
Di tempat sebuah taman ada seorang gadis dengan wajah yang muram, sedih, seperti tidak semangat untuk hidup, gadis itu bernama AISYAH AYUDIA INARA perempuan yang baik, cantik, pintar, berkharisma, rendah hati, dan tidak sombong.
Duduk di sebuah taman bunga di dekat kampus tempat menuntut ilmunya sambil memikirkan tentang permasalahan dengan tunangannya yang ketahuan selingkuh.
apa salah ku?, sampai berbuat setega itu padaku?, padahal aku selalu setia dan memahaminya , jika ada salah mengapa tidak berbicara bukan kah sebuah hubungan itu saling terbuka agar saling mengerti batinnya. di ucap di dalam hati menanyakan pada diri sendiri.
Sampai-sampai dia tidak mengetahui jika ada sahabatnya yang menegurnya.
Syah.. ucap sahabatnya yang bernama aqila shefha anizila
Syah....
Aisyah....
Aisyah.... ucap mereka berdua
Di panggil lagi berapa kali namun tidak ada jawabannya sahabatnya pun saling pandang
Aisyah kenapanya?, tidak seperti biasanya... Ucap sahabatnya nada afifah nur az-zahra dengan keheranan.
Qila pun mengnyerhitkan dahinya karna kebingungan, aku juga nggak tau kenapa... Ucap qila sambil berpikir ada apa dengan sahabatnya tidak seperti biasanya
Yasudah kita tegur sambil penggang bahunya siapa tau lagi ada masalah, nggak biasanya dia kayak gitu..ucap qila yang keheranan di balas dengan anggungkan nada.
Aku harus berbicara dengan mas rasyhid dengan semua ini namun aku juga harus punya bukti agar aku nggak di kira nuduh dan tidak gampang untuk di bohongi, kamu harus kuat aisyah semangat mana aisyah yang nggak gampang melow , batinya dengan penuh kenyakinan, lantang dengan mengucapkan dii dalam hati dan menyemangati diri sendiri sambil tersenyum.
Di saat sahabat-sahabatnya ingin menegur lagi di kejutkan oleh aisyah yang tersenyum sendiri mereka saling pandang sambil menganggukan seperti menemukan sebuah ide.
Satu, dua, tiga byuuuurrrrrrrrrrrr air membasahi aisyah sambil sahabat-sahabatnya membaca surat ayat kursi agar syaiton-syaiton tidak menganggu pikir mereka.
Astaghfirullah hal'adzim, apa yang kalian lakukan?.. ucap aisyah yang terkejut dengan tindakan sahabat-sahabatnya itu.
Mereka hanya menatap aisyah dengan serius tanpa berkedip.
__ADS_1
Kalian kenapa?, bukannya minta maaf malah natap kayak gitu... Ucap ketus aisyah sambil membersihkan mukanya yang terkena air.
Sepertinya aisyah sudah sadar batin mereka.
Habisnya elu syah di panggil-panggil nggak jawab terus kita mau penggang bahu elu malah kita yang terkejut, elu senyum-senyum sendiri kita pikir elu kerasukan yasudah kita siram ajah sambil berdo'a ayat kursi masih mending ayat kursi coba kalau surat nyasin.. ucap santai qila yang tidak merasakan dosa.
Iya betul harusnya elu bangga punya sahabat kayak kita.. ucap nada dengan kebanggaan kecerdikannya.
Ya nggak harus kayak gitu juga kali, astaqhfirullah.. ucap aisyah masih dengan nada keselnya.
Ya ya ya maaf, maaf aisyah yang cantik.. Ucap mereka yang tidak mau aisyah kesel berselanjutan karna mengingat masalah apa yang ada di aisyah, kekhawatirannya lebih besar di banding permasalahan ini...
aisyah menjawab dengan mendengus kesal.
akhirnya nada pun yang pertama berbicara agar cepat melupakan hal yang tidak terlalu penting, dan mereka juga ingin tau karna dalam persahabatan ini harus saling membantu satu sama lain sebisanya dan selalu bersama dalam suka maupun duka jadi tidak boleh harus di tutup-tutupi kecuali memang di haruskan.
Elu kenapa syah?... ucap nada dengan kekhawatiran..
iyah syah, nggak seperti biasanya lu.. ucap qila dengan kekepoannya yang di liputi dengan rasa khawatirannya
Tadi gw liat mas rasyhid bersama wanita lain.. ucap aisyah dengan menatap kosong
mereka sudah menduganya pasti ada yang tidak beres dengan aisyah.
kok bisa syah?, mungkin itu temen kerjanya kali.. ucap santai qila agar tidak membuat aisyah terlalu cemas..
