The Kim Family

The Kim Family
Episode 8


__ADS_3

Drrtt....


Drrttt....


Getaran ponsel disaku blazer seragam


yang gua pake bikin gua sedikit kaget,


buru-buru gua liat siapa yang nelpon


gua dijam sekolah. Untungnya sekarang


lagi jam istirahat, dan gua senyum


begitu liat identitas si penelpon.


#Call on....


"Halo Mom..."


"Hai dear, i miss you so much."


"I miss you too! how are you doing


Mom?"


"Im fine honey, so is your father."


"Mom, i'm at school right now, it's lunch


time. And isn't there still too early?"


"Yes it is, even your father is still fall


asleep right now. But i miss you so


much, soi decided to call you."


"Come here if you miss me, but this


hasn't been a month since I moved.


Don't be like that, you make me feel


guilty"


"Your father and i will come when we are not busy, be a good girl there and listen to what your brother's said."


"I'm waiting Mom, don't push yourself too much and take care of your health."


"You to dear, convey my greetings too Max and Kris. Mom and Dad love all of your."


"oke Mom, i will tell them. I will hang-up the phone now..."


"oke dear, see you..."


#Call end...


Gw nutup panggilan internasional itu dengan sedikit perasaan bersalah, apa lagi dengar kalo Mommy rela-relain bangun pagi buta buat nelpon gw cuma karna kangen.


"Siapa yang nelpon?"


Sehun datang dengan nyodorin orange juice, tanpa basa-basi langsung aja gw seruput sampe sisa setengah gelas.


"Ah...seger, makasih ya."


"Lo belum jawab siapa yang nelpon?"


Sehun ngulang lagi pertanyaannya.


"Mom." singkat gw


"Terus kenapa lesu? Diomelin?"


Gua gelengin kepala..."Enggak."


"Lah terus?" Tanya Sehun bingung.


"Mom katanya kangen sama gua, dia


bangun pagi-pagi buta cuma buat


nelpon gua. Gua jadi agak ngerasa


bersalah..."Gua ngehela nafas panjang.


"Ini pilihan lo jadi gak usah ngerasa


bersalah, lagian wajarlah kalo Mom


kangen sama lo." Nasehat Sehun


berusaha nyemangatin, dan gua cuma


nganggukin kepala tanda setuju.


By the way, Sehun sama Taehyung


emang manggil orang tua gua dengan


sebutan Mom sama Dad.


"Kalian gak kekantin?" Bobby sama


gengnya tiba-tiba dateng.


Sejak permainan basket beberapa hari


yang lalu, Bobby sama dua temennya


jadi suka nimbrung kalo gua sama


temen gua lagi ngobrol.


"Udah tadi." Kata Sehun.


"Hun, lo udah nyerahin formulir


pendaftaran klub basket?" Tanya DK.


"Udah, kemaren bareng Taehyung.


Emang lo belum?" Bales Sehun.


"Lupa gua, sekarang aja kali ya."


DK langsung ngajak Bobby keluar


kelas sambil bawa lembaran kertas,


yang kemungkinan besar formulir


pendaftaran klub basket.


Jadi, Sehun sama Taehyung mutusin


buat ikut klub basket. Kalo Woohyun

__ADS_1


mau ikut klub musik, Eunha sama


Dahyun katanya sih mau ikut klub


theater. Gua? Gua sih dah pasti ikutan


klub Taekwondo.


👑👑👑


Gua lagi asik mainin Hp sambil


nyender didinding koridor yang


menuju ke kantin, gua lagi nunggu


Eunha sama Dahyun yang balik lagi


ke kelas buat ngambil dompet sama


Hp Dahyun yang ketinggalan. Sehun


sama Taehyung lagi kumpul dilapangan


basket indoor, katanya sih soal seleksi


buat masuk klub basket.


"Cantik, mau kemana?"


"Kelas 1 ya?"


"Boleh dong kenalan.."


"Maaf Kak, kita mau lewat."


"Permisi..."


Kening gua berkerut ngedenger suara


ketakutan yang akrab dikuping gua,


pas gua nolehin kepala kekanan bisa


gua liat Eunha sama Dahyun yang lagi


dicegat sama cowok berjumlah 4 orang.


Dan yang anehnya orang disekitar


mereka bukan ngebantuin, tapi justru1


ngejauh dari tempat 6 orang itu berdiri


atau cuma sekedar ngeliatin sambil


bisik-bisik.


Gua jalan ngedeket kearah mereka,


masih terus nyimak setiap kata yang


keluar dari mulut mereka. Dan gua bisa


nyimpulin kalo cowok-cowok itu kakak


kelas, kar'na Dahyun sama Eunha terus


nyebut kata 'Kak' sambil terus minta


dikasih jalan buat lewat. Tapi mereka


gua itu, kayaknya mereka lagi godain


temen-temen gua.


