Story Horor.

Story Horor.
Kisah Nyata Hantu Sadako


__ADS_3

Apa kalian masih ingat nama – nama hantu asal negara Japan?, diantara hantu – hantu Japan, yang manakah paling  ingat dalam benak pikiran  kalian? Jika kalian lupa, maka kami akan memberitahu nama – nama hantu Japan lain yaitu Hantu sadako, Kuchisake Onna ( Wanita bermulut sobek ), Yuki Onna ( Hantu wanita salju ), Zashiki Warashi, Rokurokubi ( Hantu Leher Panjang ), Nukekubi, kayako dan masih banyak lagi.


Diantara dari sekian banyak hantu yang tadi disebutkan, disini kami akan membahas satu persatu. Untuk sekarang kami akan membahas hantu Sadako, dari Kisah Nyata dan  asal – usulnya.


Hantu Sadako adalah hantu asal negara Japan yang sangat popular hingga sampai namanya ditanah air Indonesia ini. Mungkin kisah ini di ibaratkan hantu sadako hampir mirip seperti hantu di Indonesia yaitu Kuntilanak. Cuma hantu kuntilanak matinya karena melahirkan sedangkan hantu sadako ada yang menyebutkan matinya bunuh diri dengan cara terjun ke sumur tua, sehingga penampakan hantu sadako keluar dari sumur dengan cara merangkak dan ada matinya karena penyakit,


Penasaran, manakah yang benar kematian sadako ini?. Mari kita simak yang telah dirangkum dari berbagai article tentang hantu sadako.



Menurut Cerita Orang Sekitar Dan yang Beredar DiSosmed Dll :


karena kematian sadako di sumur tua, banyak orang – orang yang tinggal sekitar sumur tersebut melihat sadako berdiri di tepi sumur kering atau sedang merangkak keluar dari sumur, Kutukan sadako sangat kuat dan ia terus menyimpan dendam kepada siapapun yang ia temui di sekitar sumur tempat dia bunuh diri itu.


Begitu juga yang ditampilkan dalam layar lebar mengenai Hantu Sadako, yang dimana mengutuk melalui sarana video. Film tersebut menampakan bagaimana menakutkannya Sadako ketika memberikan kutukannya.


**Kisah Nyata Asal Usul Hantu ini


Hantu Sadako aslinya bernama Sadako Sasaki lahir pada tanggal 7 januari 1943 hingga mati tanggal 25 oktober 1955 ), Sadako Sasaki adalah seorang gadis asal negara Japan yang tinggal di dekat jembatan Misasa di Kota Hiroshima, Japan**.



Ketika berumur dua tahun tepatnya pada tanggal 6 agustus tahun 1945 Sadako Sasaki menjadi korban peperangan antara Amerika dengan Japan yang mengakibatkan ia terkena dampak radiasi pasca pemboman Atom tersebut. Pada saat ledakan itu Sadako Sasaki sedang berada didalam rumah, sekitar satu mil dari titk ledakan bom atom tersebut.

__ADS_1


Sadako Sasaki adalah seorang anak gadis yang cerdas, ceria sangat energik, hinggah orang tuanya selalu mengingakatkan agar ia duduk manis bersama sejenak. Sadako sangat suka berlari – larian, ia sangat menikmati hingga ia ikut bagian dalam tim lari estafet disekolah pada masanya.


Hingga dia tidak memberitahukan kepada siapapun bahwa ia mulai merasakan pusing saat berlari. Pada saat itu, ia terjatuh di depan para guru, hingga dipanggillah orang tuanya untuk datang ke sekolah, Pada bulan November 1954, tumbuh cacar pada leher dan bagian belakang telinganya, pada Januari 1955 bintik – bintik ungu sudah mulai terbentuk dan menjadi membersar pada kakinya,tepat pada tanggal 21 Febuari 1955, Sadako Sasaki mulai masuk rumah sakit karena dokter telah mendiagnosa Sadako mengidap penyakit Leukimia dan divonis hanya dapat hidup paling lama satu tahun, penyakit yang diderita Sadako disebut sebagai “Sebuah Penyakit bom atom”.


Pada tanggal tanggal 3 Agustus 1955, Sahabat terbaik Sadako Sasaki ini yang bernama Chizuko Hamamoto datang berkunjung kerumah sakit untuk menjenguknya. Chinzuko Hamamoto membawa kertas emas untuk membuat kerajinan tangan yang berbentuk hewan bangau kertas yang disebut kerajianan tangan kertas origami.



Pada awalnya Sadako Sasaki ini tidak mengerti mengapa teman terbaiknya membuat origami berbentuk hewan bangau ini, hingga Chizuko Hamamoto ini memberitahukan cerita berdasarkan kisah klasik Japan. Orang Japan dahulu mengatakan bahwa dengan membuat 1000 origami hewan bangau kertas, maka permintaanya apa yang diinginkan dapat dikabulkan. Sehingga Sadako Sasaki setelah mendengar itu membuat origami bangau sendiri dengan target 1000 kertas hewan bangau...


Menurut Cerita Orang Japan :


Menurut cerita yang popular di negara Japan. Sadako Sasaki ini tidak berhasil membuat 1000 origami hewan bangau tersebut, Sasado ini hanya bisa menyelesaikan 644 bangau kertas sebelum kematiannya, dan akhirnya sahabatnya yang meneruskan hingga tercapai 1000 bangau kertas dan menguburkan semua hasil origami hewan bangau bersama jasad Sadako Sasaki.


origami bangau untuk memohon kesembuhan untuk dirinya sendiri, untaian origami bangau digantung di atas tempat tidurnya dengan seutas benang, meskipun Sadako Sasaki mempunyai banyak waktu luang sewaktu dirumah sakit untuk membuat origami bangau.



