
Reza tidak langsung pulang ke rumah setelah meninggalkan Emerald Court. Dia ingin memberikan istrinya sebuah kejutan yang lengkap untuk perayaan ulang tahun pernikahan.
Kejutannya tidak hanya sebatas kalung giok yang berharga—dia ingin membuat pernikahan yang romantis untuk istrinya. Saat dia mengingat masa lalu, Reza dan Claire mendaftarkan pernikahan mereka dengan tergesa-gesa atas perintah dari Tuan Wilson, kakeknya Claire, dan mereka tidak menyelenggarakan pesta pernikahan.
Tuan Wilson bermaksud memilih tanggal untuk pesta pernikahan mewah, tetapi tidak lama setelah mereka menikah, Tuan Wilson menderita penyakit serius dan harus dibawa ke Rumah Sakit. Maka dari itu, acara pernikahan ditunda. Tidak lama setelah itu, Tuan Wilson meninggal dunia. Reza benar-benar tidak dianggap oleh keluarga Wilson, jadi rencana pernikahan mereka dibatalkan.
Namun, sekarang berbeda. Dia kaya-raya, jadi dia mampu dan harus memberikan istrinya pesta pernikahan! Tempat pertama yang terlintas di kepalanya ketika dia memikirkan pesta pernikahan adalah Sky Garden di hotel Shangri-La.
Hotel Shangri-La saat ini merupakan hotel terbaik di Aurous Hill. Hotel itu memiliki area yang sangat luas dilengkapi dengan dekorasi yang sangat mewah dan juga memiliki pusat perbelanjaan kelas atas di dalamnya. Sky Garden juga terletak di dalam mall di lantai paling atas. Nama itu muncul dari desainnya yang unik. Eksteriornya dibangun dengan kaca kristal yang dilengkapi dengan bunga-bunga harum dari luar negeri.
Bangunan itu terlihat seperti taman megah tergantung di langit. Bangunan itu juga merupakan ruang jamuan yang terbesar dan termewah yang ditawarkan di Aurous Hill. Setidaknya membutuhkan beberapa juta dolar untuk bisa mengadakan pesta pernikahan di situ. Karena Reza sekarang sudah kaya, beberapa juta dolar adalah hal yang sepele baginya.
Yang paling penting baginya adalah dia bisa membuat istrinya bahagia. Maka dari itu, kini dia berdiri di pintu masuk hotel Shangri-La, berniat untuk melakukan pemesanan untuk ulang tahun pernikahannya. Namun, Reza tidak sadar bahwa hotel ini hanyalah untuk anggota eksklusif.
Seseorang harus menjadi anggota untuk bisa makan, menginap, atau mengadakan acara di situ. Selain itu, ada perbedaan level keanggotaan dengan paket layanan istimewa yang berbeda juga. Anggota biasa hanya bisa makan di area lobi dan menginap di kamar standar.
Anggota silver bisa makan di ruang privat dan menginap di kamar yang mewah. Anggota gold bisa makan di ruang makan yang mewah dan menginap di kamar Deluxe Suites. Anggota platinum bisa makan di Sky Garden dan menginap di kamar Executive Suites. Anggota tertinggi dari semua itu adalah diamond. Hanya anggota diamond yang bisa menginap di Presidential Suites, dan hanya mereka yang bisa menyewa seluruh Sky Garden untuk penyelenggaraan acara.
Bahkan, tidak mudah untuk mendaftar menjadi anggota gold ke atas. Itu semua hanya bisa didapatkan apabila diundang dan hanya diberikan kepada orang penting dengan status sosial yang tinggi. Sebelum Reza bisa masuk ke lobi hotel, dia dihadang oleh beberapa pria dengan setelan hitam.
