
Mereka semua berdiam diri di sana tak berani untuk bgerak.karena, mereka takut mati.
Qin Yue saat ini sedang bermain dengan Qin Ye dan Qin Xueyi.
Sebenarnya Qin Yue saat ini dalam hatinya merasakan perasaan bahagia untuk bisa hidup dan bermain dengan anak-anak.
Qin Yue mengerti dalam hatinya,jika dia tak kuat dan lemah.dia pasti tidak akan bisa
melindungi anak-anak yang dia sayangi dan melindungi senyum tawa bahagia mereka.
Dalam hatinya Qin Yue bertekad lebih yakin untuk menjadi lebih kuat dan lebih kuat,
sampai tak ada yang bisa mengalahkannya.
Tersadar dari lamunannya,Qin Yue melihat ke arah orang-orang yang di selamatkan olehnya.
gadis muda yang berdiri diam bersama paman dan para penjaganya, merasakan suhu panas dingin di sekitar tubuh mereka.
gadis itu pun mengangkat kepalanya dan dengan berani menoleh untuk melihat pada Qin Yue.
Hati gadis itu merasakan perasaan aneh,
dalam hatinya ada rasa takut dan juga ada rasa kagum.
Lin Qingyun melihat wajah dingin cantik perempuan dengan alis tipis seperti air musim gugur dan kulit giok putih indah yang tak ternoda sedikitpun.
Gadis muda itu bernama Lin Qingyun.dia adalah putri dari Patriark keluarga besar Lin Di kota Tianye.
Lin Qingyun pernah bermimpi menjadi murid dari seorang guru perempuan yang sangat cantik dan juga kuat.
Bakat dan latar belakangnya mungkin kuat di kota Tianye.tapi,setelah dia mencoba magang di sebuah sekte.Lin Qingyun tidak di terima,
dan kini hanya tinggal di rumah.
saat ini pamannya yang bernama Lin Ming, terus menerus menepuk pundak Lin Qingyun. untuk memberitahukan padanya,jangan terus menatap berani pada orang yang sangat mudah untuk membunuh mereka.
Lin Qingyun yang sedang masih dalam khayalannya terbangun.karena, merasakan ujung bajunya ada yang menarik-narik.
Lin Qingyun menoleh ke Belakang.hanya untuk melihat pamannya, sekarang seluruh tubuhnya basah kuyup di penuhi keringat.
"paman,kamu kenapa ?"Tanya Lin Qingyun sambil masih kebingungan.
"Yun'er,kamu yang aneh.kamu sangat berani menatapnya,apa kamu tidak takut jika kita semua mati di sini karenamu."Jawab Paman Lin Ming sambil mengelap keringat di dahinya dan menghela nafas.
Saat mereka berdua sedang saling menatap dan berbisik.mereka mendengar langkah kaki, yang semakin mendekat.Namun,tak berani sedikit pun mengangkat wajah untuk melihat siapa yang mendekat.
Lin Qingyun yang cantik menutup mata karena ketakutan merasakan rasa sakit akan kematian yang mendekatinya.
Tiba-tiba terdengar suara kecil yang indah membangunkannya dari Menutup mata.
__ADS_1
Dengan setengah rasa ragu dan takut.Lin Qingyun mengangkat wajahnya,hanya untuk melihat wajah gadis kecil yang cantik dan manis.
"Kakak,apakah kamu ketakutan?Tanya Qin Queyi sambil menepuk bahu Lin Qingyun.
Lin Qingyun yang di tanya,hanya diam tak menjawab.tidak sampai saat pamannya Lin Ming,menyadarkannya dengan mencubit tangannya.
Lin Qingyun yang di cubit tangannya,hanya menjerit kecil.
"Tidak takut ,karena ada kamu gadis kecil yang bantu mengalahkan Penjahat itu."jawab Lin Qingyun tanpa sadar mengeluarkan kata-kata yang ada dalam pikirannya.
Lin Qingyun baru sadar, setelah semua yang ada dalam pikirannya di katakan.
paman Lin Ming dan semua bawahan yang hadir hanya merasakan terkejut mendengar apa yang di katakan Lin Qingyun.
Mereka semua takut perkataan Lin Qingyun, akan membuat marah orang-orang kuat di depannya.terutama pemimpinnya wanita berbaju putih yang wajahnya sangat cantik dan mempesona.
saat mereka ketakutan dan tak berani bergerak,terdengar lagi suara gadis kecil itu.
"Kakak jangan takut ,ibuku adalah orang paling terkuat di dunia.siapapun orang jahat yang melawannya,pasti akan mati."Qin Queyi berkata sambil menepuk dadanya.
orang-orang yang sebelumnya ketakutan.
kini,tanpa sadar mereka semua tertawa.
saat semua orang tertawa.Tiba-tiba terdengar suara perut lapar.
Qin Yue dan semua orang menengok ke arah suara perut siapa yang berbunyi.
Qin Yue hanya bisa tersenyum dan langsung memeluk Qin Queyi.
