Untukmu Yang Tak Kasat Mata

Untukmu Yang Tak Kasat Mata
Chapter 21: Untukmu Yang Tak Kasat Mata (Tamat)


__ADS_3

Hari yang cerah telah tiba diringi dengan hujan yang berjatuhan, seperti sengaja awan melakukannya hanya untuk ikut berkabung dalam kubangan genangan mayat. Di telah tiada untuk kedua kalinya Vicktor ditinggalkan olehnya yang tak bertanggung jawab. Namun, hari ini sedikit berbeda, hatinya merasa puas bisa menerima kenyataan bahwa dia telah tiada.


Tidak ada lagi alasan untuk berkelana di ujung dunia yang hampa. Vicktor sudah tahu jawabannya, seberapa keras untuk bertahan hidup tetap mereka akan menghadapinya juga, begitu pun dengan dirinya.


"Tetap saja aku hanya ingin tahu kemana dia pergi sepuluh tahun yang lalu, bagaimana denganmu apa kau ingin mencarinya?" Vicktor memperlihatkan sebuah kunci kepada seseorang di sebelah dirinya.


Dia tidak menjawabnya, dia pergi dari batu nisan yang telah dipoles banyak bunga-bunga dan parfum kasturi. Seorang gadis remaja kisaran dua puluh tahunan berjalan mendekati Vicktor. Di iringi dengan pria itu pergi menjauh, entah apa yang dia lihat hingga tak berucap sepatah kata dari mulutnya.


"Terima kasih telah datang langsung ke acara pemakaman Ibuku. Sepertinya hidupmu begitu sulit yah? Tapi jujur saja aku sangat berterima kasih padamu telah menitipkannya pada mereka. Ibu selalu bahagia, tidak ada masalah yang begitu besar. Semua berjalan dengan harapan... hampir lupa, ini ada surat."


Vicktor ingin memeluknya dengan erat dan berat tetapi ada sebuah penghalang tak terlihat di sekitar dirinya dan dia. Vicktor melihatnya dan dia mengambil kertas amplop coklat kecil dengan ikat kado yang tipis.


"Untukmu yang tak kasat mata, untukmu yang tak terlihat, untukmu yang jauh dari pandangan."


Vicktor tahu bahwa itu pembukaan yang sulit untuk sebuah judul, hanya saja itu sedikit berlebihan baginya. Vicktor mengambil duduk menyilang di depan kuburan yang hangat.

__ADS_1


"Aku melihat mimpi yang begitu panjang di sana hiduplah seorang anak kecil yang lucu nan indah, dia berambut panjang bahkan diriku juga salah mengira bahwa dia seorang perempuan. Kenyataanya dia gagah dan cukup pemberani.


Dia berlarian ke sana kemari mengejar kupu-kupu biru dengan ukiran polos dengan lekukan yang sempurna. Sebelum dia menyadari, anak kecil itu telah tersesat dan mulai menangis tiba-tiba, meringkuk di bawah pohon rindang membungkuk melindungi kakinya. Sadar tidak ada yang datang menolongnya dia pun berusaha berlari sekuat tenaga dengan kaki yang kecil beralaskan sepatu kotor miliknya.


Dia berlarian terus hingga ke dalam hutan, di ujung sana ada sebuah cahaya yang dia anggap sebagai jalan keluar menuju rumahnya. Namun, anehnya jalanan yang di tempuh tak bisa dia anggap mudah, tidak pernah sampai dan bahkan tidak pernah cahaya itu menjadi besar.


Lelahnya beruntung bisa menemui sebuah genangan air besar dalam hutan dan di dalamnya terlihat bayangan dirinya ketika hendak minum. Dia kaget, tergesa-gesa segera lari dari tempat itu, yang dia takuti adalah sebuah pantulan dirinya yang agak berbeda dari sebelumnya.


Karena dia anak laki-laki wajar saja jika rasa penasaran cukup besar, dia memberanikan diri untuk tetap meminumnya walau bayangan miliknya sangatlah seram. Hal yang ditakutkan benar terjadi, dia terjatuh dalam kubangan yang hanya setinggi telapak kaki.