Sadako Sasaki kehabisan kertas untuk membuatnya ia menggunakan medicine wrappings dana pa saja yang bisa digunakan untuk membuat origami bangau, sampai ia berkunjung ke kamar pasien lain untuk meminta kertas bekas bungkusan bingkisan pengunjung yang datang menujungi pasien. Dan teman terbaiknya selalu membawakan kertas origami setiap hari sepulang dari aktivitas sekolah untuk Sadako Sasaki, tetapi sayangnya keinginan melipat 1000 bangau tidak tercapai, Sadako hanya mampu membuat origami bangau 644 sebelum kematian nya datang.


Selama berada dirumah sakit kondisi Sadako memburuk secara dratis, membuat keluarga dan saudaranya sedih melihatnya, ibunya membuatkan sebuah baju kimono bercorak bunga sakura supaya depat digunakan sebelum ajalnya menjemput.


Saat itu Sadako merasa kondisinya membaik sehingga ia dibolehkan pulang selama beberapa hari. Sadako berteman dengan seorang anak laki-laki bernama Kenji, seorang anak yatim, yang juga menderita leukemia tetapi sudah dalam stadium lanjut. Kenji sudah terkena dampak radiasi sejak ia dalam kandungan ibunya.

__ADS_1


Sadako mencoba memberi Kenji harapan dengan kisah bangau emas (The golden crane story), tetapi Kenji sadar akan kenyataan bahwa waktunya sudah dekat. Ibunya sudah lebih dulu meninggal, dan ia sudah belajar bagaimana cara membaca diagram darahnya (blood charts) dan sudah tahu bahwa ia sudah dalam kondisi sekarat. Saat di rumah Saat di rumah sakit, Sadako menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri kematian Kenji, dan dia sangat terpukul. Sadako tahu bahwa gilirannya pun akan segera tiba.


Setelah keluarganya memaksanya untuk makan sesuatu, Sadako meminta teh hijau dan berkomentar “It’s good.” Kalimat itu adalah kalimat terakhirnya. Dikelilingi oleh keluarganya, Sadako meninggal dunia pada tanggal 25 Oktober 1955 pada usia 12 tahun. Teman-temannya menyelesaikan pembuatan bangau kertas sisanya hingga genap terkumpul 1000 bangau dan menguburkannya bersama jasad Sadako.


Sepeninggal Sadako, teman-temannya menerbitkan suatu koleksi surat-surat untuk menggalang dana yang akan digunakan untuk membangun sebuah monumen peringatan bagi Sadako dan semua anak yang meninggal akibat efek bom atom. Pada tahun 1958 sebuah patung Sadako memegang bangau emas berdiri di Hiroshima Peace Memorial Park, bangsa Jepang menyebutnya dengan nama Genbaku Dome. Di kaki patung terdapat sebuah prasasti bertuliskan:


“This is our cry. This is our prayer. Peace on Earth.”


(“Inilah jeritan kami. Inilah Doa kami. Damai lah di bumi”).


Di Seattle Peace Park juga terdapat patung Sadako. Sadako telah menjadi simbol dampak perang nuklir, mengingatkan betapa berbahayanya perang nuklir. Sadako juga menjadi pahlawan untuk gadis-gadis di Jepang. Kisah hidupnya diceritakan di sekolah-sekolah Jepang saat memperingati pemboman Hiroshima. Sebagai dedikasi untuknya, penduduk Jepang merayakan 6 Agustus sebagai National Peace Day.


Kisah Sadako menjadi terkenal pula di kalangan murid sekolah di luar Jepang karena ditulis menjadi sebuah novel. The Day of the Bomb ditulis seorang penulis berkebangsaan Austria Karl Bruckner. Sadako and the Thousand Paper Cranes pertama kali diterbitkan pada tahun 1977 ditulis oleh Eleanor Coerr. Robert Jungk juga menulis Children of the Ashes, di dalamnya ditulis pula kisah Sadako. Setiap tahun, ribuan paper crane dikirim oleh anak-anak dan orang dewasa dari seluruh penjuru dunia ke Hiroshima Peace Memorial Park. Burung bangau merupakan simbol harapan untuk masa depan yang lebih baik yaitu perdamaian tanpa penderitaan.


Kisah Sadako dapat menjadi pengingat bagi kita apa yang terjadi akibat perang terlebih jika suatu negara memilih untuk menggunakan senjata nuklir.



Burung bangau di Jepang merupakan salah satu mahluk mistis atau suci (selain naga dan kura-kura) yang dipercaya dapat hidup ribuan tahun. Thousand Origami Cranes (千羽鶴, Senbazuru) yaitu sebuah untaian seribu origami bangau kertas yang disatukan dengan benang. Ada sebuah legenda kuno Jepang yang konon menjanjikan bahwa siapapun yang dapat melipat seribu bangau origami akan dihadiahi “WISH” oleh sang bangau, seperti umur panjang, sembuh dari sakit.


Maka Senbazuru menjadi wedding gift yang populer untuk keluarga dan teman spesial. Si pemberi berharap pengantin mendapat seribu tahun kebahagiaan dan kesejahteraan. Dapat juga sebagai kado untuk bayi yang baru lahir agar berumur panjang dan mendapat keberuntungan.


Menggantung Senbazuru di rumah dianggap membawa keberuntungan. Ada pula yang menggunakan sebagai matchmaking charm untuk gadis-gadis Jepang saat berusia 16 tahun. Sang gadis akan membuat 1000 bangau untuk diberikan kepada sang jaka yang dikaguminya.

__ADS_1


Itulah asal usul hantu sadako di jepang atau sejarah hantu sadako yang merupakan kisah nyata.


__ADS_2