"Yi'er apakah kamu lapar ?.Tanya Qin Yue sambil mengelus-ngelus rambutnya Queyi.
"Ibu,sini mendekat".Jawab Queyi sambil langsung berbisik ke telinga Qin Yue.
"ibu,aku lapar tau."bisik Qin Queyi pada Qin Yue.
saat Qin Yue berfikir harus memasak apa untuk Qin Queyi.
Qin Ye mendekat dan menarik tangan kanan Qin Yue.
"ibu,aku juga lapar.tolong masakin yang enak."kata Qin Ye sambil tersenyum.
sistem yang sebelumnya selalu diam.tiba-tiba saja memberikan keterampilan pada Qin Yue.
"Ding, dikarenakan dua anak kembar tuan rumah lapar.saya akan memberikan Tuan rumah keterampilan dan hadiah lainnya".
"Ding selamat pada tuan rumah karena mendapatkan keterampilan Dewi memasak".
"Ding selamat kepada tuan rumah karena membuka kunci pusat pembelanjaan".
__ADS_1
Qin Yue yang mendengarnya sangat Senang atas hadiah dari sistem.tapi,apa yang di maksud dengan pusat pembelanjaan tak terbatas".
Sistem pun menjelaskan bahwa di pusat pembelanjaan,ada banyak seni beladiri, obat-obatan, bahkan sampai bahan memasak pun ada dan yang lainnya.
Qin Yue yang mendengarnya tentu saja sangat senang dan bahagia.karena,ternyata apapun yang ada di pusat pembelanjaan tinggal beli saja karena sudah juga ada pembayaran tak terbatas.
Hanya saja Qin Yue juga tau .meski punya segalanya,bukan berarti harus merasa santai dan bebas di dunia di mana yang kuat menindas yang lemah.
Qin Yue pun memilih beberapa barang dan bahan yang ada di pusat pembelanjaan untuk di pakai memasak.
Qin Yue pun menyuruh Qin ye dan Qin Queyi untuk menunggu sebentar dengan diam di atas burung Guntur api miliknya.
saat akan memasak,merasakan dirinya ada yang menatap.Qin Yue pun melirik ke arah orang-orang yang sudah lama duduk di atas tanah dan menunduk.
Dia pun langsung melambaikan tangannya untuk membuat semua orang berdiri.
saat semua orang berdiri dan takut akan kematian yang akan mendatangi mereka.
"jangan takut,aku tidak membunuh orang tanpa ada alasan."kata Qin Yue sambil tersenyum.
semua orang mendengar dan terkejut dengan apa yang Mereka dengar.
Yang pertama sadar adalah Lin Qingyun dan langsung menepuk pundak pamannya Lin Ming.
"Paman Lin Ming."kata Lin Qingyun.
Lin Ming dan semua orang pun langsung sadar hanya untuk melihat orang yang kuat dan cantik di sana sedang memasak seperti orang biasa.
Sejak dia mengambil pisau dapur, Qin Yue merasa seperti Dewi Memasak yang sudah seperti menjadi koki selama beberapa dekade. Baik pisau dapur maupun spatula digunakan dengan baik, gerakannya tidak hanya cepat tetapi juga indah dan natural, penampilannya juga rapi dan indah seperti menari.
Melihat Qin Yue dengan mudah dan terampil. membunuh ikan mas rumput seberat dua pon hidup-hidup, sesar, dan kerak dalam beberapa detik. Setelah perawatan awal, dia akan menaruhnya di atas kukusan tanpa menambahkan bahan apa pun.
Kemudian dia mengambil terung yang dia beli dan memotongnya menjadi irisan yang rata dengan pisau.Qin Yue sudah berencana menggunakan terung untuk membuat terong rebus.
........
Dengan keterampilan memasak Dewi Masak di tangan, Qin Yue hanya menghabiskan waktu setengah jam memasak.tidak hanya menyiapkan nasi, tetapi ia juga membuat lima hidangan lezat.yaitu terong rebus, ikan mas rumput kukus, telur tomat,Sup daging babi suwir dengan paprika hijau, tumis sayuran.
Hidangan rumahan lima hidangan yang sangat sederhana, tetapi hidangan dan aromanya lebih baik daripada yang dibuat oleh koki di tempat manapun.
Tercium dari aromanya saja sudah harum, rasanya pasti sangat enak.
Qin Ye dan Qin Queyi mendekat setelah mereka berdua cuci tangan dari botol yang di serahkan Qin Yue.
Tiba-tiba terdengar suara dari keduanya.
“Ini, hidangan ini juga sangat indah.” Qin Queyi berkata dengan kaget.
"ibu ternyata Memasak karya seni. Saudari Queyi,lihat bunga merah pada ikan itu. Sangat indah, bahkan lebih baik dari yang sebenarnya."
__ADS_1
keduanya pun saling melirik dan dengan cepat langsung berlari ke arah Qin Yue dengan kecepatan yang sangat cepat.
"Masakan Ibu kami memang yang terbaik."Keduanya berkata langsung dengan kompak sambil memeluk Qin Yue.