Anak kecil itu telah berubah menjadi anak remaja, dia terlihat siap melawan siapa pun, aku berharap dia menjadi anak yang baik. Tujuannya hanya satu, dia terus mencoba menggapai cahaya titik putih itu, yang membuat wajahnya senang adalah cahaya itu mulai mendekat ketika dirinya mencoba lari sekuat tenaga.


Jika kamu berpikir bahwa dia akan melewati semak belukar berarti kamu salah, dan jika kamu memilih jalanan penuh batu juga salah. Dia memilih jalan yang lebih sulit dari pada itu, dia mencoba menyingkirkan semua itu dan mulai berjalan dengan langkah kaki yang bersih.


Padahal dia tidak perlu susah payah melakukan hal tersebut akan tetapi dia mencoba membuat jalanan itu bersih bagi semua orang, dan itu membuatku juga bisa ikut berjalan walau dia tidak mengetahui.

__ADS_1


Bagaimana mungkin dia melakukanya, bahkan jika dibayang-bayang olehku jika umurku masih muda tak sanggup melakukan hal itu bahkan untuk waktu yang lama sekali pun.


Dia telah tumbuh kembali menjadi seorang pria yang kekar, dia cukup tampan diriku juga ikut tersipu pada saat itu. Jadi malu rasanya, dia hebat bisa melakukan hal tersebut dengan sangat bangga di wajahnya. Sekarang dia bisa dengan mudah berjalan mendekati cahaya itu, itu adalah sebuah jalan keluar.


Dia telah mendapati cahaya tersebut di sana tidak ada apa-apa hanya sebuah ketenangan dan kenyamanan. Dia tidak banyak melakukan sesuatu hal yang berarti di dalam sana hanya bisa terdiam. Pria itu sudah sangat dewasa untuk mengambil sesuatu jalan yang lain untuk terus berjalan.


Terkadang seorang manusia terlalu dewasa untuk memilih jalan yang dianggap benar. Dia kesulitan memilih pilihannya sendiri dan itu wajar. Umur terkadang membuat dirinya sadar bahwa itu adalah pilihan yang sulit untuk menjadi kenyataan.


Aku tak kasat mata baginya, seandainya aku sanggup menahan dan memberi tahu apa yang dia butuhkan, mungkin saja ada sesuatu hal lain yang bisa menjadi lebih membuatnya mengerti akan hal tersebut. Bahkan saat ini juga dia masih terlihat lucu, seolah dia mirip anak kecil yang baru saja aku impikan.


Maafkan aku yang tidak bisa membimbing jalanmu menuju apa yang menjadi harapan. Bahkan saat ini waktu telah berlalu maju, semoga kehidupan selanjutnya bisa menjadi lebih baik untukmu.


Tetap saja mata itu selalu berada pada dirimu, wahai dirimu yang tak kasat mata, akulah yang tak kasat mata bagimu, bukanlah dirimu. Aku telah menghilang dari hadapanmu hingga ke ujung tombak dirimu tetap saja semangat untuk kebaikan dirimu dan orang lain."


Vicktor selesai dari duduknya dan mulai berjalan kembali sesuai apa yang telah ditakdirkan, dia harus kembali ke tempat asalnya. Yang pasti bukanlah dibumi, dia bisa saja tinggal selamanya, terkadang tidak selamanya yang sama itu akan sama.

__ADS_1


"Aku telah selesai membaca cerita konyol ini, apa kamu ingin membacanya juga? Kalo begitu, sekalian berikan kunci ini pada Ayahmu katakan padanya 'Apakah kamu masih ingin mencari sepuluh tahun yang hilang?' itu saja selamat tinggal... Amelia maksudku Alice."


Vicktor telah hilang dia kembali menjadi sang penonton untuk selamanya, jika ada satu harapan yang dia inginkan. Dia hanya ingin kembali ke awal dimana dia tidak melakukan apa pun selain meratapi sesuatu yang telah hilang.


__ADS_2