Terjebak Di Dunia Lain ..

Terjebak Di Dunia Lain ..
Keluarga Lou


__ADS_3

An niu berjalan dengan tampang yang lesu dan rumit menuju Lou mansion ..


orang orang di belakangnya tak jauh berbeda ..


tak lama mereka pun sampai dan berdiri di depan rumah mewah yang besar ..


dengan cepat an niu melapor pada seorang penjaga dan mereka pun menuggu untuk di laporkan ..


Tak lama mereka menuggu se orang pelayan datang menyambut mereka ..


" un.. di mana murid tersebut ?? " tanya sang pelayan yang membuat an niu dan kawan kawan berkeringat dingin ..


" itu.. " gugup an niu ..


yang membuat pelayan mengerutkan kening , ia menggelengkan kepalanya sebelum membawa mereka pergi menuju mansion Lou ..


" apa yang harus kita lakukan ?! "


" entahlah .. "


" sudah lah kita , katakan saja apa yang sempurna sarankan "


perdebatan an niu dan kawan kawan sebelum mereka sampai di sebuah aula megah nan megah ..


dapat terlihat di sisi kiri dan kanan sebuah kursi berjajar rapi yang di isi oleh orang orang tua petinggi keluarga Lou dan di ujung kursi kiri dan kanan tepatnya di ujung tengah tampak kursi paling megah yang di duduki oleh pria berkisar 30 an..


" hormat Patriak " and niu dan kawan kawan bersujud ..

__ADS_1


" mmmm , " sang Patriak mengangguk ..


" angkat kepala mu " lanjutnya menatap an niu ..


" rendahan ini tidak berani tuan ku " balas and niu yang di balas anggukan oleh sang Patriak , dengan begitu itu menandakan mereka menyadari tempat mereka ..


" di mana budak yang kau bilang jenius , bisakah aku melihat nya ?? " tanya sang Patriak ..


" deeeg " jantung anda niu berdetak keras saat keringat dingin keluar dengan deras dari tubuhnya . ..


ia pun menceritakan akan kejadian dalam perjalananya menuju kota Giok .. yang membuat sang Patriak mengerutkan kening hingga cerita tentang pendekar pedang yang mereka jumpai dan tentang sang murid yang telah mengakuinya sebagai tuan ..


membuat sang Patriak kini berpikir ..


" bahkan seorang pendekar lepas membawanya sebagai murid , seberapa jenius budak itu "


" Berani mencuri budak keluarga Lou ku , apa ia pikir keluarga Lou tidak memiliki orang orang , kau bilang ia menuju perpustakaan buka .tetua ke 4 pergi jemput ia jika melawan bunuh " perintah sang Patriak dengan cepat di setujui oleh sang tetua ke 4 , ia pun pergi mbawa orang orang nya ..


membuat an niu dan kawan kawan bergetar dalam sujud nya ..


" pergi " sang Patriak melambaikan tangannya yang membuat kelompok an niu pergi dengan cepat ..


" bagai mana menurut kalian tentang ini ?? " Patriak berkata ..dan orang orang sekitarnya mulai mengerutkan kening ..


sebagian orang merasa aneh dan tidak peduli , ' toh itu hanya satu budak , apa yang begitu istimewa , bahkan jika ia mati itu bukan urusan mereka '


namun salah satu tetua berkata

__ADS_1


" saya pribadi berpikir kita harus mendapatkan kembali budak itu Patriak "


" oh ho , kenapa begitu tetua ke 9 " balas sang Patriak dengan senyum tipis di sudut bibirnya ..


" bukan tanpa alasan , jika bahkan kultivator lepas saja menerima ia sebagai murid , itu artinya ia benar benar jenius , dan jika ia benar benar jenius sejati maka itu akan menjadi ke untungkan bagi ke luarga Lo saya , hanya saja " ucap tetua ke 9 terhenti .


" hanya saja ?? " orang orang dan Patriak menatapnya. .


" hanya saja tuanya lah yang menjadi masalahnya " lanjutnya membuat orang orang dan Patriak mulai berpikir .


seperti yang mereka ketahui bahwasanya tuan dari murid budak keluarga Lou ialah se orang kultivator pedang , membuat orang orang di keluarga Lo kini berpikir ...


" lalu Knpa jika dia kultivator pedang ,


meskipun saat ini sangat jarang seorang kultivator di jalan pedang tak mungkin ia selalu kuat orang orang dulu .. paling paling ia hanya berada di prajurit menengah " ucap sang Patriak yang di setujui oleh orang orang ,


karna bukan tanpa alasan mereka berpikir seperti itu , mereka tau jalan pedang sangat sulit dan rumit ..


membuat mereka yakin dengan orang orang yang Lou family punya kultivator pedang tersebut akan menyerah , di tambah latar belakangnya yang seorang kultivator lepas atau tanpa faksi membuat mereka semakin yakin dan yakin ..


hingga sebuah suara terdengar ..


" lapor pada Patriak , tetua ke 4 "


" hemmm , ada apa dengan tetua ke 4 ?? " tanya sang Patriak pada pelayan yang kini berlutut di hadapannya ..


" tetua ke 4 dan anak buahnya telah di kalahkan Patriak " lanjut sang pelayan. membuat orang orang di sekitar terkejut

__ADS_1


" apa..."


__ADS_2