
Suara pintu di ketuk membangunkan Leony.
Leony membuka pintu hanya melihatkan sebagian kepalanya saja, dengan mata yang ngatuk dia berusaha mendengar apa yang di katakan oleh seorang wanita yang seumuran dengan ibu angkatnya.
" nona bangun, anda di tunggu tuan muda di meja makan " ucap mbok Iyem.
" baik lah 5 menit lagi " pinta Leony .
" Tapi non ini sudah pukul 7 non, tuan muda akan pergi berkerja , tuan muda meminta agar anda menemani untuk sarapan bersama , tuan muda tidak suka penolak non" jelas mbok Iyem.
" Baiklah "
Mbok Iyem tersenyum di saat melihat tingkah Leony.
" Dia sangat mirip sekali dengan Ayana "
Leony keluar kamar , dia masih mengunakan kemeja Fatir yang kebesaran di tubuhnya dan kemeja itu terhenti hanya menutupi bagian paha Leony saja, sehingga kaki yang mulus dapat terekspos.
Leony menggulung rambutnya dengan asal-asalan menyisakan rambut halus.
" selamat pagi " sapa Leony dengan canggung.
" Lama sekali "
" maaf tadi saya tertidur kembali " Leony tertunduk malu sambil memainkan bajunya.
" Makan lah setelah itu ikut saya " titah Fatir .
" Kemana ?..."
"kau tak perlu bertanya Ayana " seru Fatir sambil memasukan sepotong roti ke mulutnya.
" stt....maaf tuan nama saya Leony bukan Ayana, mengapa anda selalu saja memanggil nama saya dengan sebutan Ayana, bukan kah saya sudah memberitahu kepada anda berulang kali " protes Leony .
" Kau cerewet sekali "
" Bukan begitu tuan saya hanya ingin tahu saja , karena sampai saat ini saya tak tahu siapa keluarga kandung ku " Leony mengambil nasi goreng serta telur ceplok namun saat ingin mengambil dia tak sengaja menyenggol satu gelas jus.
Jus itu tumpah di atas tubuh Leony dan mengenai.
__ADS_1
" Aduh saya menumpahkanya " seraya mengibaskan sisa air yang mengenai tubuhnya dengan tangannya namun dia hentikan saat reaksi yang sangat dia hafal .
" auw sakit " Leony segera berlari ke kamar untuk membilas tubuhnya sebelum rasa sakit akan bertambah parah bercak kemerahan mulai timbul di tubuhnya.
melihat Leony berlari membuat Fatir bangkit.
" Ada apa ?... mengapa kau berlari tak perlu membersihkan kau makan saja dulu "
Leony keluar dengan badan yang basah. mata Fatir terbelalak saat melihat ruam merah di tangan dan kaki Leony .
" Apa yang terjadi kenapa bisa jadi seperti ini ?..." Fatir mengambil tangan Leony lalu mengelusnya dengan lembut.
" ini akan terjadi jika aku menyentuh atau memakan mangga "
" kau alergi dengan buah mangga " tanya Fatir ada rasa senang di hatinya.
Leony mengangguk dia berusaha menahan rasa gatal dan sakit yang dia rasakan, Fatir meminta Leony duduk untuk menunggu sebentar , Fatir berjalan ke sisi meja dan membuka laci lalu mengeluarkan beberapa obat.
" ini minumlah "
" Anda alergi dengan buah mangga juga "
" lantas kenapa anda memiliki obat ini " rasa penasaran membuat dia bertanya .
" saya selalu membawa dan menyimpan obat ini ,karena tunangan saya alergi mangga "
" Anda sudah bertunangan ??... tapi mengapa anda mencoba mencari pewaris dengan wanita lain "
" jika dia masih ada mungkin aku tak akan pernah melakukan hal ini " seraya mengoleskan salep di di ruam yang timbul.
" maksud anda apa ?...."
" suatu saat saya akan ceritakan kepadamu ".
" Den, ada nona Lydia dia bawah " seru mbok Iyem.
" Mau apa dia kemari "
" saya tak tahu den "
__ADS_1
Fatir meminta Leony untuk beristirahat dahulu , serta meminta agar Leony tak turun ke bawah .
Bunyi langkah kaki yang tegas bergema di ruang itu . ekspresi Fatir datar dan malas melihat kehadiran Lydia di rumahnya.
" Mau apa kau kemari ? ..." Fatir acuh tak ada sedikit pun kelembutan di setiap katanya.
" Tak ada hanya saja ingin memberitahu mu jika bulan depan kita akan bertunangan bukan , apakah kau lupa ?...kita harus menyiapkan segalanya " Lydia berusaha merangkul tubuh Fatir .
" Hentikan dan singkirkan tangan mu dari ku "
" kenapa bukan kah kita akan bertunangan dan akan menikah setelah itu ? ... jadi hal ini tak masalah bukan " kali ini Lydia memaksa untuk memeluk Fatir kembali namun kali ini dia tak beruntung ,Fatir mendorong keras Lydia hingga terjatuh terduduk di lantai.
" kita lihat saja , jika kau tak punya perkerjaan atau hal penting jangan pernah kemari ingat itu " Fatir bangkit meninggalkan Lydia seorang diri .
" Suka atau tidak kau pasti akan menikah dengan ku, apa yang kau harapkan dari seorang mayat yang tak mungkin hidup kembali " teriak Lydia
" jaga ucapan mu " sengit Fatir
" Ayana sudah mati bahkan jasadnya tak di temukan kau berharap apa, ini sudah 5 tahun kenapa kau selalu menunggu dia ,apa istimewa dari orang mati "
keributan di bawah membuat Leony penasaran, dia ingin keluar tapi dia ingat pesan Fatir . sehingga terdengar sebuah benda pecah di bawah membuat Leony berlari keluar kamar.
" Tuan anda baik-baik saja " mata Leony membulat sempurna di saat darah segar mengalir melalui sela tangan Fatir .
" Ayana " Lydia berjalan mundur di saat melihat gadis yang dia kenal dan sangat ingin di singkirkan.
" bukan ...saya Leony bukan Ayana " seraya mengonyang-goyangkan kedua tanganya.
Leony menyentuh lembut tangan Fatir , Fatir tersenyum lembut kepada Leony membuat Lydia cemburu karena selama ini Fatir tak pernah tersenyum lembut seperti itu kepadanya.
" menjauh dari tunangan ku " Lydia tak dapat mengontrol emosinya dia mendorong keras tubuh Leony hingga Leony terhuyung ke belakang . Leony terluka di bagian pelipis di karenakan ulah Lydia .
" aw ... darah " Leony terkejut di saat tanganya ada bercak darah.
" Berani sekali kau " amarah Fatir melunjak dia menarik keras tubuh Lydia keluar rumah dan menghentakan tubuh Lydia dengan kuat.
" jika kau sekali lagi muncul di hadapan ku bisa ku pastikan , aku tak akan pernah menahan diri lagi terhadap mu " ancam Fatir.
" Aku tidak akan tinggal diam , aku akan laporkan perlakuan mu terhadap ku kepada Tante indah lihat saja "
__ADS_1
" Terserah " Fatir membanting pintu dengan keras .