Tuan Xi Ingin Mengumumkan Istrinya Secara Resmi Tiap Hari

Tuan Xi Ingin Mengumumkan Istrinya Secara Resmi Tiap Hari
Benarkah Hanya Kebetulan?


__ADS_3

...Bai Yuchen tercengang!...


...Ruan Qi juga sedikit terkejut, tidak mengerti mengapa Xi Jiu menanyakan hal ini secara tiba-tiba....


..."Rumah saya dari Baicheng ..." Dia memiringkan kepalanya sedikit, suaranya bingung, "Ada apa dengan Tuan Xi?"...


...Mata dingin Xi Jiu berkilat....


..."Tidak apa-apa , hanya tanya saja." ...


...Dia berhenti dan mengajukan pertanyaan kedua, "Berapa umur Nona Ruan tahun ini?"...


...Mata Bai Yuchen membelalak ketakutan!...


...Keluarga Qin juga terlihat ngeri....


...Apa yang terjadi dengan Jiuye hari ini?...


...Apakah dia kerasukan? !...


...Ruan Qi yang ditanyai juga sedikit bingung, dia mengedipkan mata persiknya dengan kosong, "Aku ..."...


..."Tujuh kecil? Mengapa kamu keluar?"...


...Xu Xiangyang, yang kembali dari membayar biaya, melihat Ruan Qi berdiri di pintu, melangkah, dan berkata dengan wajah serius: "Bukankah aku tidak membiarkanmu bergerak? Gegar otaknya masih tidak baik, bagaimana jika kamu pusing lagi?"...


...Ruan Qi, yang pikirannya terganggu, segera melemparkan pertanyaan Xi Jiu ke belakang kepalanya....


...Dia menyeringai pada Xu Xiangyang...


..."Saudaraku, aku tidak bisa berbaring lagi, dan saya keluar untuk mencarui angin."...

__ADS_1


...Setelah dia berbicara, dia menarik sudut pakaian Xu Xiangyang memohon belas kasihan....


...Xu Xiangyang paling tak tertahankan jika dia bertindak seperti anak kecil dan itu dimulai ketika dia masih muda. ...


...Dia menatap Ruan Qi dan menghela nafas pasrah....


..."Kamu gadis ..." Dia menggelengkan kepalanya sebelum dia melihat yang lain di lorong....


...Xu Xiangyang mengangguk kepada semua orang, "Patriark Qin, Nona Qin, Tuan Bai."...


...Berbicara, dia mengalihkan pandangannya, dan ketika dia melihat Xi Jiu, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak terkejut....


...“Tuan Xi?” Xu Xiangyang sedikit terkejut....


...Xi Jiu sedikit mengangguk: "Dokter Xu, saya sudah lama tidak melihat Anda."...


...Bai Yuchen tampak terkejut: "Saudara Sembilan, apakah Anda kenal Tuan Xu?"...


..."Saya memiliki takdir." Xi Jiu memasukkan tangannya ke dalam saku celananya, "Tuan Xu membantu paman kedua saya untuk melakukan operasi."...


...Xi Jiu tidak berbicara....


...Dia melirik Ruan Qi lagi, matanya berhenti. Kemudian dia berbalik ke samping dan membuat gerakan 'acak'....


...Xu Xiangyang mendukung Ruan Qi, mengangguk kepada semua orang, dan perlahan pergi....


...—*—*—...


Tempat parkir bawah tanah rumah sakit


...Xu Xiangyang melihat pintu mobil yang rusak karna kecelakaan tadi, ada kebencian dan kemarahan yang mendalam memancar ke seluruh tubuhnya....

__ADS_1


...Siapa yang berani menghancurkan mobilnya yang berharga seperti ini?...


...Ini adalah mobil baru yang baru dia beli bulan lalu!...


...Daging Xu Xiangyang sangat sakit....


...Dia melihat ke pintu mobil yang ditabrak oleh kursi pengemudi, yang bahkan ibunya sendiri dia tidak menizinkannya naik, dan hampir menangis....


..."Eh ... kakak laki-laki ..." Ruan Qi menepuk pundaknya seperti anak anjing....


..."..." Xu Xiangyang tidak terhibur, tetapi ingin menangis lebih banyak lagi....


...Dia mengambil napas dalam-dalam dan menyeka wajahnya, "Lupakan saja. Biarkan mobil pergi ke bengkel dulu, aku akan naik taksi untuk mengantarmu pulang."...


...Dua orang berjalan perlahan menuju lift....


...Pada saat ini, ada suara mesin di belakangnya, dan kemudian Maybach hitam berhenti di samping mereka....


...“Nona Ruan, Tuan Xu?” Wajah Bai Yuchen muncul dari jendela co-pilot, “Apa yang terjadi?"...


...Xu Xiangyang tidak berbicara, dan melirik ke kanan dengan tatapan samar....


...Bai Yuchen mengikuti pandangannya dan melihat ke atas....


..."Oh! Mobil ini hancur dan rusak parah!"...


...Xu Xiangyang bahkan lebih kesal....


...Dia menggertakkan giginya dan berkata dengan murung: "...Itu mobilku."...


...Senyum Bai Yuchen membeku di wajahnya....

__ADS_1


...Dia tertawa dua kali, dan berkata dengan malu: "Yah, itu benar-benar ... kebetulan ..."...


...Xu Xiangyang: "..."...


__ADS_2