“Permisi, Tuan, mohon tunjukkan kartu anggota.” Pakaian yang Reza pakai hari ini biasa-biasa saja dan terlihat murahan. Sangat kontras dengan tamu lain yang berpakaian begitu mewah. Reza segera berkata, “Hai, aku ingin berbicara dengan Manager hotel terkait dengan pemesanan tempat.” Seorang pria berbicara datar, “Mohon maaf, Anda tidak bisa masuk tanpa kartu anggota!” “Apakah aku bisa membuat kartu anggota itu sekarang?” Pria itu menggelengkan kepala dan berkata, “Mohon maaf, tapi Anda membutuhkan undangan untuk bisa mendaftar sebagai anggota.” Reza mengerutkan kening bingung.
Kenapa hotel Shangri-La sangat menyulitkan? Di tengah kebingungannya, tiba-tiba dia ingat ketika Tuan Wilson mendaftarkan dirinya dan istrinya ke Universitas Aurous, mereka memiliki teman kuliah bernama Sabrina Lee yang bekerja di hotel ini! Maka, dia dengan cepat mengambil ponselnya dan menelepon Sabrina. Setelah menjelaskan mengenai pendaftaran, Sabrina berkata, “Jangan khawatir, aku mengerti! Aku akan ke sana sekarang!”
Reza segera berterima kasih kepada Sabrina. Nampaknya, walaupun mereka hanya satu tahun menjadi teman kuliah, pertemanan mereka tetap bertahan. Nanti, pasti dia akan membalas budi kepada Sabrina. Beberapa saat kemudian, suara tinggi seorang perempuan tiba-tiba bergema di pintuk masuk hotel. “Hei, Ketua Kelas!” Reza menoleh dan melihat seorang wanita berpakaian formal dengan riasan tebal dan aneh datang dari dalam hotel.
__ADS_1
Apakah itu Sabrina? Dia sudah banyak berubah hampir saja dia tidak mengenalinya! Saat wanita menggairahkan itu mendekati mereka, kedua penjaga bersetelan hitam itu segera membungkuk dan memberi salam dengan hormat, “Nona Lee.” Reza terkejut, “Wow, Sabrina, sudah lama kita tidak bertemu dan sekarang kamu adalah Manajer di Shangri-La. Luar biasa!” Sabrina menjawab dengan senyum, “Ketua Kelas, kamu sopan sekali. Sebenarnya, aku hanyalah pemimpin kecil di Departemen SDM, itu hanyalah level manajerial di Shangri-La.” Reza memuji dengan sungguh-sungguh, “Tetap saja itu luar biasa. Aku dengar syarat untuk menjadi bagian dari manajemen Shangri-La sangat tinggi, kamu sungguh luar biasa!”
Sabrina tertawa dengan riang, kemudian dia berbalik ke penjaga dan berkata dingin, “Apakah kamu yang menghalangi teman saya di pintu masuk, tidak mengizinkan dia masuk?” Para penjaga saling bertukar pandang dengan cemas. Salah satu dari mereka berkata, “Mohon maaf, Nona Lee, saya tidak tahu bahwa dia adalah teman kuliah Anda.
Selain itu, dia tidak memiliki kartu anggota, kami hanya mengikuti prosedur hotel….” Sabrina mendengus. “Prosedur memang kaku, tapi manusia tidak. Apakah kamu tidak mengerti?” Reza berpikir bahwa Sabrina akan menghukum mereka, maka dia segera berkata, “Sabrina, jangan salahkan mereka, mereka hanya melakukan tugasnya.” Sabrina melirik ke Reza. Tiba-tiba dia tertawa keras, dan pada saat yang sama, ekspresinya berubah dan dia menggoda Reza, “Oh, Ketua Kelas sayang, kamu pikir kamu adalah orang penting, iya? Apakah kamu pikir, aku akan menghukum bawahanku karena kamu?” Reza mengerutkan kening karena kaget. “Apa maksudmu?” “Apa maksudku?” Sabrina berkata sambil menyeringai menghina, “Apakah bicaraku kurang jelas? Kamu pikir pecundang sepertimu bisa masuk ke hotel Shangri-La? Biar aku beritahu sesuatu, jangan pernah bermimpi!” Reza mengepalkan tinju dan bertanya “Apa maksudmu?” “Aku sedang mengejekmu!” Sabrina menyeringai seperti kucing
Sabrina dan berkata, “Aku membencimu sejak kita masih kuliah. Bagaimana mungkin seorang pecundang sepertimu yang tidak tahu apa-apa selain belajar dan tidak mampu membeli makanan di kantin bisa menjadi Ketua Kelas? Kamu siapa, bisa mengomentari penelitianku dan hasilnya? Cih! Apakah kamu tidak berkaca?” Dengan ekspresi dingin, Reza bekata, “Sabrina Lee, aku tidak merasa pernah menyinggung atau menghinamu, tapi kenapa kamu mengejekku terus?”
