
Drrtt....
Drrttt....
Getaran ponsel disaku blazer seragam
yang gua pake bikin gua sedikit kaget,
buru-buru gua liat siapa yang nelpon
gua dijam sekolah. Untungnya sekarang
lagi jam istirahat, dan gua senyum
begitu liat identitas si penelpon.
#Call on....
"Halo Mom..."
"Hai dear, i miss you so much."
"I miss you too! how are you doing
Mom?"
"Im fine honey, so is your father."
"Mom, i'm at school right now, it's lunch
time. And isn't there still too early?"
"Yes it is, even your father is still fall
asleep right now. But i miss you so
much, soi decided to call you."
"Come here if you miss me, but this
hasn't been a month since I moved.
Don't be like that, you make me feel
guilty"
"Your father and i will come when we are not busy, be a good girl there and listen to what your brother's said."
"I'm waiting Mom, don't push yourself too much and take care of your health."
"You to dear, convey my greetings too Max and Kris. Mom and Dad love all of your."
"oke Mom, i will tell them. I will hang-up the phone now..."
"oke dear, see you..."
#Call end...
Gw nutup panggilan internasional itu dengan sedikit perasaan bersalah, apa lagi dengar kalo Mommy rela-relain bangun pagi buta buat nelpon gw cuma karna kangen.
"Siapa yang nelpon?"
Sehun datang dengan nyodorin orange juice, tanpa basa-basi langsung aja gw seruput sampe sisa setengah gelas.
"Ah...seger, makasih ya."
"Lo belum jawab siapa yang nelpon?"
Sehun ngulang lagi pertanyaannya.
"Mom." singkat gw
"Terus kenapa lesu? Diomelin?"
Gua gelengin kepala..."Enggak."
"Lah terus?" Tanya Sehun bingung.
"Mom katanya kangen sama gua, dia
bangun pagi-pagi buta cuma buat
nelpon gua. Gua jadi agak ngerasa
bersalah..."Gua ngehela nafas panjang.
"Ini pilihan lo jadi gak usah ngerasa
bersalah, lagian wajarlah kalo Mom
kangen sama lo." Nasehat Sehun
berusaha nyemangatin, dan gua cuma
nganggukin kepala tanda setuju.
By the way, Sehun sama Taehyung
emang manggil orang tua gua dengan
sebutan Mom sama Dad.
"Kalian gak kekantin?" Bobby sama
gengnya tiba-tiba dateng.
Sejak permainan basket beberapa hari
yang lalu, Bobby sama dua temennya
jadi suka nimbrung kalo gua sama
temen gua lagi ngobrol.
"Udah tadi." Kata Sehun.
"Hun, lo udah nyerahin formulir
pendaftaran klub basket?" Tanya DK.
"Udah, kemaren bareng Taehyung.
Emang lo belum?" Bales Sehun.
"Lupa gua, sekarang aja kali ya."
DK langsung ngajak Bobby keluar
kelas sambil bawa lembaran kertas,
yang kemungkinan besar formulir
pendaftaran klub basket.
Jadi, Sehun sama Taehyung mutusin
buat ikut klub basket. Kalo Woohyun
__ADS_1
mau ikut klub musik, Eunha sama
Dahyun katanya sih mau ikut klub
theater. Gua? Gua sih dah pasti ikutan
klub Taekwondo.
👑👑👑
Gua lagi asik mainin Hp sambil
nyender didinding koridor yang
menuju ke kantin, gua lagi nunggu
Eunha sama Dahyun yang balik lagi
ke kelas buat ngambil dompet sama
Hp Dahyun yang ketinggalan. Sehun
sama Taehyung lagi kumpul dilapangan
basket indoor, katanya sih soal seleksi
buat masuk klub basket.
"Cantik, mau kemana?"
"Kelas 1 ya?"
"Boleh dong kenalan.."
"Maaf Kak, kita mau lewat."
"Permisi..."
Kening gua berkerut ngedenger suara
ketakutan yang akrab dikuping gua,
pas gua nolehin kepala kekanan bisa
gua liat Eunha sama Dahyun yang lagi
dicegat sama cowok berjumlah 4 orang.
Dan yang anehnya orang disekitar
mereka bukan ngebantuin, tapi justru1
ngejauh dari tempat 6 orang itu berdiri
atau cuma sekedar ngeliatin sambil
bisik-bisik.
Gua jalan ngedeket kearah mereka,
masih terus nyimak setiap kata yang
keluar dari mulut mereka. Dan gua bisa
nyimpulin kalo cowok-cowok itu kakak
kelas, kar'na Dahyun sama Eunha terus
nyebut kata 'Kak' sambil terus minta
dikasih jalan buat lewat. Tapi mereka
gua itu, kayaknya mereka lagi godain
temen-temen gua.
