
Β°β’__ Suamiku ternyata seorang wanita __β’Β°
___________________________________________
Rayyel menghampiri maminya dan bertanya
"Mam..seberapa banyak tamu yang mami undang" lelah rayyel jalan sambil sedikit sempoyongan
"Hanya sedikit saja palingan 28 ribu tamu yang mami undangπ" jawab Melly sambil tersenyum tulus
Rayyel terbelak saat mendengar ucappan maminya "mami serius, bagaimana mami membuat daftar nama undangan sebanyak itu" tanya rayyel tak percaya apa yang barusan maminya katakan
"Kamu meremehkan mami, mami ini kan istri dari CEO kota ini jadi wajar mami mengenal seluruh kota ini" ucap Melly menjelaskan
Rayyel hanya menghela nafas dan tak menyangka akan jadi seperti ini jika saja rayyel (maria) tak menjadi pria tampan maka siksaan kecil begini akan terus terjadi terhadap hidupnya:v
*****
Setelah tamu sudah usai dan rayyel bergegas mendatangi dian di rumah sakit, ia membuka pintu ruangan kelas 4 pasien, tapi saat rayyel hendak menanyakan keadaannya dian membuang muka masam
"Ada apa dengan mu dian" tanya rayyel
__ADS_1
"Tuan.. Saya hanya merasa bersalah terhadap anda, karna saya telah merepotkan anda di hari pernikahan anda" ucap dian dengan wajah lesu
"Lupakan saja soal itu, memang kewajiban seorang manusia harus saling menolong" nasehat rayyel yang membuat hati dian di luluhkan begitu saja dengan ucapan rayyel
"Oh ya, dian kau cemburu denganku apa karna kau menyukai luna" tanya rayyel tanpa segan sekaligus membuat dian menjadi gugup dengan ungkapan cinta luna sebenarnya kepada rayyel yang sudah lama mencintai luna
"i..i..iya..tuan.." jawab dian dengan gugup
"Sudah berapa lama kau mencintainya" tanya rayyel lagi
"Saat saya pertama kali berkerja di sini, sekitar 2 tahun tuan" jawab dian dengan perasaan lega karna jarang ia menyatakan cintanya dengan seseorang
"apa kau masih mencintai luna? " tanya rayyel
Wajah rayyel lumayan tenang dengan ucapan dian ia pun berdiri dari kursi dekat kasur roda (medis) yang dian rebahkan tubuhnya untuk beristirahat di rumah sakit
"Besok kau akan mengambil cuti untuk istirahat mu supaya kau bisa cepat sembuh" ucap rayyel dengan wajah senyum datar
"Saya usahakan tuan" ucap dian dengan senyum tulus mengembang di wajahnya
Rayyel sangat bahagia setelah dian memperlihatkan senyuman tulusnya kepada ia, karna saat pertama kali rayyel dan dian bertemu, dian sama sekali tak pernah menunjukkan senyuman tulusnya dan sikap lembutnya
__ADS_1
Rayyel (maria), saat maria waktu masih di kampusnya, tak pernah satu pun orang lain yang memberikannya senyum tulus termasuk senyum palsu
Tapi tak di duga akhirnya ada juga orang yang memberikannya senyuman ikhlas dan tulus seperti ini
*****
Rayyel pulang dari rumah sakit melihat luna sedang duduk dan menatap tegas di ruang tamu, luna berdiri dengan amarah yang memuncak.. Terlihat jelas aura hitam yang terbebas di belakang tubuhnya dan mata cantiknya itu
"Eh.. Maaf telat, dan menunggumu di sini.." ucap rayyel gugup, rayyel terpaksa memakai senyum panjang di wajahnya dan di belakang tubuhnya sudah ada keringat dingin
"Soalnya.. Aku habis di-.." ucap rayyel lagi dan luna pangsung menyusup dari perkataannya "aku marah bukan karna kau pergi terlalu lama, jika kau seperti ini seterusnya maka wajahku akan selalu mengembangkan senyuman setiap hari" jawab luna dengan tegas
"Luna..kenapa kau marah?" tanya rayyel
"Tentu saja aku marah karna sebentar lagi kau
Akan merengut kesucian ku!" ucap luna teriak sedang
"Hari ini aku lelah, aku ingin tidur tenang sekarang" ucap rayyel sambil pergi menuju kamar
"Oh.. Ok, sekarang aku akan tidur di kamar dan kau akan tidur di ruang tamu ini! " teriak luna yang membuat rayyel berhenti melangkah tangga menuju kamar
__ADS_1
Maaf ya para pembaca jika ceritanya pendek
πππππππ