kembali motornya ke arah bandara


.


{ Untuk disini hanya ada 1 bandara dan 1 perkuliahan aja, biar lebih mudah }


.


30 menit berlalu


.


Dan akhirnya Bryan sudah sampai di bandara, dan Bryan dapat melihat 1 pesawat yang baru landing. Setelah Bryan memarkirkan motornya, Bryan juga dapat melihat kepala pelayan yang baru memarkirkan mobil Bryan tepat disamping motor Bryan. Kemudian Bryan berkata kepada kepala pelayan tersebut.....


" Bagus "


" Tepat waktu "


" Sekarang ikuti aku "


.


" Baik Tuan "


.


Lalu mereka langsung memasuki bandara tersebut dan langsung menuju ke ruang tunggu. Dan setelah sampai di ruang tersebut, mereka dapat melihat para penumpang pesawat yang baru turun dari pesawat. Kemudian Bryan langsung melihat foto Rosa yang baru dikirim oleh Bibinya. Melihat foto Rosa Bryan terkejut, karena disitu Rosa memiliki tinggi 178 cm dengan paras yang cantik. Padahal waktu Bryan masih dikampung dan masih bersama Rosa, Rosa masihlah berumur 9/10 tahun. Melihat perubahan itu Bryan hanya berkata......


" Ternyata fase ini ada "


.


Setelah mencari selama 10 menit, akhirnya Bryan menemukan Rosa yang sedang duduk sambil memegang ke-2 koper besar miliknya. Melihat bahwa orang yang dia lihat benar-benar Rosa. Bryan pun langsung menghampiri Rosa dan kemudian berkata.....


" Rosa? "


.


Rosa yang mendengar namanya dipanggil pun langsung menoleh. Tapi setelah melihat wajah Bryan, Rosa masih tetap tidak mengenali Bryan. Melihat kebingungan Rosa, Bryan hanya tersenyum karena itu wajar bagi orang yang sudah tidak bertemu selama 9 tahun. Kemudian Bryan berkata.....


" Apa kau sudah melupakan kakak Bryan yang ganteng dan baik hati ini "


.


Rosa yang mendengar itupun langsung terkejut, dan kemudian langsung memeluk Bryan dan sambil berkata.....


" Kakak Bryannnn "


" Wahhh ternyata kakak Bryan, kupikir tadi orang jahat "


.


" Kupikir tadi Rosa artis "

__ADS_1


.


" Kakak mah bisa aja " Ucap Rosa yang malu-malu


.


" Yahh gitu doang udah baper "


.


" Ihhh kak Bryannnn " Ucap Rosa yang sebaliknya


.


" Hahahahahaha "


" Rosa lapar? "


.


" Nggak, Rosa gak lapar " Tapi setelah Rosa mengatakan hal itu, terdengar perut Rosa yang berbunyi


.


Rosa yang mendengar itu dari perutnya pun langsung sangat malu. Sedangkan Bryan yang mendengar itu langsung tertawa.....


" Hahahahaha "


" Suara apa tuuu? "


.


Rosa yang mendengar ejekan dari Bryan pun langsung mencubit Bryan. Sedangkan Bryan yang dicubit secara tiba-tiba pun langsung merasakan kesakitan.....


" Awww aww awwwww "


" Sakittt sakitttt Rosaaa "


.


" Kak Bryan sihhh "


.


" Hahahaha "


" Yaudah kita cari makan dulu sambil keliling kota Jakarta "


" Kan baru pertama kali ke Jakarta "


" Pak bawa kopernya dan langsung ke villa aja "


" Dan bilang sama Luna kalau saya lagi ada urusan "


.


" Baik Tuan "


" Permisi Nona, biar saya bawakan koper anda "


.


Rosa yang mendengar pembicaraan tersebut pun langsung bingung dan terkejut, karena pria paruh baya tersebut memanggil Bryan dengan sebutan Tuan. Kemudian Rosa bertanya kepada kepala pelayan tersebut....


" Permisi pak, emang kakak Bryan siapanya bapak? hingga bapak panggil kakak Bryan dengan sebutan Tuan "


.


" Saya merupakan 1 dari 5 kepala pelayan Tuan Bryan, Nona "


.


Rosa yang mendengar itu sontak terkejut, karena seingatnya dan seharusnya, Bryan tidak akan memiliki seorang pelayan bahkan villa. Karena pekerjaan Bryan adalah pembersih jalanan yang dimana gajinya hanya cukup untuk makan sehari-hari aja. Kemudian Rosa bertanya lagi kepada Bryan.....


" Kakak sebenarnya siapa sih? "


.


" Hahhhh??? "


" Kakak siapa? "


" Emang Rosa gak tahu siapa Kakak? kan Rosa udah sama Kakak udah dari kecil "


" Gimana sih? "


.


" Tapi kok kakak punya pelayan sama villa sih? "


" Atau sebenarnya kakak itu seorang pewaris sebuah perusahaan besar? "


.


" Perusahaan besar? "


" Hahahahahaha "


.


" Kok kakak ketawa? emang ada yang lucu? "


.


" Kamu yang lucu "


.


