The Ceo'S Marriage Snares

The Ceo'S Marriage Snares
.


__ADS_3

" ya elah VER apartemen gua tuh nggak kecil -kecil amat, tinggal satu apartemen naja Napa" seru Jennie


di sisi lain terlihat dosen baru yang tadi pagi yang bernama Eren itu tinggal di samping apartemen Jennie


" Ver duluan aja, saya beli dulu beberapa cemilan "


ucap Jennie


" oke deh Jenn, tolong beliin sponge ya dua rasa satu rasa coklat, satu strawbery "


" iya oke VER " seru Jennie


Vera masuk apartemen Jennie dan beristirahat, namun apartemen sebelah selalu berisik, hingga Vera pura- pura lewat di depan apartemen sebelah.


" eh kok banyak barang di luar, tadi nggak ada"


gumam Vera, tak lama Eren keluar dari apartemen itu membawa alat pembersih debu di tangannya, Vera pun refleks memanggil pak dosen


" pak dosen "


" ah iya, kamu salah satu murid di universitas xx "


" iya " seru Vera


" kamu tinggal di apartemen sini juga ?"


tanya Eren


" MMM nggak saya lagi nginap di apartemen temen "


" kalo di rumah panggil aja kak Eren rasanya terasa jadi tua kalo di panggil pak dosen, kita aja cuma beda tiga tahun "


" hah apa " seru Vera yang bingung sama apa yang di katakan Eren secara tiba- tiba


" yaudah saya duluan ya, saya mau lanjutin beresin apartemen " ucap Eren sambil pergi dengan senyum yang sangat indah di wajahnya


" saya bantuin boleh pak, eh kak " ucap Vera


" iya boleh, tapi ganggu nggak takutnya ngerepotin gitu "


" nggak kok kak, tapi ini nggak apa- apa ya manggil kakak "


" nggak apa- apa, kan saya yang minta kita cuma beda tiga tahun "


" emang kak Eren tau umur Vera berapa, maen bilang aja beda tiga tahun "


" 22 tahun " ucap Eren


" salah " seru Vera sambil menyimpangkan tangannya


" lalu berapa ?"


" 21 " seru Vera


" selain wajah kamu yang sedikit mirip…… umur kamu juga mirip……… " ucap Eren dengan suara pelan dan tatapan mata yang sedih seakan kehilangan seseorang yang sangat berharga


" hah apa ? ngomong apaan si kakak" seru Vera yang pura- pura tidak mendengarnya


" ah bukan apa- apa " seru Eren dengan senyum yang agak sedikit bingung untuk di ekspresikan dan memalingkan wajahnya lalu berbalik dan berjalan dengan perlahan

__ADS_1


Vera masuk dan membantu Eren membersihkan apartemennya lalu tak lama kemudian Jennie datang sambil berteriak di depan apartemennya


" ver! ver! Vera! Vera Lo di mana? "


teriak Jennie dengan resah seperti teriakan seorang ibu yang khawatir kepada anaknya


" kayak suara Jennie " ucap Vera yang sedang membantu membereskan apartemen dosen Eren


" temen kamu ya ? samperin aja dulu sono, teriakannya nggak enak di denger bikin gendang telinga saya rusak " ucap Eren


" hmm iya kak " seru Vera dengan rasa kurang nyaman


" Jenn kemari! saya di sini Jenn di apartemen sebelah " teriak Vera


" apartemen sebelah ?" gumam Jennie sambil berjalan ke apartemen sebelah


" Ver Lo lagi ngapain di sini ? siapa yang pindah ke sini Ver ?" tanya Jennie


" itu loh dosen baru yang ngajarin kita seni tadi pagi "


" dosen baru ? yang mana sih ver? " tanya Jennie


" udah mulai ni, kumat lagi ni orang, aduh otak kamu itu apaan sih mudah banget lupa " ucap Vera


" ah ya mau gimana lagi sih Ver, yang namanya lupa gimana sih Ver "


" haaaa uh ituloh dosen yang ganteng itu " seru Vera


" oh dosen yang ganteng tadi pagi "


