Takdirku Mencintaimu

Takdirku Mencintaimu
Menikahlah Denganku


__ADS_3

Ayyana masih belum mengerti dengan semua yang dimaksud Zac. Pria tampan yang menurutnya baru saja dia kenal dan ternyata pemilik Z Media Group tempat nya bekerja. Tiba-tiba saja bicara tentang hubungan mereka kedepannya.


Jantung Ayyana kembali berdegup kencang, memang semenjak pertama kali bertemu dengan pria itu ada desiran aneh di hati Ayyana. Namun dia tidak berani memikirkan perasaan apa itu, semenjak sudah melakukan kesalahan lima tahun yang lalu Ayyana selalu menjaga jarak dengan pria manapun dan tidak berani untuk memikirkan perasaan cintanya. Karena menurutnya, tidak akan ada pria yang mau menikah dengan wanita sepertinya. Sudah melahirkan anak walaupun belum pernah menikah. Dibilang gadis bukan, janda pun juga bukan.


"Hubungan yang bagaimana maksudmu?" Tanya Ayyana lagi penasaran.


"Menikahlah denganku." Jawab Zac dalam permintaannya hingga semakin membuat jantung Ayyana kembali berdegup sangat kencang.


"What? menikah hahahaha Zac, please jangan bercanda yang keterlaluan. Lama-lama aku bisa jantungan diginiin terus!" Ucap Ayyana sambil cengengesan.


"Aku tidak bercanda Ay, aku benar-benar ingin menikahimu. Tapi maaf, secara sirih saja ya." Zac menatap tajam kedua mata Ayyana yang awalnya terlihat berseri-seri namun jadi berkaca-kaca.


"Hahaha menikah siri saja? gila! tidak akan pernah!" Tegas Ayyana. Dia segera bangun dari duduknya lalu meninggalkan Zac begitu saja.


Zac pun langsung berlari mengejar Ayyana dan menarik tangannya lagi.


"Tunggu! aku belum selesai berdiskusi denganmu!" Ucap Zac menghentikan langkah Ayyana.


"Berdiskusi tentang apalagi? kamu ini benar-benar aneh!" Ayyana berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan Zac.


"Bagaimanapun aku yang sudah mengambil keperawananmu jadi aku mau mempertanggung jawabkannya!" Seru Zac membuat jantung Ayyana kembali berdegup jauh lebih kencang lagi. Kini benar-benar hampir saja membuatnya kehilangan kesadaran.


Untung saja suasana restoran tersebut sedang sepi. Jadi hanya ada tiga pelayan saja yang menonton adegan mereka didalam restoran itu.


Inikah yang dimaksud oleh Deon, bahkan aku sudah mengetahuinya terlalu cepat sebelum aku benar-benar bertahan di Z Advertising lebih lama lagi. Pantas saja wajahnya seperti tidak asing bagiku, karena ternyata pria ini yang sudah mengambil kesempatan dimalam itu. Pria ini memang agak mirip dengan Bayuku. Ya Tuhan...Apakah dia juga sudah mengetahui tentang keberadaan Bayu? Bukannya tadi Deon bilang pria ini memang jauh diatasnya dan bahkan bisa merebut Bayu dariku kapanpun dia mau. Batin Ayyana.

__ADS_1


"Ayyana, kamu ingatkan lima tahun yang lalu kamu tiba-tiba saja masuk kedalam mobilku dan merayuku bahkan memaksaku melakukan hubungan itu?" Tanya Zac menyadarkan Ayyana dari lamunannya.


"Lupakan saja semuanya Zac! Aku bahkan tidak pernah memikirkannya lagi! Aku tidak akan pernah menuntut pertanggungjawaban mu." Ucap Ayyana, dia kembali berusaha melepaskan genggaman tangan Zac darinya.


Ketika berhasil melepaskan genggaman tangan tersebut, Ayyana segera pergi dari Zac. Dia berlari sangat cepat, dia langsung menghentikan taksi untuk kembali ke menara Z.


Sementara Zac yang masih terpaku diam membiarkan Ayyana pergi meninggalkannya begitu saja. Zac kembali duduk dikursinya.


Apakah aku terlalu cepat meminta bantuannya, bagaimana caranya agar dia mau menikah denganku? semudah itu dia bilang tidak pernah memikirkan kejadian di lima tahun lalu, sedangkan aku selama ini tersiksa dengan rasa bersalah hingga membuatku jadi seperti ini. Atau aku jujur saja kepadanya kalau aku hanya membutuhkan bantuannya agar aku lepas dari gangguan psikis ini. Aku tidak mungkin menyentuhnya lagi tanpa pernikahan, aku memang harus menikahinya dulu dan memintanya minum pil KB agar tidak hamil. Setelah aku sembuh baru aku menceraikannya dan menikah dengan Chelsea. Batin Zac.


Sementara di dalam taksi batin Ayyana masih sangat terguncang. Baru saja dia mau mulai menyukai seorang pria, tapi ternyata pria itulah yang memang sudah mengambil kesuciannya dimalam itu. Bahkan Ayyana sudah membenci pria yang salah selama ini. Walaupun memang Deon akar masalah dari kejadian dimalam itu.


