
Chapter 13
"Sungainya menjadi sangat dingin" setelah masuk kembali kedalam sungai, Xiaoyu langsung bergegas menuju pedang tersebut.
Xiaoyu sudah sampai di tempat pedang tersebut dan dia langsung memegang gagangnya dan berusaha mencabutnya dari batu besar tersebut walau sudah memakai sarung tangan yang tahan dingin tapi darahnya hampir membeku lagi, tiap detik pedang tersebut semakin dingin dan sungai tersebut akan membeku dan sarung tangannya yang dia pakai akan hancur.
Xiaoyu berusaha menarik tangannya dari pedang tersebut tapi dia tidak bisa, tangannya menempel sangat kuat, Xiaoyu gelisah karena airnya akan membeku begitu juga dia.
setiap menit setiap detik dan sungai mulai membeku dan Xiaoyu hampir kehabisanh nafas, dia memanaskan tubuhnya dengan sampai Extreme untuk menjaganya tetap hangat dan berusaha mengeluarkan tangannya dari pedang dan keluar dari sungai.
tiba tiba pedang tersebut memancarkan cahaya biru dan batu di bawahnya mulai sedikit retak dan setiap detik retak tersebut menjadi besar dan semakin besar, Xiaoyu gembira dan dia menunggu sampai batu itu pecah dan dia bisa keluar tapi hawa dingin tidak berkurang sama sekali tapi sebelum batunya pecah pedang itu terbang ke atas dan Xiaoyu belum bisa melepaskan tangannya dari pedang tersebut walau dia tidak bisa melepaskan tangannya dia bersyukur karena dia bisa bernafas lagi.
__ADS_1
Setelah 10 detik di atas sungai, pedang tersebut mulai bergerak dengan sangat cepat, Xiaoyu terombang ambing dan dia tidak tahu tujuan pedang tersebut, Xiaoyu merasa mual karena pedang tersebut terbang dengan sangat cepat dan masalahnya adalah Xiaoyu tidak bisa melihat jauh dan sesekali pedang tersebut menabrak burung yang sedang berkumpul.
karena kecepatan pedang terbang sangat cepat dan tidak butuh lama sebelum mencapai tujuan, Xiaoyu ling lung sebentar dan menjernihkan pandangannya dia berada di puncak gunung dan di depannya ada sebuah bunga putih yang memancarkan hawa dingin tapi tidak terlalu dingin dan itu halus.
tiba tiba bunga putih yang kecil itu berubah menjadi sesosok gadis berambut putih dan bermata biru bibirnya merah dan bentuk wajah nya sempurna bagian dadanya sedang dan tidak terlalu mencolok dan kulitnya putih pucat, Xiaoyu tertegun bukan karena keindahan di depannya tapi karena perubahan bunga putih kecil tersebut.
gadis tersebut mengulurkan tangannya dan pedang yang masih menempel di tangan Xiaoyu lepas pedang tersebut menuju keindahan di depannya, setelah pedang es itu sudah di pegang oleh gadis tersebut, Xiaoyu dan gadis diam dan atmosfer jadi hening.
gadis itu ling lung sejenak dan tampangnya sedikit marah tapi dia masih menjawabnya "tidak, aku bukan iblis"
"apakah kamu monster atau peri??"
__ADS_1
"Tidak, aku bukan monster atau apa pun dan aku manusia"
"ta.. tapi kamu tadi bunga putih kecil dan sekarang kamu berubah menjadi keindahaan apa kamu berbohong??"
gadis itu memandang Xiaoyu dengan b*doh"itu ilusi, apakah kamu.. ohh sepertinya aku tau kamu belum mencapai tahap ranah prajurit dan kamu tidak bisa merasakan ilusi"
"ya, aku masih di tahap ranah qi dan masih jauh di ranah prajurit, cantik apa kamu bisa mengajarkan teknik ilusi mu" Xiaoyu berbicara dengan genit dan berpose memohon.
►Support To Me, Caranya
● Like •and• Vote ● My Novel √
__ADS_1
~Thanks For Reading. >-<