
Makin hari keadaan xiao fan mulai membaik, di samping itu ia mulai jatuh cinta dengan Ling er dan ingin membuatnya menjadi selir yang ke dua.
Di suatu malam
"Ling er aku ingin berbicara dengan mu"
"( Emm kali ini dia serius) ia katakan saja apa yang ingin kamu bicarakan."
"Kamu sudah mengetahui identitasku sebagai raja kerajaan Bai dari timur, dan ini sangatlah penting karena aku yakin para jendral dan orang istana akan mencariku dan pertanda aku akan pergi dari desa ini."
" ( Mengapa hatiku terasa sesak mendengarnya) tapi kamu akan sering menemuiku bukan."
" Ling er (dengan serius) tidak hanya sering menemui tapi aku akan selalu tetap menemanimu."
"Maksudmu kau akan tinggal disini (dengan wajah bingung)."
"Ling er jujur ketika aku mengenalmu aku langsung jatuh cinta denganmu, dan aku berfikir ketika aku telah di temukan oleh jendral dan prajuritku aku ingin membawa mu ke istana untuk hidup bersama ku."
__ADS_1
Dari perkataan xiao fan, ling er terkejut ia bimbang dibalik ia yang juga mencintai xiao fan ia harus memenuhi wasiat mendiang ibunya untuk merawat ayahnya yang sudah berumur tua dan tidak akan meninggalkan desanya.
"(Air mata menetes) xiao fan jujur aku juga menyukaimu sejak kita pertama kali bertemu, aku jatuh hati dengan semua sifatmu yang membuatku nyaman, akan tetapi aku harus memenuhi wasiat mendiang ibuku untuk menjaga dan merawat ayahku dan tidak akan pergi meninggalkan desa , dan itu menandakan aku tidak akan bisa ikut dengan mu ke istana."
"Ling er bagaimana jika sebelum prajurit menemukanku kita menikah, dan untuk wasiat itu aku akan menunggumu sampai kamu benar benar bisa meninggalkan desamu nanti dan aku akan selalu menemuimu setiap saat ketikan aku kembali nanti."
Ling er kebingungan dia bimbang ia pun memutuskan untuk memikirkannya terlebih dahulu dan akan bertanya ke ayahnya untuk kebaikan kedepannya nanti
"Beri aku waktu untuk memikirkannya, aku akan berusaha meyakinkan ayah nanti. "
Keesokan harinya ling er bercerita dengan ayahnya mengenai masalah pernikahannya.
"Bicara saja mengapa harus terlalu tegang nak. Santai saja, bicaralah-bicaralah ayah akan mendengarkannya."
"Ayah.... Aku dan xiao fan...........ee maksudku kita saling menyukai satu sama lain dan kami sepakat ingin menikah ayah, namun dengan identitasnya yang belum jelas, apakah ayah akan menyetujui karena ia akan berencana pergi ke tempat asalnya di Kerajaan bai dari timur dan mengajakku bersamanya, namun seperti yang ayah tau....
Tiba tiba ayah ling er menyela pembicaraannya
__ADS_1
"Nak ayah sudah tua entah kapan ayah juga akan bertemu dengan ibumu, untuk masalah pernikahan. Kesan xiao fan di mata ayah di anak yang sangat baik dan ayah yakin dia bisa menggantikan ayah untuk menjagamu, untuk masalah wasiat ibumu jangan khwatir selama itu demi kebaikan mu nak itu tidak apa-apa, lagi pula sebelum ayah semakin tua ayah juga ingin sekali mengendong seorang cucu hahahhaha."
"Ihhhh ayah menikah saja belum (tersipu malu), baik ayah terimakasih, aku sayang ayah (memeluk erat sambil meneteskan air mata).
Dengan disetujui pernikahannya ling er pergi memberi tau xiao fan.
" Ling er bagaimana apakah tadi pagi kamu sudah memberitahu mengenai pernikahan kita, apa kata ayah mu dia srtujukan."
Dengan wajah melas ling er sengaja usil kepada xiao fan.
"Ayah menolak pernikahan kita (bagaimana kalau aku mengerjai nya terlebih dahulu heheh).
" Apa.... Mengapa bisa ayah mu menolak, apakah aku seburuk itu, aku akan coba membujuknya agar dia setuju dengan kita ling er. "
"Hahahhah mengapa kamu sepanik itu hahah kamu menggemaskan. "
"-_- mulai nakal ya, sini kamu. "
__ADS_1
"Haha ampun paduka, blee"
Dengan di setujui pernikahan xiao fan dan ling er akhirnya tak lama beberapa minggu akhirnya mereka menikah, setelah 1 bulan mereka menikah, datanglah hal yang tidak mereka inginkan.