
1 Tahun Kemudian....
Selama 1 tahun ini Clarisa, Clalisa dan juga Claisa sering bolak balik ke ruang dimensi nya Clarisa untuk menyimpan barang barang berharga mereka sampai yang tidak terlalu penting atau hanya sekedar berkunjung.
Mulai dari senjata sampai makanan bahkan mie instan maupun cemilan ada di sana rumah di ruang di mensi pun sudah selesai 6 bulan yang lalu sangat bagus bahkan jauh lebih bagus dari dugaan Clarisa, Clalisa dan Claisa.
Little Galaxy, Aska, David mau pun Kendrik sudah terbiasa dengan dunia yang di tempati oleh Clarisa, Clalisa dan Claisa mulai dari bahasa alat alat bahkan makanan sekali pun.
Bukan hanya terbiasa dengan alat alat dan berbagai jenis barang lain di dunia moderen tapi juga dengan kelakuan Clalisa dan Claisa yang absura bahkan kelewat absura kadang kadang begitu juga dengan Clarisa yang super duper dingin dan irit kata bahkan 1 ini ia tersenyum pun bisa di hitung dengan 1 tangan saja bayang kan aja 1 tahun gak tersenyum sampai 5 kali udah gitu kalau tersenyum pun sangat kecil.
Di Ujung Kapal Pesiar
Disini lah Clarisa, Clalisa dan juga Claisa dengan tubuh yang lemah dengan luka di sekujur tubuh mereka dan di kepung oleh ratusan orang pembunuh bayaran.
Kenapa tubuh mereka lemah? Karena mereka tak sengaja menghirup aroma dari bunga seribu warna yang bisa membuat orang lain melemah setelah 1 jam kemudian dan juga bunga seribu warna ini tidak berbau jadi mereka tidak mengetahui nya dan lagi bunga tersebut ternyata di letakan di antara bunga lain yang begitu banyak di kamar mereka.
(Maaf ya gais ini hanya hayalan author kok karena author juga gak tau bunga seribu warna ada apa enggak dan kalau ada pun author juga gak tau beracun apa enggak๐ ๐ ).
"Siapa yang menyuruh kalian untuk membunuh kami hah?" tanya Isa dengan marah dan aura yang dingin.
"Cih sudah mau mati masih sombong. Baik lah karena kalian sudah akan mati maka kami akan memberi tau kalian dan yang menyuruh kami membunuh kalian adalah komandan Rex" kata sang ketua pembunuh bayaran.
"Sudah ku duga kalau komandan Rex adalah dalang dari ini semua" telepati Isa.
"Iya kau benar Isa tapi apa yang harus kita lakukan sekarang aku tak sudi mati di tangan mereka" telepati Lisa.
"Aku akan melompat ke lautan dan mati di sana dari pada mati di tangan mereka apa kah kalian akan ikut bersama ku?" telepati Risa.
"Tentu kami ikut kak ingat lah janji kita, kita akan selalu bersama baik hidup mau pun mati, suka mau pun duka" telepati Lisa.
Ya memang saat mereka berumur 5 tahun tepat di mana Claisa sakit, Clalisa dan Clarisa juga ikut merasakan sakit dan saat itu pula mereka berjanji akan selalu bersama apa pun yang terjadi tanpa di ketahui kedua orang tua mereka.
__ADS_1
"Iya kak, kak Lisa benar dan juga kita tidak bisa berkomunikasi dengan spirit beats mau pun masuk ke ruang di mensi karena kondisi kita yang melemah" telepati Isa.
"Baik lah tunggu dulu aba aba ku dan saling berpegangan tangan kita melompat bersama sama" telepati Risa lalu mereka ber tiga berpegangan tangan.
"Kenapa kalian diam hah? Apa kah kalian sudah mengaku kalah?" tanya si ketua pembunuh bayaran lagi lalu berjalan mendekat.
"Sekarang!" teriak Risa lalu mereka bersama sama melompat ke laut.
Saat melompat Risa tersenyum sangat manis yah, senyum yang sudah hilang selama sebelas tahun itu kembali muncul di saat detik detik kematian Risa, Lisa dan Isa lalu mereka pun tenggelam bersama sama dengan saling berpegangan erat bahkan pegangan itu seperti tidak akan pernah lepas selama nya dan lama kelamaan pandangan mereka menjadi buram dan hilang menjadi gelap.
