
Setelah malam itu…
KRIIIIIIIIIING….KRIIIIIIIIING……KRIIIIIIIIIIING.
Nura membuka matanya, perlahan gadis ini mengerjap-ngerjapkan matanya. Ia lalu mencari-cari ponselnya yang entah ada dimana. Suara itu sudah pasti alarm dari ponselnya.
Saat ia membalikan badannya kesamping, barulah ia tersadar kalau Nico tidak ada disampingnya. Pandangannya kembali mencari keseluruh ruangan.
“Kamu udah bangun?” seru Nico sambil tersenyum.
Kaget bukan main saat melihat Nico berterlanjang dada, Nura berusaha menutupi wajahnya dengan selimut sebelum tersadar kalau dirinya juga tidak mengenakan apapun.
“Ka Nico pake bajunya !!!!! astagfirullah itu aurat !!!!” teriak Nura panik, kini dirinya menyembunyikan diri di balik selimut.
Nico ya tentu aja senang, melihat istrinya yang kini salah tingkah. Pokoknya pulang dari honeymoon udah deh Nico bayar Nazarnya, potong kambing buat anak-anak yayasan.
“Sekarang bilang aurat, tadi malem yang ga mau berenti pegang-pegang aku siapa?” goda Nico.
Nura yakin kalau wajahnya pasti memerah bagaikan kepiting rebus, kalau mengingat apa yang mereka lakukan tadi malam, rasanya Nura mau pingsan saja.
Melihat Nura yang ngumpet, jiwa usil Nico membara. Ia pun mendekati istrinya itu sambil tersenyum lebar.
Di dalam selimut Nura tak bisa berkutik, dia komat-kamit berharap agar Nico tidak ‘menyerangnya’ lagi. Setidaknya untuk saat ini Nura begitu malu, bahkan hanya untuk menatap wajah suaminya itu.
“Ra…Nura…Sayangku…Istriku….Cintaku…Ka----”
Mendengar gombalan Nico, yang jelas tengah menggodanya, membuat Nura beraksi. Dengan cepat ia keluar dari selimut dan memukuli suaminya itu dengan bantal.
“Udah-udah..aku bisa mati mendadak kalau kakak isengin aku terus!!” seru Nura sambil menggembungkan pipinya.
Melihat tingkah istrinya itu Nico makin gemas, dalam otaknya sudah terpapar banyak rencana. Kebanyakan tentu saja hal mesum, dia tidak puas hanya melakukan hal itu sekali.
Salah kah? Ya gaklah !! kan udah resmi ini, cuma memang Nico masih agak berhati-hati dalam melakukannya, terlebih Nura adalah gadis yang moodnya bagaikan roller coaster. Jika Nico salah langkah sedikit saja, maka ancamannya adalah tidur meluk guling lagi.
Tentu saja setelah malam panas itu, Nico ogah kalau tidur mesti memeluk guling. Sedangkan jelas baginya kalau gangguan insomnia yang selama ini di deritanya pun ternyata bisa menghilang dengan mudah, selama dirinya tidur memeluk istrinya tersebut. Ya, semuanya karena Nura.
“Hahaha, iya iya maaf…tapi aku ga becanda kok…itu serius…” Nico menciumi pipi Nura berkali-kali. Lalu mengajak istrinya itu untuk berbaring lagi.
Gimana dengan Nura?. Jangan tanya, Nura tidak tau harus berbuat apa. Sekali lagi ! dia sama sekali tidak mengerti hubungan antara lelaki dan perempuan.
Setelah mengetahui kalau sejak SMP Nico sudah berkali-kali menciumnya, ia pun akhirnya tersadar kalau sejak awal, lelaki yang ‘romantically involved’ atau terlibat secara asmara dengannya, ya cuman Nico.
Telat memang untuk Nura sadar, kalau selama ini tanpa hubungan pacaran pun, Nico ternyata sudah banyak membasmi, calon-calon serangga yang hendak menghinggapinya. Hal ini juga diperparah dengan kondisi Nura, yang sama sekali tidak ingin terlibat perasaan dengan siapapun.