Sabrina menyilangkan tangan di depan dadanya dan bicara dengan nada sombong, “Benar, aku mengejekmu, memang kenapa ? Kamu tidak sanggup dikritik, kamu kan pecundang?” “Semua orang di kampus tahu, kamu menikahi Claire setelah lulus! Seorang pecundang yang tidak mampu membeli makanan yang layak dan tidak punya pekerjaan setelah lulus! Berani-beraninya kamu datang ke sini dan meminta bantuanku, hah pecundang? Kamu kira kamu siapa?” Amarah perlahan mulai membakar Reza. Seseorang tidak akan menyerang, kalau tidak diserang terlebih dahulu.
Kali ini Sabrina sudah keterlaluan. Di saat yang sama, dia menerima pesan singkat dari Stephen. “Tuan Muda, keluarga Wade pemilik hotel dan resort Shangri-la. Shangri-la di Aurous Hill hanyalah salah satu dari yang kita miliki di seluruh dunia.” Mata Reza terbelalak dengan takjub! Apakah baru saja Stephen bilang keluarga Wade pemilik Shangri-La
Reza merespon dengan cepat, “Kamu tidak berbohong kan?” “Tentu saja tidak, yang bertugas di sana adalah Isaac Cameron, nomor teleponnya adalah 155…, hubungi dia dan dia akan menyelesaikan semua urusan untuk Anda.” “Baiklah.” Sabrina tampak sedikit kesal dengan tingkah laku Reza, karena Reza menatap teleponnya dan menulis pesan saat dia sedang mengejeknya. Dia merasa seolah sedang menyiksa seekor anjing dan tentu ia ingin mendengar suara anjing itu menyalak.
Di luar dugaan, Reza hanya terdiam. Dalam kasus ini membuktikan bahwa Reza tidak ada perubahan. Reza sudah menjadi pencundang saat masih kuliah, dan dia tetaplah pecundang yang tidak akan melakukan apa-apa setelah dihina. Oleh karena itu, Sabrina semakin sombong dan mencibir, “Hei, Tuan Ketua Kelas, kamu sangat kuat menghadapi hinaan!” “Oh iya, aku dengar kamu dan Claire tidak tidur bersama walaupun sudah menikah selama 3 tahun.
“Bukan hanya menghinaku, kamu juga menghina istriku. Sabrina Lee, kamu menggali kuburanmu sendiri!” Dengan penuh amarah, ia menelepon Isaav Cameron. Ia menatap Sabrina dan bicara dengan nada datar sambil menunggu teleponnya diangkat.
“Aku akan bertanya kepada petugas yang merekrut pegawai Shangri- La, bahkan orang dengan mulut sepertimu bisa diterima bekerja di sini!” “Apa? Berani sekali kamu mengancamku? Kamu pantas dihajar!” Sabrina geram dan memerintahkan penjaga di sampingnya, “Dia mencari masalah, usir dia!” Di saat itu, teleponnya diangkat. “Halo, siapa ini?” Suara pria yang berwibawa terdengar dari ujung telepon. Reza berbicara dengan dingin, “Apakah kamu Isaac Cameron? Aku Reza Wade. Aku berdiri di pintu masuk Shangri-La, aku beri kamu 1 menit untuk ke sini atau kamu keluar dari Shangri-La!” Setelah mendengar itu, pria itu mendadak panik dan gagap, “Tuan Muda? Anda sekarang ada di Shangri-La?” “Lima puluh detik!” Pria itu berteriak di telepon dan berbicara dengan panik, “Tolong tunggu sebentar, saya akan segera ke sana!”
