The Journey Sistem To Multiverse

The Journey Sistem To Multiverse
Prolog


__ADS_3

KRINGGGGGGGG


"mhmm, berisik sekali memang nya jam berapa sekarang" ujar orang itu lalu melihat jam dan sudah menandakan pukul 06:00


"Gawat aku telat bangun hari ada ujian harian di jam pertama" orang itu panik dan langsung pergi ke kamar mandi untuk siap siap pergi ke sekolah


Setelah selesai mandi ia langsung berganti pakaian dan turun ke bawah untuk pergi sekolah


"Den Rizal, sarapan dulu atuh sebelum sekolah" ujar perempuan paruh baya itu


"Nggak ke buru bi erna, mau ada ujian di jam pertama" balas Rizal


"Ini atuh bawa bekel nya, untung bibi bikin udah siapin bekel buat den Rizal" ucap bi erna


"Iya makasih yah BI udah di siapin, bilangin aja ke mama sama papa kalo pulang Rizal pasti dapet yang teratas bulan ini" ujar Rizal yang langsung pergi ke halaman dan menaiki motor kesayangan nya yaitu motor R6


Brum... brum...


"Dadah bi" ucap Rizal melambaikan tangan dan di balas oleh bi erna juga


Nama ku Rizal Arfest yah bisa di bilang keluarga ku keluarga yang cukup kaya kedua orang tua ku berkerja ayahku bernama Wijaya Arfest bekerja sebagai CEO dari perusahaan perkembangan teknologi dan ibuku bernama Rina Afelia seorang desainer yang terkenal


Ia mendapatkan penghargaan desainer nomer satu di usia nya yang sangat muda, motor r6 ini ku dapat dari hadiah orang tua ku karena aku berhasil masuk ke sekolah terbaik di negara ini dengan nilai tertinggi


Setelah sampai pintu gerbang sekolah seperti biasa aku menyapa pak Arif yaitu satpam sekolah yang sangat akrab dengan ku


"Pagi, pak arif" sapa ku pada nya sambil memarkir kan motor dan melepaskan helm


"Pagi juga den Rizal" balas nya


"Pak liat si jailangkung nggak?" tanya ku


"Hah? siapa jailangkung teh den?" tanya balik pa Arif yang kebingungan


"Itu pak, si Jaelani dia kan kalo di cari nggak ketemu tapi nggak di cari tiba tiba nongol" jelas ku


"Oh iya ya bener" ucap pak Arif


"Belum liat tuh" sambung nya


brum...


terdengar suara motor ninja h2 dari luar gerbang menuju parkiran


"Eh, zal lu baru datang?" tanya Jaelani


"Iya gua baru datang" balas ku


"Eh lu udah ganti aja motor kemana in tuh motor zx lu"


"Gua simpen di rumah ini motor baru kemarin datang makanya gua bawa ke sekolah sekarang" ujar Jaelani


"Lu kenapa nggak ganti motor kan bisa beli motor yang lebih bagus dari itu" sambungnya


"Gua mah masih seneng pake motor ini kalo belum rusak" ucap Rizal


"Udah hayu masuk kelas bentar lagi pak gifar mau masuk"


"iya"


"Dah pak Arif" ucap kami berdua


sepanjang lorong kelas kami berdua berbincang bincang berbagai hal hingga akhirnya sampai depan pintu kelas dan membuka nya


kierttt... suara pintu terbuka


"Pagi semua" sapa ku pada teman teman di kelas


"Pagi rizal" ucap serempak semua nya


"Cih tidak ada yang menyapa ku" ujar kelas Jaelani


"Siapa suruh kau begitu menyebalkan di kelas jadi tidak ada yang menyapa mu" ucap Rizal


"Pagi Jay kenapa baru datang" ujar seorang perempuan kacamata yang rambutnya di ikat ke belakang yang terlihat manis


"Pagi juga ayang Tika" balas Jaelani yang begitu senang


"Hihh begitu geli aku mendengar kata itu dasar penghianat" ujar Rizal


"Siapa yang kau panggil penghianat aku hanya menikmati masa muda ku" ucap nya yang langsung pergi dan duduk di sebelah Tika

__ADS_1


Rizal pun langsung duduk di bangku nya tidak lama datang seorang guru yaitu pak gifar seorang guru matematika dan wali kelas ini di belakang pak gifar terlihat seorang pria yang seumuran dengan ku ia adalah Jackson


"Pagi anak anak" sapa nya


"Pagi pak" jawab semua serempak


"Jackson lain kali jangan telat, sekarang duduk di bangku mu" ucap pak gifar


"baik pak" jawab nya


Jackson melewati bangku ku dan ka menatap ku dengan benci dan mencaci maki diri ku di hati nya mungkin


"Cih" decak Jackson


"Hahh" hela nafas ku


"Hari ini kita ulangan harian matematika dan sekaligus pengumuman peringkat bulanan" ujar pak gifar lalu membagikan kertas ulangan ke setiap meja


Lalu semua nya langsung mengerjakan ulangan sampai habis waktu jam ulangan itu setelah semua nya menyelesaikan ulangan nya kertas ulangan itu di kumpulkan di meja yang di duduki pak gifar


Setelah pak gifar mengeceknya kertas ulangan ia mengumumkan nilai ulangan harian para murid didepan


"Tika mendapatkan 98, Jaelani mendapatkan 98..........


