Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran

Ternyata Suamiku Adalah Seorang Pangeran
Episode 252


__ADS_3

Dengan gagah berani orang-orang ini melangkah maju mendekati markas Blood team. Dan tentu saja kali ini mereka tidak akan terjebak lagi ke dalam jebakan yang ada di sana. Sebab Guru Raymon dan apalagi ketua Blood team putih itu tahu jelas bagaimana ciri-ciri tempat yang memiliki jebakan. Jika Zum hanya menghafal letak dari jebakan, beliau malah jauh lebih baik karena mengetahui bagaimana ciri-ciri tempat yang memiliki jebakan.


Satu per satu jebakan yang menghadang mereka hindari dengan sangat sempurna. Tak ada satupun dari jebakan-jebakan itu yang mampu menghadang langkah mereka.


Dan tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama mereka pun tiba di depan pintu masuk markas Blood team hitam.


Semua pengawal dan anggota Blood team dengan jumlah ratusan orang telah bersiaga di sana.


Saat melihat kehadiran orang-orang ini, para pengawal juga anggota Blood team itu mulai mengeluarkan sejata yang mereka miliki. Tak hanya senjata tajam, tapi juga senjata api pastinya.


Anggota Blood team yang memegang senjata api tentu menjadi perhatian tersendiri bagi pihak Elvano. Satu per satu anggota bersenjata inilah yang dijatuhkan oleh mereka dan mereka merebut senjata tersebut dari tangan musuh.


Ya, stragtegi ini diambil agar tidak menghabiskan waktu serta tenaga yang terlalu banyak untuk menghadapi lawan mereka. Karena tujuan mereka saat ini bukanlah untuk mengadu kehebatan melainkan misi penyelamatan.


Satu per satu nyawa berjatuhan bersama dengan ramainya suara yang dihasilkan oleh suara tembakan. Berbagai suara teriakan juga terdengar jelas di telinga. Hingga semua yang berjaga di depan markas berhasil dilumpuhkan, mereka pun menuju masuk ke dalam gerbang yang sudah terbuka lebar itu. Senjata yang ada di tangan kini juga sudah mereka hempaskan karena kehabisan amunisi.


Sementara di dalam gerbang masih menyisahkan puluhan anggota Blood team yang dikenal dengan ilmu beladirinya yang lumayan tinggi.


Sudah pasti sangat banyak tenaga yang akan mereka habiskan untuk melawan orang-orang ini.


Pertandingan baru akan dimulai. Untung saja tadi mereka memlilih langkah yang benar. Setidaknya mereka masih memiliki tenaga yang full untuk melawan orang-orang ini.


Orang-orang dengan ilmu beladiri yang tinggi memang berbeda. Mereka tidak akan main keroyokan. Paling banyak hanya 2 lawan 1 saja jika lawan mereka itu terlalu hebat. Gerakan mereka begitu indah. Kaki dan tangan mereka bergerak indah namun mematikan. Pertarungan yang begitu menegangkan itu berlangsung cukup lama hingga 40 menit lamanya. Satu per satu dari pihak musuh memang sudah lumayan banyak yang berjatuhan, tapi masih saja ada sekitar 10 orang yang kini masih bertahan. Sementara dari pihak Elvano mereka semua terlihat begitu kelelahan. Terutama Elvano dan Guru Raymon.


"Baiklah, sekarang kalian semua menyingkir. Aku yang akan menghadapi mereka semua," ucap Elvano tegas.


Jelas pernyataan Elvano membuat mereka semua terkejut. Elvano tak terlihat baik. Bagaimana bisa dia mengatakan hal ini?


"Biarkan kami membantumu Jeong Shu," bujuk Guru Raymon.


"Tidak, Guru. Murid telah membuat Guru hampir kehilangan kesadaran. Biarkan kali Murid yang menghadapi mereka,"


"Tapi jumlah mereka sangat banyak,"


"Tenang saja Guru, Murid mampu menghadapi ini."


Senyuman indentik dengan kengerian terlihat jelas di wajah The Lion King itu. Sorot matanya yang begitu tajam kembali terlihat. Ketiga pengawal khusus Elvano tentu sudah tahu seperti apa kemampuan Elvano. Mereka sudah melihatnya 3 hari yang lalu. Dan mereka sangat percaya Elvano pasti mampu menumbangkan orang-orang ini dalam sejekap saja. Hanya saja yang mereka takutkan tubuh Elvano akan kembali tumbang setelahnya.

