TERANG GELAP

TERANG GELAP
RINDU TAK TERHENTI


__ADS_3

Berkas hati tak terhenti


Pandangan jiwa tak terlihat


Sarat akan nilai hidup


Sarat tak terlihat


Gelap cahaya menembus


Cahaya hilang terbersit hati


Gunda gulana hati terjatuh


Berkas cahaya tersimpan jua


Rasa hati terhenti sesaat


Rasa putus dalam gelap


Jiwa terhempas dalam dilema


Takkan ada rasa suka


Diam terhentikan perkata


Rasa hanya ada saat hening


Tak kala hening tak bersuara


Resah terbawa senja


Tak terhitung waktu berhenti


Takkan ada lagi kata ulang ber awal


Rindu terbawa senja diam


Hitungan waktu henti malam cahaya


Candaku hilang tak terasa terbungkus


Resah tak bersuara dalam hening


Bawah hilang semua rasa sepi


Hening tak berakar jauh


Engkau bawa hilang tak berjejak


Rasa hilang tak memandang rasa


Jika waktu hilang takkan bersu'a


Jua tak bertanya akankan hilang


Serpihan angin tak berbekas


Lautan rindu terhenti


Tak akan adakan cara Kembali


Semua takkan semudah datang


Karakter ubah tak berbakas


Lelah tak berarti berhenti


Laksana embun pagi


Datang menanti mentari


Pertanyaan terlintas datang


Jawaban apa yang pasti


Tak seburuk semenarik hati


Perasaan timbul tanpa izin


Tangisan hilang tak berhenti


Hati terluka akan sebuah luka

__ADS_1


Jarak tak pernah tau akan waktu


Jalan jauh tak tergambar


Perasaan terhenti sejenak


Melodi nada terdengar tenang


Takkan pernah ada rasa suka


Tanpa ada rasa terhanyut waktu


Suara panggilan malam


Bertamu siang tak tau malam


Rasa resah tak kunjung hilang


Tebakkan tak terhenti sejenak


Real dalam melodi terdiam


Beku tak terjalan jauh lagi


Tiap lingkup terdiam sepi


Takkan pernah bisik dalam diam


Dalam diam tak terjamak


Dalam hati terbersit rasa luka


Hati terjawab sudah lelah


Kadang diri terkurung sepi


Setitik embun membasah


Sekali renum dalam hati


Takkan pernah terbayang


Kebimbangan jiwa meronta


Berjuta tanda tanya


Rasa lelah akan jawaban


Mencari tanpa arah


Gelisah tak tentu waktu


Perasaan terbayang terbersit


Akan ada masa hidup terakhir


Akan ada waktu untuk berhenti


Cahaya terang terasa senang


Bercak butiran jiwa tercahaya


Jiwa lepas tak berbentuk


Jalan panjang berhenti sejenak


Gelisah tak berhenti


Jiwa tergambar tak tertebak


Takut akan masa depan


Luka terbuka kembali


Capai senja diam


Hening takkan datangkembali


Suasanan hati tak semanis madu


Gelisah selalu terhepas diam


Bertanya akan nada diam

__ADS_1


Bergejola dalam hening


Tanya terhenti sebentar


Jawaban tak jua ada


Sinar mentari pagi pergi


Pertanyaan akan diri selalu datang


Gelombang tanya ada


Gejolak tak selalu hanyut


Ketawa akan diri


Pembawa luka terhenti


Tega tegak bersuara malam


Bukan luka selalu sama


Deretan hati terluka


Berjalan jauh terbawa angin senja


Gelap terhenti


Langkah jauh terpikir diam


Seru dalam diri terbias


Lepas tak tertahan lagi


Luka terbuka


Paku hati diam terhenti bertanya


Bosan dalam diri tak lepas


Harus kemana langkah


Dalam diam terluka parah


Pikir hancur tak terarah


Sinar terang tergambar


Cakap hati berhenti sejenak


Kosa kata terhenti


Tanpa ada nada pasti


Gejala kecil tak bersuara


Lama jiwa terbalas jua


Menepih hari berlalu jauh


Berhenti sejenak dalam terang bulan


Ratapan jiwa hancur berkeping


Retakan tak bersuara diam


Basah teralikan hati berhenti


perbahasa dalam dilema


Beralasan satu kata


Beralir jalur aliran jiwa


Pergi tak tentu arah kembali


Resah tak kembali lagi


Selesai sudah habis waktu


Untuk sesaat saja diam


Mengabisakan sisa umur

__ADS_1


Dalam dilema hati


__ADS_2