SUAMIKU KULI BANGUNAN

SUAMIKU KULI BANGUNAN
Malam Pertama


__ADS_3

[ Kakek kecelakaan. Dia akan di operasi sore ini.]


[Operasi Kakek Berhasil.]


Kaisar sedang membaca pesan di layar benda pipih miliknya. Fokusnya terbagi karena ia pun tengah menikmati secangkir kopi hitam pekat yang baru saja diseduh dengan air panas. Hanya kopi tubruk yang biasa diminum oleh kuli bangunan lain yang ada di sana.


"DASAR REYHAN BA JING AN!!"


Belum sempat Kaisar menyesap kopinya, suara cempreng nan lengking yang memekakkan telinga membuatnya tersentak dan kopi panasnya tumpah.


Ah, sialan, Kaisar bergegas melepaskan kaosnya yang basah.


Pemuda itu menengok ke luar, ternyata benar dugaannya Felicia sedang menjerit dan berjingkrak bak orang gila karena Reyhan memutuskannya. Kaisar mendengus dan beranjak untuk menolong Felicia.


.


.


.

__ADS_1


Seperti itulah permulaan dari kejadian malam ini. Niat Kaisar hanya menolong agar Felicia tidak mempermalukan dirinya sendiri di depan para tetangga yang lain. Tapi, sebuah kejadian tak terduga membuat hidup Kaisar yang penuh kerumitan menjadi semakin kusut saja.


Kaisar menatap kedua bola mata yang penuh dengan linangan kristal bening. Tampak jelas kesedihan dan juga kekecewaan di dalam binaran mata Felicia. Entah kenapa Kaisar justru terpesona pada netra sayunya. Hidung mancung Felicia memerah, bibirnya yang tipis bergetar karena terlalu banyak menangis. Rambut acak yang sedikit basah karena keringat dan air mata. Oh ... pemandangan ini entah kenapa membuat Kaisar begitu ingin melindunginya.


Binaran pada bola mata itu membuat dunia Kaisar seakan berhenti berputar. Kaisar sama sekali tak menghiraukan cicitan Felicia yang curhat panjang lebar mencurahkan isi hatinya yang kecewa pada sosok Reyhan Dirgantara.


"Hiks ... kenapa? Apakah sungguh alasanmu hanya karena ****??" Felicia menarik leher Kaisar semakin turun. Kaisar tersentak sadar dari lamunannya begitu hidungnya telah menyentuh hidung Felicia, tinggal hitungan mili meter saja maka bibirnya akan menyentuh bibir Felicia.


Kaisar bisa merasakan napas Felicia yang hangat menyentuh wajahnya. Aroma wine, sedikit tajam karena alkohol.


"Baiklah kalau memang itu mau mu!! Kamu pikir hanya Fiona saja yang bisa?? Aku juga bisa!! Benar, f**k s*x after marriage!"


Kaisar mendorong tubuh Felicia, ia tak mau menjadi pria baj**** yang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Kaisar bergegas menjaga jarak, takut naluri prianya bangkit. Meski pun punya akal sehat, ia tetaplah pria normal yang bisa berdiri tegang bila mendapatkan rangsangan.


Felicia menyipitkan matanya, mencoba melihat dengan jelas tanpa kaca mata. Wajah tampan dengan bola mata gelap dan alis tebal itu menatapnya dengan khawatir. Felicia berusaha mengenali pria di depannya. Siapa yang punya tubuh atletis dengan kulit coklat eksotis penuh tatto kalau bukan …


"Kaisar?!" Panggilan lembut Felicia membuat Kaisar kembali menoleh. Ia melihat Felicia berjalan mendekatinya, melepaskan kuncir ekor kuda dan membuat rambut panjangnya tergerai indah. OMG!! Bagaimana bisa rambut acak-acakkan itu terlihat begitu se ksi, membuat Kaisar kesusahan menelan ludah.


"Ayo ber cinta denganku, aku ingin tahu seperti apa rasanya ber cinta. Kenapa Reyhan begitu menginginkannya sampai rela menduakanku?!" Masih dalam keadaan mabuk, pikiran kacau, dan sakit hati, Felicia melangkah mendekati Kaisar. Gadis itu bergerak maju sembari menanggalkan satu per satu pakaiannya.

__ADS_1


Pertama sepatu heel, lalu atasan, dan kemudian rok. Menyisakan satu stel pakaian dalam polos warna putih. Dadanya yang mulus, putih, dan sintal terlihat begitu penuh mengisi bra dengan ukuran cup C. Belahan dadanya terlihat menggiurkan. Oh, sayang sekali, selama ini Felicia memilih untuk menutupi semua asetnya yang indah dalam balutan kaos buluk.


Gluk!


Jakun Kaisar naik turun dibuat olehnya.


.


.


Sensorrrrrrr!!!!!!!


.


.


Dan malam pertama bagi mereka saat itu, Kaisar dan Felicia bahkan tidak melakukannya satu atau dua kali. Tapi berkali-kali sampai tubuh mereka terasa luluh lantah karena tenggelam dalam kenikmatan.


...—*****—...

__ADS_1


__ADS_2