War of The Worlds

War of The Worlds
Episode 1 ( Perayan )


__ADS_3

setelah satu minggu kelahiran "Xiao Long" para anggota klan Xiao di desa masih terasa kebahagian terpancar di dalam desa terpencil tersebut.


lampu lampu magic masih menghiasi setiap jalan desa di malam hari, sangat indah seakan tidak ingin berpisah satu haripun dengan kebahagian tersebut.


"xue'er bagaimana keadaan cucuku yang tampan itu, apakah dia rewel ?...


tidak ayah Long'er sedang tidur, dengan wajah yang lucu seakan xue'er tidak ingin berpisah dengan Long'er.


Heeh... kau ini bagaimana kalao dia besar dan akan pergi meninggalkan desa ini untuk berpetualang.


tidak ayah aku tidak akan sanggup untuk berpisah dengan nya. bagaimana pun dia anak tunggal di keluarga ini.


Heem.... itu tidak baik Istri ku bagai manapun Long'er harus menjalani kehidupan nya sendiri.

__ADS_1


Tapi Fen'gege bagaimanapun kau harus mencegah nya, suapaya dia tidak pergi dari desa ini. Jika kau memang mencitai ku kau harus bisa menahan nya.


Tapi istriku bagaimana dia bisa berkembang dan menjadi kuat untuk melindungi desa ini dari bahaya".


tidak ada Tapi-Tapi. Pokok nya kamu harus berjanji kepada ku untuk tidak mengijinkan Long'er pergi.


Huuuh.... Yayaya Aku berjanji, tapi kalo Long'er bersikeras untuk berpetualang semua keputusan ada di tangan mu. aku tidak ingin menyakiti hati Long'er nanti.


Huuu.... ayah dan anak yang ada di ruangan itu menghela nafas. seakan sesak mendengerakan, ucapan Istri dan menantu yang egois seperti itu.


Delapan tahun berlalu sejak kelahiran "Xiao Long"


di Aula rumah kediam keluarga Xiao, seorang anak kecil sedang melatih fisik dan beladiri, di bimbing oleh Patriak klan yang tidak lain adalah kake nya sendri.

__ADS_1


Ayo Long'er kanapa kamu seperti gadis manja yang ada di akademi memasak yang takut terkena api.


heeh kake tua berisik, ini aku sudah berusaha mengakat batu sebesar ini, apakah matamu sudah rabun, huhuhuhu


heeh Long'er barani kau mengatakan kake tampan ini sebagai kake tua berisik, akan kutambahakan pelatihan berat lagi, jika kamu berani mengatakan seperti itu.


Ampun... kakeku yang Tampan nya seperti dewa di langit, Tapi apakah kake sadar batu ini berat nya 30kg seakan aku menggedong gunung huhuhu..


Xiao Long berlari membawa batu sebesar itu, untuk menempa kekuatan Fisik dan Jiwa nya, sebenarnya kalau di lihat dari anak seumuran Xiao Long di banding teman sebayanya, mungkin penduduk di desa hanya bisa mengelengkan kepala mereka. karena di usia begitu muda sudah mencapai tahap "Ranah Jiwa tahap 7", sedangkan anak seusia xiao long rata-rata hanya ada di ranah Jiwa tahap 5.


di sudut aula ada wanita paruhbaya yang sedang memperhatikan anak nya latihan, dengan mata berkaca-kaca dan didalam hati dia berkata "ini semua untuk kebaikan untuk kebaikan aku tidak boleh menghentikan nya"


walapun dalam hati berkata demikian sebener nya bertolak belakang apa yang dikatakan nya.

__ADS_1


ibu mana yang tega melihat seperti itu.


'serangan- serangan'


__ADS_2