Sabrina menyeringai saat ia mendengar pembicaraan Reza, dan mengejeknya, “Reza, aku tidak tahu jika kamu pintar berbohong! Apa kamu tahu siapa Tuan Isaac Cameron? Bahkan, anggota terhormat dari Shangri-La tidak berani bertindak arogan di depan Tuan Cameron! Kamu pikir kamu bisa membohongiku dengan berpura-pura bicara seperti itu?” Reza menatapnya dan berkata “Kamu akan tahu dalam 30 detik, apakah aku membohongimu!” Sabrina bicara sambil mengejek, “Baiklah, Ketua Kelas tersayang! Aku akan menunggu 30 detik! Tidak, 3 menit saja.
Jika Tuan Cameron tidak datang dalam 3 menit. Aku akan menyuruh penjaga merobek mulutmu, dasar pecundang! Hahahaha! Ini sangat lucu!” Dua puluh detik kemudian, pria paruh baya dengan setelan rapi berlari ke arah mereka dengan panik. Dia adalah orang yang bekerja untuk keluarga Wade dan ia berkedudukan tinggi dalam masyarakat. Sejak dia ditunjuk menjadi Manajer Umum Shangri-La di Aurous Hill. Ia menjadi salah satu tokoh yang dihormati di kota ini. Kapan terakhir kali dia merasa gelisah dan panik? Tapi, paniknya kali ini dapat dimengerti.
Dia tidak pernah membayangkan Tuan Muda dari keluarga Wade akan muncul di Shangri-La, hotel yang berada di bawah manajemennya. Sabrina berniat ingin terus mengejek Reza, tetapi tiba tiba dia melihat penjaga tampak pucat dan takut saat mereka melihat siapa yang ada di belakang Sabrina.
__ADS_1
Lalu, Sabrina mengamati tatapan terkejut para penjaga dan ia berbalik, saat dia melihat kedatangan Tuan Cameron, matanya terbelalak seperti tersambar petir. Lau, ia berbalik ke arah Reza. Matanya penuh dengan ketakutan, “Bagaimana mungkin...” “Siapa Tuan Reza Wade?” Suara Isaac terdengar bergetar dalam ketakutan dan ketidak-percayaan. Semua orang menatapnya dengan terperangah.
Pria yang mudah menggetarkan Aurous Hill hanya dengan menginjakkan kakinya saja menjadi sangat ketakutan, hingga suaranya pun berubah! Reza berkata lantang, “Aku!” Isaac segera berlari dan membungkuk. “Tuan...” Reza segera menyela, “Tuan Cameron, ada beberapa hal yang tidak boleh diucapkan di depan umum…” Isaac langsung bergetar saat mendengar kalimat itu. ‘Ya, Tuhan! Aku sungguh sangat bodoh! Identitas Tuan muda sangat rahasia, dan aku hampir saja memanggilnya! Jika aku menyinggungnya, maka nasibku akan berakhir!’ Secepatnya ia mengganti panggilannya tapi tetap dengan nada hormat, “Tuan Wade, selamat datang di Shangri-La, tolong ikuti
saya ke kantor untuk berdiskusi selanjutnya.” Sabrina tiba-tiba sangat terkejut. Dia tidak dapat menerima kenyataan yang terjadi di depannya. Siapa Reza Wade sebenarnya? Apa latar belakangnya? Bagaimana dia bisa membuat bos besar membungkuk seperti orang rendahan? Reza tidak akan sakit hati karena ejekannya, bukankah begitu?
Sabrina langsung tersenyum manis dan bicara dengan nada sopan, “Ketua Kelas, selamat datang di Shangri-La, kehormatan bagi kami menerima keadatangan Anda dan juga kehormatan bagi saya pernah menjadi teman kuliah Anda, silakan masuk...” Dia berharap pujiannya dan nada sopannya dapat membuat Reza melupakan kejadian tadi.
