
Kria menoleh ke arah gelang di tangannya. Ketika dia membaca tulisan tersebut, dirinya langsung terkejut.
“Bagi para Hunter yang ada di Dungeon Laphista, segera evakuasikan diri karena Dungeon tersebut merupakan Dungeon Shifter yang terkoneksi ke Dungeon Andorra berdasarkan info-“
Sebelum Kria membaca seluruh pesan yang ada pada gelangnya, dirinya langsung berlari ke pintu masuk semula karena Dungeon ini Dungeon tipe Shift.
Dungeon tipe Shift atau disebut Dungeon Shifter adalah sebuah Dungeon yang terkoneksi dengan Dungeon lainnya, yang artinya seseorang yang ada di Dungeon Laphista sekarang bisa diteleportasi kapan saja ke Dungeon Andorra dan begitu juga sebaliknya.
Sebenarnya Dungeon Shifter ini tak terlalu berbahaya bagi seorang Hunter yang berada di Dungeon Rank lebih tinggi, tetapi bagi Hunter yang berada di Rank rendah dibanding Dungeon satunya, hal ini bisa membuat Hunter tersebut terbunuh lantaran tak memiliki kekuatan untuk menghadapi monster yang ada pada Dungeon yang memiliki Rank atau tingkat bahaya yang tinggi bagi Hunter tersebut.
“Gawat, gawat, gawat, gawat!!! Andorra itu Rank B, tak peduli sekuat apapun ku sekarang, lebih baik ku pergi ke pintu ke luar!” ucap Kria yang berlari kepanikkan.
Kria berlari sekuat tenaga ke arah pintu masuk, tetapi sayangnya dirinya menginjak sebuah lantai yang kemudian bercahaya dan Kria pun langsung menghilang dari tempat itu.
“Ouch-“ ucap Kria yang tiba-tiba terbaring di lantai es.
Kria sekarang diteleportasi secara mendadak ke Dungeon Andorra. Seluruh lantai yang ada di sekitar Kria itu dilapisi oleh es, bagian atas dari ruangan Kria berada terdapat banyak tombak-tombak es menghadap ke bawah, serta udara di Dungeon ini sangat dingin membuat Kria menggigil seketika.
“Si*lan, baru pertama kali masuk Dungeon udah kena apesnya aja,” gumam Kria sambil mengalirkan seluruh Qi ke daerah luar tubuhnya agar tak kedinginan.
“Dungeon Andorra ya … Walau ku tahu ini di Russia dan isi monsternya apa saja, tapi apa gunanya kalau aku tak tahu pintu keluar Dungeon ini!” ucap Kria yang mengutuk nasibnya dan berdiri berjalan tanpa arah.
Kria berjalan sendirian di tengah-tengah ruangan yang dingin sambil menoleh berbagai arah agar tak terkena serangan sergapan. Kria saat ini berada di Dungeon Andorra, Dungeon yang terletak di bagian selatan wilayah Russia, yang letaknya lebih dari ribuan kilometer dari Dungeon Laphista, Dungeon yang seharusnya Kria berada.
Yang membuat Dungeon ini berbahaya yaitu iklim yang ekstrim, bahkan lebih dingin dari negara Russia maupun Antartika. Bila Kria tak mempunyai kemampuan melapisi Qi dengan tubuhnya, Kria sudah mati kedinginan sebelum bertemu monster atau keluar dari Dungeon ini.
__ADS_1
Entah berapa menit yang tak Kria hitung sudah berlalu, akhirnya dia menemukan makhluk hidup selain dirinya, sayangnya itu bukan manusia, tetapi monster.
Bagian tubuh monster yang ada di hadapan Kria diselimuti oleh bulu biru muda yang lebat, kukunya terlihat memanjang yang dapat mencabik mangsanya dari jauh, bagian tubuhnya seperti gorilla tetapi jauh lebih besar, kakinya yang sangat besar dibanding anggota tubuh lainnya, dan matanya bewarna putih pucat yang tak bisa diprediksi kapan monster itu akan menyerang Kria yang sedang mengidentifikasi jenis monster apa yang ada di depannya.
“Yeti level 39, kalau tak salah dia masuk monster Rank C? Apa aku bisa mengalahkannya? Tidak- apa aku bisa selamat dan kabur darinya,” ucap Kria yang menggigit ibu jarinya sambil menggunakan skill Perception Eye.
“Ah apes-apes. Hmm … kalau tak salah tingkat kultivasiku sudah mencapai itu kan ya, harusnya aku mempunyai Qi untuk mencoba jurus itu, sebaiknya ku coba dulu ….”
Kria langsung mengubah postur tubuh dan ancang-ancangnya. Dirinya mulai mengakumulasikan Qi yang ada di tubuhnya ke pedang Todak yang dia pegang. Saat Kria sedang menyiapkan jurusnya, monster berbulu biru muda bernama Yeti itu mulai menghampirinya dari jauh.
“Sedikit lagi ….”
