
Avenir dan pasukannya telah mundur untuk sementara waktu.
Setelah menyaksikan kekuatan dari pasukan Avenir, mereka para jenderal iblis menjadi termotivasi untuk mengalahkannya.
Masing-masing dari mereka terus menerus mengeluarkan aura sihir yang menekan secara tidak sadar.
Melihat hal ini, jika mereka kembali ke istana maka mereka akan membuatnya hancur lebur karena aura intimidasi nya itu.
"Kalian semua, bukankah ini bukan yang pertama kalinya kalian merasakan hal seperti ini?.."
Abaddon merasa bahwa kekuatan yang dimiliki oleh pasukan Avenir barusan masih berada di batas para bawahan Shoji.
"Apa maksudnya, tuan?"
Taros tidak mengetahuinya karena jelas bagi mereka hal yang barusan adalah hal yang baru.
Abaddon menutup matanya dan berkata
"Begitu ya..."
Didalam matanya yang tertutup, Abaddon menggunakan sihir penglihatan besarnya untuk melihat seluruh yang berada di daratan.
Kekuatan itu tidak memiliki wujud karena Abaddon meniadakannya, jika digambarkan, maka itu seperti mata Raksasa yang mengawasi dunia permukaan dari atas langit, tiada satupun makhluk yang tidak dapat dia lihat.
Jika sihir Borogne miliknya hanya mengawasi satu individu maka kali ini dapat mengawasi seluruhnya.
ini adalah sihir yang memiliki skala besar, sihir yang tidak dapat dinetralisir oleh penetralisir sihir manapun, itu karena bentuk sihir ini seperti menyatu dengan dunia itu sendiri, anggaplah mata Abaddon saat ini telah menjadi mata dunia, itu disebut olehnya sebagai 'The O.'
..
"Kekuatan milik para pasukan Avenir barusan sebenarnya setara dengan para bawahan Shoji, namun apa ini, nampaknya ada sesuatu yang menyegel sihir mereka berdua, dan benar saja ... Rupanya itu kau, Avellyn."
Ketika Abaddon menggunakan The O, dirinya melihat Roxxie dan Ryzen dan dia juga menganalisa sihir mereka berdua, seharusnya Arkros dan Yoza itu setara dengan kekuatan yang dimiliki oleh Roxxie dan Ryzen, para jenderal iblis seharusnya tidak terkejut seperti itu ketika mereka telah mengetahui sihir Roxxie dan Ryzen terlebih dahulu.
Ditengah-tengah penilaiannya, The O tiba-tiba terblokir oleh sihir yang tidak diketahui.
Penglihatan The O milik Abaddon berubah menjadi putih seperti sutra, dan disana terbentuklah wujud fisik yang tidak asing baginya.
"Abaddon, atau kusebut kau Kakekku?.."
Itu adalah Avellyn, Putri dari Avenir yang saat ini bersinggah didalam tubuh Sylvia.
"Avellyn.. apa yang kau lakukan di dunia ini? Bukankah dirimu telah kehilangan bentuk fisik? Jika sesuai peraturan yang berada di Alam dewa, dirimu saat ini telah tiada dan jiwa mu telah kembali pada cahaya.. bisa kau jelaskan itu padaku?" Setelah mengatakan itu, Abaddon membuat Avatar miliknya didalam ruangan, tujuannya hanya agar mudah berkomunikasi.
...
"Seperti yang kuduga, kau telah mengetahui terlalu banyak rahasia Surga, dan ya... Aku akan menjawabnya.."
Avellyn berjalan kearah avatar Abaddon, dan dia pun menjawab semua pertanyaannya.
"Aku memang telah kehilangan bentuk fisik, tapi aku tidak kehilangan sihir ku, ayolah. Hal yang sama pernah terjadi padamu sekitar 200 abad yang lalu.. kau ingat??"
Abaddon tidak percaya ternyata Avellyn mengetahui hal seperti itu.
".... ya" ucapnya.
Kemudian Avellyn kembali menjelaskan.
