The Thistle

The Thistle
21 - Nerdia Selatan


__ADS_3

FayLinn tersenyum lebar melihat OzzHog sudah


berada di halaman Akademi. Dia berdiri di samping BirdNerd-nya. FayLinn


melambaikan tangan dari jendela kelasnya, dan OzzHog membalasnya.


”Siapa dia?” tanya LouElla penasaran. Beberapa


hari ini, dia mendapati FayLinn diantar dan dijemput oleh lelaki, sepertinya


pekerja perkebunan ayahnya. Tuan Sprout tidak mungkin menyewa orang lain. Namun


baru siang ini LouElla sempat mendekati FayLinn yang berdiri di jendela dan


melambaikan tangan dengan akrab. Mereka seperti bukan majikan dan bawahan.


”OzzHog.”


”Siapa OzzHog?”


”Dia bertugas menjemputku.”


LouElla menelisik pakaian lelaki itu. Bukan


pakaian mahal bangsawan. Tidak jauh berbeda dengan pakaian LesTyn yang tadi


menemui Mom VinGlow. Sebenarnya LouElla sudah menyusun rencana untuk mendekati


LesTyn, tapi lelaki itu sudah bersama DesTyn di perpustakaan. Dia tidak ingin


rencana gilanya berantakan karena terburu-buru.


Sekarang ada OzzHog. Sepertinya, pekerja


perkebunan Tuan Sprout bukan orang sembarangan. Mereka memang punya fisik yang


kekar seperti pekerja pada umumnya. Tapi karena status Tuan Sprout yang


menduda, membuat pekerjanya kini memiliki posisi penting. LesTyn yang melakukan


pertemuan rahasia dengan Mom VinGlow. Sekarang OzzHog yang selalu menjemput dan


mengantar FayLinn.


Mungkin sebaiknya LouElla mengubah rencananya.


Tidak lagi mendekati LesTyn, karena dia sudah menjadi hak Mom VinGlow. Maka dia


bergegas menyusul FayLinn yang sudah lebih dulu menuruni gedung Akademi menuju


istall tempat BirdNerd anak-anak berada.


”Anda yang menjemput FayLinn?” tanya LouElla,


sembari menelisik wajah OzzHog. Dia bersyukur bisa mendahului FayLinn.


Sepertinya, terjadi kemacetan di istall anak-anak. Seperti biasa, BirdNerd


mereka sering berdesakan untuk keluar dari istall.


Lelaki itu menunduk hormat pada LouElla.


”Benar, Nyonya. Saya diutus Tuan Sprout untuk


mengantar dan menjemput Nona FayLinn.”


”Nona LouElla.”


”Oh, maaf. Nona LouElla.”


OzzHog mengangguk hormat. LouElla merasa ada


sesuatu yang berbeda dari lelaki di depannya. Dia tidak seperti LesTyn. Dia


mengenal sopan santun dan tata krama bangsawan. Cara menunduk dan menghormatnya


berbeda, bukan gerak gerik pekerja kasar. Dan tidak ada pekerja perkebunan yang


memanggilnya dengan Nyonya atau Nona tanpa merasa canggung. Kata itu tidak


pernah diucapkan masyarakat kelas bawah pada kaum bangsawan.


”OzzHog? Tadi FayLinn menyebut nama anda.”


”Benar sekali, Nona.”


FayLinn mengkonfirmasi dugaannya. OzzHog bukan


lelaki sembarangan. Gesturnya, bukan gestur pekerja. Dia terlalu gagah untuk


pekerja kasar. Dan, dia tampan. Rahangnya tampak kuat, sepasang matanya tajam,


dan hidungnya runcing. Membuat dada FayLinn bergetar lembut ketika menyusuri


wajahnya.


”Tuan Sprout orang yang sangat sibuk, ” ucap


FayLinn melembutkan suaranya, ”dia sering tidak hadir bila ada panggilan


menghadap wali kelas. Mungkin OzzHog bisa menggantikan Tuan Sprout, saya tidak


keberatan.”


OzzHog tersenyum tipis, semakin membuat wajahnya


sama sekali tidak mencerminkan pekerja kasar. FayLinn tidak yakin bisa


mengendalikan debaran di dadanya yang bersicepat. Dia harus mendapatkan lelaki


ini. Bukan bangsawan, tidak masalah. Dia lelaki yang berbeda. Dia istimewa.


