
"Baiklah gadis cantik, ini yang terakhir. Bisakah kamu membantu kakak perempuan ini sekali lagi?" Rosa memberi Elysia gaun hitam-coklat setelah mengingat gaun ini belum pernah dicoba sama sekali dan hampir terlewatkan olehnya.
Elysia menerima gaun itu dengan senyum masam karena dia tidak lagi menghitung berapa banyak pakaian yang dia coba, bahkan pakaian yang dia kenakan sekarang adalah gaun yang baru saja dia coba.
"Aku punya nama, kau tahu?"
Elysia sepertinya sudah tidak tahan lagi karena sampai sekarang hanya dipanggil gadis cantik oleh Rosa. Kejadian saat ini mirip dengan apa yang dia alami saat masih berada di Hutan Cakar Harimau dimana paman dan bibi Vanessa bahkan tidak peduli dengan namanya.
"Ara~ Ufufu... Maafkan kelalaianku, aku terlalu bersemangat saat bertemu denganmu hingga aku lupa menanyakan namamu. Jadi, siapa namamu gadis cantik?" Rosa sedikit terkejut dan tertawa kecil karena kelalaiannya.
"Kamu bisa memanggilku Elisia." Elysia memperkenalkan nama barunya dengan sedikit kebencian dan segera kembali ke ruang ganti untuk mengganti gaun terakhir yang akan dia coba.
"Fufufu..." Rosa tersenyum sambil melihat ke luar jendela.
Ia sebenarnya putri dari keluarga bangsawan Wilis di kota ini yang baru saja membuka toko pakaian berkelas di kawasan bangsawan ini.
Semua pakaian yang ada di sini saat ini adalah produk buatannya sendiri yang pastinya belum dibuat secara massal.
Sayangnya toko pakaian ini tidak memiliki model untuk mempromosikan toko barunya kepada masyarakat hingga Elysia datang ke tokonya tepat di hari tokonya resmi dibuka.
Meski agak ceroboh, Rosa mahir dalam dunia bisnis dan dia ingin membuktikan kepada keluarganya bahwa dia bisa melakukannya dan akan berhasil.
Ia ingin menentukan jalan nasibnya sendiri, daripada ditentukan oleh orang lain dan menikah dengan keluarga lain begitu saja karena hati nuraninya tidak membiarkan dirinya tetap dipandang sebagai perempuan lemah.
Sementara Rosa asyik melamun, Elysia mengganti bajunya sekali lagi. Tapi setelah berganti, dia melihat dirinya yang terpantul di cermin.
Saat berganti pakaian sebelumnya, dia bahkan tidak melihat dirinya di pantulan cermin dan langsung berganti pakaian sebelum keluar dari ruang ganti dan menunjukkan dirinya kepada Rosa. Karena ini yang terakhir, dia ingin melihat lebih detail wajahnya yang sekarang.
Terpantul di cermin seorang gadis berambut hitam panjang dengan mata biru keunguan yang indah dilengkapi dengan tubuh rasio emas dan kulit putih cerah mengkilap yang membuatnya mudah menjadi pusat perhatian.
Untuk beberapa alasan, fitur tubuh Elysia hampir seluruhnya berbeda dari potret Alisha yang pernah dia lihat sebelumnya dan dia menyadarinya. Elysia seolah memiliki identitas baru meski sekilas masih mirip dengan Alisha.
__ADS_1
'Dia adalah aku...' Elysia bergumam kosong sambil menyentuh pipinya sebelum mendekati cermin untuk mengingat wajahnya saat ini.
"Ely~ Apa kamu baik-baik saja di sana? Kenapa kali ini agak lama?" tanya Rosa dari luar pintu ruang ganti, ia khawatir Elysia kesulitan mengenakan gaun terbaiknya yang hampir terlupakan.
"Um, aku baik-baik saja. Mohon tunggu sebentar." Elysia tidak lagi menatap wajah dan matanya yang seolah menjerat dirinya ke dalam alam semesta yang indah.
Kemudian dia keluar dan mempersembahkan dirinya kepada Rosa dengan gaun terakhir itu.
"Ely... Kamu sangat cantik dengan gaun itu, sangat cocok dengan warna rambutmu dan bentuk tubuhmu yang sudah berada di kelas atas." Rosa memuji dengan senyuman entah sudah berapa kali dia memuji Elysia hari itu.
Sementara Elysia hanya memutar matanya seolah dia tidak peduli, dia tidak lagi suka dipuji setelah entah berapa banyak pujian yang dilontarkan padanya oleh Rosa dalam waktu sesingkat itu.
Mereka sekali lagi melakukan sesuatu yang mirip dengan yang sebelumnya dengan beberapa pose dan Rosa akan menepuk kristal di telapak tangannya. Elysia menghela nafas lega bahwa semuanya telah berakhir, sekarang dia hanya perlu membeli beberapa pakaian dengan diskon yang dijanjikan dan langsung menuju akademi sihir.
