
Pada saat setelah Paman Long, memberi tahu ku bahwa ada ras iblis yang ingin menginvasi rasa manusia. Aku langsung membuat keputusan dan bertekad untuk menyelamatkan dunia ini, Walaupun aku tidak lama berada dunia ini.Namun justru karna itulah aku ingin mengubah hidupku didunia sebelumnya yang membosankan menjadi lebih menarik.Jadi aku harus menyelamatkan dunia ini.
Tidak butuh waktu yang lama bagi Paman Long untuk mengajariku jurus "Hentakan Telapak Raja Iblis".Hanya butuh waktu 2 hari saja bagiku untuk menguasai jurus tersebut.Aku didunia ini serasa menjadi makhluk yang sempurna dan aku berpikir" Alangkah beruntungnya aku bisa hidup didunia yang selalu berada di khayalan manusia biasa di duniaku yang sebelumnya."
Sehari setelah aku menguasai jurus tersebut aku memilih untuk berlatih jurus baru namun dihentikan oleh paman Long.
"Hei nak Lin,aku akui kau memanglah karunia dewa.Namun kau juga harus sedikit bersabar dalam melakukan kultivasi, karena pada dasarnya tingkatan dan jurus kultivasi tidaklah menentukan seberapa kuatnya orang tersebut. Namun berdasarkan Pondasi yang di bentuk sejak memasuki Tahap Pembentukan Spiritual dasar tingkat satu. Jadi kuharap kau bisa lebih sedikit bersabar dalam berkultivasi." Ujar Paman Long dengan menatap wajahku dengan serius.
"Baiklah Paman aku mengerti, aku akan sedikit bersabar dalam melakukan kultivasi. Tetapi apa yang harus kulakukan sekarang?" Jawabku dengan paham apa yang dikatakan Paman Long, dan memohon sedikit petunjuk.
"Aku rasa yang kau butuhkan saat ini adalah pengalaman hidup dan mati,karna itu akan membuatmu semakin waspada. Pertarungan yang banyak juga dapat melatih kecepatan respon tubuh. Jadi kusarankan kau pergi ke dalam Hutan Spiritual di dekat gunung Naogui. Konon ini adalah daerah yang memiliki banyak Monster spiritual tahap pelatihan tubuh hingga tahap pembentukan spiritual dasar.Jadi ini adalah latihan yang bagus untukmu. Soal keselamatanmu tidak perlu diragukan lagi, karna kau adalah karunia dewa yang sangat berbakat dan juga cerdas serta kau memiliki artefak pertahanan tingkat menengah. Jadi kurasa kau tidak akan apa apa." Ujar Paman Long memberiku petunjuk tentang cara pelatihanku.
"Baiklah Paman Long aku akan pergi ke Hutan Spiritual di gunung Naogui.Aku sangat mempercayaimu, suatu hari nanti akan kubalas budimu ini.Jadi kapan sebaiknya aku mulai pergi?" Jawabku dengan kepercayaan penuh pada Paman Long.
"Aku sarankan kau pergi ke sana besok lusa, karna aku sekarang akan membantumu mencari perlengkapan dan senjata untuk kau bawa berpetualang nanti.Saat ini ayo kita pergi ke toko senjata spirit cabang negara Dimian,untungnya itu ada didesa ini.Jadi kita bisa lebih cepat mendapatkan senjata yang kau butuhkan." Ujar Paman Long.
"Kalau begitu ayo kita pergi ke toko itu sekarang. " jawabku dengan sigap.
Akhirnya aku dan Paman Long pergi ke toko senjata spirit cabang di negara Dimian.
Sesampainya disana ,aku melihat disana terdapat banyak senjata namun hanya level artefak serangan tingkat dasar. Walaupun begitu itu sudah cukup Untuk menghabisi monster iblis tahap pelatihan tubuh. Dan jika monster tersebut berada pada tahap pembentukan spiritual dasar, hanya akan berefek tidak sadarkan diri.
Aku memilih artefak serangan tingkat dasar dengan jenis pisau.
Pisau yang kupilih adalah Pisau spiritual yang bernama Emo Dao.