"Kalian lama banget sih?!" Gua udah
berdiri dibelakang barisan kakak kelas
itu, dengan jarak sekitar 3 langkah dari
tempat mereka berdiri.
Pas denger suara gua semua orang yang
ada dikoridor natap gua sengit, seolah
mereka bilang 'mati lo!' dengan tatapan
mereka. Eunha sama Dahyun natap
gua gemeter sambil geleng-geleng,
dan keempat orang cowok itu kompak
balikin badan mereka.
"Lo siapa?" Tanya salah satu dari
mereka.
Bukannya jawab tapi gua justru natap
mereka bergantian sambil ngeliat
kearah name-tag yang mereka pakai.
Jung Daehyun, Lee Taeyong, Kim
Min-jae, Lee Hangyul) batin gua sambil
ngebaca name-tag mereka satu per
satu.
"Lo kenal mereka?" Cowok dengan
nama Taeyong maju selangkah kearah
gua.
"Mereka temen gua." Jawab gua tetap
merhatiin empat orang cowok didepan
gua ini, gak tau kenapa feeling gua gak
enak.
"Kenapa lo ngeliat kita kayak gitu?" Kali
ini yang namanya Hangyul yang nanya.
"Gak kenapa-kenapa." Jawab
gua seadanya. "Boleh gua bawa
__ADS_1
temen-temen gua, kita udah ditungguin
dikantin." Sambung gua sesopan
mungkin.
(Siapa juga mereka sampe gua harus ijin
buat bawa Eunha sama Dahyun) batin
gua setelahnya.
Tapi bukan jawaban yang gua dapet justru cowok yang namanya Taeyong
malah makin ngedeket ketempat
gua berdiri, dan tanpa permisi dia
ngerangkul bahu gua dengan tangan
kanannya.
"Mau kemana sih, mending ikut kita
aja." Kata dia arogan dengan nada
dibuat-buat, ditambah kekehan dari
temen-temennya yang bikin gua
ngerasa kesel.
Tanpa banyak basa-basi gua ngeraih
telapak tangannya yang nangkring
dibahu gua, dan detik berikutnya gua
udah berdiri dibelakang badan dia
dengan tangan kanannya yang gua
pelintir dibelakang punggungnya
sendiri.
"Brengsek!" Satu makian lolos dari
mulutnya. "Lepasin cewek sialan!" Gua
justru makin neken tangannya dan
ngencengin kuncian gua.
Ngeliat temennya yang kesakitan
cowok bername-tag Hangyul langsung
ngarahin satu pukulan kearah gua, tapi
sebelum dia lebih dekat gua dorong
Taeyong yang tangannya masih gua
pelintir kearah dia dengan kenceng.
Sampe akhirnya mereka berdua
jatuh dilantai dengan posisi Taeyong
nindihin Hangyul, Taeyong sibuk sama
tangannya dan Hangyul sama kepalanya yang terbentur ke lantai
"Lo gak tau siapa kita?" Itu Daehyun
yang jalan santai kearah gua dengan
Smirk diwajahnya, sedangkan cowok
yang satu lagi sibuk ngebantu dua
temennya yang masih sibuk sama
kepala dan tangannya.
Daehyun berhenti tepat dihadapan
gua dengan sisa jarak gak sampai satu
langkah, dia natap gua tajam masih
dengan senyum yang gua gak tau apa
artinya. Dan gua bales tatapannya gak
kalah tajam, tetap tenang ditempat gua
berdiri tanpa niat buat mundur sama
sekali.
"Gua gak tau." Jawab gua acuh.
"Lo.., menarik."
Gua ngedengus kasar denger
omongannya, dan gak tau didetik
keberapa tiba-tiba Daehyun ngulurin
satu tangannya kearah sisi kiri
muka gua yang dengan cepat gua
tepis. Tapi diluar dugaan dia justru
nangkap pergelangan tangan gua
itu, yang dengan reflek gua langsung
gunain tangan gua yang lain buat
mukul mundur dia. Tapi dia berhasil
menghindar dari pukulan gua, sampe
akhirnya Daehyun justru berhasil
nahan pergerakan gua dengan satuu
tangannya yang melingkar dileher gua dan kedua tangan gua yang di tahan di belakang punggung gua.
(Sial, ternyata dia pintar bela diri juga) batin gw masih dengan posisi terjepit.
"Lo salah pilih lawan..." Bisik Daehyun di kuping gw, sombong.
__ADS_1
BERSAMBUNG...