Setelah tadi malam mereka memadu kasih, akhirnya Nura menyerah dan menerima kalau memang sejak awal, mungkin dirinya sudah ditakdirkan untuk menjadi milik Nico.
“Kakak jahat..” Nura menggembungkan pipinya, sambil mencubit pipi Nico.
Nico cuma bisa cengengesan menghadapi sikap Nura yang terlihat malu-malu begitu.
“Maaf ya, aku bener-bener seneng banget, sampe ga tau harus apa…” Nico langsung mencium bibir Nura, dan memeluk istrinya itu sebentar, sebelum melepaskannya lagi.
Pandangan mata Nico pun tertaut ke perut Nura, Ia lalu merabanya sambil mengucapkan doa dan harapan agar mereka segera di beri momongan.
“Semoga di dalam situ ada satu atau dua yang lolos seleksi ya…” ucap Nico sambil mencium perut Nura.
Namun bibir Nico tak lama singgah di perut istrinya itu, Nico berusaha untuk melakukan hal lain. Tentu saja membuat Nura terkejut, ketika tangan Nico sudah berada di tempat yang tidak seharusnya.
“Kaaaaaak…” seru Nura sambil menarik rambut Nico.
Nico kira dia berhasil membuat istrinya terangsang, dan ingin melanjutkan permainan mereka tadi malam. Nyatanya salah besar, karena tak lama setelah ia menyentuh Nura, istrinya itu berteriak.
“Awwwww…Sakit kaaaa…”
Air mata Nura berlinang, ia kesakitan. Nico yang tersadar kalau Nura merintih langsung berhenti dan memeluk istrinya.
“Ra…sakit banget ya??? Maaf, maafin aku…”
Nura hanya bisa mengangguk sambil menangis, sedangkan Nico meminta maaf berkali-kali seraya menciumi pucuk kepala Nura.
“Aku sayang sama kamu Ra…” ucap Nico lirih, ia pun mendekatkan wajahnya dengan Nura, mencium perempuan yang sudah lama di dambakannya itu.
__ADS_1
“Aku juga sayang kakak” jawab Nura, sambil memeluk balik suaminya. Ternyata tidak buruk juga pikir Nura. Dia merasa bahagia ketika berada di dekat Nico. Aneh, tapi dia merasa nyaman.
Mereka cukup lama saling membalas pelukan dan mencium satu sama lain, hingga tiba-tiba saja Nico bangkit dan langsung menggendong Nura, jelas gadis ini terkejut.
“Kak kita mau kemana? Baju aku…” ucap Nura sambil mengarahkan tangannya kearah baju yang berserakan dilantai.
“Aku udah siapin air hangat buat kita berendam”
“Eeeee? Kita? Maksudnya kakak sama aku???”
“Hehehehehe iyaaaa….”
“KAAAAAAAK DASAR MESUM !!!!!”
Sedikit yang di ketahui Nura, saat ia tertidur tadi.
Nico menghubungi Hanif, mencari tahu apa yang telah terjadi. Hanif mencoba menolak untuk memberitahu, tapi Nico memaksa.
Nico ; “Jadi maksud lo? Kalian berempat saudara satu ayah?”
Hanif ; “Ya…”
Nico ; “Ini gila…gw ga ngerti lagi…”
Hanif ; “Tapi gw merasa ada yang janggal Co…”
Nico ; “Apanya?”
Hanif ; “Gak tau, perasaan gw ada yang aneh”
Nico ; “Nif, gw tau ini gak akan semudah itu. Dari awal gw udah bilangkan Faustine bisa jadi punya rencana lain”
Hanif ; “Mungkin, tapi gw gak merasakan ada niat jahat dari dia Co. lebih kearah dia memang ingin dekat sama gw dan Nura”
Nico ; “Terus lo bakal ijinin?”
Hanif; “Entahlah, gw belum tau. Satu lagi Co, gw mau sampein ke lo”
Nico; “Apa?”
Nico ; “Siapa?”
Hanif ; “Sepupu lu, Okta”
Nico ; “Hah gak mungkin !!!”
Hanif; “Mau gw kasih medsosnya?”
