
Aku kemudian keluar dari rumah setelah memeriksa bagian dalamnya.
Di luar, aku melihat semuanya sangat sibuk untuk mempersiapkan suatu hal.
Karena ini adalah hutan, jadi itu membuatnya kaya akan kayu dan sumber daya alam lain.
Aku melihat para penduduk laki-laki menebang pohon kemudian mengumpulkannya pada satu tempat.
Di sisi lain juga, aku melihat Rokie tengah membangun rumah sederhananya.
Itu adalah bengkel yang terbuat dari bahan batu dan kayu. Secara penampilan, itu terlihat hanya setinggi beberapa meter lalu terlihat cukup sempit.
Aku baru saja ingin menemuinya sebelum sesuatu membuat aku terdiam.
[Misi Baru: Membebaskan 100 budak] | [Hadiah: +50 rumah dan +500.000 Emas.]
Tunggu, whoah! Apa?!
"Membebaskan budak katamu?"
Aku bahkan belum mengetahui apakah disini ada yang namanya sistem perbudakan tersebut.
"Tuanku, apakah ada yang salah?" Lucfier yang berada didekatku berhasil menangkap rasa keterkejutan yang aku keluarkan.
"Yah, ummm ... Aku memikirkan untuk mencari budak."
Dan dalam perkataan itu, Lucfier seolah-olah terdiam selama beberapa waktu sebelum tingkahnya berubah menjadi antusias.
"Seperti yang diharapkan dari seorang jenius. Rencana anda tentang menjadikan budak sebagai tenaga kerja murah memanglah ide yang brilian."
"Maksudmu, mereka bisa dipekerjakan begitu?" Yah, aku tidak tahu kenapa dia bisa mengatakan aku yang seolah-olah merencanakan ide tersebut.
Tapi, aku yakin kebanyakan budak memang digunakan untuk pekerjaan fisik dan kasar.
"Mereka memang seperti itu. Tidak ada yang peduli jika kita memperlakukannya dengan buruk sekalipun." (Lucfier)
Sepertinya, budak adalah sesuatu yang bisa dipakai sesuka hati dan menjadi komoditas yang laris manis di pasaran.
Aku mendengar, mereka bahkan tidak perlu tempat yang layak untuk tidur.
Juga, bagi para budak, makanan adalah sesuatu yang paling mereka butuhkan untuk bisa bertahan hidup.
Kadang, ada beberapa yang rela melakukan pekerjaan berat hanya demi sebuah roti.
"Aku menemukan satu tempat yang bisa kita kunjungi hari ini."
"Tunggu, jangan bilang itu adalah tempat yang aku cari?" Lucfier menggangukan kepala ketika aku menanyainya begitu.
Dengan begini, aku dan Lucfier kemudian pergi bersama dan menuju ke sesuatu yang megah di kota Kathalan.
"Disana Tuanku, aku mendengar ada yang namanya pedagang budak. Dan sepertinya setiap hari jumlah barang mereka bertambah setelah Raja Baru dipilih."
Aku kagum dengan apa yang ada dihadapanku.
Di depanku, ada yang namanya sebuah bangunan berlantai lima.
Dari luar, siapapun pasti akan mengetahui ini termasuk mewah.
__ADS_1
Aku belum memasukinya, jadi aku belum mengenal bagian dalam rumah itu.
Bersama Lucfier, kami membuka pintu toko lalu disambut oleh seseorang dengan kumis.
"Selamat datang tuan-tuan. Sepertinya sesuatu di toko sederhana ku menarik perhatian kalian."
"Ya, begitulah." Singkat cerita, pria itu adalah pemilik dari bisnis ini.
Dia bertubuh pendek tapi terlihat gemuk.
Penampilannya juga terlihat cukup mencolok.
Aku mengira dia pasti mendapatkan banyak untung dari melakukan perdagangan ini.
"Sederhana saja, Tuanku ingin kamu menunjukan beberapa yang bisa menarik perhatiannya." Pria itu langsung merespon perkataan Lucfier dengan mengarahkan kami ke ruangan bawah tanah.
Itu adalah tempat yang gelap menurutku.
Pada sepanjang lorong, hanya pagar besi dan dinding kotor yang aku lihat.
"Mereka adalah budak kriminal. Tapi ada yang merupakan menjadi budak karena hutang."
Aku melihat, ada dua jenis budak yang bisa aku temukan disini.
Yang pertama adalah kriminal, mereka adalah kumpulan penjahat atau bandit yang sekarang berakhir menjadi budak karena perbuatan mereka di masa lalu.
Jadi, alih-alih memenjarakan mereka, akan lebih menguntungkan jika membuat para penjahat itu menjadi tenaga kerja murah dan sekali pakai.
Juga, pemilik toko itu berkata, setelah kau menemukan sesuatu yang seperti kerah berada di lehermu, selamanya seseorang tidak akan bisa kembali ke kehidupan manusia normal.
Sementara, budak hutang.
