
Hari itu, terik matahari yang menyengat menerpa kulit Emma saat dia melangkah melintasi gerbang sekolah yang baru. Udara terasa berat dan atmosfer sekolah yang asing membuatnya gelisah. Sebagai seorang remaja berusia enam belas tahun, pindah ke sekolah baru merupakan tantangan yang besar. Emma mencoba mengumpulkan keberanian dan meyakinkan dirinya bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Saat berjalan menuju gedung sekolah, Emma mulai memperhatikan sesuatu yang aneh. Poster pameran seni yang tampak seharusnya tergantung di dinding sudah terlepas dan berantakan di lantai. Beberapa siswa berlalu-lalang dengan tergesa-gesa dan wajah mereka tampak tegang. Emma merasa ada yang tidak beres di sekolah ini.
Setelah menemui petugas administrasi untuk mendapatkan jadwal pelajaran dan lembaran panduan sekolah, Emma mencari tahu ruang kelasnya yang baru. Tepat saat dia berada di lorong yang sepi, dia mendengar suara aneh yang mirip dengan bisikan. Hati Emma berdebar cepat. Dia memalingkan kepalanya ke sana ke mari, berusaha mencari sumber suara itu, tetapi tidak ada yang bisa dilihatnya. Dia merasa seperti sedang diawasi, tetapi tidak ada siapa pun di sekitarnya.
Ketika akhirnya Emma menemukan ruang kelasnya, dia melihat meja guru yang berantakan dengan tumpukan buku-buku terbuka. Bel pintu berdering tiba-tiba, menggema di seluruh koridor. Semua siswa bergegas memasuki ruang kelas mereka, mengabaikan keadaan yang tidak biasa ini. Tapi Emma merasa ada sesuatu yang sangat salah.
Saat pelajaran dimulai, Emma tidak bisa berkonsentrasi. Pikirannya melayang-layang ke tanda-tanda aneh yang dia perhatikan sejak tiba di sekolah. Dia memutuskan untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi setelah pelajaran selesai.
__ADS_1
Perjalanan Emma dimulai di perpustakaan sekolah. Dia mengambil beberapa buku mengenai sejarah sekolah dan mencari informasi tentang kejadian-kejadian aneh. Emma terkejut menemukan catatan mengenai insiden-insiden misterius yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Namun, tidak ada yang tahu siapa yang bertanggung jawab atau apa yang menjadi penyebabnya.
Emma bertemu dengan seorang siswa lain, Max, yang sepertinya tertarik pada topik yang sama. Max adalah remaja yang cerdas dengan mata yang tajam dan sikap yang tenang. Mereka berdua memutuskan untuk bekerja sama untuk memecahkan misteri ini.
Mereka mulai melakukan penyelidikan di sekitar sekolah. Mereka menelusuri koridor yang sepi, mengamati setiap detail dan mencari petunjuk yang mungkin terlewatkan oleh orang lain. Di sela-sela pencarian mereka, Beberapa siswa melaporkan adanya suara aneh di malam hari dan beberapa bahkan mengaku melihat sosok bayangan misterius berlarian di koridor sekolah.
Di ruang guru, Mr. Anderson duduk di meja kerjanya dengan tumpukan buku dan catatan di sekelilingnya. Wajahnya tampak serius dan berpikir sejenak sebelum akhirnya ia mulai berbicara. Ia menjelaskan bahwa kejadian-kejadian aneh ini memang telah terjadi dalam beberapa bulan terakhir dan sudah memunculkan kekhawatiran di antara para staf sekolah.
"Ada beberapa spekulasi tentang apa yang sebenarnya terjadi," kata Mr. Anderson dengan suara serak. "Beberapa berpikir bahwa sekolah ini dihantui oleh roh-roh penasaran, sementara yang lain percaya bahwa ada seseorang yang sengaja menciptakan kekacauan ini."
__ADS_1
Emma dan Max bertukar pandangan. Mereka semakin yakin bahwa mereka sedang menghadapi misteri yang lebih besar daripada yang mereka perkirakan. Mereka ingin mengetahui siapa atau apa yang berada di balik semua ini dan apa motifnya.
Setelah berbincang dengan Mr. Anderson, Emma dan Max kembali ke perpustakaan untuk melanjutkan penyelidikan mereka. Mereka menggali lebih dalam tentang sejarah sekolah dan mulai mencari kaitan dengan kejadian-kejadian aneh yang terjadi. Mereka menemukan catatan tentang sebuah kecelakaan fatal yang terjadi bertahun-tahun yang lalu di gedung sekolah yang sama. Sejak saat itu, rumor-rumor tentang keberadaan arwah yang gentayangan di sekitar koridor dan ruang kelas mulai muncul.
Saat mereka terus menyelidiki, Emma dan Max mulai menyadari bahwa ada banyak rahasia yang disembunyikan oleh sekolah dan para guru. Mereka bertekad untuk membongkar kebenaran di balik misteri ini dan menghentikan kejadian-kejadian aneh yang terjadi di sekolah mereka.
Bab 1 berakhir dengan Emma dan Max berdiri di luar gedung sekolah saat matahari mulai tenggelam. Mereka bertatap muka dengan tekad yang kuat dan janji untuk terus bekerja sama dalam menemukan kebenaran. Perjalanan mereka dalam memecahkan misteri sekolah baru saja dimulai, dan mereka siap menghadapi tantangan yang menanti di depan.
Emma dan Max memasuki gedung sekolah dengan hati yang penuh semangat. Mereka tidak tahu apa yang akan mereka temukan, tetapi mereka yakin bahwa jawaban dari semua pertanyaan mereka ada di dalam gedung itu.
__ADS_1