
Qin Tian dan Ming Yan tiba di tempat parkir bawah tanah Ye Corporation tepat waktu.
Qin Tian mengeluarkan ponselnya, dia melirik waktu di arlojinya, itu belum mencapai waktu yang ditentukan
Lalu dia dan Ming Yan berdiri di depan SUV Toyota, Qin Tian mengeluarkan kotak rokok merek Arthur dari sakunya.
Dia mengambil satu dan menahannya di mulutnya, dia tidak lupa berbalik dan bertanya pada Ming Yan."Apakah anda merokok?"
Dia mengeluarkan sebatang rokok dari bungkusannya dan menyerahkannya kepada Ming Yan
Saat Ming Yan menerima rokok dari Qin Tian dia berkata,"Saya sudah bergaul dengan mereka sejak saya masih muda, jadi saya belajar merokok sebentar."
Qin Tian mengeluarkan korek api dan menyalakan rokoknya lalu dia menyerahkan korek api ke Ming Yan yang berdiri di samping.
Setelah merokok lebih dari setengah batang rokok. Qin Tian melirik waktu di arlojinya.
Saat ini pukul 21:45, tanggal 30 September 2020.
Qin Tian mengeluarkan ponselnya dan menelepon Ye Xueyin, panggilan itu terjawab dengan cepat.
Suara Ye Xueyin yang dingin namun merdu terdengar dari ujung telepon yang lain."Kamu ada di mana sekarang?"
Qin Tian berkata kepada Ye Xueyin “Saat ini saya berada di tempat parkir bawah tanah perusahaan anda, Turun dan jemput aku sekarang." Ada nada memerintah dalam suara Qin Tian, lalu dia dengan cepat menutup telepon.
Ye Xueyin yang mendengar suara bip di ujung telepon dia mengutuk dengan marah, “Huh Beraninya kau menyuruhku menjemputmu, Beraninya kau menutup teleponku?"
Ye Xueyin menghancurkan segala sesuatu di sekitarnya karena marah, jika orang lain tahu bahwa Ye Xueyin memiliki sisi yang menakutkan, mereka mungkin akan merasa sulit untuk percaya, di mata mereka Ye Xueyin adalah wanita yang cerdas dan terpelajar
…
Ye Xueyin berjalan ke lift sendirian.
Dia menekan tombol untuk lantai bawah tanah Segera, lift berhenti di tempat parkir bawah tanah.
__ADS_1
Ye Xueyin melangkah keluar dari lift dan mencari Qin Tian di tempat parkir, Kemudian dia melihat dua pria berdiri di depan sebuah SUV dan melambai padanya.
Dia bergegas menuju Qin Tian, dengan suara masam Ye Xueyin berkata kepada Qin Tian “Tuan Qin, kita bertemu lagi.”
Qin Tian tersenyum dan berkata kepada Ye Xueyin, “Ya, kita bertemu lagi dan mungkin kita akan lebih sering bertemu di masa depan bukankah begitu nona Ye Xueyin?"Ada nada main-main dalam kata-kata Qin Tian
Ye Xueyin menjawab tanpa ragu-ragu,“Ya, kita pasti akan lebih sering bertemu di masa depan, ayo pergi ke kantor saya, ini bukan tempat yang cocok untuk berbicara.”selesai mengatakan itu, dia tidak peduli apakah Qin Tian setuju atau tidak, dia berbalik untuk berjalan menuju pintu lift.
Qin Tian melihat punggung Ye Xueyin dan hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, dia membawa Ming Yan dan berjalan mengikuti Ye Xueyin.
ding!
Suara pintu lift terbuka, Itu berhenti di lantai 53 gedung Ye Corporation.
Tidak ada kantor lain di lantai ini, seluruh lantai ini milik kantor Ye Xueyin, area yang begitu luas tidak hanya memiliki kantor ada juga ruang tamu Ye Xueyin dan ruang konferensi yang besar, bahkan ada gym di samping ruang tamu.
Qin Tian memandang kantor besar itu.