FayLinn bisa melihat, kulit OzzHog yang tampak bersih, mengkilat diterpa cahaya


Bintang Memra. Membuatnya semakin gemas.

__ADS_1


”Akan saya sampaikan pada Tuan Sprout.”


”Oh, tentu saja. Sampaikan salam saya pada Tuan


Sprout.”


OzzHog kembali menunduk bahkan sedikit membungkuk.


Di mata FayLinn, begitu elegan.


”OzzHog!”


LouElla dan OzzHog mendongak. FayLinn sudah berada


di atas BirdNerdnya. OzzHog melompat ke atas BirdNerdnya, lalu terbang


mendekati FayLinn. Mereka berbincang sebentar, dan FayLinn tampak begitu senang


ketika OzzHog membisikinya.


”Jadi, OzzHog juga akrab dengan FayLinn. Hmmm...”


gumam LouElla.


Ada yang bernyanyi-nyanyi di dadanya, membuat


langkahnya serasa melayang. Bayangan WinkGef Sprout perlahan memudar dari


pelupuk matanya. Dia tak mungkin mendapatkan bangsawan, karena dia hanya rakyat


biasa. Jadi OzzHog adalah pilihan sempurna. Dia rakyat biasa seperti dirinya,


yang memahami tata krama bangsawan. Sepertinya lebih sepadan.


Dan, demi OzzHog, dia harus berbaik-baik pada


FayLinn. Kasmaran, adalah kisah hari ini. Kisah LouElla dan Mom VinGlow.


OoO


Rencana OzzHog dan FayLinn tentu saja tidak


diketahui WinkGef. WinkGef sepenuhnya percaya pada OzzHog. Lelaki itu memegang


kartu As-nya. Jadi, dia yakin OzzHog tidak akan bertindak macam-macam pada


putrinya.


Dan FayLinn, gadis kecil itu sangat menyukai


berpetualang. Begitu OzzHog membisikkan bahwa dia akan mengajak FayLinn ke


Nerdia Selatan, gadis itu luar biasa gembira. Dia bahkan bisa menyimpan


BirdNerd-nya di istall pekerja perkebunan ayahnya, dan naik BirdNerd berdua


dengan OzzHog. WinkGef sedang ada pertemuan dengan para bangsawan, membahas


tentang Festival Rouya yang semakin dekat. Bisa jadi sampai malam. Dia sudah


menunggunya pulang. Dan, OzzHog tidak merasa melanggar ketentuan WinkGef. Meski


Nerdia selatan adalah kawasan terlarang bagi gadis kecil istimewa seperti


FayLinn.


”Bila ayahmu tahu, apa yang akan kau katakan?”


tanya OzzHog ketika mereka sudah terbang ke selatan.


”Aku yang mengajakmu.” ucap FayLinn gembira.


”Bukankah sebaliknya?” tanya OzzHog yang duduk di


belakang FayLinn.


”Ayah akan memecatmu. Dan kau tidak bisa lagi


mengajariku SkyDive.”


”Hhh, teryata kamu anak yang bandel. Tidak ada


anak perempuan yang SkyDive. Itu pekerjaan anak laki-laki.”


”Tidak lagi.”


OzzHog tersenyum. Dia merunduk, mengelus leher


BirdNerd. Sejurus kemudian, BirdNerd-nya menukik tajam.


”OzzHog! Apa yang kamu lakukan?” teriak FayLinn.


Tangannya mencengkeram bulu-bulu BirdNerd.


”Katanya mau belajar SkyDive? Kenapa? Takut?”


”Kamu tidak memberitahuku... aku .... aaaaaa....”


FayLinn kembali berteriak ketika tahu-tahu


BirdNerd yang menukik tajam tadi, nyaris menabarak pohon Rouya, tapi OzzHog


membalikkannya, hingga mereka bisa berkelit. Dan BirdNerd kembali terbang tegak


lurus ke atas.


”Lagi... lagi...” teriak FayLinn gembira.


”Asalkan tidak teriak.”


”Aku janji.”