"Saat itu dirimu pernah mati sekali karena jantungmu hancur ditusuk oleh para makhluk surga, dan yang mengejutkannya, jiwa mu dengan cepat pergi, kau hidup kembali dari dalam tubuh prajurit yang telah mati, kemudian kau membantai mereka yang telah membunuhmu lalu kau menggunakan sihir untuk memanipulasi kehidupan agar dirimu hidup kembali dan jiwa mu kembali pada asalnya yaitu dirimu sendiri..Aku melakukan hal yang sama, hanya saja aku hanya bersinggah di tubuh seorang wanita yang ditakdirkan, aku akan menunggu saat itu terjadi.."
Abaddon kagum dengan Avellyn.
...
"Dan nampaknya aku berhasil menipu mereka para Dewa."
??.
"? Menipu? Apa yang dia bicarakan..." Abaddon penasaran.
Avellyn berkata. "Aturan seperti aku akan mati ketika aku keluar dari Surga dan aku akan kembali pada cahaya... Aku sudah merekayasa peraturan yang ada, semua itu omong kosong.."
Abaddon sudah mengetahui apa yang terjadi..
"Jadi begitu, kau membuat peraturan palsu atas izin Oberster Gott."
__ADS_1
Ketika Abaddon mengatakan hal tersebut, Avellyn tidak menyangka bahwa Abaddon mengetahuinya, dia terkejut dari pupil matanya yang mengecil.
Abaddon melanjutkan perkataannya.
"Kau melakukan itu agar dirimu lolos dari kejaran mereka, dan Oberster berpikir tindakan mu menarik untuk dilihat kemudian dia menyetujuinya... Aku mengerti."
Avellyn tidak menyangka Abaddon dapat mengorek semua informasi yang dia miliki dengan cepat.
....
"Jadi, bisakah kau biarkan aku pergi? kukatakan saja, aku tidak bisa pergi dari sini sebelum kau melepaskannya sendiri."
Ini adalah sihir Absolute milik Avellyn, yang membuat dirinya dapat dengan bebas sesuka hati mengatur setiap sesuatu yang berada didalam sihirnya.
...
Kemudian Avellyn mulai menjelaskan sesuatu dengan nada suara yang penuh arti.
"Pintu surga suatu saat akan terbuka dan pejuang cahaya akan masuk untuk membasmi bakteri yang berada didalamnya., menurutmu siapakah bakteri itu? Jangan dijawab, itu adalah mereka para Dewa,.. mereka Nakamura Shoji, Roxxie, Ryzen dan Sylvia akan mengganti struktur dunia ini untuk mengarah ke arah yang lebih baik, mereka akan menciptakan hukum dunia yang baru, ini adalah cara terbaik Oberster Gott untuk membunuh dirinya sendiri yang tidak bisa mati, dengan hancurnya sistem dunia, terguncangnya tatanan semesta dan terciptanya aturan baru.. sesuatu yang seperti itu bukankah pantas untuk dinantikan? Sampai jumpa, Abaddon..kakek."
Perlahan dia memudar dan pada akhirnya dia menghilang.
..
"?!"
Malam hari,.
Ketika Abaddon sudah keluar dari sihir Avellyn, dia dibuat terkejut karena melihat dirinya berserta seluruh jenderalnya yang beberapa waktu sebelumnya berada di Ruang Angkasa, saat ini ternyata telah tiba di depan istananya!
Dalam hati, Abaddon berkata.
"Tidak kusangka kau cukup baik untuk ini, Avellyn."
Nampaknya, Avellyn memiliki sihir yang cukup kuat untuk membuat Abaddon memuji dirinya.
..
Tanpa menanyakan hal yang tidak perlu, para jenderal Raja Iblis memulai kegiatan yang seharusnya mereka kerjakan.
Satu ucapan dari Abaddon, mampu membubarkan mereka semua kecuali Taros, itu karena dia sebagai tangan kanan Raja Iblis.
...
Sofie dan Saaki kembali ke tempat tempat minum, judi dan bermain wanita untuk mengumpulkan energi sihirnya.