"Kalian lama banget sih?!" Gua udah


berdiri dibelakang barisan kakak kelas


itu, dengan jarak sekitar 3 langkah dari


tempat mereka berdiri.


Pas denger suara gua semua orang yang


ada dikoridor natap gua sengit, seolah


mereka bilang 'mati lo!' dengan tatapan


mereka. Eunha sama Dahyun natap


gua gemeter sambil geleng-geleng,


dan keempat orang cowok itu kompak


balikin badan mereka.


"Lo siapa?" Tanya salah satu dari


mereka.


Bukannya jawab tapi gua justru natap


mereka bergantian sambil ngeliat


kearah name-tag yang mereka pakai.


Jung Daehyun, Lee Taeyong, Kim


Min-jae, Lee Hangyul) batin gua sambil


ngebaca name-tag mereka satu per


satu.


"Lo kenal mereka?" Cowok dengan


nama Taeyong maju selangkah kearah


gua.


"Mereka temen gua." Jawab gua tetap


merhatiin empat orang cowok didepan


gua ini, gak tau kenapa feeling gua gak


enak.


"Kenapa lo ngeliat kita kayak gitu?" Kali


ini yang namanya Hangyul yang nanya.


"Gak kenapa-kenapa." Jawab


gua seadanya. "Boleh gua bawa

__ADS_1


temen-temen gua, kita udah ditungguin


dikantin." Sambung gua sesopan


mungkin.


(Siapa juga mereka sampe gua harus ijin


buat bawa Eunha sama Dahyun) batin


gua setelahnya.


Tapi bukan jawaban yang gua dapet justru cowok yang namanya Taeyong


malah makin ngedeket ketempat


gua berdiri, dan tanpa permisi dia


ngerangkul bahu gua dengan tangan


kanannya.


"Mau kemana sih, mending ikut kita


aja." Kata dia arogan dengan nada


dibuat-buat, ditambah kekehan dari


temen-temennya yang bikin gua


ngerasa kesel.


Tanpa banyak basa-basi gua ngeraih


telapak tangannya yang nangkring


dibahu gua, dan detik berikutnya gua


udah berdiri dibelakang badan dia


dengan tangan kanannya yang gua


pelintir dibelakang punggungnya


sendiri.


"Brengsek!" Satu makian lolos dari


mulutnya. "Lepasin cewek sialan!" Gua


justru makin neken tangannya dan


ngencengin kuncian gua.


Ngeliat temennya yang kesakitan


cowok bername-tag Hangyul langsung


ngarahin satu pukulan kearah gua, tapi


sebelum dia lebih dekat gua dorong


Taeyong yang tangannya masih gua


pelintir kearah dia dengan kenceng.


Sampe akhirnya mereka berdua


jatuh dilantai dengan posisi Taeyong


nindihin Hangyul, Taeyong sibuk sama


tangannya dan Hangyul sama kepalanya yang terbentur ke lantai


"Lo gak tau siapa kita?" Itu Daehyun


yang jalan santai kearah gua dengan


Smirk diwajahnya, sedangkan cowok


yang satu lagi sibuk ngebantu dua


temennya yang masih sibuk sama


kepala dan tangannya.


Daehyun berhenti tepat dihadapan


gua dengan sisa jarak gak sampai satu


langkah, dia natap gua tajam masih


dengan senyum yang gua gak tau apa


artinya. Dan gua bales tatapannya gak


kalah tajam, tetap tenang ditempat gua


berdiri tanpa niat buat mundur sama


sekali.


"Gua gak tau." Jawab gua acuh.


"Lo.., menarik."


Gua ngedengus kasar denger


omongannya, dan gak tau didetik


keberapa tiba-tiba Daehyun ngulurin


satu tangannya kearah sisi kiri


muka gua yang dengan cepat gua


tepis. Tapi diluar dugaan dia justru


nangkap pergelangan tangan gua


itu, yang dengan reflek gua langsung


gunain tangan gua yang lain buat


mukul mundur dia. Tapi dia berhasil


menghindar dari pukulan gua, sampe


akhirnya Daehyun justru berhasil


nahan pergerakan gua dengan satuu


tangannya yang melingkar dileher gua dan kedua tangan gua yang di tahan di belakang punggung gua.


(Sial, ternyata dia pintar bela diri juga) batin gw masih dengan posisi terjepit.


"Lo salah pilih lawan..." Bisik Daehyun di kuping gw, sombong.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2