Tapi, dia tidak beruntung, Reza tidak sebaik yang dia pikirkan. Isaac terkejut ketika mendengar perkataan Sabrina dan dengan cepat bertanya, “Lee, kamu teman kuliahnya Tuan Wade?” “Benar, benar!” Sabrina berbicara dengan nada panik, “Tuan Wade adalah Ketua Kelas, kami sangat akrab!” Isaac langsung memberikan pengumuman, “Pergilah ke kantor Presiden Direktur besok, kamu akan menjadi Manajer HRD Shangri-La!” Di Shangri-La, promosi jabatan dari level Pimpinan Tim ke Manajer HRD setidaknya harus melewati tiga level di atasnya. Bukan hanya gaji dan tunjangannya yang akan meningkat sepuluh kali lipat, tapi
dia juga akan mengontrol sebagian besar pegawai di hotel. Manajer HRD bisa dibilang sebagai eksekutif tingkat tinggi di tingkat manajerial. Sabrina sangat senang begitu dia mendengar pernyataan itu, dia hampir saja pingsan.
Reza mencibir dengan dingin, “Tuan Cameron, apa kamu tahu bagaimana hubunganku dengan Sabrina Lee?” Isaac mengira Reza tidak puas dengan keputusannya dan ia dengan cepat berkata, “Tuan Wade, saya akan mempromosikan Nona Lee menjadi Wakil Presdir jika itu membuat Anda senang!” Reza tiba-tiba berkata, “Aku menelepon Sabrina Lee untuk meminta bantuannya karena aku tidak punya kartu anggota, tapi entah kenapa, dia menghinaku tanpa alasan yang jelas dan meminta penjaga untuk memukuliku, dan sekarang kamu ingin mempromosikannya menjadi Wakil Presdir? Apa maksudmu? Kamu sengaja ingin membuatku marah?” Isaac langsung terlihat pucat. Dia salah memuji! Selanjutnya, tatapannya ke arah Sabrina berubah menjadi penuh kemarahan.
Dia mengayunkan tangan di depan wajah Sabrina, dan berteriak, “Berani sekali kau menyinggung Tuan Wade? Apakah kau meminjam keberanian dari singa? Kau ingin mati?”
Sabrina sangat ketakutan sampai ia bersujud di lantai, meratap dan memohon sambil merasakan ketakutan yang teramat besar, “Tuan Cameron, saya minta maaf, saya minta maaf.” Isaac mengangkat kakinya dan menendangnya dengan keras, sehingga Sabrina tersungkur ke belakang dan berteriak, “Kau wanita ****** yang sombong! Aku akan memberimu pelajaran hari ini, karena kau telah menyinggung Tuan Wade!” Isaac lalu berpaling ke arah penjaga dan berteriak, “Pukul dia! Jangan beri ampun, hancurkan wajah hasil operasi plastiknya, dan umumkan ke seluruh Aurous Hill, siapa pun yang mempekerjakannya akan berhadapan denganku, Isaac Cameron!” Sabrina sangat takut, ia langsung meratap, “Tuan Cameron, saya minta maaf, mohon maafkan saya!” Wajah Isaac terlihat merah saat ia berteriak, “Sekarang kau baru tahu, kau meminta maaf, huh! Sebelumnya di mana otakmu? Berani sekali kau mengejek Tuan Wade? Jika bukan karena dirinya, aku sudah membunuhmu saat ini!” Air mata mengalir deras di wajah Sabrina. Sembari berlutut di lantai, ia merangkak ke depan Reza dan bersujud di depannya, “Tuan Wade, saya minta maaf, saya sangat menyesal! Saya mohon, demi pertemanan kita…” Reza menatapnya dengan dingin, dan berkata, “Sabrina Lee, kita teman, tapi kenapa tadi kau menghina aku dan istriku?” “Ketua Kelas, saya khilaf, ini semua karena mulut besarku, saya mohon maafkan saya…”
“Aku tidak akan menyerang kecuali diserang, karena kau menyerangku, aku tidak akan pernah memaafkanmu! Kau tidak memberikan aku pilihan!” Reza berlalu sembari mendengus, “Sekarang terimalah akibatnya, dasar wanita sombong!” Isaac berkata dengan geram, “Wanita ******! Jangan pernah kau mengganggu Tuan Wade lagi, aku akan merobek mulut dari muka plastikmu itu!” Sabrina tidak berani lagi untuk bicara, ia berlutut di lantai dan menangis dengan keras. Reza benar-benar tidak memedulikannya, ia melihat ke arah Isaac dan berkata, “Aku ingin membicarakan tentang Sky Garden, ayo ke ruanganmu.”