(**Note: Ini adalah artefak yang hidup, berbentuk potongan balok dari besi seperti pena,namun jika dialiri sedikit kekuatan spirit, ia akan berubah bentuk seperti pisau. Yang berbentuk pisau tersebut adalah kekuatan spirit kita sendiri dan Emo Dao sendiri hanya memperkuat energi spirit kita tersebut.Artefak ini termasuk kedalam artefak hidup adalah karna ia dapat melahap artefak tipe serangan lainnya.semakin banyak ia melahap semakin besar pula kekuatannya,dan jika sudah memiliki energi yang cukup.artefak ini akan berevolusi menjadi artefak tipe serangan tingkat menengah dan bahkan bisa sampai ke tingkat dewa.**)
Harga dari artefak Emo Dao ini sangatlah murah pada tingkat dasar karna kurangnya peminat pengguna. dan cara membuatnya berevolusi yang sangat sulit, karna untuk membuatnya berevolusi membutuhkan banyak sekali artefak. Banyak orang yang memiliki uang yang banyak memilih untuk membeli artefak tingkat menengah keatas secara langsung daripada menghabiskan uangnya untuk membeli dan membuat artefak Emo Dao. Padahal jika kekuatannya dibandingkan dengan artefak tingkat yang sama, artefak ini jauh lebih kuat. Namun ini tidak akan sama jika hanya berada di tingkat dasar.
Paman Long membelikanku artefak ini karna ia sudah melihat potensiku, bahwa aku bisa membuat artefak Emo Dao berevolusi ke tingkat tertinggi.
Setelah membeli artefak tersebut Paman Long kembali ke rumahnya, sedangkan aku tidak tau harus istirahat dimana dan akhirnya aku tinggal dirumah paman Long.Tentu saja karna aku perempuan aku tidur di kamar istrinya paman Long.Istri paman Long bernama Jiang Nin, lalu aku langsung istirahat, agar besok lusa aku sudah dalam kondisi prima untuk melakukan latihan bertahan hidup di Hutan spiritual Di gunung Naogui.
--Keesokan harinya
Paman Long, ingin melatih ku sedikit lagi yakni dengan memberiku satu teknik spiritual tingkat dasar.
"Hei nak Lin, Paman ini akan mengajarimu sedikit lagi agar kau benar benar siap untuk berlatih di Hutan spiritual di gunung Naogui."
Kata paman Long.
" Baiklah paman, mohon bimbingannya." Jawabku kepada Paman Long.
Paman Long akhirnya melancarkan jurus pamungkasnya yakni jurus Aura Dewa Spiritual, ini adalah jurus Spiritual yang digabungkan dengan kekuatan fisik. Jurus ini pada tingkatan tertingginya dapat membuat energi spiritual menyelimuti tubuh dan berefek meningkatkan kekuatan fisik,dan regenerasi pada tubuh.Namun karna Paman Long hanyalah seorang kultivator tahap pembentukan spiritual dasar tingkat lima, jadi Paman Long hanya dapat menyelimuti salah satu bagian tubuh saja.Ini terjadi karena energi spiritual pada tahap pembentukan spiritual dasar masih sangat sedikit.
Paman Long mencontohkan jurus ini dengan memukul batu gunung sebesar lima meter menggunakan jurus Aura Dewa Spiritual tadi. Seketika terdengar Suara bentrokan benda yang lumayan keras, lalu kulihat batu tersebut hancur berkeping-keping. Sungguh jurus yang mengerikan, padahal masih ditingkat dasar tapi sudah sekuat ini.
__ADS_1
Lalu paman Long bertanya "Bagaimana menurutmu nak Lin jurus ku tadi, kuberi tahu kau rahasianya hanyalah memfokuskan kekuatanmu untuk melakukan sesuatu. Jurus ini dapat dikuasai jika telah melakukan latihan pikiran. Coba kau lakukan latihan pikiran dengan bersemedi di bawah pohon ini dengan memfokuskan energi spiritmu sesuai yang kau inginkan."
"Akan ku coba dengan senang hati."
ujarku menjawab paman Long.
Kemudian aku bersemedi dibawah pohon selama lima jam dan akhirnya aku berhasil melakukan latihan pikiran tersebut dengan membentuk kekuatan spiritual yang lumayan kuat. Aku memfokuskannya ke tangan ku kemudian aku mengarahkan pukulan ku ke pohon.
