
Happy Reading...
Jangan lupa Like dan comment nya ya ka 🙏🥰
......................
"Ka Lee" panggil Ellena lirih melihat suaminya berpelukan dengan wanita lain. Sakit pasti, Ellena tak mampu lagi untuk menahan sakitnya dengan cepat dia memutuskan untuk pergi dari situ.
Ellena berlari tanpa memperdulikan kandungannya, menyeka setiap air mata yang menetes di matanya.
Zacklee yang baru menyadari segera melepaskan pegangannya kepada Reyna, dan ikut berlari mengejar Ellena.
"Sayang..!" teriak Zacklee melihat Ellena berlari lalu mengejarnya.
Revan dan Devan pun yang tak sengaja melihat Ellena ikut memanggilnya.
"Ellena..!" teriak Revan dan Devan bersamaan membuat para staff serta Karyawan menoleh kearahnya.
"Itu kenapa Ellena dan Zacklee kejar-kejaran Rev?" tanya Devan yang ikut bingung.
Revan hanya mengendikkan kedua bahunya.
"Ellena," teriak Dhea yang ternyata ikut bersama Ellena.
"Dhea, kau disini juga?" tanya Revan kepada Istrinya yang akan melewatinya.
"Kenapa kalian berada disini sih.., seharusnya kalian ada di ruangan Ka tampan kok malah pada disini" Dhea mengomeli dua pria yang tak mengerti apa-apa.
"Atau diam-diam kalian sengaja menutupi semuanya, hah!"
"Rev, bini elu ikutan PMS juga ya?" bisik Devan yang bingung dengan sikap Dhea marah-marah.
Seketika mata Dhea membulat Sempurna menunjukkan akan menelan mentah-mentah kedua pria di depannya.
Mengerti emosi sang istri akan meledak, Revan segera merayu sang istri mengajaknya masuk ke ruangan Zacklee, agar orang-orang tak mendengar ledakan bom yang akan keluar dari mulut sang istri.
"Mamanya twins yang tampan kita bicara di dalam aja yuk" bujuk Revan pelan.
Sementara di tempat lain, Ellena segera memasuki mobil yang lagi-lagi tak dia lihat pemiliknya. Dengan pedenya Ellena meminta seorang sopirnya untuk segera berjalan meninggalkan perusahaan suaminya. Dan sopir itu menurut dengan senyuman.
" Kita Jalan Pak, " ucap Ellena.
Melihat sang istri tak terkejar, Zacklee mengumpat kasar serta menjambak rambutnya sendiri.
'Sayang kau pasti sudah salah paham' batin Zacklee.
Zacklee kemudian memutuskan untuk pulang kerumah lebih awal dari biasanya tanpa pamit kepada Revan.
__ADS_1
**
"Mau ke Taman Nyonya?" tanya sang sopir yang tak asing dengan suaranya.
Ellena lalu tersenyum setelah memastikan siapa sopir tersebut.
"Kau selalu tau tujuanku Ka.., tapi kali ini aku tak mau kesana. Antar aku ke Makam Mama dan Papa" pinta Ellena kepada Alex.
Ya, pria yang menjadi sopir dadakan Ellena adalah Alex. Alex memang sengaja menyusul Devan dan Reyna di perusahaan Zacklee untuk membahas persoalan menu makanan terbaru. Sesampainya di perusahaan Zacklee dirinya malah mendapati Ellena berlari sambil menyeka air matanya. Dan tanpa sengaja Ellena mengira jika Mobil yang berhenti didepan kantor adalah Taxi.
Sesampainya di Makam, Ellena berziarah berjongkok menundukkan wajah menyampaikan Do'a. Terlihat Ellena sangat merindukan kedua orangtuanya tangis yang belum mengering membasahi pipi halusnya lagi.
"Mam, Pa.. Ellena merindukan kalian" ucapnya sambil terisak.
Alex yang merasa iba merangkulnya menyandarkan kepalanya ke dada bidangnya membiarkan dada bidangnya basah akibat tangisnya.
'Apa yang terjadi Ell?' batin Alex yang paham dengan keadaan Ellena.
Selesai berziarah, Alex mengajak Ellena ke sebuah pantai yang dilewatinya. Dia tahu persis apa yang membuat Ellena tenang.
Ellena berjalan menyusuri pasir pantai hingga dirinya berada di bibir pantai. Melihat air laut ber kejar-kejaran serta suara deru ombak membuat Ellena bisa sedikit tenang.
Alex menyodorkan sekaleng soda kepada Ellena tetapi ditolaknya.
"Aku tak minum itu Ka" ucap Alex.
"Tak biasanya kau menolak Ell?" tanya Alex yang belum faham.
"Kau hamil?" tanya Alex sedikit terkejut.