Tapi, tetap saja, perlakuan yang mereka dapatkan tidak terlalu jauh berbeda seperti budak kriminal.
"Biasanya, kebanyakan orang lebih menyukai perempuan. Karena selain kau bisa menggunakannya untuk keperluanmu ..." Aku kemudian memahami maksud pria itu.
Karena aku juga melakukan hal yang sama kepada Aisha.
Meskipun itu sedikit berbeda karena dia adalah seorang bawahan.
"Jadi, kau mengatakan disini ada kurang lebih seratus budak, benar begitu?"
"Ah, iya. Itu akan menjadi seratus setelah-Ah-Ah!" Wajah pria itu menjadi panik setelah Lucfier mengeluarkan benda tajam yang sekarang sudah berada tepat disamping leher lelaki itu.
"Kami akan menggambil mereka semua, tentu tanpa membayar." (Lucfier)
"Apa? Kalian penjahat, beraninya!" (Pedagang Budak)
Aku menepuk jidatku karena Lucfier seenaknya memutuskan sendiri.
Aku memang berencana akan membebaskan budak dan menyelesaikan misi, tapi bukan dengan cara nekat seperti itu.
"Ngomong-ngomong, berapa harga dari setiap budak ini?"
"Ah, iya ... Mereka bisa dibilang sangat murah, bisa kau dapat dengan harga seribu." (Pedagang Budak)
Sungguh? Itu bahkan lebih murah dua puluh kali lipat dari harga pedangku.
__ADS_1
Aku tidak tahu kenapa itu bisa terjadi, tapi sepertinya aku akan membutuhkan 100.000 untuk bisa memiliki semuanya.
Namun, sepertinya uangku tidak mencukupi.
Jadi, dengan senyuman menyeringai aku mendapatkan ide yang jahat di kepalaku.
"Ah, ayolah! Kalian akan aku laporkan kepada Ksatria karena sudah melakukan ini." (Pedagang Budak)
"Tuanku, apakah kau sudah memutuskan?" (Lucfier)
"Baik, angkut mereka semua." (Lein)
"Oh, iya! Apa?! Jangan bercanda-Ugh!" Aku menutup mulut pria itu dengan kain karena dia mulai berteriak keras ketika kami mencoba membuka satu pintu penjara.
Sementara itu, Lucfier yang sudah melumpuhkan pria itu segera melakukan sesuatu terhadap orang-orang yang berada di dalam kurungan.
"Aku bisa menjadikan mereka sebagai bawahan dengan skill merekrut milikku dan membuat mereka dalam kendaliku. Bagaimana menurutmu, tuan?"
"Lakukan itu." Aku menggangukan kepala.
Yah, lagipula itu tidak jauh berbeda dengan memperbudak.
Kau tahu, perintah atasan akan menjadi mutlak setelah seseorang direkrut menggunakan skill tersebut.
Lucfier melakukannya kepada sepuluh budak pertama yang dia temui.
Itu adalah orang-orang yang menjual diri karena hutang, lalu kebanyakan dari mereka adalah perempuan.
"Hmmm?"
Ketika aku melihat satu sel lagi. Ada yang memiliki telinga yang tidak biasa, tapi secara penampilan masih menyerupai wujud manusia.
"A-Mereka pasti adalah setengah hewan."
Aku baru mengetahui ini.
Selain manusia, pemilik toko itu juga memiliki yang namanya gadis bertelinga kucing, lalu beberapa pemuda dengan telinga anjing.
Mereka terlihat kebingungan dengan kedatangan kami pada awalnya dan cukup terkejut.
Tapi, segera keterkejutan para budak ini mencapai puncaknya setelah Lucfier sudah menyelesaikan pekerjaannya.
"Selesai ... Kalian akan berada di bawah tanggung jawabku mulai dari sekarang." Aku mengatakan itu kepada semuanya.
"Tunggu, jangan bilang anda membebaskan kami-nyaa?" Gadis bertelinga kucing mendatangiku sambil mengatakan itu.
"Ya, begitulah."
Jujur saja, aku hampir sedikit salah tingkah setelah gadis itu selalu mengakhiri kalimatnya dengan "Meow" atau sejenisnya.
Aku kemudian mengumpulkan budak hutang sementara Lucfier mengatasi yang namanya budak kriminal.
"Kalian akan bekerja dengan sangat keras mulai dari sekarang. Aku tidak akan bersikap sebaik seperti yang dilakukan oleh Tuanku." Dan dalam kalimat itu, dia tertawa seolah-olah menikmati itu semua.
Yah, dia adalah iblis. Jadi itu membuatnya semakin terlihat jahat ketika mengataknnya.
Para budak kriminal itu juga terlihat pasrah.
__ADS_1
Tapi, ada beberapa yang terlihat tidak peduli dan hanya diam.
Aku kemudian pergi membawa semuanya bersamaan ketika muncul sebuah pemberitahuan seperti, [Misi Berhasil] | [+500.000 Emas] | [+50 Rumah]