" iya, pas giliran ganteng mah langsung inget "


" hehe, tapi Ver lagi ngapain Lo di sini ? " tanya Jennie


" akrab banget si Lo manggil nya " ucap Jennie


" kak Eren sendiri yang nyuruh manggil namanya, katanya panggilan pak dosen terlalu tua " seru Vera


" dimana ? dimana sekarang ?" tanya Jennie sambil celenga celongo melihat ke dalam


" ada di dalam lagi beresin rumah " seru Vera


Jennie masuk mendahului Vera ke dalam dan memanggil Eren dengan akrabnya


" kak Eren saya juga bantuin ya "


" siapa kamu ? " tanya Eren


" saya temennya Vera " seru Jennie dengan centilnya


" oh " seru Eren tanpa ekspresi


" kok kakak dingin gini si "


" siapa yang ngizinin kamu panggil kakak " ucap Eren


" ih nggak adil banget si kak, Vera boleh, aku enggak " ucap Vera


Eren hanya mengacuhkan Jennie yang cerewet terus menerus mengoceh soal panggilannya

__ADS_1


" apa Kaka akan terus seperti itu, ayo mengalah lah kak " ucap Vera sambil menepuk debu yang ada di di lemari hias


" iya bener tuh apa yang di ucapkan Vera " seru Jennie


mereka bertiga membereskan apartemen itu bersama, dengan Jennie yang bawel Eren yang mengacuhkannya, lalu Vera yang membersihkan debu barang -barang dengan kondisi yang tidak bisa di ceritakan.


" mmmm kak, apa dapurnya sudah di bereskan ? " tanya Vera


" sudah " seru Eren


" kalo begitu Vera masak aja ya kak, biar kakak sama Jennie beresin rumah gimana "


" boleh juga tuh " seru Eren


" yaudah Vera belanja dulu sayurnya ya keluar" seru Vera


" ada bahan masakan yang belum di masak ko di dapur, jadi nggak usah belanja " ucap Eren


" mmmm oke deh kak, Vera pergi ke dapur dulu ya " seru Vera sambil berjalan ke dapur


" iya " seru Eren


Vera pergi memasak sedangkan Jennie masih mengganggu Eren sambil membantunya beres- beres hingga beberapa saat kemudian semua pekerjaan rumah selesai dan Vera yang selesai masak langsung mencuci wajannya lagi.


" hey kalian apa sudah selesai beres- beresnya ?" tanya Vera


" sudah " seru Eren


" tunggu dulu di sini, aku bakalan bawain makanan buat kalian " ucap Vera


Vera mengambil makanan yang ia masak ke dapur


" aku bantuin Ver, blue " seru Jennie sambil menyusul Vera dan menjulurkan lidahnya dengan mata yang wink ke Eren ( 😜 )


" ni anak bener- bener " gumam Eren


tak lama Vera dan Jennie kembali membawa makanan yang di masak dan makan bersama, tak lama setelah mereka selesai makan mere mengobrol santai bersama.


" kak, kakak suka makanan jenis apa ? biar lain kali Jennie yang masakin kakak makanan" ucap Jennie tepat di depan wajah Eren dengan senyuman manis di wajahnya


" nggak usah " seru Eren


" yah kakak ih kok gitu " ucap Jennie dengan manja


" apaan sih " seru Eren


" kak kali- kali bilang iya gitu, kalo engga senyum aja kak, senyum " ucap Jennie sambil melebarkan bibir Eren yang membuat bibir Eren terlihat tersenyum


" ishhh " seru Eren sambil menepak tangan Jennie


" ih sakit kak " seru Vera


" ya siapa suruh pegang- pengang wajah orang, nggak sopan " ucap Eren


" ihh kakak imut banget si kalo lagi marah " seru Jennie


" lama- lama jadi gila, deket- Deket kamu " ucap Eren


" gila karena cinta ya kak " seru Vera

__ADS_1


" ah tau ah pusing aku " ucap Eren sambil meninggalkan Vera


...to be continue ……...


__ADS_2