
" ya elah VER apartemen gua tuh nggak kecil -kecil amat, tinggal satu apartemen naja Napa" seru Jennie
di sisi lain terlihat dosen baru yang tadi pagi yang bernama Eren itu tinggal di samping apartemen Jennie
" Ver duluan aja, saya beli dulu beberapa cemilan "
ucap Jennie
" oke deh Jenn, tolong beliin sponge ya dua rasa satu rasa coklat, satu strawbery "
" iya oke VER " seru Jennie
Vera masuk apartemen Jennie dan beristirahat, namun apartemen sebelah selalu berisik, hingga Vera pura- pura lewat di depan apartemen sebelah.
" eh kok banyak barang di luar, tadi nggak ada"
gumam Vera, tak lama Eren keluar dari apartemen itu membawa alat pembersih debu di tangannya, Vera pun refleks memanggil pak dosen
" pak dosen "
" ah iya, kamu salah satu murid di universitas xx "
" iya " seru Vera
" kamu tinggal di apartemen sini juga ?"
tanya Eren
" MMM nggak saya lagi nginap di apartemen temen "
" kalo di rumah panggil aja kak Eren rasanya terasa jadi tua kalo di panggil pak dosen, kita aja cuma beda tiga tahun "
" hah apa " seru Vera yang bingung sama apa yang di katakan Eren secara tiba- tiba
" yaudah saya duluan ya, saya mau lanjutin beresin apartemen " ucap Eren sambil pergi dengan senyum yang sangat indah di wajahnya
" saya bantuin boleh pak, eh kak " ucap Vera
" iya boleh, tapi ganggu nggak takutnya ngerepotin gitu "
" nggak kok kak, tapi ini nggak apa- apa ya manggil kakak "
" nggak apa- apa, kan saya yang minta kita cuma beda tiga tahun "
" emang kak Eren tau umur Vera berapa, maen bilang aja beda tiga tahun "
" 22 tahun " ucap Eren
" salah " seru Vera sambil menyimpangkan tangannya
" lalu berapa ?"
" 21 " seru Vera
" selain wajah kamu yang sedikit mirip…… umur kamu juga mirip……… " ucap Eren dengan suara pelan dan tatapan mata yang sedih seakan kehilangan seseorang yang sangat berharga
" hah apa ? ngomong apaan si kakak" seru Vera yang pura- pura tidak mendengarnya
" ah bukan apa- apa " seru Eren dengan senyum yang agak sedikit bingung untuk di ekspresikan dan memalingkan wajahnya lalu berbalik dan berjalan dengan perlahan
__ADS_1
Vera masuk dan membantu Eren membersihkan apartemennya lalu tak lama kemudian Jennie datang sambil berteriak di depan apartemennya
" ver! ver! Vera! Vera Lo di mana? "
teriak Jennie dengan resah seperti teriakan seorang ibu yang khawatir kepada anaknya
" kayak suara Jennie " ucap Vera yang sedang membantu membereskan apartemen dosen Eren
" temen kamu ya ? samperin aja dulu sono, teriakannya nggak enak di denger bikin gendang telinga saya rusak " ucap Eren
" hmm iya kak " seru Vera dengan rasa kurang nyaman
" Jenn kemari! saya di sini Jenn di apartemen sebelah " teriak Vera
" apartemen sebelah ?" gumam Jennie sambil berjalan ke apartemen sebelah
" Ver Lo lagi ngapain di sini ? siapa yang pindah ke sini Ver ?" tanya Jennie
" itu loh dosen baru yang ngajarin kita seni tadi pagi "
" dosen baru ? yang mana sih ver? " tanya Jennie
" udah mulai ni, kumat lagi ni orang, aduh otak kamu itu apaan sih mudah banget lupa " ucap Vera
" ah ya mau gimana lagi sih Ver, yang namanya lupa gimana sih Ver "
" haaaa uh ituloh dosen yang ganteng itu " seru Vera
" oh dosen yang ganteng tadi pagi "