Kini Ayyana tidak tahu harus membenci atau membiarkan saja Zac didalam kehidupannya. Yang dia takutkan hanya satu, Ayyana sangat takut kehilangan Bayu. Bukan tanpa alasan, tapi akhir-akhir ini Ayyana memang sangat sering memimpikan Bayu dibawa paksa darinya oleh pria berbadan besar yang sama sekali tidak dikenalnya. Mimpi yang hampir sama hingga membuat alam sadar nya sangat terpengaruhi hingga berpikir ayahnya Bayu yang akan mengambilnya paksa dari Ayyana.


Aku harus bertanya kepada Deon, apakah Zac sudah mengetahui tentang keberadaan Bayu atau belum. Deon pasti mengetahuinya. Batin Ayyana mencoba menenangkan dirinya sendiri.


"Siapa?" Tanya Deon sambil membaca sebuah dokumen yang diberikan direktur operasional kepadanya.


"Aku mas, Ayyana." Saut Ayyana.


"Masuk!" Seru Deon sambil tersenyum.


Ayyana pun langsung membuka pintu tersebut dan masuk kedalam ruangan itu. Setelah mengunci rapat lagi pintu itu Ayyana langsung menghampiri Deon.


"Mas Deon, apakah Zac mengetahui keberadaan Bayu, anakku?" Tanya Ayyana dengan nafas yang memburu.

__ADS_1


"Wow secepat ini ya ternyata. Aku tidak menduga ternyata Zac mau mengakuinya kepadamu." Ucap Deon cukup terkejut.


"Bukan hanya mengakui, tapi Zac juga ingin menikahi ku, aku bingung kenapa bisa semudah itu. Apakah mungkin karena Zac sudah mengetahui keberadaan Bayu? Aku tadi ingin menanyakan langsung kepadanya tapi aku benar-benar takut." Ucap Ayyana dengan mata berkaca-kaca.


Deon pun bangun dari duduknya dan langsung menepuk pundak Ayyana. Dengan cepat Ayyana menjauh dari jangkauan Deon.


"Aku tidak tahu, apakah Zac juga sudah memerintahkan asistennya untuk mengetahui tentang kehidupanmu atau belum. Jika dia sudah melakukannya berarti dia memang sudah mengetahuinya. Aneh juga kenapa dia tiba-tiba ingin langsung menikahimu sedangkan dia sudah memiliki tunangan." Ucap Deon kembali membuat batin Ayyana seakan teriris pedih.


"Tunangan?" Tanya Ayyana lagi mempertegas.


"Ya, Chelsea adalah tunangannya Zac." Jawab Deon sambil tersenyum tipis.


"Chelsea? astaga!" Ayyana langsung menutup mulutnya sendiri dengan kedua tangannya.


"Kamu tenang saja, turuti saja apa kataku, tidak usah terlalu dipikirkan ajakan Zac yang ingin menikahi mu. Kalaupun dia mengetahui tentang anakmu, tidak mungkin Zac mengambilnya darimu. Bahkan bisa jadi malah dia ingin menyingkirkan anak itu jauh-jauh dari kehidupannya. Karena bagaimanapun, kedua orangtuanya Zac tidak akan pernah bisa menerima mu dan juga anakmu itu. Kamu tahu kan syarat menjadi menantu bangsawan seperti mereka?" Ucap Deon.


"Saat ini kamu hanya harus fokus bekerja saja, kamu harus tunjukkan kepadanya Zac. Tanpa dia kamu bisa menghidupi anakmu dengan baik. Itu makanya aku ingin kamu bersaing dengan Chelsea." Sambung Deon lagi.


Ayyana sebenarnya masih belum bisa mengerti dengan jelas maksud dan tujuan dari sikap Zac dan juga Deon. Mereka berdua sangat aneh menurut Ayyana.


"Kata Zac sebenarnya tidak ada peraturan denda diperusahaan ini jika karyawan resign atau dipecat. Apakah ini hanya jebakanmu lagi untukku?" Tanya Ayyana membuat Deon langsung menelan salivanya.


"Hahahaha apakah kamu percaya dengan pemimpin baru perusahaan yang sebenarnya tidak mengerti apa-apa tentang perusahaan ini? Zac itu jadi CEO di Z media group hanya karena dia anak tunggal dari pemilik perusahaan ini. Selebihnya dia tidak bisa apa-apa, soal denda itupun kalaupun benar tidak ada sebelumnya tapi kan kamu sudah menandatanganinya diatas materai? dan itu sudah bersifat hukum jelas jika kamu sampai melanggarnya nya!" Tegas Deon.


"Kalian benar-benar aneh! Bodoh sekali aku sampai bisa masuk kedalam perangkap kalian! Kalian yang sudah menghancurkan kehidupanku sebelumnya, apa kalian masih ingin menghancurkan kehidupan ku selanjutnya? Aku benci sama kalian semuanya!" Ucap Ayyana dengan sangat kesalnya. Dadanya jadi terasa sangat sesak.

__ADS_1


Deon langsung menangkap tubuh Ayyana ketika wanita itu tiba-tiba saja akan terjatuh.


Saat itu juga Deon merasakan sensasi aneh dihatinya saat menatap wajah Ayyana lebih dekat lagi.


__ADS_2