
Di Pagi Hari, Yuji Yang Sudah Bangun, ia Lalu Bersiap Siap Untuk Pergi Berangkat Ke Sekolah, Tetapi Sebelum Pergi Ke Sekolah ia Seperti Biasa Melihat Layar Statusnya.
"Layar Status"
(STATUS LAYAR)
NAMA : Yuji
LEVEL : 2
KEKUATAN : 3
KECEPATAN : 3
KELINCAHAN : 2
KECERDASAN : 6
KETAHANAN : 3
POIN: 1.700.000
UANG : Rp. 1.600.000juta
MISI : (Belum Ada)
SKILL KHUSUS : Tidak Ada
SHOP: (Buka Shop)
Setelah Selesai Melihat Layar Status, Yuji Lalu Bergegaslah Pergi Ke Sekolah.
Setiba Di Sekolah, Yuji Bertemu Dengan Jack Yang Sudah Keluar Dari Rumah Sakit.
"Selamat Pagi Yuji"
Sapaan Dari Jack.
"Ehh,, Jack Kamu Sudah Sembuh"
Ucap Yuji.
"Iyaa, Kemarin Kata Dokter, Luka Ku Tiba Tiba Sembuh, Dan Aku Sudah Boleh Keluar Dari Rumah Sakit"
Kata Jack.
"Baguslah Kalau Begitu"
Yuji Dan Jack Berjalan Bersama Ke Kelas, Di Saat Lagi Berjalan Orang Orang Memandangi Mereka.
"Hei Yuji Orang Orang Melihat Kita"
Bisik Jack Ke Yuji
"Iyah Ni"
Yuji Dan Jack Lalu Masuk Ke Dalam Kelas Mereka, Di Kelas Mereka Juga Di Tatap Oleh Teman Kelas Mereka.
Yuji Dan Jack Hanya Cuek, Dan Mereka Lalu Duduk Di Tempat Duduk Mereka.
Namun Setelah Beberapa Lama, Ada Seorang Guru Yang Masuk Ke Kelas.
"Yuji Ikut Bapak Ke Ruang Guru"
Kata Pak Guru.
"Baik Pak"
Jawab Yuji.
Yuji Dan Pak Guru Berjalan Menuju Ke Ruang Guru, Setelah Tiba Di Dalam, Yuji Melihat Ada Para Orangtua Murid, Yang Tidak Lain Adalah Orang Tua Kenma Dan Teman Temannya.
Lalu Ada Seorang Pria Berjalan Ke Arah Yuji.
"Ohh,, Jadi Kamu Yuji, Yang Sering Dibully Oleh Anakku.
__ADS_1
Kata Ayah Kenma.
Yuji Hanya Tertunduk Diam.
"Pak Kepala Sekolah, Anak Ini Kan Yang Sering Kenma Membullynya.
Kata Ayah Kenma.
"Iya Pak"
Kata Pak Kepala Sekolah.
"Kau Membutuhkan Berapa Banyak Uang, Untuk Ganti Rugi Dengan Apa Yang Diperbuat Oleh Kenma Pada Dirimu"
Kata Ayah Kenma.
Yuji Tidak Bisa Berkata Kata, Karena Melihat Ayah Kenma Seperti Seorang Mafia Yang Sangat Kejam.
Lalu Ayah Kenma Memanggil Kenma Untuk Mendekat Ke Sini.
"Hei, Kenma Kesini, Coba Katakan Sudah Berapa Lama Kamu Membullynya"
Kata Ayah Kenma.
"Sudah Dari Kelas 2 SMA Ayah"
Jawab Kenma.
"Ohh,, Kalau Begitu Bagaimana Kalau Kita Ganti Rugi Sebanyak 20,juta, Apakah Kamu Mau"
Ucap Ayah Kenma Dengan Wajah Jahat.
Lalu Ibu Kenma Mendekat Dan Berkata.
"Nak Boleh Panggil Orang Tuamu Ke Sini, Supaya Kita Membicarakan Hal Ini"
Ucap Ibu Kenma.
"Ibu Anak Itu Tidak Mempunyai Orang Tua, Bahkan Juga Keluarga"
Ucap Kenma.
Semua Yang Ada Di Dalam Ruangan Hanya Terdiam Dan Mendengarkan.
"Pak Saya Disini Ingin Mengatakan, Kalau Kesalahan Yang Kenma Buat Kepadanya Sangatlah Berat, ia Selalu Terluka Parah Karena Perbuatan Kenma"
Kata Guru Perempuan.
Kepala Sekolah Dan Guru Guru Lain Menatap Guru Tersebut.
Parah Guru Dan Kepalan Sekolah Takut Kepada Ayah Kenma Karena Dia Seorang Mafia Dan Sangat Kaya Raya, Jadi Mereka Sedari Tadi Tidak Bisa Berbuat Apa Apa Dan Hanya Terdiam Membisu.
"Ibu Tolong Anda Jangan Ikut Campur"
Ucap Kepala Sekolah Ke Guru Perempuan Itu.
"Apa Maksudnya Pak, Selema Ini Bapak Tidak Lihat Keadaan Kenma, Dia Terus Terluka Parah, Di Rumah Dia Bahkan Tidak Mempunyai Siapa Siapa, Dimana Hati Nurani Kalian"
Ucap Bu Guru Dengan Wajah Sedih.
Yuji Yang Mendengar Itu Turut Sedih Karena Selama Ini Ada Seorang Guru Yang Selalu Memerhatikan Nya.