Nico terdiam, dia tidak bisa merespon. Okta termasuk sepupu yang punya hubungan dekat dengannya, walaupun tidak sedekat Claudia, namun sejak kecil mereka akrab.
Wajar Nico kaget, karena Okta tidak pernah menyembunyikan pacarnya pada semua sepupu. Pria itu termasuk tipe orang yang bocor, jika suka dengan seseorang dia pasti langsung membangga-banggakan orang tersebut.
Namun sekarang posisinya berbeda, kenapa Okta tidak menyebutkan soal Faustine, apalagi kalau memang benar posisinya dengan gadis itu sudah bertunangan.
Benar-benar sangat aneh pikir Nico, kenapa Okta menyembunyikan hubungannya dengan Faustine?.
Tunggu, kalau memang benar bertunangan harusnya semua keluarga tahu dong, kenapa yang ini gak?. Jangan-jangan mereka cuma menganggap bertunangan, atau hanya sebagai status di media sosial, dan di laksanakan berdua saja tanpa diketahui oleh keluarga besar Nico.
Entahlah, sepertinya banyak yang harus Nico lakukan setelah honeymoon dengan Nura. Pikirannya sekarang adalah fokus melindungi keluarganya, Nura dan juga mertuanya.
Hanif ; “Adik ipar, pulang dari honeymoon ini bersiaplah kemungkinan akan terburuk. Satu aja yang gw harapkan dari lu, sebisa mungkin jangan bikin usaha orang-orang yang membantu lu untuk bisa mendapatkan Nura sia-sia”
Nico ; “Gw tau…”
Hanif ; “Nura udah siap kok, jadi jangan ditahan-tahan. Lo pulang mesti bawa momongan…”
Nico ; “Nif…”
Hanif ; “Dia udah konsultasi ke semuanya, ibu, Ayu, bahkan ke Claudia juga. Dia tahu kalau mama mengharapkan kalian segera punya anak, bukan cuma untuk keturunan, tapi juga untuk menyelamatkan Nura dari orang-orang jahat itu Co.
Ya, hamil adalah salah satu cara paling masuk akal supaya Setya tidak macam-macam pada Nura. Kalau dia sudah hamil, ayah biologisnya itu bisa apa? Selain menerima kenyataan bahwa Nura sudah menikah.
__ADS_1
Kehamilan istrinya itu adalah win-win solution bagi semua pihak, itulah mengapa Nico tidak punya rencana untuk menghentikan aktifitas ranjang mereka selama bulan madu ini, 2 minggu dirasa cukup. Setidaknya mamanya pun sudah mempersiapkan Kesehatan Nura dari jauh-jauh hari, agar gadis itu lebih sehat dan fisiknya pun lebih kuat.
Bahkan, keberangkatan Nura dengannya pun sudah dihitung oleh Linda. Nura pergi dalam kondisi subur, sehingga memperbesar kemungkinan menantunya itu agar segera punya momongan.
Hanif ; “Oh iya terus Co, lo pas bikin anak baca doa jangan lupa, biar cepet jadinya dan gak berakhir jadi tsundere bangkotan kaya lu”
Nico ; “Iya….”
Nico terdiam sebentar, sebelum akhirnya dia menyadari bahwa Hanif tengah meledeknya.
Nico ; “EH TAU LAH DASAR KAMVREEET !!! “
Hanif tertawa terbahak-bahak. Sejak kecil Nico yang pintar itu memang selalu loading lama kalau mereka membicarakan sesuatu yang ada hubungannya dengan Nura,
Hanif ; “Hahaha. Co, gw titip Nura…tolong, gw mohon bantuannya untuk jaga Nura…cuma dia satu-satunya orang yang selalu gw khawatirin seumur hidup…gw ga mungkin bisa hidup, kalau ada apa-apa sama Nura…tolong Co..”
Tawa dari Hanif perlahan tapi pasti memudar, terganti dengan suara lirih.
Nico tau persis jika kakak iparnya itu khawatir, tanggung jawabnya begitu besar akan keluarganya. Ia juga mengerti kalau Hanif begitu menomor satukan keluarga, jadi jelas rasa khawatirnya akan orang-orang yang berusaha menyakiti keluarganya sangat besar, Hanif ingin adik dan ibunya selalu berbahagia.