" Kok aku? "


.


" Ya iyalah, darimana sejarahnya Kakak Bryan jadi pewaris perusahaan besar? "


" Sedangkan dari kecil kakak Bryan sudah hidup susah sama orang tua kakak dulu "


.


" Ya kan Rosa mana tau hidup kakak kecil itu dulu gimana "


.


" Benar juga sihh "


" Tapi perkataanmu yang bilang bahwa kakak adalah seorang pewaris perusahaan besar adalah salah besar"


" Rosa bisa tanya langsung sama bibi "


.


" Kalau gitu, kekayaan kakak darimana? "


.


" R. A. H. A. S. I. A " Ucap Bryan yang membuat jari telunjuknya ke bibirnya yang seperti menyuruh diam


.


" Ihkkk Kakakkk " Ucap Rosa yang kesal


.


" Sssttt "


" Udah udahhh


" Malu dilihat orang banyak "


" Sekarang ayo kita cari makan dulu, katanya kamu lapar banget "


" Ayooo " Ucap Bryan yang lngsung menggemgan salah satu tangan Rosa dan mengajaknya untuk segera keluar dari bandara


.


Dan setelah keluar dari bandara. Bryan langsung mengajak Rosa pergi menggunakan motor varionya. Tapi sebelum pergi, Rosa juga sempat terkejut. Karena melihat mobil yang digunakan kepala pelayan untuk mengantar kopernya adalah mobil sport yang sangat mewah. Tapi setelah mengetahui bahwa kakaknya mempunyai villa dan pelayan, jadi untuk mempunyai mobil seperti itu adalah wajar


.


Setelah memastikan Rosa sudah duduk dengan tenang. Bryan pun langsung melajukan motornya, dan membawa Rosa untuk pergi ke sebuah restoran. Di tengah perjalanan ke restoran, Rosa selalu ternganga. Karena baru pertama kali melihat gedung-gedung yang besar dan keramaian orang-orang di setiap trotoar. Melihat ekspresi dari Rosa, Bryan hanya tersenyum. Kemudian Bryan bertanya kepada Rosa......


" Mau makan apa? "


.


" Hahhh? " Ucap Rosa karena tidak mendengar jelas, karena kencangnya angin yang berhembus


.


" Mau makan apaaa? "


.


" Hahhh apaansiii ? "


.

__ADS_1


" MAU MAKAN APAAAAA? " ucap Bryan yang sudah mengerahkan suara terkerasnya


.


" Apaansi gaje banget "


.


" Akebsjkabej whanajb "


.


" Ouhhhh "


" Rosa mau makan mie ayam "


.


Bryan yang mendengar itupun sontak langsung terdiam dan kesal. Karena dengan suara yang tidak jelas tersebut, barulah Rosa mengetahui maksud perkataan Bryan sebelumnya. Karena kesal, Bryan kemudian menambah kecepatan motornya. Rosa yang mengetahui itu secara tiba-tiba pun sontak langsung kaget, dan kemudian memukul punggung Bryan sambil berkata......


" Kakkkk "


" Pelann pelannn "


" Rosa belum mau matiii "


" Akhhhh " Teriak Rosa karena Bryan tambah melajukan motornya


.


Dan setelah beberapa menit melajukan motornya, Bryan sudah menemukan sebuah toko mie ayam. Bryan pun langsung menuju ke toko tersebut dan memarkirkan motornya. Dan setelah turun dan melihat ke belakang Bryan terkejut dan tertawa, karena melihat rambut Rosa yang berantakan seperti baru kesurupan......


" Hahahaha "


.


Rosa yang ditertawakan oleh Bryan pun langsung kesal dan mencubit perut Bryan dengan kencang. Bryan yang mendapatkan cubitan itupun langsung kesakitan.....


" Awwww awwwww "


" Sakittt sakitttt "


" Ampunn ampunnn "


.


Setelah puas mencubit Bryan, Rosa pun langsung mengambil sisir dari tas gandengannya. Dan kemudian menyisir rambutnya dengan bermodal kaca spion motor Bryan sebagai cerminnya. Dan setelah merasa rambutnya udah rapi. Rosa pun langsung berkata kepada Bryan.....


" Ayoo masukkk "


.


" Iyahhhh " Ucap Bryan yang masih memegang bekas cubitan Rosa


.


Setelah masuk, Rosa pun langsung memesan 1 porsi mie ayam spesial, sedangkan Bryan hanya memesan segelas kopi karena sebelumnya dia udah makan sate. Setelah duduk, mereka langsung menuju ke meja makan yang sedang kosong. Situasi toko tersebut lumayan ramai. Sambil menunggu pesanan Rosa datang, Bryan dan Rosa pun saling bercerita tentang masa kecil mereka. Dan setelah 15 menit menunggu, akhirnya pesanan Bryan dan Rosa pun telah selesai. Rosa pun langsung menyantap mie ayamnya tersebut, sedangkan Bryan meminum secangkir kopinya sambil bermain handphone


.


Ditengah makan , Rosa berkata kepada Bryan.....