"Ohh, Kalau Begitu Apa Ibu Mau Jadi Orang Tua Walinya"
Kata Ayah Kenma Dengan Wajah Jahatnya.
"Iyah Saya Mau"
Jawab Guru Perempuan Dengan Lantang.
"Kalau Begitu Ibu Mau Kamu Ganti Rugi Berapa Banyak"
Kata Ayah Kenma.
"2Milyar, Apakah Bapak Sanggup Membayarnya"
Jawab Guru Perempuan Dengan Gagah Berani.
"Oke Kalau Begitu Kita Sepakat"
Lalu Ayah Kenma Memanggil Menelpon Anak Buahnya Dan Menyuruh Membawa Uang 2Milyar, Lalu Setalah Beberapa Lama Anak Buahnya Tiba Dan Memberikan Koper Yang Sangat Besar Berisi Uang 2Milyar.
"Ini Pak Uang 2Milyarnya"
Kata Anak Buah Ayah Kenma.
__ADS_1
",Ini Coba Ibu Hitung Sendiri Uangnya, Apakah Pas 2Milyar Atau Tidak"
Kata Ayah Kenma Dengan Senyum Jahatnya.
Lalu Guru Perempuan Itu Menghitung Uangnya, Dan Setelah Beberapa Lama Menghitung.
"Iyah Ini Uangnya Sejumlah 2Milyar"
Kata Guru Perempuan.
"Okee,, Kalau Begitu Masalah Ini Sudah Selesai, Kau Mengerti Kan Guru Cantik Dan Pemberani"
Ucap Ayah Kenma Dengan Wajah Jahatnya.
"Iyahh,, Pak"
Jawab Guru Perempuan Sambil Bungkuk.
"Tetapi Ada Satu Syarat, Aku Lupa Mengatakannya"
Ayah Kenma Memanggil Kenma Dan Kawan Kawannya Kesini.
"Anak Anak Sini, Ini Pesta Terkhir Untuk Kalian, Hajar Anak Itu, Hahahaha"
Kata Ayah Kenma Sambil Tertawa Dan Senyum Jahat.
Tanpa Berlama Lama Mereka Berlima Langsung Memukul Yuji.
"Pak Apa Maksudnya Ini, Bukankah Masalahnya Sudah Selesai"
Teriak Guru Perempuan.
"Maaf Tadi Saya Lupa Mengatakan Hal Ini, Saya Suka Melihat Anakku Memukul Orang, Hahaha"
Kata Ayah Kenma Sambil Tertawa Dan Senyum Jahatnya.
Semua Yang Di Ruangan itu Hanya Bisa Melihat Dan Tidak Bisa Berbuat Apa Apa, Hanya Guru Perempuan Saja Yang Berusaha Menghentikannya.
Yuji Merasa Sangat Tidak Berdaya Karena Terus Menerus Di Pukuli Oleh Kenma Dan Teman Temannya.
"Heii, Anak Anak Berhenti Memukul Yuji Kasihan, Ibu Memohon Berhenti Memukul Yuji, Kalau Terus Berlanjut Bisa Bisa Yuji Mati"
Kata Guru Perempuan Sambil Nangis.
Lalu Guru Perempuan Menuju Ke Ibu Kenma.
"Bu, Tolong Hentikan Mereka Saya Mohon"
Ucap Guru Perempuan Sambil Memegang Kaki Ibu Kenma Dan Menatap Ibu Kenma Dengan Wajah Sangat Sedih.
Ibu Kenma Hanya Melihatnya Dengan Tatapan Sedih, Tetapi Tidak Bisa Melakukan Apa Apa Karena Ini Adalah Kemauan Suaminya.
Guru Perempuan Hanya Bisa Nangis Dan Duduk Di Lantai Melihat Yuji Di Pukuli Dan Tidak Bisa Berbuat Apa Apa.
Lalu Setelah Berapa Lama Ayah Kenma Menyuruh Kenma Untuk Berhenti, Dan Mereka Pun Pergi Dari Tempat Itu.
Lalu Guru Perempuan Berlari Menuju Ke Yuji Yang Sedang Terbaring Tak Berdaya, Lalu Sang Guru Membawa Yuji Ke Rumah Sakit Sambil Membawa Uang Yang Ada Di Dalam Koper Karena Uang Itu Untuk Yuji.
Setelah Tiba Di Rumah Sakit, Yuji Langsung Di Rawat.
Lalu Setelah Beberapa Lama Dokter Yang Mengecek Kondisi Yuji Keluar Dari Ruangan.
"Dok, Gimana Kabar Anak Itu"
Kata Guru Perempuan Sambil Merasa Sangat Cemas.
"Ibu Saya Mohon Maaf Anak Itu Kondisinya Sangat Parah, Kalau Saja Ibu Tidak Membawanya Kesini Dengan Cepat Bisa Saja Anak Itu Sudah Tidak Ada Lagi Di Dunia Ini"
Kata Dokter Dengan Wajah Serius.
Mendengar Itu Guru Perempuan Merasa Sangat Sedih Dan Bersalah.
"Apakah Saya Bisa Melihatnya"
Kata Guru Perempuan.
"Iya Bu Silahkan Masuklah Dan Lihatlah Keadaan Anak Itu"
Kata Dokter.
Lalu Guru Perempuan Menuju Ke Dalam Ruangan Yuji Di Rawat, Lalu Duduk Di Samping Tempat Tidur Yuji Sambil Menatapnya.
(SELESAI)
...----------------...
__ADS_1