Tapi tentu saja, FayLinn tetap berteriak meski dia


berjanji. Meski ayahnya SkyDiver terbaik di Nerdia, tapi ayahnya tidak pernah

__ADS_1


mengajaknya untuk SkyDive. FayLinn pernah merengek meminta, tapi ayahnya tidak


pernah menyetujuinya. SkyDive untuk laki-laki. Bukan perempuan. Makanya,


FayLinn tak henti-hentinya berteriak sejak tadi.


Setelah puas melakukan SkyDive, BirdNerd OzzHog


pun terbang normal menuju Nerdia Selatan. Mereka tidak lagi melewati hutan


Rouya. Tapi sebuah padang rumput yang sangat luas. Sejauh mata memandang hanya


padang rumput.


”Ini perbatasan ibukota Nerdia dengan Nerdia


Selatan.”


”Tidak ada pohon Rouya,” ucap FayLinn mengamati


pemandangan di bawahnya.


”Memang sengaja tidak ditanami untuk dibuat


sebagai pembatas. Padang rumput ini, dulu adalah medan perang.”


”Medan perang?”


”Ya, ayah Raja Orla dulu menaklukkan Memphia


dengan peperangan di padang rumput ini. Setelah itu, Memphia menjadi bagian


Nerdia. Nerdia Selatan.”


”Bukannya Ratu Orla dari Nerdia Selatan?”


”Ya. Dengan menaklukkan Memphia, ayah Raja Orla


menikahkan Raja Orla dengan anak Raja Memphia. Jadilah dia Ratu Orla. ”


”Ratu Orla sangat cantik. Apa wanita di Nerdia


Selatan cantik-cantik?”


”Tentu saja. Kampung halamanku Nerdia Selatan.


Wanita di sana cantik-cantik.”


”Apa cantik seperti ibu?”


OzzHog terdiam. WinkGef pernah berpesan, untuk


tidak mengingatkan FayLinn pada ibunya. Atau OzzHog akan dalam masalah besar. OzzHog


tidak begitu menggubris pesan itu. Bisa jadi, WinkGef tidak ingin FayLinn


menangis karena ingat pada ibunya. Lelaki itu menganggap anaknya seperti


mutiara yang tidak boleh lecet sedikitpun.


”Tentu saja lebih cantik ibu FayLinn.”


”Kau pernah bertemu ibuku?”


”Belum pernah. Aku bekerja di perkebunan setelah


ibumu meninggal. Tapi, kata orang-orang di perkebunan, ibumu cantik sekali.


Lebih cantik dari Ratu Orla.”


”OzzHog..... aku rindu ibuku.”


Gawat.


OzzHog tiba-tiba merasakan hawa dingin berhembus.


Tiba-tiba langit mendung. OzzHog heran, darimana mendung datang demikian cepat.


Langit mulai menggelap, hujan lebat akan segera turun.


”FayLinn.... sepertinya kita harus segera


kembali.”


”Aku mau ke Nerdia Selatan. Di sana pasti banyak


wanita cantik seperti ibuku.”


”Aku berjanji akan membawamu ke sana lain waktu.”


OzzHog membalikkan arah BirdNerd. Dia lebih


terkejut lagi. Mendung lebih pekat di langit Nerdia. Mereka tidak akan sampai


ke Nerdia dengan kondisi kering.


”Aku mau ke Nerdia Selatan.” rengek FayLinn.


”Tidak sekarang, FayLinn. Maafkan aku. Kalau kita


kehujanan, ayahmu tidak akan memaafkan kita berdua. Dia akan memecatku. Kamu


tidak ingin itu terjadi, kan?”


Air mulai berjatuhan. Ini lebih gawat dari yang


dia kira. Kalau mereka tidak menemukan tempat berteduh, OzzHog tidak yakin FayLinn


tidak sakit sesampai di rumahnya. Apa benar ini yang dipesan oleh WinkGef? Jangan


sampai mengingatkan FayLinn pada ibunya. Lalu, apa hubungannya ibu FayLinn dengan


hujan yang semakin menderas?


OzzHog berusaha mengingat istall terdekat di

__ADS_1


perbatasan Nerdia dengan Nerdia Selatan. Dan seingatnya, tidak ada.


__ADS_2