Takdirku dan takdirmu tidak bersatu

Takdirku dan takdirmu tidak bersatu
Masa Lalu Ku (1)


__ADS_3

Bel istirahat pun berbunyi......


Anita dijemput oleh Dwi di UKS.


" Aku masih pusing Dwi " Kata Anita dengan muka lesu.


" Sabar yah Anita , Kita makan duku aja biar ada tenaga nya " Kata Dwi menghibur.


Sesampain nya di kantin.


Dwi memesan makanan untuk nya dan Anita.


"Dwi , Rendy kaya nya temen TK aku dulu deh" Kata Anita sambil makan.


" Iya menurut aku juga sih ,soalnya orang pertama yang nolongin kamu dia " Kata Dwi meyakinkan Anita.


Datanglah Yongki dan teman - teman nya ke Kantin menghampiri meja Anita dan Dwi.


Yongki dan teman - teman nya melihat muka Anita yang memar .


" Anita muka kamu kenapa itu " Tanya Yongki sambil memegang kepala Anita.


" Tadi aku jadi penjaga gawang Kak Yongki , tau nya bola nya meleset kena muka aku " Jawab Anita sedih.


Yongki pun meminta es ke penjual nasi kantin dan mengompres muka Anita dengan es.


" Sini biar Aku kompres dulu " Kata Yongki sambil mengompres .


Anita pun melihat perhatian dari Yongki.


" Cie perhatian banget sih " Ujar Dwi.


Roy dan Arnold pun memesan makanan.

__ADS_1


Yongki pun menasihati Anita untuk tidak menjadi penjaga gawang lagi.


" Anita , jangan melakukan hal bodoh seperti ini lagi " Kata Yongki menasihati.


" Iya Kak Yongki , Aku juga engga tau bisa jadi kaya gini" Balas Anita sambil kesakitan.


Yongki dan teman - teman nya pun lalu makan .


Bel masuk kelas pun berbunyi. . . .


Mereka pun ke kelas nya masing - masing.


Anita berpapasan dengan Rendy pas masuk kelas .


" Anita, luka memar loe dah mendingan sekarang yah "Kata Rendy sambil melihat kepala Anita.


" Iya Rendy makasih yah udah nolongin aku tadi bawa ke UKS " Kata Anita tersenyum lebar.


" Murid - murid sekarang Kita akan test matematika , semua nya masukkan buku ke tas masing - masing" Kata Guru matematika.


" Yah test matematika lagi " Bisik Dwi terlihat bosan.


Kertas test pun dibagikan .


Murid - murid mengerjakan soal tersebut.


Waktu pun berjalan cepat , test matematika pun selesai .


Dan guru matematika mengajar materi baru.


" Susah banget yah soalnya Anita " Kata Dwi .


Anita pun tidak berkata apa - apa, terlihat sangat pucat.

__ADS_1


" Anita ,muka kamu pucat banget " Tanya Dwi sambil muka cemas.


" Engga apa - apa koq Dwi , Aku cuman pusing aja " Kata Anita sambil memegang kepala nya.


" Gila sih Si Cindy parah banget nendang bola nya " Kata Dwi marah.


" Udah lah Dwi bener engga apa - apa koq " Kata Anita menenangkan Dwi.


Karena Anita dan Dwi kursi di baris kedua dari depan , sedangkan Rendy kursi kelima dari depan.


Rendy pun melihat rambut Anita saja.


" Kamu ngelihatin Anita yah?" Tanya Budi.


" Engga koq Budi " Jawab Rendy.


Bel ganti pelajaran pun berbunyi. . . . . .


Guru fisika pun tidak masuk ke kelas untuk mengajar.


Ketua kelas pun mencari guru fisika ke ruang guru.


Ternyata guru fisika sakit dan memberi tugas untuk merangkum ringkasan.


Ketua kelas pun memberi tau apa pesan dari guru fisika.


Semua murid mengerjakan perintah ketua kelas untuk merangkum.


Setengah jam kelas tenang tetapi sesudah nya murid - murid berisik.


Anita pun pusing mendengar siswa - siswi sangat berisik.


" Aku udah enggak kuat ,pusing banget ini , di tambah suara berisik dari teman - teman ku " Kata Anita dalam hati nya.

__ADS_1


__ADS_2