The Girls Is MAFIA

The Girls Is MAFIA
melawan pangeran HGES


__ADS_3

semua orang yang menyaksikan tragedi kematian itu langsung bergidik ngeri,pasalnya saat ini,gadis yang jaraknya lumayan jauh dari mereka telah bersimbah darah,dimana darah² itu di dapat dari aksi heroik nya..


tak lama setelah kematian jax,ada segerombolan pria yang mengenakan pakaian berwarna putih dengan celana biru di padu dengan sepatu boots berwarna coklat(macam pangeran) serta membawa sebilah pedang di pinggang nya.


semua mata awalnya kagum melihat mereka dari jauh,tapi siapa sangka? orang yang ada di depan mereka adalah orang yang di idolakan di sekolahan itu? 4 pria tampan itu


telah berada di hadapan sang gadis ketua mafia.


zeffa: Rendra, Indra,David,Richo? kalian?!


david: benar lady, kami tak tau kalau kau mengenal kami..jadi suatu kehormatan bisa di kenal oleh ketua mafia sekaligus princess kerajaan paris, prancis.tapi sayang nya kami tak akan membuatmu melihat indahnya dunia lagi,Princess.


tampaknya memang lah mereka tak mengenal zeffa dan darrel dari cara mereka memperlakukan zeffa dan darrel.


zeffa: kalian tak akan menyesal tuan tuan?


Richo: hem?untuk apa kami menyesal princess?kami akan terhormat jika bisa membunuh mu!


indra: jadi jangan harap kalian bisa lolos.


Rendra: ya! hanya dalam mimpi ,kalian bisa lolos dari kami!

__ADS_1


bak tertohok pisau yang sangat tajam,perkataan dari orang yang memang pernah singgah sebentar di hati seorang zeffanya.membuatnya sangat terpuruk,namun ia sudah terlalu membenci mereka semua,sifat yang lama ia sembunyikan kini akan keluar jua,sifat yang seakan ingin membunuh lawan dengan sekali serangan,seperti seoekor harimau yang garang!


tanpa banyak babibu lagi penyerangan dari pihak Rendra ke pihak zeffa membuat banyak suara,zeffa melawan rendra dan indra.sedangkan darrel melawan david dan Richo.


permainan pedang mereka sangat lah bagus seakan tanpa celah, tapi penghianat an mereka tak bisa di terima zeffa,ia murka malahan sangat amat murka.


di saat yang tepat Alicia,Adara dan lidya datang di waktu yang tepat dan menyerang dari jarak jauh. mereka menyerang menggunakan sniper yang di rancang zeffa sendiri.


tapi Rendra dan yang lain sangat lihai menghindari pluru yang tak akan ada habis nya itu.


zeffa: kalian tak tau siapa aku hah?!


zeffa: haha..semoga kau tak menyesal,tapi aku sangat membencimu! hyaaaah!


zeffa seperti orang kesetanan,ia membuat mereka berempat kalah dan terjatuh,tapi zeffa juga mempunyai luka yang cukup serius,dari ia melawan pasukan jax tadi sampai ia melawan rendra dkk ,ia sama sekali tak istirahat.


ketika darrel juga sudah lumayan lelah untuk pertarungan itu.. mereka kira rendra david indra dan Richo sudah tak bisa bangun lagi alias sudah kalah, jadi mereka hendak pergi karena mereka pernah bersahabat jadi zeffa tak berniat membunuh nya.


setelah itu darrel dan zeffa berbalik dan hendak meninggalkan lapangan yang disana ada beratus ratus orang yang untung nya tak ada satu pun yang kehilangan nyawa nya.


tiba tiba tanpa mereka sadari Rendra hanya berpura pura pingsan saja,ia hendak menusuk darrel dengan pedang tajam nya,namun naas nya kejadian yang ia harapkan sama sekali tak kesampaian.

__ADS_1


yang terkrna tusukan itu adalah zeffa ,karena lebih tepat nya zeffa melindungi darrel.karena memang posisi darrel ada di depan zeffa.seketika hening, darrel adak sedikit merasa aneh,akhirnya ia berbalik dan betapa terkejut nya ia melihat zeffa yang tertusuk pedang tajam guna melindungi diri nya.


darah mengalir dimana mana,zeffa masih sempat tersenyum sebentar. pedang dari rendra memang mengenai punggung zeffa,tepat pada daerah jantung nya.


zeffa tahu dirinya tak akan mati begitu saja,pedang itu tak menembus jantung nya,hanya lewat beberapa centi saja.akhirnya zeffa ambruk.


Alicia dan yang lain langsung berlari dan histeris melihat zeffa yang sekarat seperti itu..


darrel masih tak percaya dengan kejadian di hadapan nya..


_/_/_/_/_/_/_/_/_/_/_/_/_/_/


maaf typo guys...


gimana ya reaksi mereka yaa?!


salam rindu author


RSY


____

__ADS_1


__ADS_2