Mergeus sedang berada di bekas tempat penelitian Provelser, disana dia menaruh sihir Rantainya kedalam sebuah alat peneliti.
Olixier kembali ke tempat pelatihan pedang untuk melatih Qeryz agar lebih kuat dan memperbanyak pengalamannya dalam pertarungan yang sesungguhnya.
Dan William..
...
William kembali ke dunia bawah yaitu Neraka, disana dia berada didalam kastil buatannya sendiri, dia juga mendapatkan izin dari Abaddon untuk mengolah energi sihir para iblis yang telah mati untuk digunakannya menjadi senjata.
Saat ini, wilayah neraka bagian Barat adalah milik William, tentu, dewa iblis Azzahiel mengetahuinya namun dia membiarkannya.
Itu karena dia merasa hanya membuang-buang waktu dan tenaga jika harus mengurus satu bakteri yang tidak berguna.
Serendah itu para jenderal iblis dimatanya.
..
Berdiri didepan tabung besar berukuran 5 meter tinggi lebarnya, penelitiannya yang dipenuhi sihir dari mereka para iblis yang telah mati.
"Kenapa para iblis bodoh itu selalu saja saling membunuh? Ya, tapi tidak masalah sih, lagipula tangki ini telah terisi penuh."
Dia menyerap seluruh sihir yang berada di tabung besar itu kemudian menkonvert sihir-sihir barusan menjadi berbagai bentuk senjata yang dia inginkan.
Saat ini dia sedang memilih untuk apa sihir ini dibuatnya nanti.
"Pistol lagi? Atau Bazoka? Atau mungkin Shotgun terbagus?.. aku sudah memiliki semuanya, jadi bingung nih."
Ditengah-tengah kebingungannya, dia mengingat bahwa pada pertarungan sebelumnya, William yang terlalu mengandalkan serangan jarak jauh dibuat lemah oleh serangan mendadak yang berjarak dekat, oleh karena itu.
__ADS_1
"Itu benar, aku akan membuat benda ini..."
Demi mengatasi kelemahannya akan serangan mendadak dan beban senjata, tanpa dia sadari, dari bentuknya yang melengkung mirip dengan cakar harimau, tidak salah lagi itu adalah Karambit!
"Kusebut ini sebagai Cakar keren! Mmmm.... Tidak, memalukan sekali jika mengucapkan itu didepan mereka semua... hmm.. cakar.. cakar cakar... Baiklah! Namanya adalah Rascarambite!"
Itu adalah Karambit versi William, bentuknya kecil namun ukurannya bisa disesuaikan olehnya, dengan gagang yang terlihat terkutuk itu, dari penampilannya yang dipenuhi warna Ungu dan hitam, dipadukan dengan gradasi merah dan oranye neraka, bilah besi yang berwarna hitam dengan garis emas ditengahnya yang mengalir.
Tidak salah lagi jika itu didalam game, maka itu akan menjadi item SSR!! Sebuah item kelas legendaris baru telah diciptakan olehnya!
Kenapa William memilih Karambit? Itu Karena senjata itu berukuran kecil, ringan dan mudah digunakan namun mematikan, William juga tidak memerlukan tenaga lebih untuk melawan musuh yang bergerak maju kedepannya.
"Wou! Keren sekali, aku tidak tahu aku ternyata memiliki bakat untuk mendesain sesuatu Hahaha! Baiklah, jika ini hanya keren dari penampilannya saja maka itu percuma, aku perlu menguji kekuatannya!"
William berjalan keluar kastilnya untuk menguji seberapa kuat Rascarambite yang dimilikinya.
....
.
"Kerajaan LunLun? Tempat seperti apa itu?"
Saat ini Shoji sedang berada didalam ruangan bersama kepala Desa Demi-Human bernama Ugos.
"LunLun adalah kerajaan yang aktif dimalam hari, tempat yang dipenuhi oleh manusia bejat, tempat itu dipenuhi orang-orang yang kuat akan hawa nafsu wanita, perjudian dimana-mana, perampokan secara terstruktur tanpa menciptakan keributan, banyak organisasi rahasia yang berada dibalik bayang-bayangnya."