Dia berpikir dalam hati:'Orang kaya benar-benar tahu cara menghabiskan uang
Qin Tian tidak bisa tidak menantikan masa depannya, dengan bantuan Foresee Qin Tian percaya bahwa dia pasti akan berhasil.
Qin Tian mengamati seluruh lantai, para pengawal berjas hitam mengawasi sekeliling tempat dengan tatapan tajam
Ketika Qin Tian dan Ming Yan muncul sepasang mata memandang ke arah mereka berdua, tingkat keamanan di kantor ini cukup tinggi.
Qin Tian yang telah melihat langkah-langkah di Foresee, Qin Tian tahu bahwa Ye Xueyin memiliki latar belakang yang tak terduga.
Ye Xueyin membawa Qin Tian ke kantornya.
Ketika Qin Tian hendak berjalan ke kantor
tiba-tiba seorang pengawal yang tampak muda mengarahkan pukulan ke arah Qin Tian tanpa peringatan apa pun.
__ADS_1
Tanpa ragu-ragu Qin Tian melangkah maju dan meraih lengan pengawal itu, tangan yang lainya dia kerahkan untuk menyerang pengawal muda itu.
Baaaaanngg!
Pengawal yang tampak muda itu dikirim terbang, suasana di seluruh lantai tiba-tiba menjadi tegang, pengawal berjas hitam lainnya bergegas mendekat dan mengepung Qin Tian dan Ming Yan
Pada saat ini, Qin Tian masih memiliki ekspresi tersenyum di wajahnya, Qin Tian sudah tahu apa yang sedang terjadi.
Ye Xueyin adalah wanita yang sangat bangga dan sombong, Sebelumnya di telepon Ye Xueyin akhirnya mendapat sedikit keunggulan.
Namun, saat Panggilan barusan, dia menyerahkan satu-satunya keunggulan yang dia miliki, oleh karena itu situasi ini terjadi
Ini untuk menekan kesombongan Qin Tian dan juga untuk mengujinya.
Ye Xueyin mencoba yang terbaik untuk melihat kepribadian pemuda ini melalui reaksinya. Karena dia tahu bahwa kepribadian yang terlihat tidak menakutkan, Berbeda dengan kepribadian yang tidak diketahui adalah kepribadian yang paling menakutkan.
Di depan kantor Ye Xueyin, suasana menjadi tegang, di lantai bodyguard yang ditinju oleh Qin Tian akhirnya berhasil berdiri dengan bantuan rekannya, tubuhnya bergetar tak terkendali saat ekspresi menyakitkan muncul di wajahnya, dia berkeringat deras karena rasa sakit.
Melihat ini, Ye Xueyin berkata kepada kepala keamanan, “Biarkan dia lewat, Ini tamu saya anda tidak boleh menyinggung perasaannya.”
Kepala keamanan berkata dengan hormat kepada Ye Xueyin, "Oke Nona Muda."
Ye Xueyin menoleh ke arah Qin Tian dan berkata, "Maaf, anak buah saya tidak tahu dan telah menyinggung anda tuan Qin."
Namun, Qin Tian sama sekali tidak marah, dia hanya melambaikan tangannya dengan ringan."Tidak apa-apa, siapa yang tidak memiliki beberapa bawahan yang bodoh?"
Melihat reaksi Qin Tian, Ye Xueyin tidak mengatakan apa-apa lagi, dia hanya dengan cepat berjalan ke kantornya, Qin Tian dan Ming Yan mengikuti Ye Xueyin
Ye Xueyin duduk di kursi kantor yang besar dia berkata kepada Qin Tian dan Ming Yan yang baru saja masuk,"silahkan duduk."
Qin Tian tidak merespon ucapan Ye Xueyin, dia menarik bangku dan duduk di depannya.
Ming Yan meniru Qin Tian dan membawa kursi lalu duduk di belakang Qin Tian
__ADS_1
Ye Xueyin berbicara lebih dulu,“Katakan padaku, bagaimana kondisimu? Apa yang kamu inginkan sebagai imbalan untuk memberitahuku siapa yang berkhianat?
juga bagaimana kamu tahu bahwa aku memiliki seseorang yang berkhianat di sisiku?"