...... Jackson 99 dan terkahir Rizal mendapatkan 100" ucap pak gifar


Breakkk suara gebrakan meja


"APAAA


bagaimana bisa kau mendapatkan nilai sempurna ini pasti salah" ujar Jackson yang terlihat marah


"Jackson duduk jangan coba coba kau mengacau di kelas"


Lalu Jackson duduk lagi di kursi dan pak guru melanjutkan pengumuman peringkat bulanan


"Dari peringkat 1 sampai 4 jatuhpada siswa kelas ini


Peringkat ke empat di duduki oleh Tika


peringkat ke tiga tetap di duduki oleh Jaelani


dan peringkat pertama di duduki oleh Rizal


bapak ucapkan selamat pada kalian yang menduduki peringkat pertama sampai empat pada bulan ini dan sisa nya bisa kalian lihat di Mading baik sudah waktunya jam istirahat sampai jumpa lagi"


kringgggg.... suara bel istirahat


"Wahhh selamat Rizal kau di peringkat satu di sekolah lagi"


"Iyah selamat yah"


"Ayo Rizal kita istirahat aku yang bayar"


semua perempuan di kelas langsung mendekati ku dan mengajak ku makan bersama namun aku menghindar itu semua dan langsung mengajak Jay untuk makan di atap sekolah


"Jay ayo cepat bawa bekal mu dan makan di atap sekolah Tika kau mau ikut makan di atas" ujar Rizal yang buru buru


"Ah- enggak aku makan sama temen temen ku di cafetaria aja" jawab Tika


"Kenapa sih kau mengajak ku buru buru makan di atas" ujar Jay yang mengambil bekal nya langsung di seret Rizal ke atap gedung


setelah sampai di atap gedung


"Kenapa sih kau buru buru sekali" ujar Jaelani yang kesal karena ingin makan dengan Tika lalu membuka bekal nya


"Aku tidak ingin para perempuan di kelas lain pada datang ke arah ku semua aku malas meladeninya" jawab Rizal lalu membuka bekal nya dan memakan nya bersama Jay


Setelah selesai makan mereka mulai berbincang


"Hei, Zal apa kau percaya ada nya reinkarnasi?" tanya Jay


"Hah? mana mungkin aku percaya yang begituan" jawab Rizal


"Tapi kenapa kau tidak percaya bukan nya banyak yang bilang itu nyata"


"Walaupun ada bukti bahwa reinkarnasi itu ada aku tidak akan mempercayai jika tidak mengalami nya"


"Tapi aku percaya mungkin saja aku dulu nya seorang kaisar di negara ini" ujar nya


"Hahahaha jika kau dulu kau seorang kaisar mungkin kekaisaran itu akan hancur di tanganmu sendiri hahahaha" canda Rizal

__ADS_1


"Arghhh kau selalu saja mengejek ku" ujar kesal Jay


"Sudahlah ayo kita tidur siang di bawah pohon di sana saja" ajak Rizal


tiba tiba ada orang di belakang Rizal yang diam diam berjalan mendekat ke Rizal, Rizal yang sedang berdiri di dekat pagar atap yang pendek bersama Jay tiba tiba Rizal merasa ada bahaya langsung membalikan badan nya terlihat Jackson yang tersenyum jahat lalu mendorong Leon hingga melebihi pagar pembatas dan Rizal terjatuh dari atap


"Rizallllll....." ujar Jay lalu melihat kebelakang nya dan ada Jackson yang tertawa


"Hahahaha akhirnya kau akan mati rizalll"


"Arghhhhhhh..."


brakkk


Rizal masih sedikit tersadar


Apa aku akan mati sekarang...


*ah aku menyesal karena mati di umur yang masih sangat muda


aku menyesal karena aku tidak benar benar menikmati hidup ku dan belum sempat aku melakukan hal luar biasa*


lalu mata Rizal benar benar tertutup


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Tiba tiba cahaya bersinar menusuk ke mata lalu Rizal terbangun dan duduk


"Dimana aku, apa aku ada di surga tidak tidak mungkin jika sudah ada di surga aku mana mungkin meresakan sakit tapi di mana ini"


Argh


'tubuh masih merasakan sakit di sekujur tubuh ku'


'Apa aku reinkarnasi ini tidak mungkin baru saja aku dan Jay membicarakan reinkarnasi dan aku mengalaminya' ucap Rizal dalam hati yang tidak percaya karena diri nya sudah reinkarnasi


Lalu Rizal menatap langit dan masih tidak percaya karena di sekeliling tidak mencerminkan diri nya ada di bumi ia berada di hamparan rumput lalu kembali menatap langit yang biru


dari atas langit terlihat Kilauan cahaya yang menuju padaku dengan sangat cepat dan akhirnya Kilauan cahaya itu berhenti tepat di depan ku lalu menghilang lalu menghilang dari situ ada seorang kakek tua berumur lebih 70 tahun dengan pakaian dinasti cina yang kuno lalu kakek tua itu berkata


"Kau yang terpilih anak muda, ku ucapkan selamat" ujar kakek tua itu


"Hah?terpilih?" tanya dengan bingung


"Iya kau terpilih menjadi penerus kekuatan ku, kau memiliki tugas yang berat karena sudah terpilih jadi penerus ku"


'Tidak ku sangka aku terpilih menjadi penerus orang yang memiliki kekuatan ini pasti seperti yang ada di film-film, anime, manhwa, manga ataupun manhua' pikir nya


"Akan ku berikan kekuatan ku sekarang dalam bentuk sistem seperti yang ada di game" ujar kakek tua itu meletakan telapak tangan nya di kepala ku


Seketika ada layar transparan berwarna biru yang muncul di depan ku


Ding...


'Selamat anda telah mengaktifkan sistem perjalanan Multiverse'

__ADS_1


__ADS_2