Aktif dimalam hari? Ugos mengatakannya seperti dia sudah mengetahuinya.
"Apa maksudnya kerajaan yang aktif dimalam hari? Bagaimana kondisi kerajaan LunLun jika pagi, ataupun siang?" Shoji mulai penasaran.
"Pagi dan Siang adalah waktu yang sama seperti pada kerajaan lainnya, mereka melakukan perdagangan, memakan makanan pasar, dan banyak lagi, namun apa yang mereka perdagangkan sebenarnya adalah tumpukan koin-koin emas yang nantinya itu akan menjadi syarat utama untuk bermain judi di pusat kota pada malam hari, anda pasti bertanya-tanya mengapa aku seperti sudah mengetahuinya, benar. Itu karena dahulu aku adalah kepala pelayan dari Raja Li, Raja pertama. Beliau adalah Raja yang baik, ramah dan bersahabat dengan kami para Demi-Human, namun, semenjak beliau sakit, anak-anaknya berlomba-lomba untuk mengambil suara rakyat dan tidak mengurus Raja Li hingga dia tewas, saat ini, Kerajaan LunLun dipimpin oleh Saudara Tertua mereka yang bernama Runra , dia benar-benar bocah yang biadab, aku beserta istri ku telah diusir olehnya sejak puluhan tahun yang lalu."
..
Selesai mendengarkan penjelasan Ugos, Astaroth memberikan informasi tambahan kepada Shoji.
"LunLun adalah salah satu nama kerajaan kuno yang masih berdiri, seperti yang orang tua itu jelaskan, LunLun adalah pusat dari semua Perjudian dunia, jika mereka merasa kalah maka mereka kembali bermain berharap akan balik modal, namun nyatanya sudah banyak sekali sampah yang seperti itu berakhir dengan menjual segala barang-barangnya dan saat ini mereka dipekerjakan sebagai pekerja tanpa upah."
..
Shoji bertanya dan mengatakan sesuatu hal dengan wajah yang cukup serius.
"Lalu, apakah itu tempat yang selanjutnya? Siapa dewa yang berada disana? Kuharap kau mengetahuinya Astaroth."
Menurut Astaroth, Shoji saat ini..
"Shoji, kau benar-benar ingin datang kesuatu kerajaan dan hanya ingin membantai Dewa yang berada dibaliknya, lalu perkataan mu barusan seperti kau tidak peduli dengan lingkungan sekitar, mengenai apa yang sebenarnya terjadi, dan itu adalah perkembangan mu, kau benar-benar fokus dalam tujuan utama mu sendiri."
..
Astaroth menjawabnya.
"Benar, dia adalah Nyranius, salah satu dari Dewa dengan kemampuan yang membuat musuhnya menjadi kuat namun membunuh musuhnya sendiri dengan kekuatan yang mereka dapat."
Shoji berkata.
"Mereka para pemain judi jika menang maka mereka akan terus bermain, namun jika kalah, mereka akan mencoba lagi dan lagi berpikir akan balik modal hingga akhirnya nasib mereka hancur ditangan mereka sendiri tanpa dapat menyalahkan orang lain,.. Dewa Nyranius benar-benar mengerti prinsip judi dan kekuatannya."
...
"Terimakasih kepala desa"
Shoji berdiri dari kursinya dan berjalan keluar rumah kepala desa.
"Oh? Tentu, tuan."
Kemudian berhenti untuk mengatakan beberapa kata dengan nada yang penuh ambisi.
"Esok adalah hari yang cerah, Aku akan pergi ke kerajaan LunLun esok hari, aku tidak bisa menetap di satu tempat saja, oleh karena itu kumohon jagalah Rara dan Eris untukku, kalau begitu... Sampai jumpa."
"T–tunggu Tuan!".
Tepat setelah mengatakannya, Shoji menghilang bersamaan dengan kabut putih yang muncul disekitar.
...
__ADS_1