"Duarr" Suara pohon yang hancur terkena pukulan ku.
"Bagus nak Lin kau memang sangat berbakat, sekarang coba kau lukai tanganmu sedikit. Dan untuk menyembuhkannya kau gunakan jurus Aura Dewa Spiritual dengan memfokuskannya ke tanganmu sambil membayangkan bahwa lukamu be regenerasi dengan cepat." Kata paman Long memerintahkanku melukai tanganku dan mengobatinya menggunakan jurus tersebut.
Langsung saja ku gores tanganku menggunakan pisau dan ku fokuskan energi ku ke luka tersebut sambil membayangkan bahwa lukaku sedang membaik dengan sendirinya dalam kecepatan yang tidak masuk di dalam nalar.
Seketika lukaku sembuh, melihat itu paman Long langsung memuji ku.
"Kau memang hebat nak Lin, aku sangat berharap padamu nanti sekaligus merasa sangat beruntung karna telah berjasa membantu calon penyelamat Dunia yang diutus Dewa" Kata paman Long memujiku.
"Terima kasih paman Long atas pujiannya tapi jangan berlebihan, karna pada saat ini aku belum melakukan hal yang bermanfaat untuk umat manusia. Jadi kumohon jangan berlebihan dan membuatku menjadi besar kepala." Jawab ku kepada paman Long.
"Aku rasa kau benar juga,baiklah mulai hari ini aku tidak akan memujimu secara berlebihan lagi agar kau tidak besar kepala,hahaha."Jawab paman Long dengan semangat diiringi tawa.
" Kalau begitu paman Long, sekarang aku ingin membantu istri paman dulu. Nanti besok beru aku pergi." Ujar ku
"Baiklah, sekarang kau boleh membantu istriku. Tapi, jangan sampai lupa istirahat karna besok kau harus dalam kondisi prima."
Jawab paman Long.
"Baiklah aku percaya padamu." Sahut paman Long.
Kemudian aku pergi ketempat istri paman Long di kebun gandum, disini istri paman Long bertani gandum.Yahh mungkin bagi sebagian orang perempuan bertani itu adalah hal yang tidak biasa. Namun didunia ini sang istri diwajibkan untuk bertani, karna seorang suami didunia ini harus ber kultivasi demi melawa raja iblis kelak 3 tahun dari sekarang.
--Di kebun gandum istri paman Long.
"Hai bibi, apa kabar? " Sapaku kepada bibi Jiang Nin.
"Oh, Hai. Aku baik baik saja nak Lin. Ngomong ngomong kenapa kau kesini dan tidak berlatih dengan suamiku? "Kata Bibi Nin. (aku memanggil istri paman Long, bibi Nin.)
" Oh, latihannya sudah selesai dan paman Long tadi mengajarkanku satu jurus baru, dan aku sudah menguasainya.Jadi aku kesini untuk membantu bibi Nin." kataku menjawab pertanyaan bibi Nin tersebut.
"Oh jadi begitu, okelah. Ayo bantu aku memanen gandum ini, tapi karna kau tidak bisa memanen maka kau hanya harus membantuku mengangkat ini sampai kerumah. Apakah kau bisa melakukannya? " Ujar bibi Nin menatapku.
"Tentu saja bisa bibi, aku kan juga seorang kultivator. Walau aku tidak memiliki pelatihan yang tinggi namun aku juga sudah cukup kuat kalau hanya untuk memindahkan gandum ini ke rumah." Jawab ku kepada bibi Nin.
"Baguslah kalau begitu." Sahut bibi Nin.
Kemudian aku mengangkat semua gandum itu kerumah bibi Nin dan paman Long. Berat seluruh gandum itu sekitar satu ton,atau jika di kilogram kan maka menjadi seribu kilogram. Namun hanya butuh waktu kurang dari 30 menit bagiku untuk mengangkatnya ke rumah paman Long dan bibi Nin. Padahal jarak dari rumah ke kebun Bibi Nin adalah tidak kurang dari satu kilometer(seribu meter). Sungguh didunia ini, kekuatan kultivator sangat berguna dalam berbagai hal.