"Sialan mereka melompat ke laut" ucap ketua pembunuh bayaran.
"Bukan kah mereka sudah terluka parah? Seharus nya mereka sudah mati kan jadi anggap saja misi kita berhasil" jawab salah satu pembunuh bayaran.
"Hem,.. Kau benar juga kalau begitu ayo kita pergi" kata si ketua pembunuh bayaran lagi lalu berjalan pergi dan di ikuti oleh yang lain.
(Buat kalian yanga bertanya kenapa gak ada yang nolongin Clarisa, Clalisa dan juga Claisa jawaban nya adalah karena semua orang sudah tertidur nyenyak di kamar mereka masing masing karena obat tidur yang di berikan para pelayan di makanan orang orang yang ada di kapal bisa di bilang bahwa pembunuh ini sudah di rencana kan dari awal dengan sangat teliti bahkan sang kapten kapal dan juga awak awak nya terlibat).
Di Tempat Lain
"Akhh,.. Sakit" ucap seorang gadis sambil memegang kepala nya.
"Di mana ini kak? Bukan kah kita sudah mati kak? kok warna nya putih semua?" tanya seorang gadis lain secara bertubi tubi.
"Kalau kami tau gak bakalan diem ogeb" ucap seorang gadis lain lagi.
"Iya juga ya kak" ucap gadis tersebut cengegesan.
"Dasar cantik cantik tapi kok *****" balas nya.
"Gue gak ***** ya lo kali yang *****" ucap gadis yang di katai ***** tersebut tak terima di katain *****.
__ADS_1
"Memang kan gutu kenyataan nya"
"Gak"
"Iya"
"Gak"
"Iya"
"Diem Lisa, Isa" ucap Risa dingin karena sudah pusing makin pusing pula dengan perdebatan dari ke dua adik nya yang menurut nya sama sekali gak berguna.
Ya ke tiga gadis tersebut adalah Claisa, Clalisa dan juga Claisa.
"Tapi pertanyaan dari Isa benar juga kak, sebenar nya di mana ini? Kenapa semua nya berwarna putih bukan kah kita sudah mati? Apa kah ini surga?" tanya Lisa.
"Entah lah Lisa aku juga tidak tau dimana ini" kata Risa dengan wajah datar dan dingin tapi tetap waspada.
"Apa jangan jangan ini neraka? Secara kan kita banyak membunuh orang ahhkk tidak tolong lah Isa yang cantik ini aku gak mau maauk neraka TIDAK!!" teriak Isa dan berlari lari gak jelas dan tiba tiba,..
'Pletak' Clalisa menjitak kepala dari Claisa.
"Aduh kenapa kepala gue di jitak sih? Sakit tau kalau gue gegar otak gimana mau tanggung jawab?" ucap Isa lebay.
"Lo sih teriak teriak gak jelas sambil lari mana ada coba neraka kayak gini dan juga gak mungkin lah cuma di jitak aja sampai gegar otak kalau benaran sampai gegar otak seberapa kuat jitakan gue coba?" ujar Lisa.
Namun di tengah keributan yang di lakukan oleh Clalisa dan Claisa, tiba tiba muncul seorang laki laki tampan dengan pakaian kuno atau yang biasa nya di sebut hanfu dan tentu saja membuat mereka ber tiga seketika waspada apalagi mereka dapat merasa kan bahwa orang di depan mereka sangat kuat bahkan lebih kuat dari mereka bertiga.
"Siapa kau dan di mana ini?" tanya Risa dengan nada datar dan dingin tapi tetap was was.
"Aku adalah,.... "
__ADS_1
BERSAMBUNG,...
Hai teman teman terima kasih banyak sudah membaca novel ku ya. Jangan lupa untuk selalu dukung novel ku ya dengan cara kasih bintang lima, Like dan Vote sebanyak banyak nya supaya aku semakin semangat untuk up dan juga yang terakhir jangan lupa untuk tinggal kan jejak dengan komen di bawah ya. Untuk yang ingin bertanya kapan up atau yang lain silah kan masuk ke grup ya THANK YOU ALL AND I LOVE YOU๐๐