Sma Sebagai Queen

Sma Sebagai Queen
bab 28 wasiat


__ADS_3

karna selalu merasa kesepian dan selalu memikirkan kondisi anak anaknya . mami Lisa kesehatan nya tidak setabil . saat pagi hari mau sarapan rasa kesepian itu pun dia rasakan lagi karna anak anak tidak ada yang pulang . mami yang tidak selera makan pun tidak jadi makan .mami pun menuju taman tapi tiba tiba terjatuh pinsan.


setelah mendapat kabar atas kondisi mami anak pun mulai kumpul . sedangkan mami masih dengan keadakan lemas .


" sayang anak anak mami , mami mintak waktu sedikit entar malam aku mohon kalian tetap di rumah yah "


" tentu mi ( serentak ) "


hari menjelang malam Lisa Tae Suga dan mami sudah berada di ruang keluarga .


" mi ini ada acara apa "


" tunggu aja sebentar "


tak butuh waktu yang lama terdengar suara bel . dan pelayan pun melihat siapa yang datang .


" maaf nyoya pengacara keluarga pratama sudah datang "


" baik suruh dia masuk ''

__ADS_1


" mami in adak apa sebenarnya "


belum juga mami menjawab pengacara pun sudah tiba di ruang keluarga .


"selamat malam nyoya Pratama , nona muda dan tuan muda "


" malam selamat datang silahkan duduk , dan langsung kepinya aja "


pengacara itu pun menjelaskan alasan kedatanganya ketempat kediaman . bahwa pengacara itu datang untuk menyampaikan wasiat terakhir tuan besar Pratama . bahwa setelah kedua anak laki lakinya lulus SMA maka saham perusahan Pratama grup yang di miliki tuan Pratama sebesar 75 % akan di serahkan langsung dengan saham 35 % kepada Suga Pratama dan35% kepada Tae pratama . mereka di bebaskan membukak cabang sesuai keahlian dengan syarat tetap memenuhi kebutuhan Lisa pratama jika tidak menyangkut maka dari 10% saham masing masing bagian akan di atas anakan kepada nona Lisa Pratama . sedangkan sisanya akan diserahkan kepada nyoya Pratama . sedangkan untuk nona Lisa Pratama sebelum tuan Pratama meningal beliau mintak agar nona setelah kelas 3 harus segera melaksanakan janji yang pernah nona dan tuan buat yaitu perjanjian perjodohan .


setelah mendengar surat wasiat Lisa pun kaget . karna selama kejadian kematian tuan Pratama dia tak pernah memikirkan pesan terakhir papinya yang ia pikirkan hanya kehidupan kelamnya .


" bagai mana nyoya apakah sudah jelas dan keputusan tuan tuan serta nona muda bagai mana "


" saya juga bersependapat dengan kak Suga dansaya memilih bidang otomotif dan robot "


pengacara itu pun mengagukan dan mengerti .


" keputusan tinggal di tangan anda nona muda "

__ADS_1


" soal saham saya tidak membutuhkan biar di berikan pada Abang Abang saya , soal kebutuhan saya , saya membebaskan untuk kedua Abang saya "


" tapi Lisa ( Tae dan Suga serentak )"


" udah lah bang gc usah resah kalo cuman buat shoping Ama makan gua sanyup memuji kantong gua santai aja "


" baik dan soal perjodohan nona "


" baik lah aku terima dan kapan jadwal nikahnya "


" secepat mungkin karna setelah anda kelas tiga semua sudah disiapkan dan kelurga calon meminta besok malam akan di adakan pertunangan dan dua hari lagi pernikahan "


" apa sudah gila tu keluarga gua minta waktu satu pekan kalo gc gua menolaknya "


" tapi nona itu sudah di persiapkan "


emosi Lisa pun meluap dia sebelumnya menahan tapi tidak dengan ini bagai mana tidak dari dia seorang yang bebas tiba tiba langsung suruh nikah dengan orang yg gc di kenal dan tanpa ada waktu .


" bagai mana nyonya Pratama apa kita tetap paksa nona muda "

__ADS_1


" tidak usah kita turuti kemauanya aja dan saya akan bicara pada keluarga pertama untuk di undur "


" baik nyoya kalo begitu saya undur diri "


__ADS_2