Isaac mengangguk dan segera menunjukkan jalan, “Tentu, Tuan Wade, silakan ke arah sini!” Sebelum ia pergi, ia berbalik ke arah penjaga dan berteriak, “Beri dia pelajaran dan jangan berhenti sebelum aku perintahkan!” “Baik, Tuan Cameron!” Para penjaga mengangguk, mereka segera ke arah Sabrina, menekannya di lantai dan memukulinya. Di belakang Reza, Sabrina meratap dan berteriak terus-menerus, tapi ia tidak peduli, Isaac mengawalnya ke dalam Shangri-La.
Ketika mereka tiba di ruang kerja Isaac, Reza segera mengutarakan keinginannya, “Aku dan istriku akan merayakan ulang tahun pernikahan kami beberapa hari ke depan, aku ingin memesan seluruh Sky Garden, apakah bisa?” Isaac menjawab tanpa penuh keraguan, “Tuan Muda, untuk menjaga keadilan antar anggota premium, kami tidak membolehkan Sky Garden disewa seluruhnya, walaupun itu permintaan dari politikus terkenal di kota ini, tapi Sky Garden akan disiapkan untuk Anda dan hanya untuk Anda di masa depan!” Reza berkata, “Itu tidak perlu, aku hanya membutuhkannya untuk ulang tahun pernikahanku. Selain itu, aku membutuhkan bantuanmu untuk menyiapkan kejutan buat istriku.” “Tidak masalah! Serahkan semuanya kepada kami seluruh pegawai Shangri-La dan saya akan selalu mematuhi perintah dan permintaan Anda!”
Setelah menyelesaikan urusannya di Shangri-La, Reza naik bus dan pulang ke rumah. Dia menyadari hampir semua penumpang di dalam bus sedang menonton video di ponsel mereka. Dan dia terkejut, semua orang sedang menonton video yang sama! Video itu rekaman saat ia menunjukkan uang tiga belas juta dolar di Emerald Court beberapa hari yang lalu! Video dimulai saat Stephen dan tim keamanannya keluar dari Rolls-Royce
__ADS_1
berwarna hitam, lalu adegan berganti ke arah penjaga yang membawa banyak sekali koper hitam ke dalam Emerald Court dan meletakkannya di lantai. Mempermalukan Manajer Penjualan yang sombong. Seluruh kejadian itu divideokan dan tersebar di internet. Tapi, video itu tidak merekam wajah Reza. Video itu telah menyebar dengan cepat di Aurous Hill. Orang-orang merasa penasaran, siapa pria jutawan yang ada di balik semua itu.
Banyak gadis memimpikan hal itu seperti cerita Cinderella, mereka semua berharap bisa bertemu dengan pangeran tampan. Reza menghela napas lega dan berulang-kali memastikan, bahwa wajahnya tidak terlihat jelas di video itu sehingga akan sulit untuk dikenali. Ketika dia tiba di rumah, suasana tengah diliputi dengan kebahagiaan dan kegembiraan. Claire telah memenangkan kontrak dengan perusahaan Emgrand, dan akan ditunjuk sebagai Direktur perusahaan Wilson, orang tuanya dipenuhi dengan air mata kebahagiaan. Setelah dihina dan diremehkan selama bertahun-tahun, mereka akhirnya mendapatkan perhatian dan bersinar. Syukurlah suasana hati mertuanya sedang senang, mereka tidak menganggap Reza hina dan menjengkelkan seperti biasanya. Elaine berkata dengan bahagia, “Hah, aku sangat bahagia hari ini! Putriku sangat luar biasa!”