__ADS_1


Dengan gagah berani Elvano melangkah maju. Sosok iblis yang mengoyakkan jiwa, bagaikan singa yang bersiap menerkam mangsa, tubuhnya yang tiba-tiba saja bercahaya silau membuat Guru Raymon dan laki-laki dewasa dengan predikat Paman Guru itu begitu terkejut. Inilah generasi keempat. Generasi pemilik pedang Elang emas itu.


Guru Raymon dan Paman Guru itu saling melempar pandangan satu sama lain. Lalu kembali menyaksikan tubuh penuh kesilauan itu. Tubuh yang hampir menyurutkan api. Satu per satu korban berjatuhan di tangannya. Setinggi apapun ilmu orang itu, mereka sama sekali bukanlah lawannya.


Dan akhirnya Guru Raymon pun baru tersadar, kenapa Elvano bisa tak sadarkan diri hingga 3 hari lamanya sebelum ini. Dia sangat yakin, pasti Elvano telah mengeluarkan sisi iblisnya sebelum ini.


"Rein, aku ingin bertanya pada kalian, Apa kalian pernah melihat Jeong Shu melakukan ini sebelumnya?" tanyanya kemudian.


Rein yang sebelumnya sedang menatap ke arah Elvano sedikit tersentak mendengar suara Guru Raymon yang tiba-tiba memanggilnya.


"I-iiya Guru. Beberapa hari yang lalu saat akan keluar dari tempat ini Tuan Muda memang sempat mengeluarkan jurus ini," jelas Rein.


"Apa setelah itu dia pingsan tak sadarkan diri?"


Pertanyaan kedua yang diajukan oleh Guru Raymon membuat mereka semua menoleh ke arahnya.


"Iya Guru. Tuan Muda memang tak sadarkan diri setelah itu. Apakah .... "


Tiba-tiba saja suara Rein tercekat. Tak hanya Rein, mereka semua yang ada di sana membulatkan mata mereka seketika. Yang mereka pikirkan saat ini adalah sama. Elvano pingsan setelah menggunakan ilmu itu. Yang artinya ilmu tersebut pasti sangat membahayakan dirinya.


Ya, memang inilah efeknya. Jika kondisi dirinya baik, Elvano tidak akan kenapa-kenapa. Namun jika kondisinya lemah, tubuh itu tak akan mampu untuk bertahan. Tak hanya pingsan saja, bahkan lebih dari itu. Bisa saja jiwanya melayang seperti yang terjadi pada generasi ke 3 yang meninggal usai mengeluarkan ilmu tersebut.


Pada saat mereka menoleh kembali ke arah area pertandingan, semua korban memang sudah berjatuhan. Namun tubuh Elvano masih saja bercahaya. Ternyata Elvano masih mempertahankan ini. Lalu diangkatnya satu tubuh yang masih bernyawa,


"Katakan padaku, dimana istriku?" tanya Elvano lantang.


Hahahaha


"Istrimu ada di sini Tuan Muda Elvano Setiono. Tak hanya Istrimu saja, Adik kecilmu pun ada bersamaku."


Hahahaha


Elvano sontak terkejut mendengar ini. Suara itu bukan berasal dari mulut orang yang ia tanyakan, melainkan jauh di depan sana yang memang terlihat seorang laki-laki sedang membawa 2 orang di sisi kanan dan kirinya datang mendekati Elvano.


Ternyata Flo juga ikut disekap oleh mereka. Bagaimana itu bisa terjadi? Sungguh semua ini di luar pikiran Elvano.


Terlihat Cheril yang belum sadarkan diri tersungkur lemas di bawah lantai. Tubuhnya diseret bagaikan sesosok mayat tak bernyawa. Sedangkan Flo hanya diikat tangannya.

__ADS_1


"Kakak .... " Flo meneriaki Elvano.


"Tenang Flo, Kakak akan membebaskan kalian,"


"Hei, Kau apakan isriku?" teriak Elvano dengan suara kuat.


Raut kecemasan dan kemarahan bercampur menjadi satu saat melihat tubuh Cheril terkulai lemas tak berdaya. Jikapun dia tidak dapat melihat wajah itu, Elvano tetap saja dapat mengenali dengan baik wanita miliknya. Tubuh bercahaya itu masih tetap mennyurut malah semakin mengerikan. Namun entah kenapa pimpinan Blood team tersebut tak terlihat takut sedikitpun.