Pria ini pun menatap wajah Nura yang tengah pulas tertidur karena kecapean akibat aktifitas mereka beberapa saat yang lalu.
Nico membelai lembut pipi istrinya itu sambil tersenyum, di dalam batinnya ia akan mengorbankan apapun termasuk hidupnya sendiri, agar Nura bisa hidup dengan bahagia.
Nico ; “Nif…bukan cuma Nura, ibu juga bahkan Ayu dan anak-anak lo, kita bisa lindungin mereka semua. Gw ga akan biarkan siappun menyakiti keluarga gw, lu bisa pegang omongan gw. Sekarang saatnya lo berbagi beban kewajiban untuk jaga keluarga lo, dan fokus ke Ayu dan dua ponakan gw. Jadi tenang aja Nif”
Hanif tersenyum, lalu tertawa kecil. Ia merasa beruntung mendapatkan sahabat dan adik ipar seperti Nico. Mereka sama-sama berjanji dalam hati, bahwa kini tidak ada yang bisa menyakiti orang-orang yang mereka sayangi.
Hanif ; “Makasih Co, lo emang sahabat gw yang terbaik…”
Nico terdiam, jarang bagi sahabatnya itu bicara dengan nada seperti ini. Ia lalu tersenyum, mereka kini keluarga sungguhan, Hanif bukan hanya sekedar sahabat dan saudara angkatnya, tapi memang benar-benar jadi kakak iparnya.
Hanif ; “Oh ya jadi gimana hadiah aqyuuuu untuk malam pertama kalian ciamik khaaaaaan?”
Suara Hanif yang biasa membuat Nico kesal muncul lagi, ah rasanya Nico ingin sekali menghilangkan kebiasaan menjijikan kakak iparnya itu.
Nico ; “ Ya makasih ya, gara-gara elu gw mesti buka itu kancing hampir 20 menit sendiri”
Nico sangat kesal kalau mengingat betapa keras usahanya untuk membuka kancing ONESIE UNICORN yang dikenakan oleh istrinya itu.
Hanif ; “ WKWKWKWKWKWKWK HIDUP INI PERJUANGAN BRO !!!”
Nico ; “Hmmmm dear kakak ipar…”
Hanif ; “ Ya adik ipar ku yang Budiman?”
Nico ; “Ti-ati lo ya..pulang awas aja…”
Hanif tertawa terbahak-bahak, ia bisa merasakan hawa-hawa membunuh disebrang telepon sana.
Hanif ; “Jangan dong, kan gw sama tim kreatif sudah mempersiapkan dengan sedemikian rupa. Apa itu tulisan di kertas kagak cukup jadi kompensasinya?”
Nico mendengus kesal. Ya kertas itu, dengan mudah dia sudah bisa menebak siapa saja anggota tim kreatif yang di sebutkan Hanif.
Nico ; “ Lu mau coba gladi resik hari pembalasan gak? Rasanya gw udah siap ini buat jadi adik ipar durhaka !!!. Bilangin juga sama Claudia, tulisannya dia apa gak ada yang lebih MANTAP HAH?!”
Hanif ; “Eh kok Claudia sih? Yang nulis bukan dia kok”
Nico ; “HAH terus siapa?”
Hanif ; “Kak Reiki lah..”
Nico ; “ANJRIT LO NIF ! MAU DI TARO DIMANA MUKA GW !!!”
Hanif ; “Hahahaha…cuman gitu doang…santai aja sahabat !!”
Nico ; “HEH ONCOM LO TAU GAK SIH ITU BAHASA JEPANG ARTINYA APA !! JANGAN LU BILANG SANTAI-SANTAI AJA !! DASAR KAKAK IPAR GAK PUNYA AKHLAK !!”
Hanif ; “Eitssss, eike tau dong….Mura Mura Shite Kita artinya I’m Horny kan??”
Nico ; “DASAR KUTIL KUDA !!!!!”
__ADS_1
Hanif ; “Eh di tutup?”
Yasudahlah, nampaknya hari ini cukup ngerjain Nico-nya.