TEMAN CINTA KU

TEMAN CINTA KU
6


__ADS_3

Taman dekat danau itu kini benar benar berubah kian indah. Acara promnite yang direncanakan Vino benar benar mewah. Hiasan lampu kecil warna warni juga kian menambah meriah suasana. Disana juga ada sebuah punggung..


“Apa disana dia akan menyatakan cintanya pada Wanda? Ya! Sungguh romantis sekali” ujar Agatha kini duduk di sebuah kursi. Ia mengenakan baju yang di belikan oleh Vino, begitu nampak anggun, dan akan selaras menjadi kian padan bila ia juga tersenyum manis. Tapi ia memilih memasang wajah muram sekarang. Dan itupun juga berlangsung saat pemuda tampan dengan setelan jas menghampirinya. Vino


“Gw kira lu gak bakal datang” ujarnya pada Agatha


Agatha mengangkat wajah.


“Apa itu kalimat yang pas buat say ‘hay’ sama teman?!” kesal Agatha


Vino tersenyum,.


“Senyumlah, lu bakal lebih cantik kalau tersenyum. Itu bakal selaras sama baju yang lu pakai” ujar Vino


Agatha hanya terdiam tak menjawab. Itu tak membuatnya merasa lebih baik sekarang, apalagi mengingat Vino yang akan menembak Wanda


Vino menarik kursi, duduk di samping Agatha


“Dengar, malam ini–”


“Iya iya aku tau!” sahut Agathaa memotong ucapan Vino, sangat paham apa yang ingin ia katakan.


Pandangannya kini tertuju pada perempuan manis dengan dres hitam pendek tanpa lengan yang baru datang. Nampak anggun,


“Itu dia” ujar Agatha


Vino menoleh, ia tersenyum..

__ADS_1


“Cantik” puji Vino


Agatha memicingkan alis.. Menggeleng


“Dia pakai baju yang belum jadi, itu kekurangan bahan” komentar Agatha sekenanya


Vinoo yang mendengar celotehan aneh temannya spontan menoleh..


“Belum jadi?” ulangnya


Agatha mengangguk..


“Atau mungkin itu adalah baju adiknya” jawab Agatha asal


Memang, sedikit terbuka pakaian yang dikenakan Wanda. Begitu drastis terbalik bila dibandingkan dengan dirinya saat ini. Sama sama manis, namun berbeda. (Pikirkan saja itu)


“Dan lagi, Gw rasa dia pake tepung deh.. Tuh putih banget kan?” imbuh Agatha


“Dia emang punya kulit Putih, Agatha!” bela Vino


Agatha mencibir.. Mengerjap malas


kesal.. Ya.. Satu kata itu cukup mewakilkan semua apa yang dirasakan oleh Agatha sekarang.


“Terserah kau mau bilang apa, tapi yang jelas, dia sangat cantik kali ini” ujar Vino


“Gw juga cantik!” seru Agatha

__ADS_1


Vino mengerutkan kening.. Tak biasanya temannya yang satu ini begitu narsis


‘Puk!’


Pukulan pelan kini berhasil Vino daratkan di kening Agatha


“Dasar genit” ujar Vino


Agatha mengembungkan pipinya, mengusap pelan keningnya


“Udah, sekarang lu duduk diem di sini dan lihat bagaimana teman lu yang ganteng ini mengatakan cinta” ujar Vino


Agatha mengerjap malas.. Memalingkan wajah


“Semoga lu di tolak” gumam Agatha lirih


“Agatha gw denger itu!” kesal Vino


Agatha menoleh..


“Yaudah sana!” kesal Agatha


Vino menghela nafas panjang..


“Heuhh.. Baiklah, Vino.. Lakukan yang terbaik,” ujar Vino pada diri nya sendiri,


Ia kini beranjak, berjalan kearah panggung.

__ADS_1


“Dia benar benar serius..” gumam Agatha


__ADS_2