Hahahaha


"Dia hanya pingsan saja. Cepat serahkan peta itu padaku. Jika tidak, aku akan sungguh-sungguh melenyapkan wanita ini serta adikkmu ini."


Usai meletakkan tubuh Cheril di bawah lantai, Pemimpin Blood team hitam yang dikenal sebagai nama Antonio Dawood itu mengeluarkan senjata apinya dari dalam saku jasnya. Dan menodongkan itu pada Flo dan Cheril secara bergantian.


Antonio Dawood bukanlah lawan yang mudah. Kemampuannya memang tidak bisa diragukan lagi. Di dunia mafia, Blood team cukup memiliki nama. Beberapa kelompok mafia yang tidak begitu hebat sama sekali tak memiliki keberanian mencari masalah dengan kelompok ini.


Lalu apakah Elvano merasa takut akan ancaman ini? Jawabannya adalah tidak. Kecemasan memang ada, tapi jiwa melankolisnya seakan terbang entah kemana membuat dirinya tak merasa takut sama sekali. Sungguh tak menyerupai seorang Elvano yang biasanya akan sangat mengkhawatirkan keselamatan Cherilnya.


Dengan langkah gagah nan berani Elvano melangkah penuh keyakinan. Semakin mendekat dan mendekat.


"Hei, aku akan menembak istrimu jika kau masih terus maju. Berhenti di sana dan serahkan peta itu. AKu juga akan menyerahkan kedua orang ini padamu," tawar Antonio Dawood.


Elvano sama sekali tak memperdulikan apa kata pemimpin Blood team hitam ini. Yang ada dia hanya terus berjalan maju.


PENG! PENG!


2 kali tembakan diarahkan oleh Antonio ke arah Elvano, Flo begitu ketakutan mendengar suara tembakan itu. Sementara beberapa orang yang datang bersama Elvano, mereka tak merasa ketakutan seperti Flo, hanya saja sedikit tersentak karena suara keras itu.


Apa yang terjadi sungguh membuat Antonio bergetar. Elvano berhasil menangkal amunisi yang ia lepaskan dengan menggunakan mulutnya.


Begitupun dari kejauhan mereka yang sedang menyaksikan itu begitu terperangah.


Kemampuan Elvano membuat mereka semua terpana. Ternyata ilmu yang satu ini memang sangat luar biasa. Pantas saja semua orang mengincar pedang yang ada di pulau itu. Mereka masih mengira dengan memiliki pedang itu, meraka akan menjadi sangat hebat seperti Elvano saat ini. Padahal rumor tersebut sungguh menyesatkan. Bukan pedang itu yang membuat seseorang menjadi hebat, melainkan orang yang dikaruniai ilmu yang terkenal sangat hebat inilah pemilik pedang itu. Sebab hanya mereka yang dapat mengendalikan sisi iblis dari pedang tersebut, bukan pedang itu yang menguasai pemiliknya.


Sesaat kemudian, semua mata tertuju pada Antonio yang mengeluarkan pedang legendaris ini dari ballik punggungnya.


"Bagaimana dia bisa memiliki pedang itu?" Guru Raymon terlihat cukup kaget melihat pedang yang harusnya menjadi pemilik Elvano saat ini sedang dipegang oleh seorang Antonio Dawood.

__ADS_1


Ya, Blood team hitam berhasil membuntuti keempat orang yang diutus oleh Guru Raymon menuju pulau rahasia itu sejak 2 hari yang lalu. Antonio yang mengetahui tentang menawar racun pada tubuh Valen hanya dapat ditemukan di sana mengutus beberapa orang membuntuti mereka. Salah satu mereka berhasil mencabut pedang itu, Tapi segera ia hempaskan kedalam sebuah sarung pedang yang ada disana pada saat merasakan ada sesuatu yang hendak menguasai dirinya, lalu membawa pedang itu kembali pada Antonio.


Antonio memang sudah memiliki pedang Elang Emas ini, tapi tidak dengan teratai abadi. Karena pengawal yang ia kirim tidak dapat menemukannya. Karena inilah dia masih menginginkan peta itu. Dia sangat menginginkan kedua benda ini supaya dapat menguasai dunia. Dan hal inilah yang menjadi tujuan semua orang yang ingin memiliki kedua benda ini. Termasuk ayah Tika yang bahkan hanya merupakan orang awam tanpa mengerti akan dunia mafia.


__ADS_2