" Kak "


" Besok kakak jadi wali Rosa ya "


" Karena Rosa harus melakukan pemberkasan besok dan harus ditemani oleh wali "


.


" Ouhh gampang ituu "


.


" Makasihh kakakku yang ganteng dan baik hatiii "


.


" iiiiiii " Ucap Bryan yang merinding karena mendengar perkataan Rosa sebelumnya


.


Dan setelah menghabiskan makanannya, Bryan kemudian langsung membayar pesanan yang mereka pesan. Dan setelah membayar, tujuan mereka sekarang adalah membeli laptop. Karena Rosa harus mempunyai laptop untuk membekali nya dalam perkuliahan nantinya. Dan tanpa menunggu waktu lama, mereka sudah menemukan toko yang menjual laptop dan berbagai barang elektronik lainnya. Kemudian Bryan dan Rosa pun masuk. Kemudian Rosa berkata kepada penjual toko tersebut.....


" Permisi Pak, saya mau beli laptop yang harga 4 jutaan. Ada? "


.


" Tentu ada Neng " Ucap penjual tersebut yang langsung mengambil 2 laptop. Dan menyuruh Rosa untuk memilih salah satu laptop tersebut. Penjual tersebut juga menjelaskan secara rinci laptop tersebut


.


Bryan yang mendengar penjelasan dari kedua laptop tersebut pun langsung geleng-geleng kepala. Karena spek kedua laptop itu tidak akan mampu membantu total Rosa dalam perkuliahannya. Tapi hal itu wajar, karena harga yang ditawarkan adalah 4 juta. Tapi berbeda bagi Rosa yang tidak terlalu tahu menahu tentang hal tersebut. Tapi sebelum Rosa mengatakan pilihannya. Bryan pun langsung memotongnya dan berkata.....


" Keluarkan laptop terbaik "


.


" Baik Tuan " Ucap penjual itu yang langsung mengambil satu laptop yang memiliki desain yang sangat mewah


.


Sedangkan Rosa yang mendengar itu ingin menolak, tapi Bryan langsung berkata.....


" Sssttt "


" Biar kakak yang milih "


.


Rosa yang mendengar itu hanya bisa pasrah, dan kemudian melihat percakapan Bryan dan penjual tersebut mengenai laptop tersebut. Sedangkan Bryan yang telah mendengar fitur yang disediakan laptop tersebut pun langsung menganggukkan kepalanya, dan kemudian berkata.....


" Berapa harganya? "


.


" Harganya cuma 78 juta Tuan "


.


" Baik lalu bungkus 1 handphone terbaik juga "


.


" Baik Tuan " Ucap penjual tersebut senang yang langsung membungkus laptop dan 1 handphone ( iPhone 13 ) dan kemudian menulisnya dalam sebuah bon agar sebagai bukti pembelian. Dan kemudian memberikannya kepada Bryan. Tapi sebelum Bryan memberikan kartu ATM nya, tangan Bryan dihentikan oleh Rosa, kemudian Rosa berkata.....


" Kakkk apaansiii "


" Kenapa jadi kakak yang beli laptop kuu "


" Akukan punya uang beli laptop"


.


" Kamu tinggal sama kakak, jadi kamu jadi tanggung jawab kakak juga "


" Kamu mau beli laptop dengan spek itu? mungkin itu hanya bertahan sebentar "


" Kakak memberikan fasilitas yang bagus supaya kamu belajarnya juga bagus "


" Kakak gak beli ini supaya bisa buat kamu senang-senang "


" Kamu harus fokus dalam kuliahmu, agar kamu bisa dapat pekerjaan yang bagus "


" Gak ada penolakan " Ucap Bryan yang langsung memberikan kartu ATMnya.


.


Rosa yang mendengar ucapan dari Bryan pun hanya bisa terdiam. Setelah selesai melakukan pembayaran, Bryan pun memberikan laptop sama handphone tersebut kepada Rosa. Rosa kemudian menerima laptop sama handphone tersebut kemudian berkata....


" Terima Kasih kak "


.


" Sama-sama " Ucap Bryan sambil mengacak rambut Rosa


.


Rosa yang melihat rambutnya diacak lagi juga langsung kesal, tapi dia hanya bisa menahan kesalnya, karena Bryan adalah kakaknya. Setelah tidak ada keperluan lain, Bryan pun langsung mengajak Luna untuk segera pulang, karena Bryan mendapatkan notifikasi bahwa Luna sedang menangis karena tidak melihat dirinya. Dan kemudian Bryan dan Rosa pun langsung menuju ke Villa. Dan setelah menghabiskan 45 menit, akhirnya mereka berdua sampai


.


Rosa yang melihat gerbang yang besar dan juga beberapa petugas yang berjaga pun langsung terkejut. Melihat Bryan yang datang, para petugas pun langsung membuka gerbang. Dan setelah gerbang itu dibuka Rosa hanya bisa terkejut dan berkata.....


" Wow "


.


.


.


# Yooo


# Terima Kasih telah membaca

__ADS_1


# Kalau ada kesalahan tulisan atau pengertian, author minta maaf


\#**Slebewwww**


__ADS_2