The Secret Of First Love

The Secret Of First Love
23.BAHAYA...


__ADS_3

Happy Reading.....!!!


*****


Tanpa menunggu lama DIDIK merengkuh bahu SINTYA , membawanya keluar dari ruangan gelap itu . Entah kenapa ia merasa bersalah melihat wanita menangis ketakutan karena ulahnya.....


" Haii... udah jangan nangis lagi . Kan kita udah diluar.....??? " ucapnya mengelus lembut bahu SINTYA.....


" Aku mau pulang " rengeknya . " Kita cari makan dulu ya , dari sore kita belum makan . " Ujar DIDIK , karena memang mereka belum makan apapun dari sore . " Pulang " katanya dengan suara sedikit meninggi , seolah membentak DIDIK yang ia rasa tengah mengulur waktu untuk pulang.....


DIDIK yang merasa dibentak pun tak terima . Tapi dengan tenang ia mencoba menahan emosinya , tak ingin membuat SINTYA semakin takut ia pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.....


" OKE , kita pulang . Tapi kita mampir dulu ketempatku , ada sesuatu yang mau kuambil sekalian mandi " Ujarnya memberi alasan . SINTYA yang masih kesal pun hanya tersenyum menanggapi ucapan DIDIK.


Lancang sekali dia berkata kasar padaku , liat saja setelah aku bisa menaklukkanmu . Akan kubuat kau menyesal dan bertekuk lutut.....

__ADS_1


Gumamnya dengan seringai mesumnya . Niat awal yang sempat diurungkannya kembali bangkit karena aksi penolakan yang SINTYA lakukan.....


Satu Jam Kemudian.....


Sampailah mereka ditempat tinggal DIDIK , rumah yang cukup besar namun sangat terlihat sunyi seperti tak ada kehidupan didalamnya.....


" Ayo masuk.....??? " ucapnya saat pintu sudah terbuka . " Gak usah MAS , aku nunggu didepan aja " tolaknya cepat sembari mengarahkan pandangannya pada sepasang kursi diteras depan.....


" Oke , aku buatin kamu teh anget ya " ujarnya basa - basi . " Atau cokelat panas , gimana.....??? " imbuhnya .


Tak lama kemudian keluarlah DIDIK dengan nampan berisi secangkir coklat panas ditangannya . " Habiskan , mumpung masih anget " ucapnya sembari meletakkannya dimeja . " Aku mandi bentar , nanti setelah itu aku antar kamu pulang " imbuhnya . Dan dibalas dengan senyuman oleh SINTYA .


Hawa dingin yang menyengat membuatnya tak menyia - nyiakan secangkir coklat panas yang ada didepannya , menyesap minuman itu hingga habis . Tanpa ia tau bahwa minuman itu adalah awal tanda BAHAYA yang tengah mengintai dirinya.....


Hingga beberapa menit kemudian SINTYA merasakan keanehan . Tubuhnya tiba - tiba terasa panas , ia merasa merinding entah karena terpaan angin malam atau apalah ia juga bingung , apalagi semakin lama ia merasa tubuhnya bergejolak seperti ada sesuatu yang menggerayangi tubuhnya . Dengan susah payah ia berusaha bangkit dari duduknya namun entah mengapa pandangannya mulai kabur hingga detik kemudian tubuhnya lunglai tak sadarkan diri dilantai.....

__ADS_1


DIDIK yang mengetahui itu langsung menghampiri SINTYA dengan seringai mesumnya , menatapnya lekat - lekat wajah cantik yang tak berdaya itu . Mengangkat tubuh mungil itu kedalam pelukannya ala brindle style , membaringkannya diranjang yang sudah berhiaskan taburan kelopak mawar merah seolah ini adalah malam pertama mereka.....


" Lihatlah sayang , betapa indahnya tubuhmu saat berada diranjangku , " gumamnya sembari mengelus lembut wajah cantik SINTYA yang berbeda dibawahnya . Puas memandanginya , DIDIK pun bangkit dengan lutut sebagai tumpuan . Melepas kaos yang dipakainya lalu kembali membungkuk mendekatkan wajahnya untuk melancarkan aksinya.....


" Sayang , sadarlah buka matamu . Apa kau tak ingin merasakan sentuhanku . " Ucapnya sembari menjelajah wajah cantik itu dengan jemarinya.....


" Sayang , aku ingin mendengar kau mendesah.....!!! " ucapnya hendak mencium bibir ranum itu.....


BRENGSEK.....!!!


😀😀😀😀😀😀😀😀😀😀


BUG... BUG... BUG.....


NEXT.....πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡

__ADS_1


__ADS_2