Yeti yang ada di depan Kria terus berlari dengan cepat ke arahnya. Di saat Yeti tersebut berada di jangkauan serangan Kria, dirinya menebas Yeti tersebut dengan ayunan pedang yang ciamik. Tebasan dari pedang Kria tak membunuh Yeti sepenuhnya seperti melawan Blurof.
Yeti yang terluka itu mengamuk dan mengeluarkan aura bewarna biru tua yang dapat dilihat Kria. Karena instingnya sebagai pendekar sudah mendarah daging, Kria langsung menerjang dengan cepat dan berharap dapat membunuh Yeti dengan tebasannya sekali lagi karena dia merasa Yeti tersebut akan merepotkan ke depannya.
*Sraaash*
Ayunan pedang yang Kria lakukan dapat ditangkis dengan kuku milik Yeti. Yeti tersebut melakukan serangan balik dengan memukul sekuat tenaga yang membuat Kria terpental beberapa meter walau sudah ditangkis dengan pedang.
Merasa masih mempunyai peluang, Kria terus menyerang Yeti dengan ayunan beruntun dan mengincar bagian siku Yeti yang diyakini anggota tubuh terlemah dari informasi yang dia dapat ketika menjadi resepsionis.
“Keras sekali tubuh Yeti ini! Andai kultivasiku berada di tingkat yang lebih tinggi, aku bisa menggunakan jurus dari sekte Yang!” ucap Kria sambil menghindar serangan Yeti.
Saat ini tak ada jurus selain mengalirkan Qi ke pedang Todak yang dibawa Kria atau seringkali jurus tersebut dikenal sebagai Pedang Aura. Sebenarnya Kria bisa mengeluarkan banyak jurus saat dirinya masih pemula, tetapi menggunakan banyak jurus yang lemah itu tak ada gunanya, justru hanya buang-buang Qi.
__ADS_1
Kria tahu kalau kelemahan Yeti itu adalah elemen api, tetapi jurus yang menghasilkan api atau elemen lainnya hanya bisa dilakukan apabila seseorang mencapai ranah Martial Master Stage atau ranah kelima diantara sembilan ranah yang ada dalam dunia kultivasi, sedangkan Kria sekarang berada pada ranah tahap kedua.
Sudah lumayan lama Kria dan Yeti bertarung di ruangan dingin yang kosong kecuali kehadiran mereka. Sebenarnya Kria tak masalah mau berapa lama dirinya bertarung dengan Yeti di depannya karena dapat ditangkis dengan mudah akibat serangannya tak terlalu cepat dan kuat, tetapi yang dikhawatirkan dirinya yaitu muncul kawanan Yeti lainnya walau Yeti biasanya jarang sekali berkelompok.
Tentu ada kemungkinan monster lain muncul sehingga ketika melihat Yeti di depannya sedikit melemah, Kria menggunakan seluruh tenaga dan Qi-nya untuk meluncurkan serangan terakhir.
“Ku persembahkan darahku dan jadilah bagian dari kekuatanku. Teknik pengorbanan darah gulungan Shi Hua Stage I: Blood Slash Technique!” ucap Kria yang menggigit jarinya dengan kuat dan meneteskan darah ke pedang Todak yang dipegangnya bersamaan dengan energi Qi dalam tubuhnya.
Mata dan pedang Kria memerah, udara yang ada di sekitar Kria memadat dan raut wajah Kria terlihat urat-urat lebih jelas akibat kekurangan darah.
Tanpa menyianyiakan satu-satunya kesempatan untuk mengalahkan monster berbulu biru muda di depannya, Kria langsung menebas monster itu dengan ayunan pedang yang menghasilkan angin dari kejauhan. Tubuh Yeti yang tebal di depan Kria seketika terbelah dan tercincang menjadi beberapa bagian.
Setelah menggunakan teknik itu, Kria kehabisan napas dan langsung mengambil makan dan minum yang ada di tas yang dia bawa untuk memulihkan tenaganya.
Alasan Kria baru menggunakan jurus itu sekarang sebab apabila dia menggunakan jurus itu di awal, bukan hanya Kria akan kelelahan, tetapi ada kemungkinan Yeti tersebut tak mati dan justru akan kabur karena Yeti dikenal sebagai monster yang pengecut.
Setelah mengalahkan monster berbulu biru muda bernama Yeti, tubuh Kria mengalami perubahan drastis, yang membuat dirinya sedang kelelahan langsung semangat lagi.
“Ini … Huh!? Ranah kultivasiku meningkat!?” ucap Kria yang terkejut melihat ada bola cahaya baru di dalam tubuhnya saat memejamkan matanya.
Karena peristiwa tersebut, Kria jadi yakin kalau mengalahkan monster dapat meningkatkan kultivasinya walau itu hanya spekulasi semata.
Kria sekarang menjadi semangat lagi dan berusaha mencari monster lagi walau dia lupa sekarang berada di Dungeon yang berbahaya. Saat dirinya jalan sejenak, dirinya mendengar suara manusia yang sedang bertarung, terlihat banyaknya kepingan-kepingan armor yang tergeletak di tanah.
“Kau si*lan! Kau pikir bisa kabur karena ini!” ucap seorang yang terdengar seperti suara perempuan dari kejauhan.
__ADS_1