Terpaksa Melepaskan Dia

Terpaksa Melepaskan Dia
suasana minggu pagi di asrama


__ADS_3

Aku baru sadar ini malam minggu, artinya ini malam minggu pertama ku di asrama.Lebih tepatnya malam minggu ku pertama bersama seorang pria


"cha, boleh aku meminta nomor ponsel.mu?" tanya ree sambil menatap ku


"tidak! jawab ku


"kenala cha? ada yg salah dengan ku?" tanya ree


" mungkin lain kali ya ree" aku buru-buru menghabiskan burger ku, dan citra sepertinya udh mulai bosan dengan pembicaraan kami berdua antara aku dan ree.


"aku rasa udh waktunya kita kembali ke asrama cha" ujar citra sambil menarik tangan ku


aku dan citra pun menyebrang dan meninggalkan ree yang hanya bisa melihat ku dan tersenyum


sesampai dikamar citra memilih untuk tidur,sedangkan aku masih terbayang dengan genggaman tangan ree.


"Kenapa tidak aku berikan saja nomor ku padanya" ucap ku dalam hati. bodohh nya aku ya ampun segugup itukah aku?


oiaa aku teringat dengan surat yang ada di binder ku, dari pada aku mager lagi lebih baik aku naca saja surat itu. aku mulai penasaran dengan surat itu.


"ICHA ICHA ICHA


menyebut nama mu saja sudah membuat ku merasa lebih baik"


aku hanya tersenyum ketika melihat isi surat tersebut.Mmhhh...kenapa yang ada dipikiran ku ree?dan kenapa aku merasa ree yang menulis surat ini?


sudah lah, masih ada hari esok.mataku mulai tidak bisa diajak kerjasama.


selamat tidur pria hitam "ree"


Minggu pagi, selesai shubuh aku dan citra memilih untuk berlari-lari kecil mengelilingi asrama. Mahasiswi kesehatan harus hidup dengan pola sehat bukan?hehehe....


" udah dulu yaa cha,aku mulai lelah tubuhku tidak semungil tubuh mu" ujar citra sambil menghela napas.terlihat sekali wajah citra mulai lelah karena memang postur tubuhnya sedikit lebih berisi dibanding aku.

__ADS_1


"ohh oke baikalah, kita duduk di taman depan gimana?" tanya ku


" mari, " jawab citra sembari berjalan santai dan aku berlari kecil.


lagi-lagi aku melihat sosok ree di taman dengan seorang wanita. ini yang membuat ku belum mau mengenal dia lebih jauh. Aku belum pernah di kecewakan seorang pria,tapi aku tau bagaimana rasanya. dan aku berharap itu tidak terjadi padaku.


diam-diam aku melirik terus ke arah ree dan wanita itu.


"lihat siapa sih cha?" tanya citra padaku dan dia mulai mengikuti arah mataku melirik


" ohh reza yang kemarin malam sama kita kan itu?" tanya citra


"iyaaa, siapa yaa wanita itu"? lu kenal gak cit?" tanya ku semakin penasaran


" sepertinya bukan satu leting/angkatan kita sih cha, kakak kelas maybe" ujar citra


aku hanya tersenyum tapi tetap melirik kearah mereka.


kami pun kembali ke asrama, untuk sarapan.


sarapan hari ini ada dua menu nasi goreng dan bubur ayam. aku tidak suka bubur akhirnya aku memilih nasi goreng.citra juga memilih nasi goreng.kami pun memilih duduk di pojok sudut dekat jendela.


tidak lama di depan kami ada segerombolan kakak senior yang akan makan.karena kami junior kami pun mengalah untuk segera bergeser dari hadapan mereka.


tapii...tunggu salah satu diantara mereka seperti nya tidak asing.ohh iyaaa apakah dia wanita yang sering aku lihat bersama ree??


aku memberi kode kepada citra,mengisyaratkan wanita itu bukan kah yang bersama ree tadi?


akhirnya kami mengambil posisi duduk lebih ke arah depan.aku masih saja melihat sesekali ke arah belakang tempat wanita atau kakak senior yang bersama ree belakangan ini.


lagi asik nya menikmati nasi goreng, seorang wanita menghampiri kami.


yaaa tak lain dan tak bukan dia wanita yang bersama ree tadi. senior kami....

__ADS_1


" Siswa baru ya dek"? ujar wanita ini


"ehh iyaa kak,maaf kak. ada apa ya tanya ku?"


"gua perhatikan dari tadi lu melirik terus ke arah kami"? Merasa terusir kah kalian kami datang"? suara wanita ini mulai lantang.


"maaf kak," jawab ku...bukan apa-apa


aku pun menarik tangan citra dan bergegas meninggalkan ruang makan.


"apaan sih lu cha,masaaa gitu aja nyali lu langsung ciut?"kita kan hanya makan, ge er banget si kakak itu perasaan banget lu liatin.lagian eluu sih apaan liatin-liatin dia ge er kan jadi nya" ujar citra sambil memonyongkan bibirnya.


"ya maaf, cuma aku malas aja cari ribut cit kita anak baru disini paham kan?"


citra hanya mengangguk dan seketika pergi meninggalkan kamar ntah kemana.


deeeerrrrrrtttt.....derrrrrttt......derrrrtttt....


hp ku bergetar, ada panggilan masuk dengan nomor yang sama kemarin sore.


"iya hallo,siapa disana"?


"icha, alhamdulillah aku masih bisa mendengar suaramu" jawab sang pria misterius dari tlpn nya.


"kamu siapaa? lebih baik jangan iseng dong" aku mulai kesal


"sudah baca surat ku cha" tanya pria ini


"jam 2 siang temui aku di taman asrama ya"


tuuuttt...tuuutt...lagi-lagi telpon nya terputus


kali ini aku harus bisa jumpa dengan pria misterius ini.

__ADS_1


Tidak mungkin ini ree, sedangkan ree masih menanyakan nomor hp ku bagaimana mungkin dia yg ada di tlpn itu?


__ADS_2