__ADS_1
Setelah selesai aku kembali dan istirahat nongkrong di pondok yang ada dikebun bibi Nin dan menikmati masakan yang dibawanya dari rumah.
Melihat hari sudah mulai gelap, aku kembali ke rumah dan istirahat karna besok pagi aku akan pergi ke Hutan Spiritual di gunung Naogui.
--Keesokan harinya aku langsung bersiap mengambil barang dan pergi. Sebelum itu aku pamitan dengan paman Long dan bibi Nin.
"Paman Long dan bibi Nin aku pamit dulu untuk berlatih di hutan spiritual. Mohon doa nya agar aku bisa kembali hidup hidup." Ujarku pamit dengan paman Long dan bibi Nin.
"Tenang saja nak Lin, bahkan tanpa doa dariku kau akan selamat karna bakat mu dan juga serta karna kau adalah utusan dewa untuk membasmi raja iblis." Kata paman Long.
"Iya nak Lin, kau adalah anak yang baik. Jadi doa ku akan selalu tercurahkan kepadamu dan dewa akan selalu menolongmu."
Ucap bibi Nin.
"Baiklah paman dan bibi, aku pergi dulu." Ucapku.
Kemudian aku pergi ke hutan spiritual dengan jalan kaki, dan aku berjalan dengan cepat. Namun setelah hampir mendekati hutan spiritual aku istirahat karna aku takut energi ku habis saat sampai disana dan jika begitu, kalau ada bahaya aku tidak dapat melawan.
Aku istirahat beberapa menit sambil menyerap energi spiritual yang ada disekitarku. Walaupun energi disekitar dari alam sedikit tapi itu sudah cukup mungkin karna tingkat pelatihan ku yang rendah dan energi spiritual yang dapat ku serap masih sangat sedikit.
Setelah aku siap , aku langsung bergegas menuju masuk ke dalam hutan spiritual. Aku melihat sekeliling tidak ada apapun yang berbahaya (tentu saja ini karna aku belum melihat apapun). Tidak sampai sepuluh menit, aku langsung diserang oleh seekor hewan spirit dan tampaknya hanya tahap pelatihan tubuh tingkat 3.Hewan spiritual itu adalah jenis dari ular, ular ini bernama Ling She yang artinya ular Spirit. Kemudian aku menyerangnya dengan pukulan fisik biasa karna untuk menghemat energi spiritku. Namun karna perbedaan kekuatan yang terlalu jauh, ular itu mati dalam 5 pukulan ku.
sungguh mudah sekali untuk membunuhnya dan karna hewan spirit mempunyai inti spirit dibagian leher, jadi aku langsung mengambilnya di bagian leher ular itu. Lalu terpikirkan olehku"Bukankah inti spirit juga merupakan bahan dari pembuatan artefak spiritual, jadi ku keluarkan Emo Dao dan kualiri dengan energi spiritual,lalu ku dekatkan dengan inti spirit. Dalam sekejap saja Emo Dao menyerap inti spirit tersebut sampai habis. Saat kucoba kekuatan dari Emo Dao tersebut dengan mengalirinya dengan energi spirit,lalu kutebaskan pada pohon. Seketika pohon tersebut ambruk, terasa sangat senang hati ini. Karena benar adanya bahwa Emo Dao adalah senjata hidup yang bisa berevolusi ke tingkat dewa. Kemudian aku langsung mencari hewan spiritual lainnya dengan tujuan mengumpulkan inti spiritnya untuk diserap oleh Emo Dao dan beberapa untuk Ku serap.
.
.
.
. Bersambung.....
.
.
.
(**note: 7 tahap kultivator ; 1) Tahap pelatihan tubuh. 2) Tahap pembentukan spiritual dasar.
3) Tahap pembentukan spiritual menengah.
4) Tahap pembentukan spiritual puncak.
5) Tahap pengendalian spiritual dasar
6) Tahap pengendalian spiritual menengah
__ADS_1
7) Tahap pengendalian spiritual puncak
Dan 1 lagi tahap yakni tahap penguasa spiritual yang belum pernah dicapai oleh manusia manapun, namun mungkin bisa dicapai oleh Xiao Lin**.)