" iya, pas giliran ganteng mah langsung inget "
" hehe, tapi Ver lagi ngapain Lo di sini ? " tanya Jennie
" akrab banget si Lo manggil nya " ucap Jennie
" kak Eren sendiri yang nyuruh manggil namanya, katanya panggilan pak dosen terlalu tua " seru Vera
" dimana ? dimana sekarang ?" tanya Jennie sambil celenga celongo melihat ke dalam
" ada di dalam lagi beresin rumah " seru Vera
Jennie masuk mendahului Vera ke dalam dan memanggil Eren dengan akrabnya
" kak Eren saya juga bantuin ya "
" siapa kamu ? " tanya Eren
" saya temennya Vera " seru Jennie dengan centilnya
" oh " seru Eren tanpa ekspresi
" kok kakak dingin gini si "
" siapa yang ngizinin kamu panggil kakak " ucap Eren
" ih nggak adil banget si kak, Vera boleh, aku enggak " ucap Vera
Eren hanya mengacuhkan Jennie yang cerewet terus menerus mengoceh soal panggilannya
__ADS_1
" apa Kaka akan terus seperti itu, ayo mengalah lah kak " ucap Vera sambil menepuk debu yang ada di di lemari hias
" iya bener tuh apa yang di ucapkan Vera " seru Jennie
mereka bertiga membereskan apartemen itu bersama, dengan Jennie yang bawel Eren yang mengacuhkannya, lalu Vera yang membersihkan debu barang -barang dengan kondisi yang tidak bisa di ceritakan.
" mmmm kak, apa dapurnya sudah di bereskan ? " tanya Vera
" sudah " seru Eren
" kalo begitu Vera masak aja ya kak, biar kakak sama Jennie beresin rumah gimana "
" boleh juga tuh " seru Eren
" yaudah Vera belanja dulu sayurnya ya keluar" seru Vera
" ada bahan masakan yang belum di masak ko di dapur, jadi nggak usah belanja " ucap Eren
" mmmm oke deh kak, Vera pergi ke dapur dulu ya " seru Vera sambil berjalan ke dapur
" iya " seru Eren
Vera pergi memasak sedangkan Jennie masih mengganggu Eren sambil membantunya beres- beres hingga beberapa saat kemudian semua pekerjaan rumah selesai dan Vera yang selesai masak langsung mencuci wajannya lagi.
" hey kalian apa sudah selesai beres- beresnya ?" tanya Vera
" sudah " seru Eren
" tunggu dulu di sini, aku bakalan bawain makanan buat kalian " ucap Vera
Vera mengambil makanan yang ia masak ke dapur
" aku bantuin Ver, blue " seru Jennie sambil menyusul Vera dan menjulurkan lidahnya dengan mata yang wink ke Eren ( 😜 )
" ni anak bener- bener " gumam Eren
tak lama Vera dan Jennie kembali membawa makanan yang di masak dan makan bersama, tak lama setelah mereka selesai makan mere mengobrol santai bersama.
" kak, kakak suka makanan jenis apa ? biar lain kali Jennie yang masakin kakak makanan" ucap Jennie tepat di depan wajah Eren dengan senyuman manis di wajahnya
" nggak usah " seru Eren
" yah kakak ih kok gitu " ucap Jennie dengan manja
" apaan sih " seru Eren
" kak kali- kali bilang iya gitu, kalo engga senyum aja kak, senyum " ucap Jennie sambil melebarkan bibir Eren yang membuat bibir Eren terlihat tersenyum
" ishhh " seru Eren sambil menepak tangan Jennie
" ih sakit kak " seru Vera
" ya siapa suruh pegang- pengang wajah orang, nggak sopan " ucap Eren
" ihh kakak imut banget si kalo lagi marah " seru Jennie
" lama- lama jadi gila, deket- Deket kamu " ucap Eren
" gila karena cinta ya kak " seru Vera
__ADS_1
" ah tau ah pusing aku " ucap Eren sambil meninggalkan Vera
...to be continue ……...