
Sepanjang malam mereka tidur dengan tenang.
Meskipun tetap satu ranjang , tidak ada kegiatan seperti pengantin baru pada umum nya.
mereka tidur dengan memunggungi satu sama lain.
.
.
Keesokan hari nya, keisya bangun terlebih dahulu.
Dia membersihkan diri nya dan mengerjakan kewajiban nya.
Setelah itu, dia pergi ke dapur untuk membuat teh hangat dan sandwich untuk mengganjal perut nya yang sudah keroncongan.
"keisyaaa" panggil Marvin dari dalam kamar
ceklek.
"ada apa? kenapa berteriak?"
"kamu dari mana? jangan harap kamu bisa lari dari pernikahan ini ya" ucap Marvin dengan rahang mengeras
"siapa yang mau lari tuan Marvin? Anda terlalu banyak bermimpi malam ini. aku hanya membuat teh dan duduk di depan tv" jawab keisya dengan sedikit geram
"meskipun pernikahan ini terjadi karena sebuah alasan. aku juga tidak akan mengakhiri dengan konyol" lanjut nya
Marvin hanya diam dengan menatap keisya.
"sudah,mandi sana. aku buatkan teh" ucap keisya menutup pintu nya kembali
"Marvin, lu kenapa sih b*d*h! jangan bersikap berlebihan Vin" ucap nya sendiri
__ADS_1
****
"Sudah selesai mandi nya. sudah sholat belum?" tanya keisya
Marvin menatap keisya
"Itu sudah terik matahari nya. kalau belum sholat, segera sholat. diterima atau nggak nya karna telat, itu urusan Allah. Yang penting kita jalani kewajiban kita dulu" ucap keisya dengan tangan nya mengupas kan buah
"Aku tidak biasa sholat" jawab Marvin kemudian duduk di soffa depan tv dengan meminum teh buatan keisya
"kamu muslim kan?"
"hmmm"
"Meskipun tidak biasa sholat. sedikit kamu paksakan kan bisa. sholat tidak lebih dari 10 menit dan itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan apa yang sudah tuhan berikan ke kita bukan(?)" - keisya berjalan menuju soffa
"aku tidak ingin menggurui, aku hanya ingin mengingatkan kamu sebagai suami ku. mau bagaimana pun kamu adalah nahkoda dalam rumah tangga ini"
"ini di makan, aku buatkan sandwich"
"Apa kamu masih ingin melanjutkan pendidikan kamu?" tanya Marvin tiba-tiba
"Hmm ya, jika kamu mengizinkan. aku akan melanjutkan pendidikan ku. jika tidak, ya biarkan aku menyelesaikan pendidikan ku yang ini saja" jawab nya
"terserah kamu mau bersekolah sampai kapan, aku tidak akan mengekang kamu untuk masalah itu"
"Terimakasih"
"oh iya, setelah ini kita akan tinggal dimana? di rumah orang tua kamu?" tanya keisya
"ya ,dirumah itu."
"oh. kapan kita pulang?"
__ADS_1
"apa kamu tidak menyukai tempat ini?"
"Hmm? memang nya kenapa?"
"aku hanya bertanya, apa kamu tidak menyukai tempat ini sehingga kamu buru-buru ingin pulang" - Marvin
"oh itu, aku menyukai nya. nyaman juga, tapi kita kan tetap harus pulang. kapan kita pulang?"
"kamu mau pulang nya kapan?"
"aku ngikut kamu, terserah kamu mau bawa aku pulang kapan" jawab keisya dengan santai
"Keisya"
"ya?"
"apa aku boleh mengatakan sesuatu?"
"boleh, katakan"
"aku sudah menganggap mu sebagai istri...."
"ya memang istri kan, memang nya lupa saat kamu mengucapkan akad kemarin?" sela keisya
"bukan seperti itu, maksud ku. kamu sudah aku anggap seperti istri ku sungguhan. ya meskipun awal kita bertemu harus dengan cara seperti ini"
"ya terus?"
"aku ingin mengatakan sesuatu. mungkin ini sedikit membuat mu tidak menyangka. tapi, aku akan jujur apapun kepada mu" ucap Marvin dengan menatap mata keisya dalam
" ya katakan Marvin"
"Aku mengalami gejala impoten" ucap Marvin dalam satu tarikan nafas
__ADS_1
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
JANGAN LUPA LIKE, COMMENT, SUBSCRIBE, VOTE DAN GIFT YA ❤️