Tetangga Ko' Gitu?!

Tetangga Ko' Gitu?!
SEBUAH KEPUTUSAN


__ADS_3

Jam makan siang sudah berlalu. Kini gue, Salwa, A Galih dan tentunya Bu Desi selaku ketua tim sudah berkumpul di ruang meeting dan menunggu VIP datang. Beberapa menit menunggu, pintu dibuka oleh Direktur bersama seseorang yang berpakaian santai. Gue tebak sih ini VIP nya.


Gue sebagai pecinta orang ganteng engga mungkin melewatkan pemandangan yang indah ini begitu saja. Gue sampe dibuat bengong sama VIP ini karena saking terpesonanya gue dengan ini VIP. Tahu engga, gue ngeliat VIP ini bak model berjalan, dengan postur tubuh serta wajah yang membuat kaum hawa engga cukup untuk menengok sekali. Ditambah mukanya itu kayak perpaduan china indonesia gitu, jadi__ ah pokoknya engga bosen gue ngeliatnya juga.


Sadar Nara Sadar!!! Awalnya Adzi juga gitu kan? Engga cukup buat ditengok sekali, tapi nyatanya apa? Malah bohongin diri lo sendiri. Ucap batin gue menyadarkan. Dan tentu saja seketika gue langsung sadar.


Saat gue ngeliat kesamping ke arah Salwa dia juga sama terpesona nya dengan VIP ini.


"Salwa sadar anjir!" Bisik gue sama Salwa yang sedari tadi masih bengong melihat pemandangan indah didepan ini.


Bukannya sadar, ini anak malah diem terus seakan engga dengar apa yang gue ucapkan barusan. Gue juga engga menampik VIP ini emang beneran ganteng, tapi ya gue juga engga sampe segitunya juga kali.


Untuk menyadarkan Salwa, terpaksa gue harus nginjek kakinya. Tapi bukannya langsung sadar, ini malah bikin malu.


"Anjir sakit Nara!" Kata Salwa dengan suara lumayan keras sampe-sampe semua orang yang ada diruangan ini melihat ke arah gue sama Salwa. Bu Desi melotot ke arah gue sama Salwa, tanda dia nyuruh kita berdua jaga sikap.


"Ada apa Salwa Nara?" Tanya Pak Dirut(Direktur).


"Ah engga Pak, ini tadi kayaknya Salwa kurang fokus aja jadi saya mencoba membalikan kesadarannya supaya fokus." Jawab gue dengan tidak enak hati. Sedangkan Salwa malah nyengir sambil garuk tengkuk yang gue tebak sih engga gatal.


"Oke. Jadi begini, disini kita kedatangan perwakilan dari keluarga Hutomo yang sudah pesan di Berlian Mulya." Kata Pak Dirut.


"Namanya Bapak Antonio." Lanjutnya sambil memperkenalkan VIP. Dan respon VIP cuman senyum sekilas.


"Sebelumnya saya selaku Direktur di Berlian Mulya, mengucapkan selamat atas tim 4 yang sudah terpilih desainnya oleh keluarga Hutomo. Untuk mengapresiasi kinerja tim 4 yang bagus ini, keluarga Hutomo akan memberikan sedikit reward yang akan diterima oleh tim 4. Dan juga perusahaan pun akan memberikan reward tambahan lainnya."


"Dipersilahkan Pak untuk menyampaikan langsung kepada tim 4 kami."


"Baik, terimakasih atas waktunya Pak. Sebelumnya jangan panggil saya 'Bapak' juga tidak masalah. Panggil saja saya Koh Anton karena sepertinya umur saya juga tidak beda jauh dengan tim 4 ini." Katanya sambil sedikit tertawa.


Humor juga ternyata.


"Saya juga berterimakasih kepada tim 4 karena sudah memberikan desain perhiasan yang benar-benar adik saya inginkan. Sehingga nantinya perhiasannya akan dipakai oleh adik saya saat menikah nanti."

__ADS_1


Oh berarti ini anak pertamanya yang ditulis di berita itu.


"Saya tahu kalian sudah berjuang untuk membuat desain yang tidak mudah. Mungkin pada saat pembuatan desainnya pun kalian sampai harus rela lembur supaya mendapatkan hasil desain yang memuaskan."


Pengertian sekali Koh Anton ini.


"Dan sekarang terbukti dari usaha tim 4 ini sudah menghasilkan desain yang diinginkan. Maka dari itu, saya selaku perwakilan dari keluarga Hutomo akan memberikan sedikit reward untuk tim 4 karena sudah bekerja keras."


Koh Anton tarik nafas sebentar lalu menghembuskannya.


"Kami keluarga Hutomo akan memberikan reward berupa trip ke Lombok selama 2 hari. Saya juga sudah berdiskusi dengan Pak Direktur untuk trip ke Lombok nya akan di dilaksanakan pada weekend mendatang. Atau tim 4 memiliki usulan lain terkait waktunya?"


