The Legendary

The Legendary
Bab : 07 The Legendary


__ADS_3

Di wajahnya, Harley Ye merasakan aura yang mengalami penuaan, dan membaca dua kata kuno di gagangnya : Pedang Tian Que.


"Pedang Tian Que." Gumamnya, Harley Ye menatap pedang besi ini dengan seksama.


Pedang besi tidak pernah ditempa, jauh lebih lebar dari pada pedang spritual biasa. Dia tidak tahu apa bahannya, hanya tahu pedangnya sangat berat. Di pedang, ada banyak rune yang Harley Ye tidak mengerti, dan itu sangat kuno.


"Pedang yang sungguh aneh." Bisik Harley Ye, diam-diam berkata, Pedang besi yang tidak diasah ini memiliki bobot yang begitu berat, tentu saja tidak bisa digunakan untuk menebas orang, tetapi jika digunakan untuk menghantam orang, ini adalah pilihan yang baik.


"Kamu saja." Harley Ye memanggul pedang besi di pundaknya dan berjalan keluar.


Hah?


Tidak jauh dari situ terdengar suara bisikan Darius Zhou, " Anak muda, badanmu kecil, sungguh pilihan yang buruk, kenapa harus memilih pedang besi seperti itu.


Ding!


Harley Ye mendekat dan meletakkan pedang besi dengan bunyi keras. Pedang besi itu terlalu berat dan setengah dari Pedang itu menancap di tanah secara diagonal.


"Tetua, dari mana asal-usul pedang ini?" Harley Ye menunjuk kearah Pedang Tian Que dan bertanya, "Ini bukan berat yang biasa!"


"Hm!" Darius Zhou mengelus kumisnya, merenung sejenak, lalu berkata, " Itu sudah ada di sini sejak aku mengambil alih Paviliun Senjata Spritual ini. Sudah ada di sini setidaknya selama seratus tahun. Aku tidak dimana itu berasal."

__ADS_1


"Oh begitu!"


"Aku menyarankan kamu untuk ganti senjata spritual. Pedang besi ini sangat berat, pilihlah yang ringan!"


"Tidak, ini saja." Harley Ye tersenyum dan mengelus pedang besi dengan ringan, ini semakin enak di pandang.


"Anak muda yang keras kepala, bawalah pergi!"


"Terima kasih Tetua." Harley Ye kembali memberi hormat dengan sopan, lalu keluar dari Paviliun Senjata Spritual dengan pedang Tian Que.


Begitu dia meninggalkan Paviliun, dia di sambut dengan tatapan terkejut. Para murid yang lewat dalam gerombolan berdua dan bertiga pun pertama-tama melirik Harley Ye, lalu melirik pedang Tian Que yang di bawa Harley Ye lagi, dan tidak bisa menahan diri untuk tidak menunding dan menggosipkan Harley Ye.


"Pedang yang dibawanya seharusnya Pedang Tian Que!"


"Sepertinya kekuatan nya tidak kecil! Bahkan jika basis kultivasinya lemah, otaknya sepertinya tidak terlalu normal."


Harley Ye langsung mengabaikan argumen orang-orang ini. Dia merasa Pedang Tian Que ini tidak sederhana. Dibandingkan dengan senjata spritual tingkat rendah itu, dia lebih memilih Pedang Tian Que ini dan membawanya di punggungnya setiap hari. Itu juga berguna untuk kultivasi.


"Ih? Orang dari Sekte Zheng Yang." Tidak tahu siapa itu, ada suara lembut dan semua orang di sekitar melihat ke arah langit.


Di sana, pedang terbang besar lainnya lewat, dan tiga orang berdiri diatasnya, seorang wanita cantik setengah baya, seorang wanita muda cantik, dan seorang pemuda tampan.

__ADS_1


"Apa yang dilakukan orang-orang dari Sekte Zheng Yang ke Sekte Heng Yue kita." Seseorang bertanya dengan curiga.


"Kamu tidak tahu dalam tiga bulan, akan ada pertandingan Tiga Sekte antara Sekte Zheng Yang, Sekte Qing Yun, dan Sekte Heng Yue. Sekte Zheng Yang tampaknya datang untuk mendiskusikan masalah besar itu."


"Murid perempuan itu sangat cantik, seperti peri."


Harley Ye tidak mendengar sepatah kata pun dari orang-orang sekitar nya. tatapannya sudah tertuju ke langit, atau lebih tepatnya, pada wanita cantik di atas pedang terbang. Pakaiannya berkibar tanpa ternodai debu, bagaikan peri di dunia fana, suci dan tanpa cacat.


Bukankah dia Nancy Ji dari Sekte Zheng Yang?


"Tidak menyangka akan bertemu lagi secepat ini." Harley Ye bergumam, dengan kerumitan dan keacuhan di matanya yang gelap dan kusam, "Aku akan balas suatu hari nanti."


Mungkin merasa seseorang melihat dirinya, Nancy Ji di pedang terbang tidak bisa tidak melirik ke bawah, tetapi pada saat ini, Harley Ye sudah menghilang dari kerumunan.


"Perasaan yang familier."


Nancy Ji berbisik pelan.


"Ada apa Adik Seperguruan?"


"Tidak masalah."

__ADS_1


__ADS_2