Iyah syah kan bukannya kalian sudah tunangan, yang gw lihat elu kayaknya nggak ada masalah deh harmonis-harmonis aja.. Ucap nada dengan kenyakinan.
Yah itu yang gw pikirkan, kenapa bisa? ucap aisyah berbicara dengan kata ambigunya
mereka hanya keheranan dengan ucapan aisyah karna merka tidak tahu akar permasalahannya.
Syah dalam hubungan bukannya harus saling percaya satu sama lain, dan saling terbuka agar tidak salah jalan jika kita memilih keputusan.. ucap qila dengan kebijakannyah
__ADS_1
Tumben otak elu encer.. Ucap nada dengan keejekannya.
Yeeeyy gini-gini gw juga punya otak yang berguna buat masa depan gw.. ucap qila dengan kebanggaan otaknya sambil bersenyum puas di bales dengan acuhnya nada, aisyah hanya tersenyum dengan sikap teman-temanya.
Yuk kita ke kantin, gw lapar.. ucap aisyah yang kelaparan karna belum makan sejak tadi berangkat ke kampus.
Ehh syah elu belum jawab pertanyaan kita ucap nada dengan kekepoan tingkat dewa dengan di bales anggungkan qila.
Nanti ajah, gw lapar belum makan dari pagi.. ucap aisyah yang memang benar belum makan
sahabatnya hanya menjawab dengan mengdengus kesal, dan mereka bertiganya berjalan ke arah kantin yang meraka tuju, ketika sudah sampai di kanti mereka bertemu dengan seorang perempuan yang memang tidak menyukai mereka karna kecantikannya terutama dengan aisyah yang tidak ada yang bisa mengalahkan kecantikan natural aisyah di sekitar kampus itu.
Ehhh yang lagi di khianati tunanganya muncul juga.. ucap sinis nabila zera putri sambil menatap aisyah yang memang tidak menyukai aisyah.
aisyah hanya diam saja yang memang sudah tau bahwa dialah orang yang menjadi selingkuhan tunangan.
sahabatnya begitu geram mendengarnya apalagi aisyah yang hanya diam saja tidak menanggapi perkataan wanita yang tidak tau malu itu.
Eh elu kalau mau bicara di jaga dong... Ucap ketus nada yang memang tidak suka.
Yah emang bener kok, tanya aja sama sahabat jelek elu... Ucap ketus nabila dengan kesinisnya.
mereka tidak terima aisyah di perlakukan semena-mena dengan perempuan yang tidak tau diri itu.
Di rumah elu ada kaca nggak? ucap tanya qila dengan keseriusannya.
Punya emang kenapa?, asal elu tau gw punya kaca keluarran luar negri jadi elu pada pasti nggak akan punya kayak punya gw... Ucap nabila dengan ke sombongannya.
Kalau elu punya yang berkualitas bagus mengapa elu nggak sadar diri, nyebut sahabat gw jelek muka sudah kayak tepung terigu , itu bibir pakai liptik sekilo apa?, merah banget kayak wanita yang nggak tau malu ajah.. ucap Qila dengan senyum keejekannya, di tertawakan dengan teman-teman sekampusnyah, aisyah hanya diam saja sambil mengisyaratkan diam karna memang aisyah orangnya tidak terlalu peduli dengan hal itu yang penting dirinya tidak seperti itu dan sudah tau, tapi sahabat-sahabatnya tidak mau tinggal diam.
iya lu ngaca dong kalau elu punya, bukannya elu sama aisyah lebih cantikan aisyah di banding elu yang seperti kosmetik berjalan.. ucap nada dengan keemosiannya.
Kau... ` ucap ngantung nabila sambil tunjuk jarinya dengan geram penuh dengan kemosian.
__ADS_1
apa?... ucap nada dengan keketusan dan kegalakkannya. aisyah hanya menggeleng-geleng kepala karna kegalakan sahabat-sahabatnya.
Nabila pun pergi meninggalkan tempat itu menahan malu karna ejekannya dan tawaan teman-temannya sambil menatap aisyah dengan penuh kebenciannya, aisyah yang di tatap hanya tersenyum keindahanyah mungkin di pikirnya senyum keejekannya.