Gue diam dan mikir apa weekend ini gue ada acara atau engganya. Tapi kayaknya engga sih.


"Kalo saya pribadi sebagai ketua dari tim 4 setuju dengan waktu nya pada weekend mendatang Koh." Kata Bu Desi setuju.


"Saya juga setuju Koh. Trip nya di laksanakan weekend mendatang aja. Udah lama juga engga nge trip, haha." Salwa ikutan setuju.


Gue menimang sebentar. Tapi kayaknya bagus juga sih kalo trip nya weekend ini. Supaya gue bisa menghindar juga dari Mas Dikta.


"Oke, saya juga setuju." Ucap gue.


"Tadinya weekend ini saya engga bisa sih. Tapi berhubung semua tim sudah setuju, jadi saya ikut aja lah Koh." Kata A Galih.


"Baik, berarti sudah diputuskan reward dari keluarga Hutomo akan dilaksanakan weekend ini."


Koh Anton lihat jam dipergelangan tangan nya sebentar.


Persis tipe orang kaya yang selalu sibuk.


"Saya rasa hanya itu saja yang saya sampaikan. Terimakasih untuk waktunya ditengah kesibukan yang dijalani Pak Direktur dan tim 4. Untuk semua persiapannya nanti akan diatur oleh sekretaris saya."


Koh Anton berdiri lalu berjabat tangan dengan Pak Direktur. Gue dan tim 4 langsung ikut berjabat tangan sebagai tanda terimakasih juga udah dikasih reward berupa trip ke Lombok.

__ADS_1


Setelah Koh Anton dan Direktur keluar dari ruangan meeting, Salwa langsung mulai heboh aja.


"Tuhkan apa gue bilang. Kita dapet trip ke Lombok." Katanya dengan kesenengan.


"Iya-iya Wa. Bener deh apa praduga lo." Jawab Gue.


"Jangan lupa kalian jaga kesehatannya, supaya weekend ini kita jadi berangkat ya." Pesan Bu Desi sama kita semua.


"Siap buu." Jawab gue, Salwa, A Galih serempak.


...****...


Sudah beberapa hari berlalu setelah tim gue dikabarkan menang dan dapat reward dari VIP. Sudah beberapa hari juga gue selalu menghindar dari Mas Dikta. Karena sampe sekarang keadaan jantung gue yang masih belum aman kalo ada Mas Dikta.


Gue engga tahu apa Mas Dikta sadar atau engga kalo gue akhir-akhir ini lagi mengindari dirinya. Tapi kalo dipikir-pikir kayaknya sih dia sadar. Soalnya kemarin aja waktu dia minta tolong ke gue, dengan segera gue ngejawab kalo gue lagi engga bisa, lagi sibuk sama kerjaan. Dan setelah gue ngejawab kayak gitu, dia malah diam engga ngomong apa-apa dan malah ngeliatin gue kayak yang rada aneh gitu terus langsung pergi gitu aja.


Ah bodo amatlah mau dia sadar mau engga, yang penting sekarang nikmatin aja liburan ke Lombok nya. Lupain dulu semua masalah yang terjadi akhir-akhir ini.


Hari H tiba. Gue sudah riweuh ini itu takutnya ada yang belum ke packing. Gue absen satu persatu, kayaknya sih udah lengkap semua.


Okey tarik nafas, buang nafas. Lombok i'm coming!!!.


Gue dan tim 4 berangkat ke Lombok naik pesawat. Dan tahu engga, ternyata Koh Anton juga ikut ke Lombok. Bilangnya sih mau ada kerjaan juga disana. Engga. Bukan gue yang nanya langsung ke Koh Anton nya. Tapi Salwa yang nanya sendiri sama orangnya. Berani banget ya dia nanya langsung sama Koh Anton.


Eh tapi kayaknya Salwa emang beneran suka deh sama Koh Anton, soalnya waktu tahu Koh Anton ikut juga ke Lombok, dia kayak yang sumringah gitu. Ya meskipun bilangnya karena ada kerjaan juga di Lombok nya. Tapi gue ngebiarin aja Salwa happy kayak gitu. Bukan ranah gue juga buat ngelarang kalo dia suka sama Koh Anton atau engga nya.


Meskipun liburan ke Lombok ini cuman 2 hari, tapi baru hari pertama aja gue sangat menikmati. Apalagi destinasi nya ke pantai. Asli gue suka banget.


Ditepi pantai gue merenung mencoba untuk mencari solusi atas apa yang menimpa gue belakangan ini. Entah jawaban darimana, hati gue malah merasa kalo gue udah beneran jatuh cinta sama Mas Dikta. Padahal jujur ya, gue udah mencoba menepis apa yang gue rasain, tapi hati gue malah seolah menjawab kalo gue emang udah cinta sama Mas Dikta.


"Apa ini emang ini jawabannya?" Gue menghela nafas dan bermonolog.


°°°

__ADS_1


__ADS_2