Ellena mengangguk lalu membelai perutnya perlahan.
"Selamat Ell, akhirnya Zacklee berhasil untuk yang kesekian kali" ucapnya terkekeh membuat Ellena malu.
"Apaan sih Ka, ga lucu" sahut Ellena mengelak Alex dan seketika itu pula mata mereka bertemu.
'Ell, kenapa hatiku tak bisa menolak' batin Alex melihat senyuman manis Ellena.
"Aku bahagia Ell melihat kau berbahagia dengan Zacklee" ucap Alex beralih menatap deburan ombak.
Ellena menarik nafasnya dalam kemudian mengeluarkannya dengan kasar. Terdengar sekali Ellena sedang berusaha untuk melepaskan segala sesuatu yang menyempit di dada.
"Ka, apakah aku bisa tak merasakan sakit hati?" tanyanya kepada Alex sehingga membuat Alex menoleh kearahnya.
"Apa Zacklee membuatmu sakit hati lagi?" duga Alex melihat Ellena langsung terdiam dengan pertanyaannya.
Alex segera berjangkit dari duduknya tetapi Ellena dengan cepat meraih tangannya. Ellena tau pasti Alex akan menemui suaminya.
__ADS_1
"Aku tak mau Kaka ikut campur dalam Rumah tanggaku" ucap Ellena yang langsung membuat Alex berpikir.
Alex kemudian duduk kembali, menatap wajah cantik Ellena yang sedang tidak baik-baik saja.
"Tuhan seperti mempermainkanku, baru saja dia memberikanku anugerah tetapi kenapa sekarang membuatku ragu" ucap Ellena.
"Terkadang Tuhan ingin kita lebih berusaha bekerja keras untuk mencapai serta mempertahankannya. Tidakkah kau tahu bagaimana cara terbaik Tuhan untuk mewujudkan impian makhluknya? dia selalu memberinya beribu-ribu ujian" sahut Alex yang sebenarnya merasakan kesedihan tersendiri.
"Aku mencintaimu Ell, tapi aku tak akan pernah mendapatkanmu meski banyaknya kesempatan bertemu denganmu tapi apalah dayaku, aku kalah karena Tuhan juga mempermainkan hidupku.
Ellena menoleh kearah Alex di sampingnya, di perhatikannya wajah Alex yang sedang menyimpan masalah.
" Apa ini mengenai Sunny?" tebak Ellena dan Alex mengangguk.
"Apa benar Sunny itu anakmu Ka?" tanya Ellena hati-hati. Alex pun mengangguk lagi.
"Oups" Ellena sangat terkejut dia benar-benar tak menyangka dengan kebenaran bahwa Sunny adalah anak kandung Alex.
"Kenapa kau tak menyadarinya dari awal Ka? " tanya Ellena.
"Aku sendiri tak menyangka jika Rachel__" Alex tak melanjutkan ucapannya, dia merutuki dirinya sendiri didalam hati mengingat perbuatannya kepada Rachel.
"Semua pria ternyata sama" ucap Ellena kesal.
"Jangan katakan semua pria sama, aku berbeda dengan yang lainnya" sahut Alex menolak penilaian Ellena.
"Iya, kau berbeda sangat sangat sangat berbeda. Kau hanya tak mau mengakuinya sedangkan Ka Lee selalu mengulangi kesalahannya" ucap Ellena kesal.
"Mengulangi? apa yang dia ulangi?" tanya Alex.
Air mata Ellena kembali menetes dan itu membuat wajah cantiknya sedikit memerah.
"Apa dia mempunyai wanita lain? jika itu benar aku akan membawamu pergi jauh darinya dan tak akan pernah aku izinkan dia mengambilnya" sahut Alex.
"Hari ini aku berniat mengajaknya dinner nanti malam untuk merayakan anniversary pernikahan kita tetapi, yang aku lihat Ka Lee berpelukan dengan wanita lain" ucap Ellena dengan suara seraknya.
Alex merangkul bahu Ellena, menyandarkan kepalanya di bahunya.
"Sudahlah, aku akan berbicara dengannya. Tak usah bersedih lagi. Kasihan calon babymu" Alex sambil menyeka air mata Ellena.
Mereka berdua saling menceritakan permasalahan masing-masing sampai tak terasa Matahari menenggelamkan sinarnya kedalam petang.
"Kau masih betah disini?" tanya Alex melihat Ellena yang enggan pulang.
"Apa aku boleh berada disini sebentar saja?" tanya Ellena.
"Tak baik untuk Ibu hamil terkena angin laut apalagi saat malam hari" sahut Alex yang berhasil membujuk Ellena untuk pulang. Lagi-lagi wajah cantik Ellena makin susah untuk Alex lupakan.
__ADS_1
(Visual Ellena)