Tak Akan Kembali

Tak Akan Kembali
ep 10


__ADS_3

"kamu nggak papa cha?"tanya lutvi setelah aku sadar.


rasa pusing masih aku rasakan."ga papa kok vi udah mendingan".jawabku lemas


"kamu sih pake acara nggak mau makan tadi"omel dea.aku hanya tersenyum melihat mereka.


"aelah de udah nap ocha tuh lagi sakit lo masih aja di omelin kan kasian"bela said.


"santai man teman aku ga papa kok,tadi lupa aja belum minum obat..hehehe"ucapku melerai mereka.


"abis ini istirahat lo kasian ntar kalo zia nyari di kelas,mending salah satu dari kita ada yang jemput dia"usul lutvi.memang di antara kita hanya lutvi yang bijaksana dan lutvi tuh bagaikan kakak bagi kita,sementara yang lain mah masih kayak bocah gitu.hehehe.


"ya udah aku aja sekalian mau ambil uang di kelas"jawab dea.


dea pun kembali ke kelas sembari menjemput zia yang kelasnya berbeda di antara kita.


"cha emang harus ya minum obat itu tiap hari?"tanya lutvi tiba-tiba.


"nggak harus sih sebenernya yang penting makannya nggak telat,tadi pagi kayak nggak nafsu aja sih"jawabku


"masih belum nyaman di asrama ya?"sahut said


"maklum dia aja susah adaptasi gimana mau cepet nyaman coba"elak lutvi membuatku tertawa


"tenang aja abis ini juga udah nyaman kok,udah proses nih"😁😁

__ADS_1


"dasar elu mah cha"kesal said


tak lama kemudian ada guru penjaga uks datang.


"gimana kamu udah enakan?"tanya bu fitri penjaga uks.


"alhamdulillah bu"jawabku


"bu ini si ocha sudah bisa di ajak ke kantin nggak bu?tanya said.


"boleh tapi hindari makan pedas sama asam ya cha"


"iya bu"😉


kita pun bergegas keluar dari ruang uks bertepatan dengan datangnya dea dan zia.


"santuy zi aku anak kuat kok😆"jawabku


saat di kantin kita memesan bakso


"cha yakin kamu makan bakso aja nggak sotonya pak slamet?"tanya dea memastikan.


"iya uda aku beli soto aja"jawabku menyetujuinya.aku pun langsung menuju warung pak slamet yang nggak jauh dari warung baksonya pak jack dan di anterin zia.


"pak sotonya satu ya"

__ADS_1


"siap neng bentar ya"


tanpa aku sadari tadi danu melihatku tanpa berkedip.


Danu pov


"woy kedip"gertak arwan mengagetkanku.


"apa sih wan"elakku.


"dan kalo emang suka kenapa nggak bilang aja sih,ntar kalo dia di ambil orang baru tau rasa lo"


"nggak segampang itu juga wan,dia anak baru lo belum lagi ntar kena selly bisa-bisa nggak nyaman diannya"jelasku


"eh sejak kapan kamu peduli ma cewek😆"ejek naja


"ah elah kayak nggak tau orang lagi kasmaran aja"sahut fano


"dah selesai nih makannya?ke musholla yuk ngadem"ajakku sembari mengalihkan pembicaraan.


kita pun berjalan menuju musholla. saat melewati tempat duduk ocha tak sengaja aku tertawan oleh senyum manisnya saat bercanda dengan teman-temannya.


"udah jangan di liatin mulu. nggak bakal ilang juga anaknya kan sekelas"canda arwan dan aku hanya bisa tertawa.


aku langsung ke kamar mandi wudlu lalu masuk musholla rebahan barengan sama yang lain.

__ADS_1


tapi rebahanku terganggu saat mendengar tawa renyah seorang perempuan.yaa dia ocha dia menemani zia ke kamar mandi sebelah musholla cowok.


'mengapa aku sangat candu dengan senyum dan tawanya'aku tersenyum memikirkan dia.


__ADS_2