"Nona Rosa, bisakah saya membeli beberapa pakaian dengan harga diskon yang Anda janjikan sebelumnya?" Elysia tidak lupa bertanya karena khawatir Rosa akan melupakan janjinya.
"Oh! Tentu saja bisa. Sebenarnya, semua pakaian dan berbagai gaun yang telah kamu coba sebelumnya akan diberikan kepadamu sebagai rasa terima kasihku. Tidak, jangan menolak ini. Lagipula aku telah menyusahkanmu." Rosa berkata dengan tulus sambil mengumpulkan pakaian yang pernah Elysia coba sebelumnya.
"Ely, ambil ini dan anggap ini hadiah dariku."
Rosa memberinya setumpuk baju dan gaun yang telah terlipat rapi. Tumpukan pakaian tersebut sebenarnya adalah pakaian yang pernah dicoba oleh Elysia sebelumnya yang kebetulan dibuat pas dengan tubuhnya.
"Terima kasih."
"Fufu... Mungkin aku yang akan berterima kasih nanti." Rosa menyeringai misterius.
"Nona Rosa, apa maksudmu? Bagaimana kamu bisa berterima kasih padaku sementara yang kulakukan hanyalah mencoba pakaian yang telah kamu buat dan kebetulan cocok untukku?" Elysia hanya sedikit memiringkan kepalanya seolah tidak mengerti maksud Rosa.
"Eh? Kamu bersedia menjadi modelku dan telah mencoba semua pakaian indah itu. Kamu telah berkontribusi besar untukku, tunggu kakak ini menjadi sukses dan aku akan memberimu hadiah lain di masa depan~"
Rosa tersenyum riang sebelum memasukkan kembali kristal fotografinya ke dalam Space Bag di pinggangnya.
__ADS_1
Saat Rosa lengah, Elysia pun mengeluarkan Space Bag-nya dari [Space Storage] sebelum memasukkan semua pakaian yang diberikan padanya ke dalam Space Bag.
Setelah itu, Elysia enggan berganti pakaian lagi setelah semua yang terjadi beberapa saat lalu. Kemudian dia menggendong Vanessa kembali dan hendak mengucapkan selamat tinggal pada Rosa.
"Nona Rosa, sudah waktunya kita pergi."
"Sudah mau pergi? Baiklah, kamu ingin pergi ke akademi sihir, kan?" Rosa berjalan mendekati sofa namun berhenti pada jarak 3 meter dari Elysia.
Elysia terkejut karena tujuannya sangat mudah ditebak, dia bertanya bagaimana hal itu bisa terjadi di benaknya sebelum kembali ke dirinya yang normal.
"Fufu... Ada apa dengan wajah kaget itu, semua remaja 16 tahun pasti akan datang kesana lho?" Rosa terkikik lagi saat melihat wajah terkejut Elysia yang hanya berlangsung sesaat.
"Begitukah? Apakah kamu juga di akademi sihir?" tanya Elysia agak bingung sambil melihat status Rosa saat ini.
[| Lv. 42 | Penyihir Pemula | Rosa Willis | Perempuan (22) | HP: 19.800 / 19.800 | EP: 22.500 / 22.500 |]
"Betul! Aku di tahun keenamku di sana! Kita bisa bertemu lagi saat kamu masuk akademi nanti~"
"Um, saya akan segera mendaftar di sana. Tolong jaga saya di masa depan, Miss Rosa." Elysia berbicara dengan ramah saat dia mendekati Rosa.
"Hehe... Jangan malu-malu." Rosa yang didekati oleh Elysia justru berjalan mundur seolah menghindari Elysia.
"Tunggu! Jangan mendekat, aku alergi kucing!" Seru Rosa lantang dan berhasil membuat Elysia menghentikan langkahnya.
"Maaf soal itu, aku tidak tahu." Elysia meminta maaf meskipun dia tidak merasa bersalah.
"Uh, tidak apa-apa. Kucing itu belum menyentuhku, jadi aku baik-baik saja. Pendaftaran di Akademi Sihir Deterry akan ditutup dalam 3 hari, sebaiknya segera daftar, Ely." Rosa hanya memberi nasihat kepada Elysia secara intim, dia dengan enteng memanggil Elysia hanya dengan nama Ely.
"Um, terima kasih sudah mengingatkanku. Kalau begitu, aku pergi dulu. Sampai jumpa lagi!" Elysia pergi dari sana dengan Vanessa di pelukannya setelah Rosa mengangguk padanya sambil melambaikan tangannya sambil tersenyum.
"Fiuh... *Puchi*"
__ADS_1
Setelah Elysia pergi, Rosa yang ditinggal sendirian menghela napas lega karena alerginya tidak kambuh dan hanya bersin-bersin ringan.